• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH

Dalam dokumen PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 40 TAHUN 2022 (Halaman 62-66)

3.1 Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

Kerangka ekonomi dan keuangan daerah merupakan salah satu bagian penting dalam Perubahan RKPD Tahun 2022. Melalui analisis kondisi ekonomi terkini dapat diketahui berapa kapasitas riil keuangan daerah yang dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk pelaksanaan pembangunan sampai dengan akhir Tahun 2022. Arah kebijakan ekonomi daerah pada RKPD Perubahan Tahun 2022 merupakan gambaran ekonomi makro pada triwulan I tahun 2022 dan perkiraan tahun 2022 beserta tantangan pembangunan ekonomi daerah dalam pelaksanaan program dan kegiatan guna mencapai sasaran pembangunan daerah. Sasaran ekonomi tersebut dapat dicapai melalui berbagai prioritas pembangunan serta langkah-langkah kebijakan yang disusun guna mengatasi permasalahan dan menghadapi tantangan Tahun 2022.

3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Agam tahun 2021 atas dasar harga berlaku (ADHB) untuk triwulan I tahun 2022 mencapai 22, 14 triliun 21,35 triliun rupiah dan atas dasar harga konstan mencapai 15,48 triliun. Untuk laju pertumbuhan ekonomi (LPE) dihitung berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan atau ADHK dimana laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam pada tahun 2022 sampai triwulan I Tahun 2022 mencapai 3,70 persen. Capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan pada RKPD tahun 2022 sebesar 2,94 persen. Menurut Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2022 diperkirakan laju pertumbuhan perekonomian Sumatera Barat berada pada kisaran 4,2% – 5,0%. Merujuk kepada laporan Bank Indonesia dan LPE Kabupaten Agam tahun 2021, maka untuk tahun 2022 disesuaikan target LPE menjadi 4 persen.

Pencapaian LPE Kabupaten Agam tersebut dengan asumsi Program

Meningkatnya optimisme tersebut diprakirakan akan mendorong peningkatan kinerja konsumsi RT dan investasi. Dari sisi lapangan usaha, kunjungan wisnus dan wisman diprakirakan akan mendorong terbukanya lapangan usaha disektor perdagangan, transportasi dan penyediaan makanan dan minum. Sementara lapangan usaha disektor pertanian juga akan terdorong dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada tahun 2022.

3.1.2. Tingkat Pengangguran Terbuka

Tingkat pengguran terbuka di Kabupaten Agam pada tahun 2021 (data per Maret Tahun 2022) tercatat sebesar 5,06 persen. Artinya terdapat 5,06 persen penduduk yang aktif di pasar kerja yang tidak terserap lapangan kerja yang ada. Angka ini lebih besar dibandingkan target yang ditetapkan pada RKPD 2021 sebesar 4,38. Hal ini disebabkan dampak dari pandemik covid-19 yang mempengaruhi segala sektor perekonomian.

Walaupun secara statistik laju pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan pertumbuhan pada 2021, namun hal tersebut belum mampu menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja yang ada di kabupaten Agam. Disamping hal tersebut, meningkatnya angka pengangguran disebabkan oleh meningkatnya juga jumlah penduduk yang memasuki usia angkatan kerja.

Tingkat pengangguran terbuka di tahun 2021 adalah yang tertinggi selama lima tahun terakhir. Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Agam mengalami kenaikan pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 0.45 persen. Untuk tahun 2022 ditargetkan tingkat pengangguran terbuka menjadi sebesar 4,30 persen.

3.1.3. Tingkat Kemisikinan

Pada Tahun 2021 masih terdapat 34.26 ribu penduduk Agam yang

hidup dibawah garis kemiskinan. Kondisi ini sebagai dampak terjadinya

pandemi dimana terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tajam di

berdasarkan data triwulan I. Walaupun pertumbuhan ekonomi ditahun 2021 dan awal 2022 mulai membaik namun garis kemiskinan meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini saling berkorelasi dengan peningkatan pengangguran dimana angka pengangguran juga mengalami peningkatan. Untuk tahun 2022 jumlah penduduk miskin ditargetkan sebesar 5,74 persen.

3.1.4. Gini Ratio

Pada tahun 2021 angka gini rasio di kabupaten Agam tercatat sebesar 0,272, lebih baik dibandingkan tahun 2020 sebesar 0,278. Hal ini terjadi seiring dengan pelonggaran aturan PPKM dan meningkatnya kembali aktifitas perekonomian masyarakat. Juga sebagai dampak adanya bantuan tunai yang banyak diberikan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten kepada masyarakat terdampak utamanya masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara masyarakat berpenghasilan menengah keatas mereka juga terdampak tetapi tidak menjadi sasaran program bantuan pemerintah. Capaian angka gini rasio tahun 2021 belum mampu mencapai target yang telah ditetapkan untuk tahun tersebut sebesar 0,25.

Sementara untuk tahun 2022, angka gini rasio ditetapkan sebesar 0,246.

3.1.5. Indek Pembangunan Manusia

Capaian IPM Kabupaten Agam Tahun 2020 mencapai 72,46 sedangkan Tahun 2021 meningkat menjadi 72,57 dengan dukung kinerja Angka Harapan Lama Sekolah 98,51%, Rata-rata Lama Sekolah 99,34% dan Angka Harapan Hidup 99,97% serta peningkatan Pengeluaran Perkapita.

Berdasarkan perkembangan IPM menunjukkan kecenderungan mengalami peningkatan, maka tahun 2022 angka IPM ditargetkan sebesar 73,65.

3.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

RKPD Tahun 2022 sebagai pelaksanaan agenda RPJMD 2021-2026,

tidak terlepas dari kapasitas anggaran yang dapat terkelola oleh pemerintah

dengan sumber-sumber pendanaan non APBD, seperti APBN, Hibah, dana kemitraan swasta, swadaya masyarakat serta kontribusi pelaku usaha.

APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran, yang terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah (penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah).

Keuangan daerah dikelola sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dengan menganut asas tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat.

Arah kebijakan keuangan daerah berisi uraian tentang kebijakan yang akan dipedomani oleh Pemerintah Daerah dalam mengelola pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Tujuan utama kebijakan keuangan daerah adalah bagaimana meningkatkan kapasitas riil keuangan daerah dan mengefisiensikan penggunaannya. Pada Perubahan RKPD Tahun 2022, kebijakan keuangan daerah Pemerintah Kabupaten Agam mempedomani Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 pasal 343 ayat (1), bahwa Perubahan RKPD dapat dilakukan apabila berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaannya dalam tahun berjalan menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan perkembangan keadaan, meliputi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi prioritas pembangunan daerah, kerangka ekonomi daerah dan keuangan daerah, rencana program dan kegiatan RKPD berkenaan; dan/atau keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan, yaitu adanya perhitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) riil audited hasil perhitungan BPK.

3.2.1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah

Arah kebijakan pendapatan daerah pada perubahan RKPD Tahun

2022 sangat ditentukan oleh kapasitas keuangan daerah dan kerangka

pendanaan pada dasarnya dilakukan dengan menganalisis sejauh mana

kebijakan pengelolaan keuangan daerah. Dalam menentukan arah

realisasi pendapatan daerah Kabupaten Agam.

Pendapatan daerah Kabupaten Agam pada Perubahan RKPD Tahun 2022 diproyeksi sebesar Rp. 1.394.439.116.441,00 mengalami penurunan sebesar Rp.14.221.872.369,00 dari Target APBD Tahun Anggaran 2022 yaitu sebesar 1.408.660.988.810,00 dengan rincian sebagaimana tergambar pada tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1

Dalam dokumen PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 40 TAHUN 2022 (Halaman 62-66)

Dokumen terkait