• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kemampuan Kognitif

Dalam dokumen skripsi - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 35-47)

BAB II LANDASAN TEORI

3. Kemampuan Kognitif

ketiga memberikan kemungkinan dan peluar belajar mandiri menurut minat dan kemampuanya.25

Penggunaan APE bopincu diharapkan dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan pada anak , sehingga pembelajaran dapat terjadi dalam diri anak proses perkembanagan yang diharapkan. Ape digunakan untuk memberikan materi pembelajaran bagi anak, sehingga anak dapat merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian anak dan membuat anak menjadi aktif menerima materi sehingga dapat meningkatkan kongnitif anak.

dilingkungan, serta keterampilan menggunakan daya ingat dan menyelesaikan soal-soal sederhana26

Kognitif merupakan suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan sesuatu.

Dapat juga dimaknai kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk mencipta karya yang dihargai dalam suatu budaya. 27

Kemampuan kognitif juga merupakan salah satu kemampuan dasar yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Bidang pengembangan kognitif pada materi pengembangan mengenal konsep bilangan bertujuan agar anak mampu mengolah perolehan belajarnya, serta menemukan alternatif pemecahan masalah, pengembangan kemampuan logika matematika, pengetahuan ruang dan waktu, kemampuan memilah-milah, mengelompokkan serta mempersiapkan kemampuan berpikir secara teliti. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan yang menandai seseorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar.28

Kemampuan kognitif adalah pengembangan kemampuan dasar yang telah dimiliki anak secara ilmiah, misalnya meningkatkan

26l Ariefl l Sadirman,l Medial Pendidikan,l Pengertianl Pengembanganl Danl Pemanfaatanya.l (jakartal :l Rajawalil 2009),l hal.29-31.

27l Khadijah,l Medial Pembelajaranl Anakl Usial Dini,l (Medan:l Perdanal Publishing,).l hall 3.

28

l Asbullahl Muslim,l Pengaruhl Medial gambarl Dalaml Meningkatkan,l Kognitifl Pada,l andl Anakl Usia,l voll I,l no.l 1l (2017),l hal.179–93.

kemampuan anak dari berpikir secara konkret kepada berpikir secara abstrak. Pada dasarnya kemampuan kognitif sangat penting ditingkatkan agar anak mampu melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitar melalui panca inderanya. Proses kognitif meliputi berbagai aspek, seperti persepsi, ingatan, pikiran, simbol, penalaran,dan pemecahan masalah.

Kognitif merupakan kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan dalam rangka memecahkan masalah dan beradaptasi dengan lingkungan. Perkembangan kognitif adalah kemampuan seseorang dalam berpikir, mempertimbangkan, memahami dan mengingat tentang segala hal disekitar kita yang melibatkan proses mental seperti menyerap, mengorganisasi dan mencerna segala informasi.

Kognitif merupakan penjelmaan dari kemampuan primer, yaitu kemampuan berbahasa (verbal comprehension), mengingat (memory), nalar atau berpikir logis (reasoning), pemahaman ruang (spatial factor), bilangan (numerical ability), menggunakan kata- kata (word fluency), serta mengamati dengan cepat dan cermat ( perceptual speed).29

Adapun proses kognitif meliputi berbagai aspek seperti persepsi, ingatan, pikiran, simbol, penalaran dan memecahkan

29l Yulianil Nuraini,l Metodel Pengembanganl Kognitifl (Jakarta:l Universitasl Terbuka,l 2011).l hal.17.

masalah. Sehubungan dengan hal ini Piaget berpendapat bahwa pentingnya guru mengembangkan kognitif pada anak adalah:30

1) Anak mampu mengembangkan daya persepsinya berdasarkan apa yang dilihatnya, didengar, dan dirasakan, sehingga anak akan memiliki pengalaman yang utuh dan komrehensif.

2) Agar anak mampu melatih ingatannya terhadap semua peristiwa dan kejadian yang pernah dialaminya.

3) Agar anak mampu mengembangkan pemikiran-pemikirannya dalam rangka menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

4) Agar anak mampu memahami simbol-simbol yang tersebar disekitarnya.

5) Agar anak mampu melakukan penalaran-penalaran, baik yang terjadi secara ilmiah (spontan), maupun melalui proses percobaan.

6) Agar anak mampu memecahkan persoalan hidup yang dihadapinya, sehingga pada akhirnya anak akan menjadi individu yang mampu menolong dirinya sendiri.

Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan kognitif adalah kemampuan dasar yang telah dimiliki seseorang dalam proses berpikir yang mengacu pada kegiatan mental

30l Ahmadl Susanto,l Perkembanganl Anakl Usial Dinil Pengantarl Dalaml Berbagail Aspeknyal (Jakarta:l Kencanal Perdanal Medial Group,l 2011).l hal.48.

yang mencakup: berpikir, mengingat persepsi, penalaran, dan pemecahan masalah.

b. Tahap Perkembangan Kognitif

Tahap atau proses yang membangun pengetahuan anak merupakan pertumbuhan kognitif yang terjadi melalui empat proses dan saling berhubungan, yaitu antara lain31

1) Tahap sensorimotor, berlangsung mulai dari lahir hingga usia 2 tahun.

Dalam tahap ini bayi membangun pemahaman mengenai dunianya dengan mengordinasikan pengalaman-pengalaman sensoris dengan tindakan- tindakan fisik dan motorik.

2) Tahap praoperasional, berlangsung kurang lebih dari usia 2 hingga 7 tahun

Dalam tahap ini anak mulai melukiskan dunianya dengan kata-kata dan gambar-gambar, melampaui hubungan sederhana antara informasi sensoris dan tindakan fisik.

3) Tahap operasi konkret, berlangsung kurang lebih dari usia 7 hingga 11 tahun

Dalam tahap ini anak dapat melakukan operasi yang melibatkan objek-objek dan juga dapat bernalar secara logis, sejauh hal itu diterapkan dengan contoh-contoh yang spesifik atau konkret.

31Septil Fitriana,Perananl Permainanl Edukatifl Dalaml Menstimulasil Perkembanganl Kognitifl Anak,l l All Fitrah:l Journall Ofl Earlyl Childhoodl Islamicl Educationl 1,l no.l 2l (2018)l hal.l 136.l

4) Tahap operasi formal, berlangsung antara usia 11 hingga 25 tahun dan terus berlangsung hingga masa dewasa 32

Dalam tahap ini, individu melampaui pengalaman-pengalaman konkret dan berpikir secara abstrak dan lebih logis.

c. Karakteristik Perkembangan Kognitif

Anak usia dini berada pada tahapan pra-operasional dimana anak belum menguasai mental secara logis. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol.

Melalui kemapuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal.

Selanjutnya perkembangan kognitif anak masa prasekolah adalah sebagai berikut ini:33

1) Mampu berpikir dengan menggunakan simbol.

2) Berpikirnya masih dibatasi oleh persepsi. Mereka meyakini apa yang dilihatnya dan berfokus pada satu dimensi terhadap satu objek dalam waktu yang sama. Cara berpikir mereka bersifat memusat.

3) Berpikir masih kaku.

32l Khadijah,l Pengembanganl Kognitifl Anakl Usial Dinil Teoril Danl Pengembanganl (Medan:l Perdanal Publishing,l 2016).l hal.64-76.

33

l Masitohl dkk,l Strategil Pembelajaranl Tk.l (Jakartal ;l Universitasl Terbuka,l 2011),l hal.13.

4) Anak sudah mulai mengerti dasar-dasar mengelompokkan sesuatu atas dasar satu dimensi, seperti kesamaan warna, bentuk, dan ukuran.

Adapun beberapa kemampuan perkembangan yang ada dalam kognitif anak usia 5-6 tahun adalah sebagai berikut, perkembangan kognitif pra-operasional: menggunakan simbol, memahami identitas, memahami sebab akibat mampu mengklasifikasi, memahami angka, empati dan teori pikiran. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada indikator menurut piaget, karena terdapat beberapa indikator yang sesuai dengan permasalahan yang ada, yaitu: mampu mengklasifikasikan dan memahami bentuk dan warna.

d. Pentingnya Pengembangan Kognitif

Pentingnya guru meningkatkan kemampuan kognitif pada anak sebagai berikut ini:34

1) Agar anak mampu mengembangkan daya persepsinya berdasarkan apa yang ia lihat, dengar dan rasakan sehingga anak akan memiliki pemahaman yang utuh dan komprehensif.

2) Agar anak mampu melatih ingatannya terhadap semua peristiwa dan kejadian yang pernah dialaminya.

3) Agar anak mampu mengembangkan pemikiran-pemikirannya dalam rangka menghubungkan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

34l Yulianil Nurainil Sujiona,l Metodel Pengembanganl Kognitif.(Jakartal :l Universitasl Terbuka,l 2011),l hall 22.

4) Agar anak memahami berbagai simbol-simbol yang tersebar didunia sekitarnya.

5) Agar anak mampu melakukan panalaran-penalaran baik yang terjadi secara proses alamiah (spontan) ataupun melalui proses ilmiah (percobaan).

6) Agar anak mampu memecahkan persoalan hidup yang dihadapinya sehingga pada akhirnya akan menjadi individu yang mampu menolong dirinya sendiri.

e. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif dapat dijelaskan sebagai berikut:35

1) Faktor Hereditas/Keturunan

Teori hereditas atau nativisme pertama kali dipelopori oleh seorang ahli fisafat Schopenhauer. Beliau berpendapat bahwa manusia lahir sudah membawa potensi-potensi tertentu yang tidak dapat dipengaruhi lingkungan. Berdasarkan teorinya, taraf intelegensi sudah ditentukan sejak anak dilahirkan, sejak faktor lingkungan tak berarti pengaruhnya.

2) Faktor Lingkungan

Perkembangan manusia sangatlah ditentukan oleh lingkungannya, serta perkembangan taraf intelegensi sangatlah

35l Yulianil Nurainil Sujiono,l Metodel Pengembanganl Kognitif.l (Jakartal :l Universitasl Terbuka,l 2011),l hal.26-27.

ditentukan oleh pengalaman dan juga pengetahuan yang diperoleh nya dari lingkungan hidupnya.

3) Kematangan

Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. Kematangan berhubungan erat dengan usia kronologis (usia kalender).

4) Pembentukan

Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. Pembentukan dapat dibedakan menjadi pembentukan sengaja (sekolah/formal) dan juga pembentukan tidak sengaja.

5) Minat dan Bakat

Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Apa yang menarik minat seseorang mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik lagi. Sedangkan bakat diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.

6) Kebebasan

Kebebasan, yaitu kebebasan manusia berpikir (menyebar) yang berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode

tertentu dalam memecahkan masalah-masalah, juga bebas dalam memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya.

f. Klasifikasi Perkembangan Kognitif

Klasifikasi pengembangan kognitif sebagai berikut : 1. Pengembangan auditorial

Kemampuan ini berhubungan degan bunyi atau indra pendengaran anak. Seperti mendengar atau menirubunyi, mendengar atau menyanyikan lagu, mengikuti perintah lisan, menebak lagu, dan sebagainya.

2. Pengembangan visual

Kemampuan ini berhubungan dengan penglihatan, perhatian, tanggapan, pengamatan, dan persepsi anak terhadap lingkungan. Seperti mengenali benda-benda sehari-hari, mengetahui benda, ukuran, bentuk, dan warnanya, menyusun potongan teka-teki, mengenali huruf dan angka, dan sebagainya.

3. Pengembangan tektik

Kemampuan ini berhubungan dengan indra peraba. Kemampuan yang dikembangkan seperti mengembangkan akan indra sentuhnya, mengembangkan kesadaran berbagai tekstur, bermain air, bermain dengan plastisin, meremas kertas koran, dan kegiatan sejenisnya.

4. Pengembangan kinestetik

Kemampuan yang berhubungan dengan gerak tangan, keterampilan tangan, dan motorik halus yang mempengaruhi perkembangan kognitif.

Seperti permainan finger painting, mewarnai, dan masih banyak yang lainnya.

5. Pengembangan aritmatika

Kemampuan yang diarahkan untuk penguasaan berhitung atau konsep berhitung. Seperti membilang angka, menghitung gambar dan benda, dan mengurutkan 5-10 benda.

6. Pengembangan geometri

Kemampuan ini berhubungan dengan pengembangan konsep bentuk dan ukuran. Kemampuan yang dikembangkan biasanya memilih benda menurut warna, bentuk, dan ukurannya. Mencocok benda, membandingkan ukuran benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran.

7. Pengembangan sains permulaan

Kemampuan yang berhubungan dengan berbagai percobaan atau demonstrasi sebagai suatu pendekatan secara saintifik atau logis tetapi tetap dengan mempertimbangkan tahapan berpikir anak. Misalkan kegiatan merebus membuat jus, mencampur warna, dan sebagainya.36

Dilihat dari klasifikasi pengembangan kemampuan kognitif pada anak, bahwa kemampuan perkembangan kognitif termasuk dalam bidang Pengembangan visual Kemampuan ini berhubungan dengan penglihatan, perhatian, tanggapan, pengamatan, dan terhadap lingkungan. Seperti mengenali benda-benda sehari-hari, membandingkan benda-benda dari yang sederhana, huruf dan angka, dan sebagainya.

36l Ahmadl Susanto,l Perkembanganl Anakl Usial Dinil Pengantarl Dalaml Berbagail Aspeknya.l (Jakartal :l Kencanal Perdanal Medial Group,l 2011),l hal.60-61.

Tabel 2.1

Indikator Perkembangan Kongnitif anak usia 5-6 tahun37 Usia Indikator Perkembangan Kongnitif 5- 6 tahun 1. Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna,

bentuk, dan ukuran (3 variasi)

2. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya 3. Menyebutkan lambang bilangan 1-10 4. Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung

5. Mencocokan bilangan dengan lambang bilangan 5. mencocokan angka di bopincu

6. menghubungkan antara bentuk dan simbol 7. menjaga kekompakan

8. mengikuti aturan

Berdasarkan diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan kongnitif anak dapat diklasifikasikan dengan anak dapat mengenal perbedaan benda berdasarkan bentuk,kurang/lebih dari, dan berdasarkan warna bopincu, dan ukuran (3 variasi), serta mengelompokan kedalam kelompok yang sama, anak mulai menggunakan dan menyebutkan bilangan 1-10 pada media bopincu, mengurutkan benda (media bopincu) berdasarkan ukuran dari yang terkecil sampai terbesar dan memasangkan lambang bilangannya.

37

l Peraturanl Menteril Pendidikanl danl Kebudayaanl Republikl Indonesial Nomorl 137,l l tahunl 2014.

Dalam dokumen skripsi - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 35-47)

Dokumen terkait