KENDALA KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA PENDIDIK
A. Kendala yang dihadapi Kepala Madrasah
Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan mengembangkan sumber daya pendidik di MI Baiturahim Kempo dalam program pelatihan, dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti di MI Baiturahim Kempo ada beberapa hal yang menjadi kendala/penghambat bagi kepala madrasah terdiri dari 1) Faktor SDM, dan 2) Sarana dan Prasarana.
Hal ini disampaikan oleh kepala madrasah Ibu Nurlaelah, sebagai berikut:
“Untuk kendala-kendala pasti ada, seperti masih kurangnya konsistensi para guru, ketertibaan masalah absensi, keseriusan untuk mengikuti pelatihan, perbedaan kemampuan kecerdasan para guru dan kejiwaan orangkan berbeda, latar belakang pendidikan (maksudnya latar belakang pendidikan guru yaitu ada yang serumpun dan ada yang tidak serumpun), selanjutnya sulitnya mencari narasumber yang baik dan tepat, masih minimnya anggaran dan yang lebih berpengaruh lagi yaitu masih kurangnya pembinaan-pembinaan yang diberikan oleh kantor kemenag kabupaten maupun provinsi”.182
Selain itu kepala madrasah juga menambahkan faktor penghambat lainnya yaitu kondisi sarpras yang masih kurang memadai, sebagai berikut:
“Kendala pada sarpras ini sangat berpengaruh terhadap penunjang kinerja guru, seperti kurangnya alat peraga, media pembelajaran, ruang uks, ruang membaca untuk siswa, dan ruang laboraturium”.183
Ditambah hasil wawancara dengan seorang guru Bapak Rusdin, beliau mengemukakan:
“Kendala yang dihadapi oleh saya ialah yang pertama itu kami di madrasah ini memiliki latar belakang yang berbeda, setiap orang kan berbeda-beda.
Kemudian motivasi dari dalam diri sendiri masih kurang, sehingga keinginan untuk mempelajari hal-hal baru masih sangat kurang juga. Ditambah sarana yang masih kurang memadai. Ketika dalam pelaksanaan latihan-latihan materi
182Wawancara Dengan Kepala MI Baiturahim Kempo Ibu Nurlaelah, Pada Tanggal 07 November 2021.
183Ibid.,,,
80
yang di sampaikan terlalu monoton (belum ada narasumber yang tepat), dan pembinaan dari kantor kemenag kabupaten maupun provinsi juga masih kurang diberikan kepada semua sekolah yang ada di kecamatan ini”.184 (G.1)
Hal tersebut diperkuat oleh seorang guru Ibu Zaenab, beliau mengemukakan:
“Masih kurangnya antusiasme kami sebagai pendidik terhadap melaksanakan program-program yang telah direncanakan, itu yang menjadi kendala utama saya pribadi, kemudian untuk masalah sarprasnya juga masih kurang memadai.
Selanjutnya lagi, tak kalah penting yaitu masih kurangnya pembinaan- peminaan dari kemenag kabupaten untuk memberikan kami pelatihan-pelatihan yang lebih baik dan lebih luas lagi, khususnya di seluruh sekolah dasar di kecamatan kempo ini”.185 (G.2)
Selanjutnya ditambah hasil wawancara dengan seorang guru Ibu Sri Rohai, beliau mengemukakan:
“Untuk antusiasme terhadap pelaksanaan program pengembangan sumber daya pendidik, bagi saya pribadi sangat berantusias namun untuk kendalanya yaitu masih terbatasnya sarpras dan pembinaan lanjutan dari kemenag kabupaten itu aja”.186(G.3)
Hal senada disampaikan oleh seorang guru Ibu Suriati, beliau mengemukakan:
“Kami kan memiliki latar belakang yang berbeda, ada yang antusias, semangat dan ada juga yang kurang antusias itulah yang menjadi kendala termasuk sarpras dan kurang diberi pembinaan dari kantor kemenag”.187 (G.4)
Hasil wawancara selanjutnya dengan seorang guru Ibu Vivi Muliasari, beliau mengemukakan:
“Saya menyadari kurangnya antusiasme dalam diri saya sendiri, mungkin karena faktor penghambat dari kurangnya sarpras dan materi yang diberikan
184Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Bapak Rusdin, Pada Tanggal 07 November 2021
185Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Zaenab,Pada Tanggal 07 November 2021
186Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Sri Rohai, Pada Tanggal 07 November 2021
187Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Suriati, Pada Tanggal 07 November 2021
81
pada saat pelatihan agak kurang, selanjutnya yang menjadi kendala juga ialah pembina-pembinaa dari kantor kemenang masih kurang”.188 (G.5)
Selanjutnya di tambah hasil wawancara dengan seorang guru Ibu Mariati, beliau mengemukakan:
“Ya, kendalanya termasuk kurang partisipasi kami mengikuti pelatihan, seperti yang telah diungkapkan oleh rekan-rekan saya diatas, sarpras yang kurang memadai dan materi pada saat pelatihan terlalu monoton”.189 (G.6)
B. Temuan Penelitian
Untuk mencapai tujuan dalam mengembangkan sumber daya pendidik, tidak terlepas dari kendala-kendala yang akan dihadapi oleh kepala madrasah dan seluruh para pendidik di madrasah.
Adapun temuan pada penelitian ini ialah terdapat pada faktor manusia itu sendiri, kurangnya semangat yang hadir dalam diri pribadi masing-masing individu dalam mengikuti program yang telah dilaksanakan. Masih kurangnya konsistensi, ketertibaan masalah absensi, keterbatasan pendidik yang serumpun, anggaran yang minim, dan pelatihan/pembinaan dari kantor-kantor kemenag kabupaten setempat masih kurang. Selain itu sarana dan prasarana penunjang dalam pelaksanaan program pelatihan masih kurang memadai, meskipun terdapat kendala-kendala tersebut akan tetapi pelatihan program ini tetap berjalan sesuai dengan harapan.
C. Pembahasan
Kendala-kendala dilapangan dalam pelaksanaan program latihan, termasuk kepemimpinan kepala madrasah MI Baiturahim Kempo juga tidak luput dari problem yang dihadapi, untuk menganalisis rumusan masalah yang kedua ini bahwa dalam kenyataannya pengelolaan organisasi memiliki banyak faktor yang mempengaruhi kinerja, oleh karenanya semua kinerja itu pada garis besarnya dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor individu itu sendiri seperti disiplin, motivasi, keterampilan, dan juga pendidikan dan faktor situasi.
Kendala merupakan, dalam mengoptimalkan hambatan-hambatan yang ada di madrasah, kepala madrasah dapat memadukan unsur-unsur sekolah dengan situasi lingkungan budayanya, yang merupakan kondisi bagi terciptanya madrasah yang
188Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Vivi Muliasari, Pada Tanggal 07 November 2021
189Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Mariati, Pada Tanggal 07 November 2021
82
efektif. Madrasah yang efektif adalah madrasah yang memiliki mutu yang baik. Oleh karena itu, kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidika yang paling berperan dalam meningkatkan potensi pengorganisasian.190
Berdasarkana keterangan dari kepala madrasah pada saat wawancara dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat atau kendala yang mempengaruhi kelancaran pelaksanaan program latihan adalah sebagai berikut:
1. Kesadaran yang tinggi dari para guru-guru untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan kualitas dalam mejalankan tugas. Perilaku individu dalam organisasi dapat diklasifikasikan kepada 3 kategori: 1) berorientasi kepada tugas, 2) pembinaan kelompok, 3) diri sendiri.191
2. Fasilitas sarpras yang dimiliki MI Baiturahim juga sangat minim, jauh dari kelengkapan yang memadai, sehingga perhatian stake holder untuk program kegiatan pelatihan sedikit kurang. Sarana dan prasarana sebagai sarana untuk memajukan pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat digunakan untuk secara langsung maupun tidak langsung mendukung terwujudnya proses pengajaran di lembaga untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu masalah fasilitas merupakan isu yang sangat penting dalam dunia pendidikan, sehingga dalam pembaharuan pendidikan kita harus bersama-sama memperbaharui aspek fisik sekolah (madrasah), termasuk gedung dan fasilitas lainnya.192
3. Masalah anggaran/dana yang sangat terbatas dan tidak ada alokasi dana yang diperuntukan untuk kegiatan pengembangan kemampuan guru. Pada observasi awal penelitian, kepala madrasah telah mengemukakan bahwa untuk biaya/anggaran hanya dari dana BOS saja, tanpa adanya bantuan dari pihak-pihak lain.
BOS dalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksanaan program wajib belajar. Menurut PP 48 Tahun 2008 Tentang
190Sri Banun, dkk, Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada SMP Negeri 2 Unggul Mesjid Raya Aceh Besar, (Jurnal Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Vol.4, No.1, 2016), Hlm.144.
191Husaini Usman, Manajemen Teori Praktek dan Riset, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2008), Hlm.146
192H. Sanusi Uwes, Visi dan Pondasi Pendidikan dalam Prespektif Islam, (Jakarta : Tiara Wacana, 2014), Hlm.11.
83
Pendanaan Penddikan, biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak dll.193
193Bonita Regina, Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional Sekolah di Kota Malang (Studi di Dinas Pendidikan Kota Malang, 2017),Hlm.3.
84 BAB IV
SOLUSI KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA PENDIDIK
A. Solusi Kepala Madrasah
Peningkatan kualitas para pendidik di madrasah begitu penting dalam dunia pendidikan dan untuk para peserta didik agar menjadi generasi cerdas yang berlandaskan iman dan taqwa. Dalam dunia pendidikan khususnya di lembaga MI Baiturahim Kempo, tidak terlepas dari adanya kendala ataupun hambatan yang menghambat segala kegiatan di madrasah ini, namun hambatan itu tidak selalu berjalan terus menerus adakalanya kami mencarikan solusi untuk mengatasi kendala atau hambatan tersebut.194
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Madrasah Ibu Nurlaelah, beliau mengemukakan:
“Penanganan atas masalah-masalah atau kendala dalam mengembangkan sumber daya pendidik di MI Baiturahim Kempo harus lebih mengedepankan kerja sama dan meningkatkan komunikasi antar semua pihak yang ada di madrasah, memberikan perhatian lebih kepada para guru-guru, tetap selalu memberikan motivasi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, selanjutnya saya akan mengajukan permohonan atau rekomendasi kepada kantor kemenag kabupaten untuk dibuatkan jadwal rutin. Karena pengembangan sumber daya pendidik ini begitu penting bagi kami dalam dunia pendidikan. Terkait sarana dan prasarana saya selaku kepala madrasah pasti ingin yang terbaik untuk madrasah, pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan program pelatihan ini dengan begitu saya dan seluruh para pendidik, komite dan pengawas melakukan musyawarah bersama untuk mengatasi kendala-kendala tersebut”195
194Observasi, di MI Baiturahim Kempo, pada tangal 07 November 2021.
195Wawancara Dengan Kepala MI Baiturahim Kempo Ibu Nurlaelah, S.Pd.I, Pada Tanggal 07 November 2021.
85
Ditambah hasil wawancara dengan seorang guru Bapak Rusdin, beliau mengemukakan:
“Untuk solusi dari kendala yang kami hadapi dalam program pelatihan di madrasah ini untuk mengembangkan sumber daya pendidik yang pertama yaitu kami sebagai pendidik harus lebih meningkatkan komunikasi dengan para guru yang lain, selanjutnya untuk guru yang berprestasi selalu diberikan penghargaan oleh kepala madrasah untuk lebih mendorong semangat kami. Seperti yang telah diungkapkan oleh kepala madrasah diatas, untuk kendala-kendala yang lain kami melakukan musyawarah bersama untuk memecahkan masalah atau kendala tersebut”.196 (G.1)
Didukung oleh hasil wawancara dengan seorang guru Ibu Zaenab, beliau mengemukakan:
“Untuk solusi yang menjadi kendala kami masing-masing pribadi ialah, kami harus mengedapankan kerja sama dan meningkatkan komunikasi yang lebih baik lagi, motivasi dalam diri sendiri harus dihadirkan. Dengan adanya solusi yang diberikan oleh kepala madrasah tersebut kami selaku pendidik lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban kami”.197 (G.2) Pada kesempatan yang sama peneliti mewawancarai seorang guru Ibu Sri Rohai, beliau mengemukakan:
“Antusiasme saya terhadap program-program yang dilakukan oleh kepala madrasah begitu besar, untuk solusi terhadap kendala yang dialami oleh madrasah kami ialah yang pertama, untuk para guru harus lebih meningkatkan komunikasi. Selanjutnya harus dapat menghadirkan semangat dan motivasi pada diri sendiri, karena tanpa adanya dorongan dari dalam diri sendiri sama saja bohong kan?. Kemudian untuk kendala sarpras dan kendala yang lainnya kepala madrasah selalu mengadakan musyawarah bersama”.198 (G.3)
196Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Vivi Muliasari, Pada Tanggal 07 November 2021.
197Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Zaenab, Pada Tanggal 07 November 2021 .
198Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Sri Rohai, Pada Tanggal 07 November 2021
86
Selanjutnya ditambah hasil wawancara dengan seorang guru Ibu Suriati, beliau mengemukakan:
“Solusinya dari perbedaan latar belakang pendidikan ialah kami harus tetap meningkatkan komunikasi dan menyatukan persepsi kami. Solusi yang diberikan oleh kepala madrasah juga begitu luar biasa”.199 (G.4)
Ditambah hasil wawancara dengan seorang guru Ibu Vivi Muliasari, beliau mengemukakan:
“Saya setuju terhadap solusi-solusi yang di ungkapkan oleh Kepala Madarsah dan para rekan-rekan guru. Yang paling penting ialah kesadaran dari dalam diri sendiri terhadap tanggung jawab harus dilakukan.
Selanjutnya solusi untuk kantor kemenag kabupaten/provinsi harus lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang ada di kecamatan, baik yang berstatus negeri ataupun yang masih swasta. Karena perhatian dan pembinaan sangat kami butuhkan untuk kesejahteraan dan tanggung jawab kami sebagai pendidik”.200 (G.5)
Hal yang senada juga di ungkapkan oleh seorang guru Ibu Mariati, beliau mengemukakan:
“Ya, karena kami berada dalam lembaga yang sama solusinya ialah komunikasi antara para guru harus lebih ditingkatkan lagi, kemudian solusi ada pada diri masing-masing yaitu menumbuhkan antusiasme dan sadar akan tugas dan tanggung jawab itu yang terpenting, harus lebih bersemangat lagi terhadap program-program yang telah di buat oleh kepala madrasah, dan solusi untuk kendala-kendala yang lain kami lakukan musyawarah bersama”.201 (G.6)
B. Temuan Penelitian
Pada bab ini peneliti secara singkat menguaraikan beberapa temuan penelitian yang terdapat pada solusi kepala madrasah dalam mengembangkan sumber daya pendidik, sebagai berikut:
199Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Suriati,Pada Tanggal 07 November 2021
200Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Vivi Muliasari, Pada Tanggal 07 November 2021.
201Wawancara Dengan Guru MI Baiturahim Kempo Ibu Mariati, Pada Tanggal 07 November 2021.
87 1. Membangun komitmen guru.
2. Harus mempererat komunikasi dan kerja sama.
3. Setiap kendala yang diadapi di madrasah, baik kendala kepala madrasah dan guru selalu diselesaikan dengan cara musyawarah bersama.
C. Pembahasan
Membangun komitmen guru merupakan upaya yang harus dilakukan oleh kepala madrasah sebagai pemimpin di lembaga pendidikan. Sebab dengan membangun komitmen guru, maka guru-guru tidak akan mengabaikan tugas yang diemban. Maka dari itu, komitmen yang dimaksud disini adalah komitmen guru terhadap lembaga menyangkut tugas dan kewajibannya sebagai seorang yang profesional.
Loyalitas dan komitmen guru terhadap madrasah merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Di MI Baiturahim Kempo perbedaan sikap dan karakter setiap indivu tentu berbeda. Maka dari itu kepala madrasah sebagai pimpinan sekaligus keluarga dalam madrasah agar dapat membangun komitmen para guru.
Untuk membangun komitmen guru dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, termasuk komitmen untuk melaksanakan program latihan dengan sepenuh hati, kepala madrasah harus melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan para guru, untuk memberikan mereka motivasi dan kepercayaan diri. Pertama kepala madrasah sebagai pemimpin di madrasah, berorientasi pada hubungan profesional antara atasan dan bawahan (anggota). Dimana tugas-tugas yang telah diberikan kepada guru harus diselesaikan sesuai dengan kesepakatan tugas-tugas apa saja yang menjadi kewajiban guru. Pendekatan antara hak dan kewajiban menjadi pendekatan yang paling efektif oleh kepala madrasah saat berperan sebagai pemimpin. Kedua, saat memerankan sebagai keluarga, kepala madrasah menerapkan strategi pendekatan persuasif, dimulai dengan membangun komunikasi aktif dengan guru di madrasah, melakukan kunjungan kerumah guru dengan maksud agar guru merasa nyaman dalam bekerja. Guru juga terbuka kepada kepala madrasah terkait masalah-masalah apa saja yang sedang dihadapi baik masalah tugas-tugas disekolah maupun masalah pribadi.202 Jadi, dalam membangun komitmen guru dapat menumbuhkan kembali semangat kerja guru, terutama dalam
202Bagus Rachmad Saputra “Strategi Pendekatan Peran Sebagai Pemimpin dan Keluarga Yang Diterapkan Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Komitmen Kerja Guru Disekolah”
(Jurnal Manajemen Pendidikan, Vol.6, No.2, Juli-Desember 2019), Hlm.3.
88
melaksanakan program-program yang diadakan oleh kepala madrasah, baik program yang telah dilaksanakan maupun untuk program yang akan datang.
Mempererat komunikasi dan kerjasama, proses komunikasi yang efektif idealnya dilakukan dalam suasa kemengertian yang dilakukan dengan menggunakan bahasa yang dapat dicerna oleh segenap personil yang ada di madrasah, efektivitas komunikasi ini akan sangat menentukan kesuksesan program yang telah direncanakan. Komunikasi dan kerjasama tidak dapat dipisahkan, dalam sebuah lembaga komunikasi yang baik antara para personil di madrasah sangat dibutuhkan demi terciptanya kerjasama dan terwujudnya tujuan yang telah ditentukan.
Program perencanaan pelatihan yang dilaksanakan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya komunikasi dan kerja sama yang baik. Komunikasi adalah kebutuhan untuk mengkoordinasikan sebagian besar kegiatan, terutama di lembaga pendidikan. Artinya, komunikasi merupakan jembatan bagi upaya menjalin kerjasama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pendidikan dalam banyak hal, sehingga komunikasi menjadi penting bagi pendidikan dan merupakan kebutuhan bagi madrasah untuk mencapai tujuan madrasah yang telah direncanakan sebelumnya.203 Menurut fashiku, komunikasi merupakan aspek penting dalam sebuah organisasi karena merupakan sarana membawa perubahan utamanya perubahan organisasi.
Penyelesaian masalah dengan bermusyawarah, kepala madrasah telah menunjukan dirinya sebagai pemimpin yang bertanggung jawaban terhadap madrasah dan pendidik yang ada di madrasah, dengan memberikan solusi terhadap kendala-kendala yang dihadapai. Solusi yang diberikan oleh kepala madrasah demi mewujudkan program latihan yang telah direncanakan, supaya tujuan dapat tercapai sebaik mungkin. Kepala madrasah mempunyai kedudukan yang paling tinggi.
Disamping tugasnya sebagai pengatur madrasah, ia juga merupakan pucuk pimpinan madrasah. Oleh karena itu, peranannya harus menunjukan kepandaiannya dalam mengurus madrasah.
Pengelolaan penyelenggaraan pendidikan disuatu madrasah sangat diperlukan adanya kerjasama yang baik antar personil madrasah (kepala madrasah,
203Suriya Jaya “Strategi Membangun Komunikasi Yang Efektif Untuk Meningkatkan Kinerja Guru di Sekolah” (Jurnal Pendidikan, Vol.10, No.2, 2021), Hlm.6.
89
guru, tenaga kependidikan lainnya), guna mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya kerjasama ini, cita-cita pendidikan yang bermutu diharapkan dapat tercapai sebagaimana mestinya. Sebaliknya, jika suasana madrasah tidak harmonis, kerjasama antar personil madrasah tidak terjalin baik, dan juga akan berpengaruh negativ terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
Setiap permasalah yang dihadapi di madrasah, kepala madrasah dan segenap personil di madrasah selalu diselesaikan secara bermusyawarah, terlihat pada gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala madrasah. Kepemimpinana demokratis menunjukan bahwa semua kebijaksanaan dan keputusan dimusyawarahkan, diberi semangat dan dibantu oleh pimpinan. Perspektif keaktifan diperoleh sepanjang musyawarah, para anggota bebas untuk bekerja dengan siapa pun yang mereka pilih, dan juga pembagian tugas diserahkan pada kelompok.204
204Syaiful Sagala, Pendekatan dan Model Kepemimpinan, (Jakarta : Prenada Media Group, 2018),Hlm.88.
90 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisisdan penelitian tentang manajemen kepala madrasah dalam mengembangkan sumber daya pendidik di MI Baiturahim Kempo dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Perencanaan, yang melibatkan seluruh guru untuk melakukan musyawarah bersama dalam penentuan perencanaan program latihan, menentukan model, tahapan serta pelaksanaanya. Pengorganisasian, kepala madrasah dalam pemberdayaan sumber daya pendidik yang ada di madrasah sesuai dengan pembagian beban kerja menjadi tugas-tugas yang dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok, pengelompokan tugas yang memiliki kesamaan rumpun. Pelaksanaan, kepala madrasah memberikan arahan dan pelatihan serta mengevaluasi pelaksanaan pelatihan. Pengawasan, kepala madrasah melakukan pengawasan kepada para pendidik, dan melakukan rapat evaluasi guna untuk melihat perubahan kinerja maupun perilaku guru setelah mengikuti pelatihan.
2. Kendala kepala madrasah dalam mengembangkan sumber daya pendidik
Kendala kepala madrasah dalam mengembangkan sumber daya pendidik yaitu: (a) kurangnya konsistensi guru. (b) ketertibaan masalah absensi. (c) keterbatasan pendidik yang serumpun. (d) anggaran yang minim. (e) pembinaan dari kantor kemenag masih kurang.
3. Solusi kepala madrasah dalam mengembangkan sumber daya pendidik
Untuk menanggulangi terhadap kendala-kendala yang dihadapi oleh kepala madarash dalam mengembangkan sumber daya pendidik di MI Baiturahim Kempo yaitu: (a)Membangun komitmen guru. (b) Meningkatkan komunikasi dan kerja sama. (c) Melakukan musyawarah bersama seluruh para pendidik, komite, dan pengawas. (d) Mengirim surat rekomendasi kepada kantor kementerian agama kabupaten untuk membuat jadwal rutin.
B. Saran-saran
1. Untuk sebuah lembaga, manajemen dalam mengembakan sumber daya pendidik bisa dijadikan langkah alternatif dalam peningkatan mutu pendidikan
91
sehingga sudah saatnya manajemen dalam mengembangkan sumber daya pendidik diterapkan secara berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.
2. Untuk guru, untuk memenuhi 4 standar kompetensi pendidik sebagaimana telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah, perlunya mengikuti pelatihan dan mengembangkan sumber daya pendidik di lembaga pendidikan, mengingat guru sebagai pendidik yang memiliki peran utama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mengembangkan generasi penerus bangsa.
92
DAFTAR PUSTAKA
A.M. Kardaman dan Yusuf Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen Buku Panduan Mahasiswa,Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1996.
A.Mansur, “Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Kinerja Guru di MAN Sumbok Kecamatan Nibong Aceh Utara” Jurnal Pendidikan Keislaman, Vol.III No.1, (Januari-Juni 2020):1, diakses 06 April 2021, http://jurnal.stit.al- ittihadiyahlabura.ac.id.
Abu Choir “Urgensi Manajemen Pendidikan Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam” Jurnal MPI Vol.1 2016, Hlm.53, diakses 10 Januari 2021, https://ejournal.um-malang.ac.id.
Ahmad Fatah Yasin, Pengembangan Sumber Daya Manusia di Lembaga Pendidikan Islam, Malang: UIN MALIKI PRESS, 2011
Annisa Yunia Bekti “Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Sekolah Efektif Di SDN 4 Menteng Palangka Raya”
Ara Hidayat & Imam Machali, Pengelolaan Pendidikan Konsep, Prinsip, dan Aplikasi dalam Mengelola Sekolah dan Madrasah,Yogyakarta: Kaukaba, 2021.
Arma Yulaini “Implementasi Manajerial Kepala Madrasah Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batu Raja”.
Awaludin & Hendra, “Fungsi Manajemen Dalam Pengadaan Infrastruktur Pertanian Masyarakat Di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala”
(Jurnal Publication, Volume 2 No.1, April 2018), Hlm.6, diakses 28 Januari 2021, http://jurnal.untad.ac.id.