• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMBAHASAN

B. Kendala Dalam Strategi Pengembangan Desa Wisata Sembalun

63

pariwisata atau agrowisata yang disebutkan dalam Jurnal Ekosains oleh A. Reni Widyastuti, salah satu indikator yang berpengaruh dalam pengembangan pariwisata atau agrowisata yaitu adanya activities (aktivitas). Aktivitas yang berhbungan dengan kegiatan di destinasi yang akan memberikan pengalaman (experience) bagi wisatawan. Setiap destinasi memiliki aktivitas yang berbeda sesuai dengan karakteristik destinasi wisata, aktivitas wisata di destinasi merupakan kegiatan yang salah satunya menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke destinasi. Begitu juga dengan wisata, jenis aktivitas yang dilakukan berhubungan dengan karakteristik desa tersebut. Aktivitas yang umunya kegiatan kehidupan sehari-hari desa wisata.68

B. Kendala Dalam Strategi Pengembangan Desa Wisata Sembalun

64

berbasis masyarakat yaitu kendala faktor cuaca dan juga sumber daya manusia (SDM) oleh sebagian masyarakat. Mengingat daerah Sembalun ini berada di kawasan pegunungan atau dataran tinggi sehingga terkadang cuaca yang tak menentu terkadang menjadi penghambat berjalannya konsep agrowisata yang ada di Desa Sembalun, dan juga beberapa faktor SDM oleh sebagian masyarakat yang belum terlalu bisa untuk mengolah lahan atau perkebunan, karena kurangnya pengetahuan tentang ke agrowisataan yang dimiliki.

Sehingga pemerintah dan masyarakat terus berkolaborasi untuk mengadakan pelatihan atau sosialisasi mengenai konsep agrowisata yang akan dikembangkan.

Kurangnya pengetahuan agrowisata masyarakat juga dapat menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan agrowisata yang ada di Desa Sembalun. Sehingga hingga sampai saat ini tanaman hasil agrowisata yang paling di dikenal oleh wisatawan yaitu hanya tanaman stratwberry saja, itulah yang paling mendominasi hasil agrowisata para petani di Desa Sembalun hingga setiap wisatawan yang datang hampir tidak ingin ketinggalan untuk membawa oleh- oleh strawberry dari Desa Sembalun. Sementara itu, untuk tanaman- tanaman yang lain masih belum sepenuhnya berkembang sebagaimana tanaman strawberry, pemerintah dan masyarakat hingga

65

kini berupaya untuk dapat terus mengembangkan dan melestarikan segala jenis agrowisata yang ada di Sembalun agar lebih dikenal oleh para wisatawan bahkan hingga ke mancanegara.

Kendala lainnya yang dihadapai dalam mengembangkan agrowisata di Sembalun yakni karena berkurangnya tata ruang komplek untuk kawasan agrowisata, hal ini terjadi karena daerah yang semulanya menjadi kawasan agrowisata kini dialihfungsikan untuk bangunan. Karena tidak adanya peraturan mengenai tata ruang komplek unutk kawasan agrowisata, sehingga hal ini menjadi celah untuk masyarakat untuk dapat memfungsikan lahan mereka yang semulanya tempat agrowisata kini dialihfungsikan untuk bangunan, seperti dengan membuat vila atau tempat penginapan dan lain sebagainnya. Melihat semakin banyaknya kunjungan wisatawan ke daerah Sembalun juga membuat masyarakat ingin menyediakan tempat untuk para wisatawan dapat menikmati keindahan dan keberagaman agrowisata yang ada, oleh sebab itu pemerintah maupun masyarakat ingin menyediakan berbagai fasilitas seperti tempat penginapan kepada para wisatawan. Namun tanpa di sadari hal tersebut juga justru mengurangi kawasan agrowisata yang saat ini ingin dikembangkan. Namun pemerintah dan masyarakat juga tetap

66

berharap agar kawasan agrowisata yang ada dapat terus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Mengalihfungsikan lahan agrowisata menjadi bangunan ataupun tempat penginapan juga bukanlah suatu kesalahan yang fatal, karena sebuah Desa Wisata tentunya selain memiliki berbagai potensi wisata maupun agrowisata di dalamnya, juga bisa menyediakan fasilitas yang lain kepada para pengunjung atau wisatawan, seperti halnya yang di sebutkan dalam jurnal Ekosains oleh A. Reni Widyastuti bahwasanya indikator pengaruh perkembangan desa wisata itu sendiri diantaranya:

1. Attraction (Atraksi) 2. Accessibilities (Akses)

3. Amenities (pasilitas pendukung).

4. Accommodation (penginapan) 5. Activities (aktivitas)

6. Ancillary services (Layanan pendukung).69

Berkembangnya agrowisata pada suatu daerah khususnya di kawasan Sembalun dapat menjadikan daerahnya tersebut juga menjadi maju dan berkembang. dengan begitu para wisatawan akan semakin tertarik untuk mengunjugi daerah tersebut karena memiliki nilai lebih yang dapat dimanfaatkan oleh para wisawatan. Selain dapat

69 A. Reni Widyastuti, “Pengambangan Pariwisata…, , hlm. 71.

67

berlibur menikati indahnya alam yang ada disana juga dapat melihat dan merasakan hasil panen agrowisata yang dikembangkan oleh para petani di daerah tersebut. Hal ini juga sesuai dengan tujuan pengembangan Desa wisata yang disebutkan dalam Jurnal Jurnal Of Public Policy And Management, oleh Shafira Fatma Chaerunissa dan Tri Yuniningsih, yaitu tujuan pengembangan Desa wisata diantaranya yaitu :

1. Mengenali jenis wisata yang sesuai dan melengkapi gaya hidup disukai penduduk setempat.

2. Memberdayakan masyarakat setempat agar bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pengelolaan lingkunganya.

3. Mendorong kewirausahaan masyarakat setempat.

4. Mengembangkan produk wisata desa, sasaran yang akan dicapai dengan adanya pengembangan desa wisata .70

70 Shafira Fatma Chaerunissa, Tri Yuniningsih “Analisis Komponen Pengembangan…, hlm. 4.

68 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang ada dalam skripsi ini, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Strategi yang dilakukan dalam pengembangan Desa Wisata Sembalun terlebih pasca ditetapkan sebagai agrowisata berbasis masyarakat diantaranya yaitu :

a. Menyediakan fasilitas sarana dengan melakukan perencanaan pembangunan seperti perbaikan jalan menuju kawasan agrowisata Sembalun. Dengan membangun akses infrastruktur jalur sarana dan prasarana menuju kawasan agrowisata maupun pariwisata yang ada di Desa Sembalun.

b. Melibatkan pemerintah maupun komunitas tertentu seperti kelompok tani maupun masyarakat dalam pengembangan agrowisata Sembalun. Dengan mengadakan pelatihan atau sosialisasi tentang cara beragrowisata guna lebih menambah ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang konsep agrowisata, sehingga masyarakat khususnya para petani (pemilik lahan agrowisata) dapat lebih cekatan untuk

69

mengolah lahan milik mereka menjadi agrowisata yang beragam macamnya.

c. Melibatkan wisatawan untuk melakukan aktivitas agrowisata.

Bagi pengunjung yang ingin membeli dan merasakan hasil panen agrowisata, mereka dapat memetik sendiri secara langsung di lahan para [etani yang terkait, dengan begitu mereka akan lebih merasakan sensasi agrowisata yang ada.

2. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan Desa Wisata Sembalun yaitu faktor SDM oleh sebagian masyarakat yang belum terlalu bisa untuk mengolah lahan atau perkebunan yang dimiliki, sehingga sebagian besar agrowisata di Sembalun masih di terkenal dengan tanaman strawberrynya, hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ke agrowisataan yang dimiliki. Kendala lain yang di dapatkan yaitu perihal pengolahan tata ruang komplek agrowisata yang kini sedang maraknya dilaihfungsikan sebagai bangunan, hal ini membuat kawasan agrowisata menjadi sedikit berkurang.

Sehingga pemerintah dan masyarakat setempat diharapkan dapat terus bekerja sama untuk mencari soluasi agar kawasan agrowisata yang tersisa ini dapat terus dikembangkan dan berjalan dengan baik.

70 B. Saran

Adapun saran yang dapat dikemukakan oleh penulis berdasarkan hasil penelitian ini, antara lain :

1. Bagi pemerintah Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur, agar terus memperhatikan, berkontribusi dalam mengembangkan agrowisata Desa Sembalun.

2. Bagi masyarakat Desa Sembalun agar selalu mempertahankan dan terus berpartisipasi dalam mengembangkan berbagai agrowisata yang ada di Desa Sembalun kabupaten Lombok Timur.

3. Bagi peneliti agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan literature untuk penelitian selanjutnya.

71

DAFTAR PUSTAKA

A. Reni Widyastuti, “Pengambangan Pariwisata yang Berorientasi pada Pelestarian Fungsi Lingkungan”, Jurnal Ekosains, Vol. 2, No. 3, tahun 2010.

Blacek A James dkk, Metode dan masalah Penelitian Sosial, (PT Refika:

1999)

Cintantya Andhita Dara Kirana, Riki Anggun Artisa”Pengembangan Desa Wisata Collaborative Governance Di Kota Batu”,jurna Administrasi Publik, Vol. 6 No 1,2020.

Fatimatuzzakrah, “Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Penjual Ikan Bakar di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Uin Mataram, Mataram 2020).

Gilang Gemilang, “Studi Kelayakan Pengembgan Agrowisata di Kawasan Kotabumi, Cilegon Banten, Jurnal Planesa, Vol. 5, No. 1, 2014.

Guntur Setya, “Pengorganisasian Komunitas dalam Pengembangan Agrowisata di Desa Wisata, Studi Kasus : Desa Wisata Kembang Arum Kabupaten Sleman”, Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 24, No. 3, 2013.

Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung : CV Pustaka setia, 2011).

Intan Meiwantari, “Peran Industri Wisata Alam Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Mantar Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Uin Mataram, Mataram 2021).

Kurnia Maulidi Noviantoro, Achmad Zurohman, “Prospek Pariwisata Syariah (Halal Taourism) : Sebuah Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0”, Jurnal Equilibrium, Vol. 8, No. 2, Tahun 2022.

Lexy J Melong.Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Remaja Rosdakarya, 2001).

Liyas Mustafa Makarim, M. Baiquni”Pengelolaan Agrowisata Berbasis Masyarakat di Desa Sidomulyo Kota Batur”,jurnal Bumi Indonesia, Vol.5 No.1, 2016.

Masriana”Pengembangan Berbasis Masyarakat Community Based Tourism Di Pantai Ide Sorowako Kecamatan NUHA, kabupaten

72

Luwu Timur”, (Skripsi, Fakultas Sosial dan Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar , 2019).

Muzaki Ahmad Dayan, Maheni Ika Sari”Potensi Agrowisata Berbasis Masyarakat”, Artikel National Multidisciplinary Sciences, Vol. 1 No.1, 2021.

N. Erna Marlia Susfenti Iain Sultan Maulana Hasnuddin Banten,

”Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Community Based Tourism Cbt Di Desa Sukajadi Kecamatan Carita, Jurnal Pengembangan Masyarakat, Vol.2 No,1, 2016.

Nandi, “Pariwisata dan Pengembangan Sumber Daya Manusia”, Jurnal Pendidikan Geografi, Vol. 8, No.1, tahuun 2008.

Ni Nym Dewi Adnyani, Ni Wyn Sukerti, Luh Masdarini, ”Setrategi Pengembangan Agrowisata Salak Di Desa Sibetan Kabupaten Karangasem:,jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Vol.3 No 1.2015.

Nyoman Stutjipta, I Wayan Budi Astawa, ”Potensi Pengembangan Agrowisata Di Subak Gaga Kecamatan Abiansemal Kabupaten Bandung”, (Skripsi, Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Denpasar, 2015).

Pendidikan: Pendekatan Kalitatif Dan R&D, (Bandung : Alfabeda,2006) Putu Danu Swastika, dkk., “Analisis Pengembangan Agrowisata Untuk

Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Petang Kabupaten Badung”, E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Vol.

6, No. 12, tahun 2017.

Riske Ardiansari, Euis Elih Nurlaelih Karuniawan Puji Wicaksono”Pengembangan Agrowisata Di Desa Wisata Tulungrejo Kota Batu, Jawa Timur”, Jurnal Produk Tanaman Vol.3 No.5, 2015.

Saebani, Metode Penelitian , (Bandung : Pustaka Setia, 2009)

Shafira Fatma Chaerunissa, Tri Yuniningsih “Analisis Tourisem Development Wonolop Village Kota Semarang”, jurnal Of Public Policy And Management, Vol. 9 No. 4, 2020.

Sinta Virgilenna, Putri Anom, “Strategi pemasaran Pariwisata Sembalun Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat”, Jurnal Destinasi Pariwisata, Vol. 6, No. 1, tahun 2018.

73

Siwi Harning Pambudi, Sunarto, Parabang Setyono”Setrategi Pengembangan Agrowisata Dalam Mendukung Pengembangan Pertanian Setudi Kasus Di Desa Wisata Kaligono Dewi Kano Kecamatan Kaligesing Kabupaten Puworejo”, Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian,Vol. 16 No.2, 2018.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods), (Bandung: Alfabeta, 2014)

Tati Budiarti, dkk., “Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat Pada Usahatani Terpadu guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Keberlanjutan Sistem Pertanain”, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, Vol. 18, No. 3, 2013.

Titing Kartika, Emron Edison, Rizwan Nungraha”Pengembangan Agrowisata Berbasis Mayarakat Di Desa Lamajang Kabupayen Bandung”,jurnal Hospitalititi Dan Pariwisata Edisi. Vol.4. No 2.

2021.

Wuri Cahya, “Pengembangan Pariwisata yang Berorientasi pada Pelestarian Fungsi Lingkungan”, Jurnal Ekosains, Vol. 3, No. 3, tahun 2010.

74

LAMPIRAN-LAMPIRAN

75

LAMPIRAN FOTO PENELITIAN

Wawancara dengan Ibu Rini (salah seorang warga di Sembalun) sambil ikut memetik hasil agrowisata yakni bawang).

76

Wawancara dengan pak MS. Wathan (sekretaris Desa Sembalun)

Wawancara dengan Pak Rehan Ahmad Fatoni (salah seorang pokdarwis Desa Sembalun)

77

Wawancara sambil ikut memetik strawberry dengan Ibu Rohn (salah seorang warga di Desa Sembalun).

78

Mengamati kegiatan warga dalam mengelola lahan agrowisata dan turut memetik strawberry sebagai hasil agrowisata

79

PEDOMAN WAWANCARA

A. Pertanyaan seputar strategi pengembangan Desa wisata Sembalun pasca ditetapkan sebagai Agrowisata berbasis Masyarakat di kabupaten Lombok Timur.

1. Apa saja potensi-potensi yang ada di Desa wisata Sembalun?

2. Apa saja alasan-alasan yang menjadikan Desa Sembalun disebut sebagai Desa wisata ?

3. Komponen atau indikator apa saja yang sangat mempengaruhi pengembangan pariwisata di desa sembalun ?

4. Bagaimana kondisi dan perkembangan pertanian yang ada di Sembalun?

5. Strategi apa saja yang digunakan dalam mengembangkan potensi Desa Wisata Sembalun terlebih pasca ditetapkan sebagai Agrowisata berbasis Masyarakat di kabupaten Lombok Timur?

6. Bagaimana proses atau bentuk penerapan dari strategi-strategi tersebut?

7. Apakah masyarakat Sembalun dapat sepenuhnya menerima kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pihak pemerintah setempat atau penggangung jawab pengembangan pariwisata yang ada di Sembalun?

8. Seperti apa bentuk keterlibatan atau sumbangsih masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di Desa Sembalun?

9. Apa saja yang menjadi faktor pendorong dan pengahambat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata? (kemampuan, pendidikan, kesempatan dsbnya)

10. Sejauh ini, apakah masyarakat sudah dapat merasakan dampak baik dari pengembangan pariwisata ini?

B. Pertanyaan seputar kendala atau hambatan yang di hadapi dalam pengembangan Desa wisata Sembalun pasca ditetapkan sebagai Agrowisata berbasis Masyarakat di kabupaten Lombok Timur.

80

1. Apakah yang menjadi faktor pendorong yang dapat mempengaruhi pengembangan Desa wisata Sembalun ?

2. Dalam menjalankan strategi pengembangan Desa wisata Sembalun pasca ditetapkan sebagai Agrowisata berbasis masyarakat, adakah kendala-kendala yang dihadapi oleh pemerintah setempat?

3. Bagaimana solusi terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi Kendala tersebut?

4. Hingga saat ini, tindakan apa saja yang telah di lakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang di hadapi?

5. Bagaimana bentuk perubahan yang terlihat setelah dijalankan beberapa solusi untuk meminimalisir kendala tersebut?

6. Apa harapan Bapak/Ibu terhadap pengembangan Desa wisata Sembalun ?

81

Surat Cetak Plagiasi

82

83

Dokumen terkait