PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjalankan visi dan misi lembaganya. 13Baryanto, “Manajemen Kepala Madrasah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di MTS Nurul Kamal Kabupaten Rejan Lebong” (Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan, Vol.1, No P.6, diakses pada 11 Januari 2021, https://journal- iain - curup.ac.id Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang manajemen kepala madrasah dalam pengembangan sumber daya pendidikan.
Rumusan Masalah
Tidak berhenti sampai disitu saja, para siswa madrasah ini setiap 3 kali seminggu melakukan kegiatan mengaji pada sore hari di bawah pengawasan kepala madrasah, guru dan guru mengaji yang ditunjuk khusus oleh kepala madrasah untuk melatih siswa agar jauh. Di manakah kemampuan mereka membaca Al-Quran? 26. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa di MI Baiturrahim, kepemimpinan dari seorang kepala madrasah lebih diperlukan karena pengawasan dan bimbingan dari kepala sangat diperlukan untuk menunjang pengembangan sumber daya pendidikan. Agar guru menaati peraturan yang dikembangkan oleh kepala madrasah, agar sesuai dengan manajemen kepala madrasah (Studi Kasus pada Madrasah Ibtidaiyyah Baiturrahim Kec. Kempo Kab. Dompu).
Tujuan dan Manfaat
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pengembang atau praktisi pendidikan dasar dalam mempersiapkan dan meningkatkan daya saing lembaga MI Baiturrahim Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi informasi dan pedoman bagi semua pihak yang melakukan penelitian selanjutnya.
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Penelitian Terdahulu yang Relevan
Persamaan penelitian ini terletak pada variabel manajemen kepala madrasah, dan perbedaannya pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kepala madrasah telah mampu melakukan perencanaan dan supervisi untuk meningkatkan kompetensi kepribadian dan sosial guru, seperti melaksanakan kegiatan untuk seseorang. pekan. Janatul Hakim 2016 berjudul “Manajemen Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru MIN 04 Kepahiang”.29 Penelitian ketiga mempunyai kesamaan satu variabel yaitu manajemen kepala madrasah. Sedangkan penelitian peneliti ini, kepala madrasah, belum melaksanakan (mengaktifkan) dan menggerakkan anggotanya.
Kerangka Teori
42Yuni Susanti "Beheer van Madrasah-hoofden in effectieve Madrasah-ontwikkeling bij PP Mu'allimin Muhammadiyah Sawah Dangka Agam Tsanawiyah Madrasah",..P.3. 45Yuni Susanti "Beheer van Madrasah-hoofden in effectieve Madrasah-ontwikkeling bij PP Mu'allimin Muhammadiyah Sawah Dangka Agam Tsanawiyah Madrasah",..P.3. 57Yuni Susanti "Beheer van Madrasah-hoofden in effectieve Madrasah-ontwikkeling in PP Mu'allimin Muhammadiyah Sawah Dangka Agam Tsanawiyah Madrasah",..Pl.1-2.
Metode Penelitian
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Sumber Data
- Tekhnik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Data
Kriteria tersebut adalah memenuhi data dan informasi yang dikumpulkan harus mengandung nilai kebenaran, artinya hasil penelitian kualitatif harus dapat diandalkan oleh pembaca yang kritis dan dapat diterima oleh orang (responden) yang memberikan informasi yang dikumpulkan selama proses informasi. Agar hasil penelitian memperoleh hasil yang sangat reliabel, ada 5 teknik yang harus dilakukan oleh peneliti, antara lain: 87. Jika terdapat konsistensi antara data/informasi dengan kesimpulan hasil penelitian (melalui proses validasi) maka dapat dikatakan bahwa kesimpulan tersebut dapat diandalkan (plausible). 5) Member check merupakan salah satu teknik yang penting untuk meningkatkan reliabilitas hasil penelitian kualitatif, yaitu dengan melibatkan partisipan (subyek) untuk mengkajinya.
Proses ini dilakukan dengan melibatkan subjek dalam mengkaji data/informasi, menafsirkan dan melaporkan temuan penelitian yang disiapkan oleh peneliti. Jika partisipan (subyek) setuju dengan segala sesuatu yang dilaporkan peneliti, maka kesimpulan dari hasil penelitian dapat disebut kredibel. Kriteria ini merupakan tambahan dari kriteria bahwa hasil penelitian yang dilakukan dalam konteks tertentu (tempat penelitian dilakukan) dapat diterapkan atau dialihkan pada konteks atau setting lain untuk menentukan transferabilitas dalam penelitian yang dilakukan tersebut melalui uraian yang rinci.89 Dengan ini Tekniknya, peneliti melaporkan hasil penelitiannya secara menyeluruh dan seakurat mungkin, dengan menggambarkan konteks penelitian dilakukan dengan mengacu pada fokus penelitian.
Untuk memastikan apakah hasil penelitian kualitatif berkualitas baik atau tidak, perlu diketahui apakah peneliti teliti atau tidak melakukan kesalahan sama sekali dalam (1) membuat konsep desain penelitian, (2) mengumpulkan data, dan (3) menafsirkan data atau informasi yang dikumpulkan dalam laporan penelitian tertulis. Cara terbaik untuk menentukan apakah hasil penelitian dapat dipertahankan (reliable) adalah dengan menggunakan teknik audit reliabilitas. Jika peneliti tidak membuat “audit trail”, maka “audit reliabilitas” tidak dapat dilakukan dan hasil penelitian dapat dipertanyakan.
Jika 'audit konfirmabilitas' telah memutuskan bahwa hasil penelitian memenuhi empat standar penelitian (kebenaran, penerapan, konsistensi, dan netralitas), maka hasil penelitian dapat disebut dapat diterima.
Sistematika Pembahasan
40. “audit trail”), selain catatan/catatan informasi dari lapangan, arsip dan laporan penelitian yang telah disiapkan oleh peneliti. Jika “reliability auditing” digunakan untuk menilai kualitas proses yang dilakukan peneliti untuk menghasilkan hasil penelitian, maka “confirmability auditing” dapat dilakukan bersamaan dengan “reliability auditing”. Namun penekanan “audit konfirmabilitas” berkaitan dengan pertanyaan apakah data dan informasi serta interpretasi dan lain-lain dalam laporan penelitian didukung oleh bahan-bahan yang tersedia/digunakan dalam “jejak audit”.
Bab ketiga membahas tentang kendala-kendala yang dihadapi kepala madrasah dalam pengembangan sumber daya pengajaran, temuan penelitian dan pembahasan. Bab keempat membahas tentang solusi direktur madrasah dalam mengembangkan sumber daya pendidikan, temuan penelitian, dan pembahasan. Bab kelima merupakan bagian penutup penelitian ini dan terdiri dari dua bagian yaitu kesimpulan dan saran.
MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN
Paparan Data
- Sejarah Singkat MI Baiturahim Kempo
- Profil Madrasah
- Letak Geografis MI Baiturahim Kempo
- Data Guru dan Pegawai MI Baiturahim Kempo
- Data Siswa MI Baiturahim Kempo
- Visi dan Misi MI Baiturahim Kempo
Kepala madrasah sudah pasti menetapkan program pengembangan sumber daya pendidikan di Mi Baiturahim Kempo. Dalam penyelenggaraan pengembangan sumber daya pendidikan tidak lepas dari peran, tugas, tanggung jawab dan fungsi kepala madrasah. Model pelaksanaan pengembangan sumber daya pendidikan yang dilakukan oleh pimpinan madrasah adalah dengan melaksanakan kegiatan pelatihan seperti pengelolaan TIK.
Selain itu, perencanaan pimpinan madrasah didasarkan pada keputusan banyak pihak, dengan mengutamakan keteladanan dalam pengembangan sumber daya pendidikan. Implementasi kepala madrasah dalam pengembangan sumber daya pendidik Implementasi kepala madrasah memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan madrasah dan juga dalam meningkatkan mutu dan kinerja pendidik. Pengendalian terhadap pimpinan madrasah dalam pengembangan sumber daya pedagogi.Fungsi manajemen pimpinan madrasah yaitu pengawasan dapat juga disebut dengan mengontrol.
Untuk mencapai tujuan pengembangan sumber daya pendidikan tidak lepas dari kendala-kendala yang akan dihadapi oleh kepala madrasah dan seluruh guru di madrasah tersebut. Kendala bagi pimpinan madrasah dalam pengembangan sumber daya pendidikan adalah: (a) kurangnya konsistensi guru. e) bimbingan dari kantor Kementerian Agama masih belum ada. Model perencanaan apa yang dilakukan oleh pengelola madrasah dalam pengembangan sumber daya manusia (guru/pendidik).
Kendala apa saja yang dihadapi pimpinan madrasah dalam pengembangan sumber daya pendidik di MI Baiturahim Kempo.
Manajemen Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Sumber Daya Pendidik48
- Pengorganisasian Kepala Madrasah
- Pelaksanaan Kepala Madrasah
- Pengawasan Kepala Madrasah
KENDALA KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN
Kendala yang Dihadapi Kepala Madrasah
Temuan Penelitian
Kita dapat melihat bahwa ketika kepala madrasah ingin merencanakan suatu program, maka kepala madrasah berkonsultasi dan bertemu terlebih dahulu dengan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di madrasah tersebut. Kepala madrasah mempunyai kedudukan yang strategis sebagai penggerak dan pemberi motivasi bawahan dalam mengelola sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi.
Pembahasan
Perencanaan pimpinan madrasah dalam pengembangan sumber daya pendidikan adalah pimpinan madrasah mengerahkan seluruh warga madrasah untuk ikut serta dalam musyawarah untuk bersama-sama membahas program-program yang akan ditentukan. Pengembangan sumber daya pendidikan menunjukkan bahwa perencanaan pimpinan madrasah untuk meningkatkan mutu pendidik memerlukan metode khusus yang disesuaikan dengan kondisi sumber daya manusia di madrasah. Penelitian menunjukkan bahwa dalam memperkuat sumber daya pendidikan yang ada, pimpinan madrasah menyesuaikan tugas dan fungsinya masing-masing agar pelaksanaan program pelatihan berjalan maksimal.
Dengan menggunakan berbagai metode tersebut, organisasi kepala madrasah dapat secara efektif dan efisien meningkatkan dan mengembangkan mutu sumber daya pendidikan. Bahwa pelaksanaan kepala madrasah dalam pengembangan sumber daya pendidikan memerlukan perilaku kepala madrasah yang dapat mendukung, membimbing dan mengarahkan ketika staf pengajar melaksanakan tanggung jawabnya. Membangun komitmen guru merupakan upaya yang harus dilakukan oleh kepala sekolah sebagai pemimpin dalam lembaga pendidikan.
Dirman “Manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi pribadi dan sosial guru di MI Terpadu Al Husna Bayat Klaten”. Irwandi Sihombing “Dampak Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Mutu Pendidikan (Penelitian Madrasah Aliyah Negeri Sibolga)”, (Forum Pedagogis, Vol. 08, No. 2, Juli 2016. Putiha Rakhmaini Indah Sari “Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah Negeri 1 (model) Lubuklinggau”.
Tika Kurnia dan Sayan Suryana “Implementasi Fungsi Manajemen Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan MAN 2 Karawang” Jurnal Al-Fikrah, Vol.VIII, No.2, Juli-Desember 2020.
SOLUSI KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN
Solusi Kepala Madrasah
Sebagaimana disampaikan oleh kepala madrasah di atas, untuk kendala lainnya kita musyawarah bersama untuk mengatasi masalah atau kendala tersebut.” 196 (G.1). Antusiasme saya terhadap program-program yang dilaksanakan oleh kepala madrasah sangat tinggi. kendala yang dihadapi madrasah kami yang pertama adalah tentang guru dalam meningkatkan komunikasinya. Segala kendala yang ditemui di madrasah baik kepala madrasah maupun guru selalu diselesaikan melalui musyawarah bersama.
Pertama, kepala madrasah sebagai pemimpin di madrasah berorientasi pada hubungan profesional antara atasan dan bawahan (anggota). Pendekatan antara hak dan kewajiban merupakan pendekatan yang paling efektif bagi kepala madrasah ketika berperan sebagai pemimpin. Solusi yang diberikan oleh kepala madrasah adalah merealisasikan program pelatihan yang telah direncanakan, agar tujuan dapat tercapai dengan sebaik-baiknya.
Organisasi, kepala madrasah memberdayakan sumber daya pendidikan di madrasah sesuai dengan pembagian beban tugas yang dapat dilaksanakan secara perseorangan maupun kelompok, mengelompokkan tugas-tugas yang mempunyai rumpun yang sama. Baryanto, “Manajemen Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di MTS Nurul Kamal Kabupaten Rejan Lebong” (Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan, Vol.1, No P.6, diakses 11 Januari 2021, https://journal - iain-curup.ac.id Thahirah, Arifuddin S., & Wahyuddin N., “Bentuk Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Bulukunyi Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar” (Jurnal Wacana Islam, Volume 3 Desember Nomor 2016), P.3, diakses pada 28 Februari 2021, http://journal.uin-alaudin.ac.id.
Yuni Susanti “Manajemen Pimpinan Madrasah dalam Pengembangan Madrasah yang Efektif di Madrasah PP Mu’allimin Muhammadiyah Sawah Dangka Agam Tsanawiyah”.
PENUTUP