• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pandangan Tokoh Agama Terhadap Penyelenggara Jenazah

BAB III METODE PENELITIAN

B. Pandangan Tokoh Agama Terhadap Penyelenggara Jenazah

Hasil wawancara dengan Bapak Zulkarnain selaku ketua kelompok dalam penanganan jenazah (KAUM) mengenai penyelenggaraan jenazah covid-19 di Metro Timur mengatakan bahwa beliau ragu akan hal tersebut, dikarenakan para tokoh agama tidak pernah dilibatkan dalam proses pemakaman jenazah Covid-19. Meskipun dilibatkan itu hanya sebatas menyolatkan, jenazahnya di dalam mobil itu pun hanya sekali saja.3 Berbeda halnya dengan Bapak Boiran yang sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam proses pemakaman jenazah Covid-19.4 Pendapat yang berbeda juga dikatakan oleh Bapak Banar dan Bapak Wiwid yang menyatakan bahwa mereka hanya

1 Data Pantauan Covid-19 Kota Metro, https://covid19.metrokota.go.id/, diakses pada tanggal 25 Juni 2022.

2 Data Pantauan Covid-19 Kota Metro, https://covid19.metrokota.go.id/, diakses pada tanggal 25 Juni 2022.

3 Wawancara dengan Bapak Zulkarnain selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

4 Wawancara dengan Bapak Boiran selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

41

dua kali terlibat dalam pengurusan jenazah Covid-19, namun hanya sebatas menyolatkan saja, beliau mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan adanya fatwa MUI terkait dengan pengurusan jenazah menurutnya terkait dengan pengurusan jenazah Islam sudah memiliki pedoman dalam mengurus jenazah, ia juga mengatakan bahwa ajal itu sudah ada taqdirnya mau apapun penyakitnya kalau belum waktunya menninggal pasti akan sembuh.5

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Zulkarnain selaku ketua KAUM bahwasanya pemandian jenazah Covid-19 tidak harus dibuka pakainnya merupakan hal yang wajar karena dianggap keadaan darurah. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari penularan dari virus Covid-19.6 Senada dengan Bapak Zulkarnain, Bapak Boiran juga berpendapat bahwa hal tersebut tidak masalah, karena menghindari penularan virus dengan catatan proses pemandian yang dilakukan tetap mengikuti syariat islam.7 Pendapat yang sama juga dikatakan oleh Bapak Banar dan Bapak Wiwid yang menyatakan bahwa pemandian jenazah Covid-19 tidak masalah jika dalam pemandian tidak dibuka pakaiannya, karena hal tersebut untuk menghindari penularan ataupun penyebaran virus Covid-19 di Kecamatan Metro Timur.8

Bapak Banar juga berpendapat mengenai pemandian jenazah Covid- 19 wanita yang dimandikan petugas kesehatan pria bahwa hal tersebut

5 Wawancara dengan Bapak Banar dan Bapak Wiwid selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Senin 01 Oktober 2022.

6 Wawancara dengan Bapak Zulkarnain selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

7 Wawancara dengan Bapak Boiran selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

8 Wawancara dengan Bapak Banar dan Bapak Wiwid selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Senin 01 Oktober 2022.

dilarang dikarenakan bukan mahramnya, lebih baik jenazah tersebut tidak dimandikan.9 Bapak Boiran juga menyatakan bahwa ia tidak menyetujui karena wanita dan laki-laki yang bukan mahramnya tidak bisa memandikan jenazah wanita tersebut, jelas hal itu dilarang dalam islam.10 Pendapat yang sama juga dikatakan oleh Bapak Banar dan Bapak Wiwid yang menyatakan bahwa dalam islam sudah diatur yang memandikan jenazah wanita yaitu petugas wanita juga atau sebaliknya yang memandikan jenazah laki-laki yaitu petugas laki-laki, tidak boleh yang memandikan jenazah wanita yaitu petugas laki-laki dan juga sebaliknya.11

Hasil wawancara yang mendalam dengan Bapak Boiran yang menyatakan bahwa beliau setuju saja akan hal mengenai pemakaman jenzah Covid-19 yang menggunakan peti, karena bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, akan tetapi masyarakat Metro Timur banyak yang menyarankan bahwasanya ketika jenazah akan dimasukan ke dalam liang kubur maka peti dibuka saja. Petugas sudah menggunakan APD lengkap dalam melakukan prosesi pemakaman, alangkah lebih baiknya jika peti dibuka ketika proses pemakaman berlangsung.12 Pendapat yang berbeda dikatakan oleh Bapak Banar dan Bapak Wiwid bahwasanya pada mulanya mereka tidak setuju dengan ketetapan yang berlaku mengenai penguburan jenazah Covid-19

9 Wawancara dengan Bapak Zulkarnain selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

10 Wawancara dengan Bapak Boiran selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

11 Wawancara dengan Bapak Banar dan Bapak Wiwid selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Senin 01 Oktober 2022

12 Wawancara dengan Bapak Zulkarnain dan Bapak Boiran selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

43

menggunakan peti mati, namun semakin bertambahnya pasien Covid-19 setiap harinya Bapak Banar dan Bapak Wiwid pun menyetujui ketetapan yang berlaku, guna menghindari penularan atau penyebaran virus Covid-19.13

Pendapat Bapak Zulkarnain mengenai penolakan jenazah di daerahnya dirasa cukup mengecewakan, karena jenazah tersebut kebanyakan orang Metro Timur asli. Hal tersebut terjadi karena kurangnya sosialisasi, sehingga menyebabkan warga memiliki banyak kekhawatiran.14 Sedangkan menurut Bapak Boiran hal itu sangat wajar terjadi pada masyarakat Metro Timur, karena kurangnya sosialisasi dan pemahaman mengenai virus Covid-19 yang menyebabkan hal itu terjadi.15 Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Bapak Banar dan Bapak Wiwid bahwasanya sangat mengecewakan sikap masyarakat yang menolak proses pemakaman jenazah covid-19 didaerahnya sendiri, namun hal tersebut tidak bisa disalahkan karena masyarakat masih sangat awam mengenai virus Covid-19 dan kebanyakan dari masyarakat Metro Timur pun takut akan penularan virus tersebut.16 Menurut bapak wiwid Kurangnya pembekalan Informasi, edukasi dalam memberikan pemahaman kepada Masyarakat terhadap pemusalaraan Covid-19 sehingga menyebabkan terjadinya penolakan dalam masyarakat serta menimbulkan isu-isu negative yang menjadi dampak dari kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

13 Wawancara dengan Bapak Banar dan Bapak Wiwid selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Senin 01 Oktober 2022

14 Wawancara dengan Bapak Zulkarnain selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

15 Wawancara dengan Bapak Boiran selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

16 Wawancara dengan Bapak Banar dan Bapak Wiwid selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Senin 01 Oktober 2022

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Zulkarnain yang menyatakan bahwa sosialisasi atau edukasi mengenai pemulasaraan Covid-19 di Metro Timur di rasa kurang, banyak warga bahkan bapak Zulkarnain dan Bapak Boiran sendiri masih sedikit tidak paham apakah benar jika jenazah Covid-19 sudah di makamkan sudah mati virusnya. Kurangnya sosialisasi tersebut yang menyebabkan isu-isu negative terus bermunculan dan banyaknya pihak yang kecewa karena tidak ikut serta dalam proses pemakaman.17 Pendapat yang sama juga dikatakan oleh Bapak Banar dan Bapak Wiwid bahwasanya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah masih dirasa kurang, karena banyak masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan dan menganggap bahwasanya virus Covid-19 itu hanya rekayasa pihak pemerintah saja.18

Bapak Banar selaku tokoh agama kelurahan Iring Mulyo mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan terkait pengurusan jenazah di kelurahannya, menurutnya sebagai orang muslim yang kita harus lakukan adalah menunaikan hak-hak orang yang telah meninggal dunia soal mengurus jenazah itu soal teknis akan tetapi tetap mematuhi prosedur yang telah ditetapkan. Berbeda dengan bapak wiwid terkait dengan pengurusan jenazah menurutnya peran ulama dan pemerintah sangat penting terlebih ini merupakan hal yang baru diIndonesia sehingga MUI mengeluarkan fatwa terkait dengan pengurusan jenazah itu sudah tepat hanya saja belum bisa di

17 Wawancara dengan Bapak Zulkarnain dan Bapak Boiran selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Rabu 29 Juni 2022.

18 Wawancara dengan Bapak Wiwid selaku Tokoh Agama Metro Timur pada hari Senin 01 Oktober 2022

45

terima sepenuhnya oleh masyarakat maka kemudian Fatwa itu belum di terapkan dengan baik di masyarakat.

C. Analisis Pandangan Tokoh Agama Terhadap Penyelenggara Jenazah

Dokumen terkait