• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

E. Telaah Pustaka

4. Kenakalan siswa

Kenakalan pada siswa merupkan prilaku menyimpang yang dilakukan pada usia remaja baik menurut norma sosial maupun tata hukum yang berlaku. Dari segi sosial, perilaku menyimpang ini berbenturan dengan aturan dan tata nilai sosial. Sedangkan dari segi aturan hukum, perilaku menyimpang kenkalan pada siswa ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap hukum yang berlaku. Perilaku menyimpang yang terjadi pada para remaja ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian terhadap realitas sosial, sekaligus juga dapat menyebabkan mereka terabaikan secara sosial dari lingkungannya.

Definisi kenakalan menurut para ahli:

1) Kartono, ilmuwan sosiologi

“Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.

2) Santrock

“Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

3) Conger(1976) & Dusek (1977)

Mendefinisikan kenakalan remaja sebagai suatu kenakalan yang dilakukan oleh seseorang yang berumur di bawah 16

dan 18 tahun yang melakukan perilaku yang dapat dikenai sangsi atau hukuman.15

Dapat disimpulkan bahwa kenakalan pada siswa adalah kecenderungan kenakalan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang dilakukan remaja di bawah umur 17 tahun kenakalan remaja ini meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum.

a. Faktor Penyebab Kenakalan Pada Siswa 1) Faktor kurang peduli orang tua

Orang tua sangat berperan penting dalam kehidupan seorang anak. Perhatian orang tua sangat diperlukan oleh seseorang karena orang tualah yang paling dekat dengannya. Bimbingan orang tua sangat berpengaruh pada tingkah laku seseorang.

Apabila orang tua kurang memberi pengarahan serta pengetahuan maka seorang anak akan mudah terjerumus dalam pergaulan bebas.

2) Tontonan Yang Tidak Mendidik

Pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan bagi remaja sangat besar. Apa yang mereka tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.

15 Fadzrianto, “Pengertian Kenakalan Remaja Menurut Para Ahli”, Diakses Dari

Http://Fadzrianto.Blogspot.Com/2016/11/Pengertian-Menurut-Para-Ahli.Html , Pada Tanggal 17 September 2016 Pukul 15.11

3) Salah bergaul

Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh bagi para siswa. Apabila seorang siswa salah dalam memilih teman maka akibatnya akan fatal. Memilih teman berarti memilih masa depan, maka siapapun yang ingin masa depannya cerah ditengah bekapan arus globalisasi, serta luas ilmu dan wawasannya, maka ia harus pandai dalam memilih teman dan pandai dalam bergaul.

4) Perubahan zaman

Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan pun ikut berkembang atau yang lebih sering dikenal dengan globalisasi.

Remaja biasanya lebih tertarik untuk meniru kebudayaan barat yang berbeda dengan kebudayaan kita, sehingga memicu mereka untuk bergaul seperti orang barat yang lebih bebas.16 b. Bentuk-Bentuk Kenakalan di MTs Rahmatullah Al-Hasan NW Kekait

Kenakalan yang di maksud di sini adalah tingkah laku yang menyimpang atau melanggar aturan sekolah dan syariat islam. Seperti : 1) Berbohong/ dusta

Berbohong (berdusta) merupakan suatu kelakuan buruk yang merupakan dosa bosar yang merusak pribadi dan orang di sekeliling. Karena dusta adalah cacat manusia di seluruh zaman, maka ia menyebabkan banyak kehinaan dan keburukan dalam orang sekitar itu.

16 Khanza Savitra, ” 15 Faktor Penyebab Kenakalan Anak Dan Cara Efektif Mengatasinya”, Di Akses Dari Https://Dosenpsikologi.Com/Penyebab-Kenakalan-Anak , Pada Tanggal 17 September 2018

Dusta memiliki pengaruh yang besar dalam menghancurkan ikatan persatuan dan keharmonisan diantara manusia serta mengembangkan kemunafikan. Sebenarnya penyebab besar menyangkut kesesatan bersumber dari peryatan-peryataan batil dan kata-kata yang tidak bermakna. Bagi manusia yang memiliki niat- niat jahat. Dusta merupakan pintu yang terbuka untuk mencapai tujuan-tujuan pribadinya dengan menyembumyikan fakta-fakta dibalik suatu kebenaran. Dan kemudian menjebak orang-orang yang tidak berdosa atas dusta-dusta yang dilakukanya.

Hakikat dari kejujuran dan keikhlasan adalah menyatakan keimanan dan keislaman, karena sesungguhnya orang yang menampakkan keislamannnya terbagi menjadi dua, yaitu orang mukmin dan orang munafik. Hal yang membedakan antara keduanya adalah kejujuran dan ketulusannya, karena sesungguhnya dasar dari kemunafikan seseorang adalah kebohongan.

Maka saat seseorang memilih untuk bersikap jujur dalam kehidupannya, itu bersandar kepada perasaan cinta dan taatnya kepada Allah SWT. Jika dia memilih untuk menjauhi sikap dusta, itu bersandar kepada perasaan takutnya kepada Allah SWT. Dan jika dia begitu teguh pada kedua sikap tersebut, itu bersandar kepada harapan hatinya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

2) Berkata Kotor

Dari Ibnu Mas’ud radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam,

Ecْا َdْeَc ُـ َو ِhِi@َjcْا @َc َو ِن@َّJَّmcا @َc َو ِن@َّJَّnc@ِK ُoِBْp

ِّيِrَscْا @َc

“Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencaci, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/ berkata-kata keji dan orang yang berkata-kata kotor/ jorok”. (HR at-Turmudziy:

1977, al-Bukhoriy)17

Bahasa merupakan salah satu cover seorang siswa yang terdidik, jika seorang siswa berkata kasar/kotor sangat berpengaruh dalam kehidupan di luar sekolah dan sekolah. Bahasa merupakan salah satu media yang digunakan manusia dalam berkomunikasi.

Manusia tidak akan lepas dari proses penggunaan bahasa dalam kehidupannya sehari-hari. Bahasa digunakan dalam setiap lini kehidupan untuk mempermudah proses berkomunikasi.

Penggunaan bahasa tidak mengenal usia, dari orang tua hingga anak kecil, harus menggunakan bahasa untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikannya. Seorang anak biasanya mengucapkan kata-kata yang mereka dapatkan dari lingkungan mereka. Hal ini biasa disebut pemerolehan bahasa.18

Maka dari itu bahasa/tata cara bahasa sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari dan bahasa yang baik harus di terapkan/diajarkan dari masih kecil mana bahasa yang pantas di gunakan dan tidak sehingga seorang anak mampu mengenal dan

17 Https://Wakidyusuf.Wordpress.Com/2017/02/12/Akhlak-Tercela- 43%E2%80%8bberbicara-Kotor-Jorok/

18 Http://Adisastrajaya.Blogspot.Com/2012/06/Makalah-Pengaruh-Bahasa-Kotor-Jorok.Html

mampu menyaring tata cara bicara yang baik dan benar, dan membiasakan tidak boleh mengucapkan kalimat kotor atau mengajarkan kalimat kotor adalah kalimat yang tidak baik untuk digunakan.

3) Melawan guru

Masalah murid melawan guru mungkin sebuah pemandangan yang biasa terjadi di negeri ini. Dan banyak di temukan kejadian melawan atau menentang perintah guru di MTs Rahmatullah Al-Hasan NW sehingga sulit untuk mendidik murid tersebut karna dia membantah apa yang di perintahkan,mungkin banyak sebab sehingga murid di sana memiliki keberanian melawan gurunya.

Guru adalah orang tua murid di sekolah. Dan sebaliknya, murid adalah anaknya guru di sekolah. Sudah seharusnya guru bijak terhadap murid, dan murid harus menghargai dan menghormati guru di sekolah. Permasalahan yang salah ketika keduanya terlibat masalah. Sebagai seorang murid, maka tuntutlah ilmu dengan niat baik dan ikhlas karna mengharapkan keridhaan Allah SWT, jangan sekali-kali menuntut ilmu untuk tujuan keduniaan.19

Guru adalah orang tua kedua bagi seorang siswa maka dari itu guru juga harus di hormati dan dihargai selain guru adalah ladang ilmu yang akan kita peroleh untuk masa depan, oleh sebab

19Idrus “Akhlakul karimah” (CV Aneka, juni 1996).,hlm 114

itu seorang anak harus diajarkan bahwa harus menghormati guru seperti menghormati orang tua, dan patuh kepada guru seperti patuh kepada orang tua. Maka dari itu melawan guru dalam penelitian ini adalah ketika seorang siswa tidak menghargai dan tidak mendengar nasehat baik yang disampaikan oleh gurunya dan merasa acuh terhadap nasehat yang diberikan ketika seorang siswa berbohong.

Dokumen terkait