Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Xxxxx Standar Internasional yakni di Kelurahan Xxxxx. Kelurahan Xxxxx merupakan salah satu kelurahan yang ada dalam wilayah Kecamatan Xxxxxxx Kota Xxxxx, dengan luas 2.920 Ha. Walaupun merupakan bagian dari Kecamatan Xxxxxxx, Kelurahan Xxxxx merupakan kelurahan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Nefonaek Kecamatan Kota Lama dan dengan Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima.
Jumlah penduduk Kelurahan Xxxxx pada akhir tahun 2010 adalah 12.097 jiwa, yang terinci atas 6.127 jiwa laki-laki dan 5.970 jiwa perempuan. Sedangkan pada saat dilaksanakannya survey (Okt 2012), jumlah penduduk Kelurahan Xxxxx perSeptember 2012 mencapai 12.224 jiwa. Penduduk tersebut, tersebar dalam 45 Rukun Tetangga dan cakupan dari 13 Rukun Warga. Jika diperhitungkan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2.996 pada tahun 2010, maka rata-rata tiap
rumah tangga terdiri dari 4 orang. Saat ini (September 2012) di Kelurahan Xxxxx terdapat 3.024 KK.
Pada tahun 2010, terdapat 523 rumah tangga yang memperoleh bantuan Beras Miskin (Raskin), yang sekaligus menunjukkan jumlah rumah tangga miskin di Kedlurahan Xxxxx. Sedangkan klasifikasi keluarga menurut BKKBN yang mencakup keluarga Pra-Sejahtera 206 KK, Sejahtera I: 526 KK, Sejahtera II: 611 KK, Sejahtera III: 350 KK; dan 277 KK yang diklasifikasi sebagai Sejahtera III Plus.
a. Kelompok Umur
Klasifikasi kelompok umur penduduk yang dipresentasekan dalam laporan kegiatan bulanan Kelurahan Xxxxx, sedikit berbeda dalam hal interval tahun. Hal tersebut seperti yang termuat secara rinci pada tabel 47.
Tabel 47. Jumlah Penduduk Kelurahan Xxxxx Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2010
Kelompok Umur
Jenis Kelamin Jumah
Laki - laki Perempuan Laki-laki + Perempuan
0 - 5 965 972 1.937
6 - 20 2.012 1.904 3.916
21 - 25 771 749 1.520
26 - 60 2.297 2.238 4.535
60 + 82 107 189
J u m l a h 6.127 5.970 12.097
Sumber: Laporan Kelurahan Xxxxx Keadaan Bulan Desember 2010
b. Mata Pencaharian
Mata pencaharian yang dimaksudkan adalah pekerjaan atau pun profesi dari penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 48.
Tabel 48. Jumlah Penduduk Kelurahan Xxxxx Menurut Mata Pencaharian dan Jenis Kelamin Tahun 2010
Mata Pencaharian/
Pekerjaan/
Profesi
Jenis Kelamin Jumlah
L P Laki-laki+
Perempuan
PNS 559 317 876
TNI/Polri 31 0 31
Guru 118 21 139
Dosen 15 5 20
Dokter 5 2 7
Mantri/Bidan 2 18 20
Pengemudi 118 0 118
Montir/Tukang Servis 50 15 65
Pedagang 655 438 1.093
Pensiunan PNS/TNI/Polri 836 316 1.152
Pengusaha/Lain-lain 730 523 1.253
Sumber: Laporan Kelurahan Xxxxx Keadaan Bulan Desember 2010
c. Tingkat Pendidikan
Pada tabel 49 dirinci jumlah penduduk menurut ijasah tertinggi yang dimiliki oleh penduduk Kelurahan Xxxxx Tahun 2010. Termasuk di dalamnya klasifikasi penduduk yang belum sekolah, maupun yang buta huruf.
Tabel 49. Jumlah Penduduk Kelurahan Xxxxx Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin Tahun 2010
Tingkat Pendidikan
Jenis Kelamin Jumlah
L P Laki-laki +
Perempuan
Belum Sekolah 670 682 1352
TK 334 294 628
SD 686 598 1284
SLTP/Sederajad 700 573 1273
SLTA/Sederajad 2.109 2.051 4160
D3 (Diploma) 109 122 231
Stara 1 600 605 1205
Strata 2 56 35 91
Strata 3 6 2 8
Buta Huruf 443 487 930
Lainnya 414 521 935
J u m l a h 6.127 5.970 12.097
Sumber: Laporan Kelurahan Xxxxx Keadaan Bulan Desember 2010
Jumlah Sarana Pendidikan yang terdapat di Kelurahan Xxxxx tahun 2010 mencakup SD/MI milik Pemerintah/Negeri sebanyak 4 unit dan 1 unit milik swasta. Selain itu terdapat 1 unit tempat kursus milik swasta.
d. Golongan Agama
Jumlah sarana peribadatan yang ada di Kelurahan Xxxxx yaitu sebanyak 12 unit Gereja Protestan. Tempat peribadatan agama lainnya tidak terdapat di Kelurahan Xxxxx. Jumlah penduduk menurut golongan agama, dapat dilihat pada tabel 50.
Tabel 50. Jumlah Penduduk Kelurahan Xxxxx Menurut Golongan Agama dan Jenis Kelamin Tahun 2010
Golongan Agama
Jenis Kelamin Jumlah
L P Laki-laki+
Katolik 2.263 2.167 4.430
Islam 661 682 1.343
Hindu 58 58 116
Budha 32 22 54
J u m l a h 6.127 5.970 12.097
Sumber: Laporan Kelurahan Xxxxx Keadaan Bulan Desember 2010
e. Fasilitas Umum Lainnya
Fasilitas umum lainnya seperti fasilitas perekonomian, kesehatan dan pelayanan jasa lainnya dapat dilihat dapat tabel 51.
Tabel 51. Jumlah Fasilitas Umum Lainnya di Kelurahan Xxxxx Tahun 2010 Fasilitas Umum Lainnya
Perekonomian Jlh Kesehatan Jlh Jasa Lainnya Jlh Supermarket/Minimarket 1 Puskesmas Pembantu 1 Biro Perjalanan 2
Toko 52 Praktek Dokter/Bidan 2 Tempat Kost 78
Kios 135 Praktek Bidan 2 Wartel 1
PT/CV/FA 12 Apotik 4 Pitrad 3
Rmh Mkn/Cafe/Warung 25
Sumber: Laporan Kelurahan Xxxxx Keadaan Bulan Desember 2010
BAB IV
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI
Potensi dampak yang mungkin terjadi dan perlu dilakukan pengelolaan dan pemantauan jika pembangunan Rumah Sakit Xxxxx serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Perubahan Fungsi dan Tata Guna Lahan.
Pembangunan kegiatan rumah sakit akan merubah tata guna lahan serta produktivitas lahan di lingkungan sekitar kawasan rumah sakit.
2. Peningkatan Bangkitan Lalu lintas dan Kerusakan Jalan.
Pembangunan dan kegiatan operasional kawasan rumah sakit akan meningkatkan bangkitan lalu lintas sehingga kemungkinan akan terjadi kemacetan. Selain itu jika kemampuan (kapasitas) beban jalan maksimum disekitar lokasi ternyata tidak mampu untuk menerima beban tambahan dari kegiatan pembangunan dan operasional Rumah Sakit maka akan terjadi kerusakan jalan.
3. Peningkatan Run Off, Erosi dan Banjir.
Kegiatan pembukaan lahan, pemotongan dan pengurugan tanah pada tahap konstruksi akan mengakibatkan perubahan struktur dan sifat tanah, misalnya permukaan tanah menjadi terbuka, agregat tanah hancur dan menjadikan tanah peka terhadap erosi.
Kegiatan pemadatan tanah pada tahap konstruksi juga mengakibatkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga akan meningkatkan volume air limpasan (run off).
4. Penurunan Kualitas Udara (Debu).
Penurunan kualitas udara (peningkatan kadar debu) diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.
5. Peningkatan Kebisingan.
Peningkatan kebisingan diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi serta dari kegiatan-kegiatan lain pada tahap operasi.
Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pembagunan kawasan rumah sakit dapat berasal dari tahap operasional rumah sakit serta prasarana dan sarana lingkungan yang terdapat di kawasan rumah sakit tersebut. Jika pemrakarsa tidak memiliki perencanaan mengenai jaringan air limbah yang baik maka akan berakibat terhadap penurunan kualitas air. Potensi dampak penurunan kualitas air permukaan sangat kecil karena daerah Kelurahan Xxxxx khususnya kawasan rumah sakit tidak mempunyai aliran air permukaan.
7. Perubahan Mata Pencaharian dan Pendapatan Penduduk.
Perubahan mata pencaharian dan pendapatan penduduk lokal dapat ditimbulkan oleh kegiatan pembebasan lahan maupun oleh kegiatan penerimaan tenaga kerja pada tahap konstruksi dan operasi.
8. Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha.
Kegiatan konstruksi dan operasi akan mengakibatkan peningkatan kesempatan kerja dan berusaha bagi penduduk di sekitar kawasan Rumah Sakit Xxxxx.
Dampak Lingkungan yang mungkin terjadi jika pembangunan Rumah Sakit serta fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut: