BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR
3. Keputusan Penggunaan Uang Elektronik (E-Money)
2) Software-based product (prepaid software)
Jenis e-money ini sering disebut juga digital cash. Produk e- money yang masukdalam kelompok ini pada prinsipnya merupakan suatu aplikasi (software) yangkemudian di-install ke dalam suatu Personal Computer (PC) atau pun smartphone.Produk ini dikembangkan untuk melakukan transaksi melalui suatu jaringan komputer (internet).
3. Keputusan Penggunaan Uang Elektronik(E-Money)
konsumen, baik individual maupun rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.30
Orang yang mengambil keputusan harus mempunyai satu pilihan dari beberapa pilihan yang ada. Bila seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menggunakan atau tidak menggunakan, maka dia ada dalam posisi membuat keputusan. Berbagai macam keputusan mengenai aktifitas kehidupan sering kali harus dilakukan konsumen setiap saat. Konsumen melakukan keputusan setiap saat atau setiap periode tanpa menyadari bahwa dia sudah mengambil keputusan.
Keputusan PenggunaanLandasan teori variabel keputusan penggunaan pada penelitian inidiekuivalenkan atau disamakan dengan teori mengenai keputusanpembelian. Peter dan Olson mengungkapkan keputusanpenggunaan sebagai suatu proses integrasi yang digunakan untukmengombinasikan pengetahuan dan mengevaluasi dua atau lebih alernatifdan memilih satu diantaranya. Hasil proses integrasi tersebut adalah suatupilihan secara kognitif yang menunjukkan intensi perilaku.
Intensi perilakusendiri adalah suatu rencana untuk menjalankan satu perilaku atau lebih.
b. Indikator Keputusan Penggunaan
Adapun indikator – indikator keputusan pembelianmenurut Kotler dan Keller yang dijadikan rujukan dalampenelitian ini sebagai berikut :
30Kotler, Philip dan Amstrong, Gerry. Prinsiples of Marketing. (Pearson Prentice Hall. Ney Jersey:2011), h. 181.
1. Kemantapan akan informasi terkait produk : kondisi dimanapembeli mulai mengenali masalah atau kebutuhandikarenakan rangsangan dari pemasar.
2. Kemantapan akan manfaat, kualitas dan reputasi produk :pertimbangan yang menjadi dasar untuk membeli atau tidak.
3. Kemantapan akan penggunaan produk: ketika konsumenbenar – benar mengambil keputusan penggunaan.
4. Kemantapan akan penggunaan ulang produk : ketikakonsumen merasa kinerja suatu merek sama dengan ekspektasi, melebihi ataupun diluar ekspektasi maka akanmempengaruhi sikap atau tindakan pembeli di masa datang.
c. Proses Pengambilan Keputusan
Secara umum, menurut Kotler dan Keller tahapan dalam proses pengambilan keputusan ada lima, diantaranya :31
1) Pengenalan Masalah
Proses pengenalan dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Para pemasar perlu mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan tertentu, dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen. Mereka kemudian dapat menyusun strategi pemasaran yang mampu memicu minat konsumen. Motivasi
31Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. Marketing Management. 14th Edition. (Prentice Hall New Jersey :2012), h. 121.
konsumen perlu ditingkatkan sehingga pembeli potensial memberikan pertimbangan yang serius.
2) Pencarian Informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Melalui pengumpulan informasi, konsumen tersebut mempelajari merek-merek yang bersaing beserta fitur merek tersebut. Perusahaan juga harus mengidentifikasi merek-merek lain dalam perangkat pilihan konsumen, sehingga ia dapat merencanakan daya tarik bersaing yang tepat.
3) Evaluasi Alternatif
Konsep dasar akan membantu kita memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi kebutuhan.
Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk.
Ketiga, konsumen memandang masing-masingproduk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan itu.
4) Keputusan Penggunaan
Dalam tahap evaluasi, para konsumen membentuk preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Konsumen juga dapat membentuk niat untuk menggunakan merek yang paling disukai. Dalam beberapa kasus, konsumen bisa mengambil keputusan
untuk tidak secara formal mengevaluasi setiap merek. Dalam kasus lain, fakor- faktor yang mengintervensi bisa mempengaruhi keputusan final.
5) Perilaku Pasca Penggunaan
Setelah penggunaan, konsumen mungkin mengalami ketidaksesuaian karena memerhatikan fitur-fitur tertentu yang mengganggu atau mendengar hal-hal yang menyenangkan tentang merek lain, dan akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya.
Komunikasi pemasaran harus memasok keyakinan dan evaluasi yang mengukuhkan pilihan konsumen dan membantu dia merasa nyaman dengan merek.
d. Kerangka Berfikir
Kerangka berfikir adalah suatu hubungan antara konsep satu dengan konsep lainnya dari masalah yang ingin diteliti, kerangka berfikir penelitian adalah sebagai berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir
Pengaruh Perilaku Konsumen Islam Terhadap Keputusan Penggunaan E-money (Studi Kasus Konsumen Grab Kota Bengkulu)
Sumber : Aprilia (2017)32
32 Aprilia, Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Online pada Mahasiswa Yogyakarta, (Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, 2017).
Penggunaan E-Money (Y) -Informasi terkait produk -Manfaat
-Penggunaan produk -Penggunaan ulang Perilaku Konsumen
Islam (X) Indikatornya : - Sikap (Attitude) - Norma Subjektif - Control Belief
Keterangan:
: Menunjukkan Variabel Terikat
:Variabel Bebas
: Menunjukkan Pengaruh Secara Parsial
Dalam penelitian ini, variabel independen Perilaku Konsumen Islam dan variabel dependennya adalah Keputusan penggunaan E-Money.
Dengan kata lain perilaku konsumen islam berpengaruh pada keputusan penggunaan E-Money.
B. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan pada bab I, maka hipotesis yang akan diuji dalam penelitian adalah:
H1: Prilaku Konsumen Islam tidak berpengaruh terhadap keputusan penggunaan E-Money.
H2 : Prilaku Konsumen Islam berpengaruh terhadap keputusan penggunaanE-Money
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah asosiatif.
Penelitian asosiatif adalah jenis pendekatan penelitian yang bersifat mananyakan hubungan yang bersifat sebab akibat antara variabel yang mempengaruhi (independen) dan variabel yang dipengaruhi (dependen).33 2. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatanpenelitian kuantitatif.Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.34
B. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Waktu Penelitian
Waktu yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah mulai dari Desember-Februari 2021. Waktu digunakan dalam melakukan
33Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Dan R dan D, (Bandung:
Alfabeta, 2013), h. 37.
34 Asnaini, dkk. Pedoman Penulisan Skripsi, (Bengkulu: FEBI, 2016), H.17.
34
penelitian ini dimulai dari observasi awal, penelitian sampai selesai tersusunnya skripsi.
Tabel 3.1 Waktu Penelitian
No Kegiatan Waktu
1 Observasi Awal 01 April 2019 2 Observasi Kedua 7 September 2019 3 Observasi Ketiga 10 Oktober 2019 4 Observasi Akhir 30 januari 2020 5 Seminar Proposal 21 November 2019
6 Kompre 4 Desember 2019
7 Penelitian 9 Februari 2021 8 Sidang Munaqosah 19 Februari 2021
2. Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu.
Alasan peneliti memilih tempat penelitian ini, dikarenakan masalah yang ingin ditelitiyaitu perilaku konsumen islam di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu dan juga dikarenakan belum ada yang meneliti penelitian ini sebelumnya di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah suatu kelompok yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.35Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pengguna Grab di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu berjumlah 130 orang36.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang sama dengan populasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Snowball sampling sebagai teknik penentuan sample yang mula- mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman- temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sample semakin banyak. Ibarat bola salju yang menggelinding semakin lama semakin besar.37
Snowball sampling adalah suatu pendekatan untuk menemukan
informan-informan kunci yang memiliki banyak informasi. Dengan menggunakan pendekatan ini, beberapa responden yang potensial dihubungi dan ditanya apakah mereka mengetahui orang yang lain dengan karakteristik seperti yang dimaksud untuk keperluan penelitian. Kontak awal akan membantu mendapatkan responden lainnya melalui
35Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 117
36 M. Fadhil, Selaku penggurus Grab kota Bengkulu, wawancara 12 september 2020
37Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 109
rekomendasi. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka teknik ini didukung juga dengan teknik wawancara dan survey lapangan. Alasan menggunakan teknik ini karena yang menjadi populasi dalam penelitian ini hanya konsumen grab yang menggunakan e-money.38Jadi, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 33 orang responden.
D. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data 1. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1). Data primer
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dengan menyebar kuesioner kepada konsumen grab yang menggunakan e-money di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Data primer dari penelitian ini adalah responden yang langsung memberikan jawaban atau skor terhadap variabel-variabel penelitian yang terdapat dalam kuisioner.
2). Data sekunder
Data Sekunder dalam penelitian ini adalah data dari sumber kedua yaitu dari buku, skripsi, jurnal-jurnal, dan literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan persoalan yang akan diteliti.
2. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dibutuhkan guna mendukung penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut:
38 Sugiyono , Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D)…, h. 56
a. Observasi
Dalam penelitian ini observasi yang dilakukan penulis yaitu pengamatan langsung kepada informasi, berupa catatan data-data secara keseluruhan dengan tanya jawab kepada pihak penggurus grab dan masyarakat di kelurahan Jembatan Kecil kota bengkulu.
b. Kuesioner
Kuesioner adalah teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun data pertanyaan yang akan diajukan kepada responden dalam bentuk sampel dari sebuah populasi menggunakan instrument kuesioner.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner(angket). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.39Kuesioneryang dipakai adalah model tertutup karena jawaban telah disediakan dan pengukurannya dengan menggunakan skala likert.
Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item intrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif
39 Slameto, belajar dan faktor-faktor yang mempemgaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 180
dengan 5 (lima) alternatif jawaban, dengan jawaban dan masing- masing instrumen memiliki nilai sebagai berikut:
Tabel 3.2 Skala Likert
Keterangan Skor/Nilai
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Kurang Setuju (KS) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
E. Varibel dan Definisi Operasional 1. Variabel
a. Variabel Terikat (Dependen Y)
Variabel terkait atau dependen variable merupakan variabel yang diakibatkan atau dipengaruhi oleh variabel bebas.Variabel dependen (Y) disini yaitu keputusan penggunaan, yaitu strategi grab dalam meningkatkan keunggulan bersaing di Kota Bengkulu.
b. Variabel Bebas (Independen X)
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain atau menghasikan akibat pada variabel yang lain.
Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalahPerilaku Konsumen yang mana konsumen memiliki persepsi diterima oleh konsumen baik atau tidaknya dan dampaknya bagi konsumen.
2. Defenisi Operasional
Definisi operasional adalah variabel penelitian dimaksudkan untuk memahami arti setiap variabel penelitian sebelum dilakukan analisis.variabel penelitian sebelum dilakukan analisis :
a. Perilaku Konsumen (X)
Konsumen dapat diartikan adalah tindakan yang dilakukan oleh konsumen dalam pengambilan keputusan berdasarkan keinginan yang ada pada dirinya dan memperoleh manfaat setelah mengkonsumsi terhadap pilihan dari keputusan yang telah diambil, manfaat itu dipaparkan menjadi dua bentuk yaitu nilai guna cardinal dan nilai guna ordinal atau dapat dikatakan nilai guna yang kepuasannya dapat dihitung, dan nilai guna kepuasannya tidak dapat dihitung. Dalam penelitian ini menggunakan persepsi, norma sosial dan sikap dari pengguna e- money yang dalam pengukurannya akan menggunakan skala likert.
b. Keputusan PenggunaanE-Money (Y)
Keputusan konsumen adalah kondisi seseorang dimana memiliki ketertarikan terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui lebih lanjut. Dalam penelitian ini keputusan penggunaan e-money menjadi variabel dependen atau variabel terikat. Keputusan diukur dengan hasil perhitungan dari variabel
bebas yang kemudian diakumulasikan untuk menyimpulkan tingkat masyarakat dalam menggunakan e-money.
Tabel 3.3 Variabel Penelitian
No. Variabel Indikator
1. Prilaku Konsumen (X) Sikap (Attitude)
Norma Subjektif
Control Belief
2. Keputusan Penggunaan (Y)
Informasi terkait produk
Manfaat
Penggunaan produk
Penggunaan ulang
F. Teknik Analisis Data
Agar data yang dikumpulkan dapat bermanfaat maka harus diolah dan di analisis terlebih dahulu, agar dapat diambil keputusan. Adapun analisis metode yang digunakan yaitu:
1. Pengujian Kualitas Data 1). Validitas dan Reliabilitas
(1). Uji Validitas
Untuk menguji validitas instrumen dalam penelitian, makadigunakan corrected item total correlation dengan bantuan computer SPSS 21,0 for windows. Uji validitas yang dilakukanguna untuk mengetahui seberapa cermat suatu
instrumen dalammengukur apa yang ingin diukur. Pengambilan keputusan pada ujivaliditas ini yaitu menggunakan batasan r tabel dengan signifikansi0,05. Apabila nilai korelasi diatas 0,30 maka sampel dalam penelitiandianggap sudah mencukupi dan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Uji validitas digunakan sebelum disebarkan kepada objek penelitian untuk mengukur tingkat keakuratan sebuah instrument penelitian. Adapun metode yang digunakan pada uji validitas ini menggunakan Korelasi Person, dimana dikatakan valid jika nilai signifikan < α (0,05).40
(2). Uji Reliabilitas
Uji reliabitas merupakan kelanjutan dari uji validitas, dimana yang masuk pengujian ini adalah yang valid saja. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menguji reliabitas kuesioner menggunakan Alpha Cronbach. Untuk menentukan apakah instrument reliable atau tidak,gunakan batas 0.6 reliabitas kurang dari 0.6 adalah kurang baik, sedangkan 0.7 dapat diterima dan diatas 0.8 adalah baik.41
2). Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan metode uji normalitas Kolmogorov Smirnov. Uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda antara data yang
40Duwi Priyatno, Panduan Praktis Olah Data menggunakan SPSS, (Yogyakarta: Andi, 2017), h.64.
41Duwi Priyatno, Panduan…, h.79.
diuji normalitasnya dengan data normal. Yang dimaksud data normal baku adalah data yang telah ditarnsformasikan ke dalam bentuk Z- Score. Data yang baik adalah data yang normal dalam pendistribusiannya. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas sebagai berikut:42
1) Jika nilai signifikan > 0.05, maka data tersebut terdistribusi normal.
2) Jika nilai signifikan < 0.05, maka data tersebut tidak terdistribusi normal.
3). Uji Homogenitas
Uji homogenitas data dilakukan untuk menentukan apakah varian dari sampel itu sama atau tidak. Untuk pengujiannya peneliti menggunakan Levene test yaitu Homogenitas of Variance test dengan pedoman sebagai berikut:43
1) Jika signifikan < 0.05, maka varian kelompok data tidak sama (tidak homogen).
2) Jika signifikan <0.05, maka varian kelompok data sama (homogen).
4). Pengujian Hipotesis
(1). Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengukur pengaruh satu variabel bebas (X) dan variabel terikat
42Tim Litbang Wahana Komputer, Ragam Model Penelitian dan Pengolahannya dengan SPSS, (Yogyakarta: Andi, 2017), h.12.
43Duwi Priyatno, Panduan..., h. 101.
(Y).44 Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y = a + ẞX +e Dimana:
Y = Penggunaan E-Money X = Perilaku Konsumen Islam ẞ = Koefisien Penggunaan E-Money a = Konstanta
(2). Uji t
Berarti melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikan peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan bahwa variabel independen lain dianggap konstan.45
1) Apabila tingkat signifikan < α (0,05), maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen.
2) Apabila tingkat signifikan > α (0,05), maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika signifikan > α, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
5). Koefisien Determinasi (R2)
44V. Wiratna Sujarweni., Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi, (Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2015), h. 226.
45Duwi Priyatno, Panduan Praktis…, h.200.
Koefisien determinasi dalam penelitian ini menggunakan Adjusted R Square (R2)yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuanvariabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen.
Tabel 3.4
Interprestasi Koefisien Determinasi
Proporsi / Internal Koefisen Keterangan
0% - 19,99% Sangat rendah
20% - 39,99% Rendah
40% - 59,99% Sedang
60% - 79,99% Kuat
80% - 100% Sangat kuat
Sumber : Sugiyono46
46Sugiyono, Metode..., h. 184
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitia 1. Deskripsi Objek Penelitian
Grab adalah Perusahaan teknologi asal Malaysia yang berkantor diSingapura yang menyediakan aplikasi layanan transportasi angkutanumum meliputi kendaraan bermotor roda 2 maupun roda 4.
Perusahaan Grab hanya perusahaan teknologi yang meluncurkan aplikasi saja danuntuk kendaraanya sendiri adalah kendaraan milik mitra yang telahbergabung di PT. Grab Indonesia. Transportasi kini sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi kaumurban.Saat ingin menembus kemacetan, pesatnya perkembangan teknologi,dapat membantu masyarakat ketika membutuhkan transportasi nyaman,tetapi sedang malas memacu kendaraan pribadi, mobil-mobil nyamanabisa dipanggil hanya dengan sentuhan pada layar ponsel pintar. Grab memiliki visiuntuk merevolusi industri pertaksian di Asia Tenggara,sehingga dapatmemberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna kendaraanseantero Asia Tenggara.47
Grab bermula dari aplikasi pemesanan taksi pada 2012,yang kemudian mengembangkan platformproduknya termasuk layananpemesanan mobil sewaan dan ojek. Layanan Grab ditujukan
47 www.bisnis.com , diakses pada tanggal 2 Februari 2021 45
untukmemberikan alternatif berkendara bagi para pengemudi dan penumpangyang menekankan pada kecepatan,keselamatan dan kepastian. Sebagai bagian dari budaya inovatifnya, Grab saat ini telah melakukan uji cobabeberapa layanan baru seperti carpooling serta layanan pesan antarmakanan.Dengan aplikasi Grab calon penumpang dengan mudah mencaridriver untuk menuju kelokasi tujuan, sehingga kita tidak perlu menungguwaktu yang lama untuk mendapatkan transportasi yang diperlukan. Grab didirikan pada tahun 2011 di Malaysia dan untuk pendiri Grab adalahAnthony Than bersama rekannya Than Hoi. Dari tahun 2011 sampai saatini Grab berkembang pesat dan menjadi salah satu penyedia aplikasitransportasi online di Indonesia.48
Layanan jasa Grab tidak hanya Grab Bike saja, Grab juga menyediakanberbagai layanan transportasi lainnya seperti Grab Car, Grab Express, Grab Hitch,Grab Pay dan Grab Food. Berikut ini menjelaskan dari berbagai macam pelayananyang disediakan Persahaan Grab:49
a. Grab Car, adalah penyewaan kendaraan pribadi dengan supir yangmenghadirkan kebebasan pilihan berkendaraan yang nyaman.
48 Septanto, Henri. "Ekonomi Kreatif dan Inovatif Berbasis TIK ala Gojek dan Grabbike."
Bina Insani ICT Journal 3.1 (2016): 213-219, h.215
49 https://www.grab.com/id/car/ diakses pada tanggal 2 februari 2021.
b. Grab Express, adalah layanan kurir ekspress berbasis aplikasi yangmenjanjikan kecepatan, kepastian, dan yang paling utama adalahkeamanan.
c. Grab Hitch, adalah layanan berbagai tumpangan menggunakan sepedamotor/mobil dengan mecocokan pengemudi yang melakukanperjalanan ke tempat kerja dengan penumpang dengan arah/rute yangsama, sehingga memungkinkan keduanya melakukan perjalananbersama-sama.
d. Grab Pay, adalah layanan yang memungkinkan pelanggan menikmatipelayanan non-tunai. Grab Indonesia menjalin kerjasama dengan BankMandiri e-cash. Grab Pay Credits ini memiliki mitra lokal selain BankMandiri e-cash, Mandiri yaitu ATM Prima, BCA, BNI, BRI, CIMBNiaga, dan Bank Permata.
e. Grab Food, adalah layanan pesan antar makanan yang memilikibanyak daftar restoran yang tersedia. Grab Food hanya menjalinkerjasama dengan restoran terbaik.
2. Deskripsi Responden
Jenis penelitian dikategorikan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan di medan terjadinya gejala.
Penelitian ini menggunakan metode korelasi yaitu metode dengan menghubungkan antara variabel yang dipilih dan dijelaskan dan bertujuan untuk meneliti sejauh mana variabel pada suatu faktor berkaitan dengan variabel yang lain.
a. Berdasarkan JenisKelamin
Adapun data mengenai umur responden konsumen Grab Bengkulu yang diambil sebagai responden adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1
Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Jumlah Persen%
Laki-laki 8 24,2%
Perempuan 25 75,8%
Total 33 100%
Sumber : Data Primer Terolah 2021
Berdasarkan data yang di atas dapat diketahui bahwa dari 33 responden, sebagian besar 25 responden atau 75,8 % perempuan dan 8 responden atau 24,2 % sebagiannya adalah laki-laki.
b. Berdasarkan Umur
Adapun data mengenai umur responden konsumen Grab Bengkulu yang diambil sebagai responden adalah sebagai berikut
Tabel 4.2 Umur Responden
Usia Jumlah Persen %
Dibawah 17tahun 0 0%
17-25 Tahun 20 60,6%
25-30 Tahun 11 33,3%
30-35 Tahun 2 6,1%
Diatas 35 Tahun 0 0%
Total 33 100%
Sumber : Data Primer Terolah 2021
Berdasarkan data yang di atas dapat diketahui bahwa dari 33 konsumen Grab Bengkulu, sebagaian besar 20 responden atau 60,6% berumur 17-25 tahun, dan 11 responden atau 33,3 % berumur 25-30 tahun.
c. Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Adapun data mengenai jenjang pendidikan responden konsumen Grab Bengkulu yang diambil sebagai responden adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3
Pendidikan Responden Jenjang pendidikan
terakhir
Jumlah Persen %
SD/Sederajat 0 0%
SMP/Sederajat 5 15,5%
SMA/Sederajat 16 48,5%
S1/S2/S3 12 36,0%
Lainnya 0 0%
Total 33 100%
Sumber : Data Primer Terolah 2021
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa dari 33 konsumen Grab Bengkulu, jenjang pendidikan sebagian besar 16 responden atau 48,5% adalah SMA/Sederajat, 12 responden atau 36,0% jenjang pendidikan responden adalah S1/S2/S3, dan 5 responden atau 15,5 % jenjang pendidikan responden adalah SMP/sederajat.
B. Hasil penelitian
1. Pengujian Kualitas Data a. Uji Validitas
Untuk tingkat validitas dilakukan uji signifikan dengan membandingkan r-hitung dengan r-tabel untuk jumlah 33 responden (N=33) dengan alpha 0,05 didapat r-tabel sebesar0,296. Apabila r hitung lebih besar dari r-tabel ( r hitung >r tabel) dan nilai r positif,
maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid , dan sebalikmya apabila ( r-hitung <r-tabel) maka pernyataan tersebut tidak valid.
Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.4
Hasil uji validitas variabel penelitian
Variabel Pertanyaan R-Hitung R-Tabel Keterangan Prilaku
Konsumen (X)
1 0,432 0,296 Valid
2 0,298 0,296 Valid
3 0,309 0,296 Valid
4 0,311 0,296 Valid
5 0,417 0,296 Valid
6 0,589 0,296 Valid
7 0,452 0,296 Valid
8 0,550 0,296 Valid
Keputusan Penggunaan
(Y)
1 0,706 0,296 Valid
2 0,321 0,296 Valid
3 0,691 0,296 Valid
4 0,376 0,296 Valid
5 0,524 0,296 Valid
6 0,836 0,296 Valid
7 0,653 0,296 Valid
Sumber: Data diolah (2021)
Berdasarkan tabel 4.4 diatas, menunjukan bahwa nilai r- hitung dari ke tiga variabel yang telah di uji berniali positif dan dapat dinyatakan valid.
b. Uji Realibilitas
Suatu instrument di katakana reliabel apabila jawaban seseorang responden terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menguji realibitas kuesioner dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus Alpha Cronbach, dimana dikatakan reliabel jika Alpha Cronbach> 0,5.
Hasil uji realibitas direkap pada tabel sebagai berikut:50 Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas
Prilaku Konsumen Islam (X)
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.487 8
Sumber: Data diolah (2021)
Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas di atas diketahui nilai Cronbach Alpha sebesar 0,487 > 0,05, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variable prilaku konsumen Islam dapat dikatakan reliabel atau handal.
50http://slideshare.net/panduan-lengkap-analisi-statistika-dengan-aplikasi-spss