BAB IX PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN
B. Cakupan Pelayanan Teknis
3.4 KENDALA DAN PERMASALAHAN
3.4.1 Kendala Aspek Teknis
Permasalahan teknis yang ada pada penyelenggaraan sistem penyediaan air minum di Kabupaten Trenggalek mulai Cakupan Pelayanan, Kualitas Air Minum unit air baku, unit produksi, unit distribusi dan unit pelayanan saat ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.37 Permasalahan Aspek Teknis Perumdam Tirta Wening
Unit Air Baku Unit Produksi Unit Distribusi Unit Pelayanan 1.Mata Air
• Debit mata air mengalami penurunan
• Kondisi jaringan pipa transmisi terbatas dan sudah tidak layak ditinjau dari umur teknis pipa 2. Sumur Bor
• Debit sumur mengalami penurunan
• Tidak ada meter induk
• Operasi pompa produksi kurang dari 24 jam
• Kondisi jaringan pipa transmisi sudah cukup tua pemyempitan diameter pipa (pipa GI)
• Kapasitas
mengganggur atau Iddle Capacity disebabkan belum ada yang
pelanggan, karena kualitas air sumur cukup baik
• Tingkat kehilangan air masih lebih besar dari 20%
• Kondisi jaringan pipa merupakan pipa lama ditinjau dari umur teknisnya, pipa tersebut sudah tidak layak pakai
• meter induk belum ada
• Cakupan
pelayanan masih dibawah 50%
• Meter pelanggan banyak yang rusak
• Kualitas air belum memenuhi syarat sesuai Permenkes No 492 Tahun 2010
• Kuantitas air yang didistribusikan masih belum terpenuhi
A Cakupan Pelayanan
Sampai dengan 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki 16.831 pelanggan, yang terdiri dari 14.883 pelanggan aktif dan 1.948 pelanggan non aktif. Dari jumlah tersebut, 7.350 pelanggan berasal dari program hibah air minum APBN perkotaan, 3.046 pelanggan berasal dari program hibah air minum AUSAID, dan 6.435 pelanggan berasal dari pemasangan reguler Perusahaan. Jumlah pelanggan per 31 Desember 2020 mengalami kenaikan dibandingkan dengan pelanggan per 31 Desember 2019$ebesar 16.669. Selama tahun 2020, Perusahaan telah berupaya untuk meningkatkan cakupan pelayanannya yaitu dengan menambah pembangunan jaringan transmişi sepanjang 3km senilai Rp789.000.000,00 di kecamatan Bendungan untuk menambah kontiunitas air.
Dan di masa mendatang akan melaksanakan prograın pasangan baru melalui program hibah bantuan air minurn MBR sebanyak 1.000 SR pada tahun 2021.
REVIEW RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (RISPAM) KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2021-2040
KONDISI SPAM EKSISTING III-91
B Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas (3K) Air
Dalam mewujudkan pelayanan maksimal kepada Pelanggan, Perusahaan harus dapat memenuhi kepastian akan kualitas, kuantitas dan kontinuitas air distribusi. Saat ini Perusahaan belum sepenuhnya dapat memenuhi kepastian mengenai kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Perusahaan belum melakukan kegiatan pengawasan secara internal atas kualitas air minum sesuai yang ditetapkan dalam Permenkes 736 tanggal 18 Juni 2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum. Perusahaan telah melakukan uji kualitas air internal di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Trenggalek.
Kualitas air belum memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Permenkes 492 tanggal 19 April 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Hal ini disebabkan karena jumlah dan frekuensi pengambilan titik uji/sampel Belum mengikuti Permenkes 736 tanggal 18 Juni 2010. Perusahaan belum memberikan layanan air siap minum dengan menprapkan Zona Air Minum Prima (ZAMP). Serta Perusahaan belum menerapkan Smart Grid Water Management.
Dilihat dari kuantitas pemakaian air oleh pelanggan dan kualitas air yang dihasilkan perusahaan di atas Pemerintah Daerah setempat belum memberikan penilaian standar pelayanan minimal (SPM) yang dicapai perusahaan untuk pemenuhan kebutuhan pokok air minum sesuai Permen PUPR Nomor 29 Tahun 2018.
Kontinuitas air yang didistribusikan oleh Perusahaan berkisar 19 jam. Hal ini masih belum dapat memenuhi standar yang ditetapkan PP Nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum Pasal 4:(5) "Kontinuitas pengaliran air minum sebagaimana dimaksud pada ayat (2), memberikan jaminan pengaliran selama 24 jam per hari.” Tidak tercapainya standar ini disebabkan karena operasional IPA pada IKK Panggul, Durenan, Kampak, Gandusari dan Pule tidak 24 jam. Upaya Perusahaan untuk memenuhi aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas dengan menjaga kebersihan intake dari ranting, daun dan pasifl mengolah air secara baik sesuai dengan SOP; dan segera melakukan perbaikan jika terjadi kebocoran. Pemenuhan kegiatan-kegiatan pelaksanaan kegiatan terkait RPAM adalah sebagai berikut:
(1) Tim Perusahaan belum melakukan kajian/ pembaharuan rantai pasok Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
REVIEW RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (RISPAM) KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2021-2040
KONDISI SPAM EKSISTING III-92
(2) Tim Perusahaan belum mengetahui dan menyusun, besaran dan prioritas risiko atas rantai pasok Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
(3) Tim Perusahaan belum menyusun dan memperbaharui daftar metode pengamanan/tindakan pengendalian sesuai prioritas risiko rantai pasok Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
(4) Tim Perusahaan belum mengkomunikasikan strategi dan pelaksanąan SOP dan Instruksi kerja dalam Sistem Penyediaan Air Minum.
(5) Tim Perusahaan belum melaksanakan kegiatan terkait internalisasi/pemahaman RPAM yang mendukung komitmen Bersama Perusahaan.
(6) belum terdapat survey kepuasan pelanggan pelayanan air minum. C Air Baku
Air baku yang digunakan Perusahaan bersumber dari mata air, air permukăan dan sumur dalam. Perusahaan belum sepenuhnya memiliki surat ijin pengambilan air (SIPSDA) yang digunakan dalam usahanya. Perusahaan baru memiliki ijin pengambilan air di Desa Masaran Kecamatan Munjungan meialui Izin Pengeboran Sumber Daya Air Sumur Bor Nomor 15.081811011XJ2020 tangga\ 23 Oktober 2020. Perusahaan belum memiliki SIPSDA karena belum melakukan pengurusan ke Dinas terkait.
Debit air baku (sesuai data internal Perusahaan) sebesar 242,2 liter/detik dan Perusahaan menggunakan sistem perpompaan dalam mengalirkan air baku untuk kebutuhan unit produksi dengan debit sebesar 149,59 liter/detik atau dengan tingkat pemanfaatan ypang belum maksimal. Selain itu, terdapat sumber air yang berpotensi untuk digunakan sebagai sumber air baku antara Iain terdapat sumber air yang berpotensi untuk digunakan sebagai sumber air baku antara Iain sumber air dalam di Gunung Kebo Desa Pogalan.
Upaya Perusahaan untuk menjamin ketersediaan air baku antara Iain melakukan pelestarian alam di sekitar lokasi tangkapan sumber air. Sedangkan upaya pemerintah kabupaten Trenggalek dalam memenuhi ketersediaan air baku adalah penanaman kembali hutan melalui reboisasi membangun bendungan serta embung, melakukan pendekatan kepada masyarakat serta sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pembangunan SPAM dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
REVIEW RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (RISPAM) KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2021-2040
KONDISI SPAM EKSISTING III-93
Kendala yang dihadapi Perusahaan dalam pemanfaatan sumber air baku yaitu:
Lokasi sumber air baku sangat susah diakses sehingga membutuhkan biaya tinggi untuk perawatan dan pemeliharaan. Kapasitas sumber air baku sangat tergantung dengan musim, kondisi air permukaan berfluktuasi sering mengalami kekeringan dan banjir.
D Produksi
Kapasitas produksi terpasang tidak dapat dimanfaatkan sebanyak 15.067.901 m3 (66,36%), disebabkan penghematan listrik karena instalasi pompa yang lama masih besar dayanya sehingga diatur penggunaanya, pelanggan masih sedikit di lokasi yang sudah terpasang jaringan, dan 1 sumber di pegunungan wilis untuk melayani 2 IKK Bandungan dan Watulimo.
Kapasitas menganggur atau kapasitas produksi riil yang belum digunakan untuk produksi sebanyak 2.920.519 m3 (38,24%), disebabkan penyesuaian atas kebutuhan pelanggan di lokasi tersebut.
Upaya Perusahaan untuk meningkatkan utilitas kapasitas produksi antara lain mengusulkan bantuan pengadaan IPA kepada Pernerintah Pusat; Merencanakan dan menambah pengeboran sumur dalam dengan menentukan titik-titik sumber sumur dalam
Persentase tingkat kehilangan air di unit produksi tahun 2020 sebesar 14,33 % dari volume produksi riil, sedangkan pada tahun 2019 sebesar 13,70%. Tingkat kehilangan air tahun 2020 naik 0,630/0 dibanding tahun 2019. Kehilangan air di unit produksi ini disebabkan karena adanya pembersihan filter dan pengurasan air di pipa indek/ flushing. Tidak terdapat instalasi IPA yang tidak dapat digunakan/rusak berat.
Efisiensi produksi tahun 2020 adalah sebesar 20,78%. Dibandingkan efisiensi produksi tahun lalu 21 efisiensi produksi tahun 2020 turun sebesar 0,42%. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2020 terdapat kefaikan kapasitas terpasang pada BNA Trenggalek dan IKK Durenan akibat dari perbaikan pompa. Upaya untuk meningkatkan efisiensi produksi yaitu ke depannya akan menaikkan volume produksi menyesuaikan dengan kapasitas terpasang.
E Distribusi
Dari volume air yang didistribusikan ke pelanggan sebesar 4.041.329,OOm3 , volume air yang telah diterbitkan rekening kepada pelanggan sebesar 3.041.279,00m3,
REVIEW RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (RISPAM) KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2021-2040
KONDISI SPAM EKSISTING III-94
sehingga terdapat NRW distribusi sebesar 24,75%, sedangkan pada tahun 2019 sebesar 24,59%. Persentase kehilangan air masih lebih rendah dibandingkan dengan ditargetkan sebesar 25%.
Masih tingginya tingkat kehilangan air di unit distribusi tahun 2020 disebabkan kebocoran pada jaringan perpipaan yang rusak terkena alat berat, adanya meter pelanggan yang mengalami kerusakan serta adanya pemakaian sendiri berupa pembersihan pipa/flushing.
Upaya Perumda "Tilta Wening" untuk menurunkan NRW distribusi adalah melakukan penggantian meter air dan kalibrasi meter peJanggan sebanyak 458 unit serta memperbaiki jaringan pipa distribusi,
Sistem Pengaliran dari IPA Yang digunakan Perusahaan sampai dengan tahun 2020 adalah adalah 3 unit pompa di IKK Panggul, IKK Durenan dan IKK Pule, sedangkan 4 unit yang campuran gravitasi dan pompa berlokasi di BNA Trenggalek, IKK Watulimo, IKK Kampak dan IKK GSndusari, dan 3 unit menggunakan gravitasi di IKK Munjungan, IKK Dongko IKK Bendungan. Untuk mendistribusikan air yang telah diolah ke pefanggan sampai dengan tahun 2020 Perusahaan memiliki jaringan pipa distribusi sepanjang 505.732M.