KERANGKA KONSEP, HOPOTESIS DAN DEFENISI OPERASIONAL
A. Kerangka Konsep
Kerangka konseptual menurut (Sugiyono, 2015) secara teoritis adalah hubungan antar variabel penelitian. Kerangka konseptual penelitian ini dijelaskan di bawah ini:
Gambar 3.1
Kerangka Konsep penelitian
Variabel Independen Variabel Dependen 1. Usia ibu
2. Tingkat pendidikan 3. Status gravida 4. Umur kehamilan 5. Jumlah janin
Sectio Caesarea
B. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban atau dalil sementara yang kebenarannya akan dibuktikan melalui penelitian. Hipotesis ditarik dari serangkaian fakta yang muncul sehubungan dengan masalah yang diteliti (Nursalam, 2011).
1. Hipotesis Alternatif (Ha)
Ada gambaran kejadian persalinan sectio caesarea di RS Al Fatah Ambon.
C. Defenisi Operasional
Tabel 3.1 Defenisi Operasional
No Variabel Defenisi Operasional
Cara Pengukuran
Hasil Ukur Skala Ukur 1 Umur ibu Umur ibu waktu ibu
dilahirkan sampai dengan saat operasi Caesar.
1. Usia reproduksi muda jika usianya kurang dari 20 tahun.
2. Usia reproduksi sehat jika usia antara 20-30 tahun.
3. Usia reproduksi lanjut jika usia di atas 35 tahun.
Observasi 1. Berisiko 2. Tidak
berisiko
Oridinal
2 Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan terakhir ibu pada saat operasi Caesar. yaitu:
1. Pendidikan Dasar (SD, SMP).
2. Pendidikan SMA.
3. Pendidikan Tinggi (Sarjana).
Observasi 1. Berisiko 2. Tidak
beresiko
Oridinal
3 Usia Kehamilan
Usia kehamilan pada minggu jika dilakukan operasi caesarea yaitu :
1. Bayi prematur jika usia kehamilan
Observasi 1. Berisiko 2. Tidak
berisiko
Oridinal
kurang dari 36 minggu.
2. Atrem, jika usia kehamilan 37 sampai 42 minggu.
3. Posttreme, jika usia kehamilan lebih dari 42 minggu.
4 Status Gravida
Urutan kehamilan ibu pada saat operasi Caesar.
1. Primigravida saat hamil pertama kali 2. Multigravida
selama kehamilan kedua sampai keempat.
3. Multigravida besar selama kehamilan anak kelima atau lebih.
Observasi 1. Berisiko 2. Tidak
berisiko
Oridinal
5 Jumlah Janin
Jumlah janin atau jumlah anak yang dikandung oleh ibu selama operasi Caesar.
1. Unik jika jumlah janin dalam rahim adalah satu 2. Gameli jika jumlah
janin dalam rahim adalah dua
3. Triplet ketika jumlah janin dalam rahim adalah tiga.
Observasi 1. Berisiko 2. Tidak
berisiko
Oridinal
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan fenomena - fenomena dari variable - variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu pengumpulan data pada waktu tertentu.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Penelitian ini telah dilakukan di ruang kebidanan Rumah Sakit Umum Al Fatah Ambon.
2. Pemilihan lokasi penelitian ini telah dilakukan dengan mempertimbangkan Rumah Sakit Umum Al Fatah Ambon sebagai rumah sakit yang menangani kasus persalinan normal dan bedah, dimana terjadi peningkatan kasus persalinan sesar ditemukan.
3. Penelitian ini telah dilakukan pada 16 November - 19 November 2021.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin dengan sectio caesarea dan persalnina normal di ruang kebidanan Rumah Sakit Umum Al Fatah, dengan populasi sesar 296 responden
yang diambil dari berkas pendaftaran bulan Agustus 2018 sampai Agustus 2021
2. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melahirkan melalui operasi caesarea pada Agustus 2018 sampai dengan Agustus 2021 di ruang kebidanan Rumah Sakit Umum Al Fatah menggunakan rumus (slovin) :
š = š
1 + š(š)2 Keterangan :
n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi e = Toleransi eror
š = 296
1 + 296(5%)2
š = 296
1 + 296 Ć 0,025
š = 296 1, 74 š = 170 n = 170
Jadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 responden.
D. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data 1. Jenis data yang dikumpulkan
Data yang dikumpulkan adalah data sekunder, data rekam medis, dan rekam medis yang dapat diakses melalui catatan manual ke catatan kerja, catatan pasien, dan catatan digital.
2. Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui rekam medis dan catatan penyidik untuk memberikan data tentang usia ibu, status kehamilan, usia kehamilan, jumlah janin, riwayat kelahiran, dan indikator keputusan operasi caesarea berdasarkan faktor janin dan ibu. Indikasi faktor ibu yang teridentifikasi adalah: pre-eklampsia/eklampsia, plasenta previa, solusio plasenta, distosia, ketuban pecah dini dan indikasi lain yang teridentifikasi selama penelitian.
3. Instrumen Pengumpulan Data
Untuk pengumpulan data, digunakan lembar ceklis yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, yang dibuat oleh peneliti sendiri.
E. Pengolahan Data dan Analisa Data 1. Pengolah Data
Adapun langkah - langkah pengolahan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Editing adalah kegiatan di mana semua data yang dikumpulkan diverifikasi sesuai dengan variabel yang diteliti. Dari semua data
yang terkumpul ada bukti sectio caesarea untuk faktor ibu dan janin, yang kesemuanya termasuk dalam variabel yang diperiksa.
b) Kegiatan pengkodean yang dilakukan setelah pengolahan data, menggunakan simbol atau karakter berupa angka - angka dalam sampel yang dipilih dan kategori variabel yang diperiksa. Setiap variabel diberi tanda berupa angka dengan keterangan sebagai berikut:
1) Usia ibu
2) Tingkat pendidikan 3) Status hamil
4) Usia kehamilan 5) Jumlah janin
c) Representasi tabel kegiatan pengumpulan data dan perhitungan dari hasil pengkodean, yang kemudian dimasukan dalam tabel 2. Analisa Data
Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat.
Analisis dilakukan untuk satu variabel atau per variabel. Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mengetahui proporsi setiap variabel yang diteliti.
F. Etika Penelitian
Etika dalam penelitian dapat meliputi:
1. Informed Consent
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, sehingga tidak diperlukan persetujuan eksplisit. Persetujuan peserta dimasukkan dalam formulir informed consent dalam rekam medis, dengan data dari rekam medis pasien tersedia untuk tujuan pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan.
2. The Principle of Respect for Human Dignity
Peneliti menjunjung tinggi prinsip menghormati harkat dan martabat manusia.
3. The Principle of Justice
Peneliti menerapkan prinsip keadilan untuk menguji subjek dan partisipan dalam penelitian yang dilakukan, menghormati budaya dan tidak membeda - bedakan dalam pemilihan partisipan serta menjaga kerahasiaan. Informasi atau data yang harus diberikan oleh peserta dan tanpa menyebut nama atau prosedur lainnya.
G. Alur Penelitian
Gambar 4.1 Alur Penelitian
Penelitian
penelitian yang digunakan termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan fenomena- fenomena dari variabel-variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross
sectional Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin dengan sectio caesarea dan persalnina normal di ruang kebidanan RS Al Fatah, dengan populasi sesar 296 responden
dan persalinan normal 355 responden
Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melahirkan melalui operasi caesar pada Agustus 2018 sampai dengan Agustus 2021 sebanyak 170 sampel
Variabel Independen
1. Usia ibu
2. Tingkat pendidikan 3. Status gravida 4. Umur kehamilan 5. Jumlah janin
Dependen Sectio caesarea Pengumpulan Data
Editing, pengkodean, Representasi
Analisa Data
Bivariat
Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif Univariat
variabel atau per variabel
Penyajian Data Hasil Penelitian
BAB V
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Lokasi Penelitian
Rumah Sakit Umum AlāFatah atau yang lebih dikenal dengan RS AlāFatah memiliki perkembangan sejarah yang panjang. Dimulai dengan berdirinya sebuah poliklinik Umum yang didirikan oleh Yayasan Masjid Raya AlāFatah di Ambon pada tahun 1968.
Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan fasilitas serta pelayanan yang bernuansa islami, maka pada tahun 1988 dibangunlah rumah Bersalin dan Poliklinik Baru dengan fasilitas tempat tidur berjumlah (14) buah. Tidak hanya sampai disitu, pada tahun 1989 dilakuan penambahan fasilitas baru berupa kamar Operasi, ruangan bersalin dan ruang VIP sehingga jumlah tempat tidur menjadi 23 buah.
Bergejolaknya konflik di Maluku pada tahun 1999 memberi dampak pada RS Alāfatah. Akibat konflik yang banyak memakan korban. Status Rumah Sakit AlāFatah yang tadinya hanya memberi layanan persalinan ditingkatkan sebagai Rumah Sakit Umum karena harus merawat korban konflik dan semua jenis penyakit yang diderita.
Jumlah tempat tidur pun ditambah (menjadi 48 buah) untuk dapat memenuhi kebutuhan ruangan karena telah berubanya fungsi Rumah Sakit Bersalin menjadi Rumah Sakit Umum.p
Tahun 2002, tepatnya 27 Septembet 2002 Yayasan Masjid Raya AlāFatah diberikan Izin tetap oleh Menteri Kesehatan RI untuk menyelenggarakan Rumah Sakit Umum dengan nama Rumah sakit AlāFatah.
Bangunan RS AlāFatah saat ini berdiri di atas lahan seluas 2.629 m2 dilengkapi fasilitas ā fasilitas penunjang seperti yang tersebut dalam profil ini. Dan dengan adanya bantuan dari Departemen Kesehatan RI pada tahun 2005 maka tahap ā tahap pembangunan perluasan Rumah Sakit saat ini telah Selesai pembangunannya. Dan atas bantuan United Nation Development program (UNDP) telah dibangun juga unit pengolahan limba padat dan cair di Rumah Sakit AlāFatah.
B. Univariat
Analisa univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yaitu Karakteristik Responden (Umur Ibu, Tingkat Pendidikan, Usia Kehamilan, Gravida, dan Jumlah Janin).
Tabel 5.1
Distribusi Umur Ibu Terhadap Kejadian Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon
Umur Ibu N %
20-30 Tahun 90 52,9
31-41 80 47,1
Jumlah 170 100,0%
Sumber: Data Primer 2021
Dari tabel 5.1, tampak Ibu bersalin dengan Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok umur 20-30 Tahun yaitu sebanyak 90 kasus (52,9%) dengan terendah adalah pada kelompok umur 31-41 Tahun yaitu sebanyak 80 kasus (47,1%).
Tabel 5.2
Distribusi Tingkat Pendidikan Terhadap Kejadian Sectio Sesarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon
Tingkat
Pendidikan n %
Tingkat Rendah 98 57,6
Tingkat Tinggi 72 42,4
Jumlah 170 100,0%
Sumber: Data Primer 2021
Dari tabel 5.2, didapatkan bahwa Ibu bersalin dengan Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi
adalah pada kelompok Tingkat Pendidikan SD-SMA sebanyak 98 (57,6%) dengan yang terendah pada kelompok tingkat pendidikan S1 72 (42,4%).
Tabel 5.3
Distribusi Usia Kehamilan Terhadap Kejadian Sectio Sesarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon
Usia
Kehamilan n %
Aterm 156 91,8
Posterm 14 8,2
Jumlah 170 100,0%
Sumber: Data Primer 2021
Dari tabel 5.3, didapatkan bahwa Ibu bersalin dengan Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Usia Kehamilan Aterm 156 (91,8%) dengan yang terendah pada kelompok Posterm 14 (8,2%).
Tabel 5.4
Distribusi Gravida Terhadap Kejadian Sectio Sesarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon
Sumber: Data Primer 2021
Dari tabel 5.4, didapatkan bahwa Ibu bersalin dengan Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Gravida Primigravida 160 (94,1%) dengan yang terendah pada kelompok Multigravida 10 (5,9%).
Tabel 5.5
Distribusi Jumlah Janin Terhadap Kejadian Sectio Sesarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon
Jumlah
Janin N %
Tunggal 166 97,6
Gamely 4 2,4
Jumlah 170 100,0%
Sumber: Data Primer 2021
Dari tabel 5.4, didapatkan bahwa Ibu bersalin dengan Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi
Gravida n %
Primigravida 160 94,1
Multigravida 10 5,9
Jumlah 170 100,0%
adalah pada kelompok Jumlah Janin Unik 166 (97,6%) dengan terendah pada kelompok Gamely 4 (2,4%).
BAB VI PEMBAHASAN
A. Pembahasan
Setelah melakukan penelitian mengenai Gambaran Kejadian Persalinan Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon, maka hasilnya dapat dibahas berdasarkan variable yang diteliti.
1. Umur Ibu
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea tertinggi adalah pada kelompok umur 20-30 Tahun yaitu sebanyak 90 kasus (52,9%) dengan terendah adalah pada kelompok umur 31-41 Tahun yaitu sebanyak 80 kasus (47,1%).
Menurut asumsi peneliti, hal tersebut dikarenakan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman sehingga kebanyakan orang tua tidak menikahkan anaknya pada usia <20 tahun dan meningkatnya pengetahuan wanita tentang hamil pada usia > 35 tahun karena termasuk resiko tinggi untuk hamil dan bersalin.
Terdapat kesesuaian antara teori dan hasil penelitian, dimana teori mengatakan bahwa resiko tinggi untuk hamil yaitu
<20 tahun dan >35 tahun. Dimana dalam kurun reproduksi sehat dikenal bahwa usia aman dalam kehamilan, persalinan dan kelahiran adalah pada umur 20-34 tahun.
Hal ini sesuai dengan penelitian menurut Atikah Rahayu, (2019) bahwa Usia adalah waktu hidup sejak dilahirkan, dihitung dalam tahun, berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki. Dalam penelitian ini, umur ibu dikelompokkan sesuai dengan kelompokan berdasarkan usia reproduksi sehat, yaitu umur dibawah 20 tahun (usia reproduksi muda). Umur 20 sampai 35 tahun (usia reproduksi sehat) dan lebih dari 35 tahun (usia reproduksi tua).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wiguna bahwa rentang usia ibu hamil yang melakukan sectio caesarea paling banyak pada usia 20-35 tahun (Wiguna et al, 2020).
2. Tingkat Pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Tingkat Pendidikan Rendah sebanyak 98 (57,6%) dengan yang terendah pada kelompok tingkat pendidikan tinggi 72 (42,4%).
Menurut asumsi peneliti bahwa Ibu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi cenderung lebih memperhatikan kesehatannya selama kehamilan bila dibandingkan dengan ibu yang tingkat pendidikannya rendah. Semakin tinggi Pendidikan formal seorang ibu diharapkan semakin menigkat pengetahuan dan kesadarannya dalam mengantisipasi kesulitan dalam kehamilan
dan persalinannya, sehingga timbul dorongan untuk melakukan pengawasan kehamilan secara berkala dan teratur. Sehingga persalinan sectio caesarea lebih berpeluang terjadi pada ibu dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Hal ini berdasarkan pendapat menurut Notoatmodjo (2018) mengatakan bawah Tingkat pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditentukan oleh tingkat perkembangan siswa, tujuan yang ingin dicapai, dan kemauan untuk berkembang.
Tingkat pendidikan mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku menuju hidup sehat. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang atau masyarakat untuk menyerap informasi dan menerapkannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari, terutama dalam hal kesehatan. Pendidikan formal membentuk nilai-nilai seseorang terutama dalam menerima hal- hal baru.
3. Gravida
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Usia Kehamilan Aterm 156 (91,8%) dengan yang terendah pada kelompok Posterm 14 (8,2%).
Hal ini berdasarkan penelitian menurut Dorland (2011) bahwa Status gravida adalah wanita yang sedang hamil. Status
gravida dibedakan menjadi: primigravida adalah wanita yang hamil untuk pertama kalinya, multigravida adalah wanita yang hamil ke 2, grande multi gravida adalah wanita yang hamil lebih dari 2 dan seterusnya, bergantung pada jumlah kehamilan.
Berdasarkan hasil penelitian (Juliatih, 2020). Diperoleh bahwa tindakan sectio caesarea di IGD kebidanan RSUP Sanglah Denpasar, paling banyak adalah multigravida, yaitu ibu yang hamil anak kedua sampai keempat.
4. Usia Kehamilan
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Gravida Primigravida 160 (94,1%) dengan yang terendah pada kelompok Multigravida 10 ( 5,9%).
Hal ini berdasarkan teori yang sama menjelaskan bahwa Umur kehamilan adalah masa sejak terjadinya konsepsi sampai dengan saat kelahiran janin setelah mengalami perkembangan janin di dalam kandungan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir. Lamanya kehamilan mulai dari proses ovulasi hingga bayi terlahir kira kira 280 hari atau 40 minggu dan tidak boleh lebih dari 40 minggu. Kehamilan 37 sampai 42 minggu disebut sebagai kehamilan aterm, kehamilan lebih dari 42 minggu disebut
postterm, dan kehamilan kurang atau sama dengan 36 minggu disebut dengan preterm.
Dari hasil penelitian Juliath didapatkan bahwa responden yang melakukan tindakan sectio caesarea di IGD kebidanan RSUP Sanglah Denpasar, paling banyak pada umur kehamilan aterm, yaitu umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu (Juliatih, 2020).
5. Jumlah Janin
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Jumlah Janin Unik 166 (97,6%) dengan terendah pada kelompok Gamely 4 (2,4%).
Hal ini sesuai dengan pendapat menurut Sihombing (2017) bahwa Jumlah janin berhubungan dengan persalinan operasi sesar di Indonesia. Pada ibu dengan kehamilan kembar (multiple pregnancy) lebih berisiko untuk melahirkan secara operasi sesar dibandingkan ibu dengan jumlah janin tunggal. Hasil penelitian di Amerika menunjukkan bahwa tren persalinan operasi sesar pada kehamilan ganda meningkat. Penelitian di Sragen juga menunjukkan bahwa kehamilan ganda lebih.
BAB VII PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dari hasil uji Statistik yang dilakukan didapatkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea tertinggi adalah pada kelompok umur 20-30 Tahun yaitu sebanyak 90 kasus (52,9%) dengan terendah adalah pada kelompok umur 31 -41 Tahun yaitu sebanyak 80 kasus (47,1%). Dapat dikatakan bahwa resiko tinggi untuk hamil yaitu pada usia kurang dari 20 tahun dan meningkatnya pengetahuan wanita tentang hamil pada usia lebih dari 35 tahun karena termasuk resiko tinggi untuk hamil dan bersalin.
2. Dari hasil uji statistic yang dilakukan didapatkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Tingkat Pendidikan Rendah sebanyak 98 (57,6%) dengan yang terendah pada kelompok Tingkat Pendidikan Tinggi 72 (42,4%). Dapat dikatakan bahwa persalinan sectio caesarea lebih berpeluang terjadi pada ibu dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
3. Dari hasil uji statistic yang dilakukan didapatkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Usia Kehamilan
Aterm 156 (91,8%) dengan yang terendah pada kelompok Posterm 14 (8,2%).
4. Dari hasil uji statistic yang dilakukan didapatkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Gravida Primigravida 160 (94,1%) dengan yang terendah pada kelompok Multigravida 10 ( 5,9%).
5. Dari hasil uji statistic yang dilakukan didapatkan bahwa dari 170 orang yang Sectio Secarea di Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon yang tertinggi adalah pada kelompok Jumlah Janin Unik 166 (97,6%) dengan terendah pada kelompok Gamely 4 (2,4%).
B. Saran 1. Teoritis
a. Diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan gambaran kejadian persalinan Sectio Caesarea sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan melakukan Sectio Caesarea pada kasus kasus kehamilan berikutnya.
b. Diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
2. Praktis
a. Diharapkan dari penelitian ini agar dapat dipergunakan untuk memberikan pemahaman kepada para ibu yang memiliki
keinginan untuk melakukan sectio caesarea tanpa indikasi medis, bahwa Sectio Caesarea dilakukan bila janin tidak dapat dilahirkan secara normal, dengan harapan angka morbiditas dan mortalitas menurun.
b. Diharapkan bagi Perawat dan Bidan, dapat dipergunakan untuk deteksi kasus kehamilan resiko tinggi yang tidak memungkinkan untuk persalinan pervaginam.
DAFTAR PUSTAKA
Abasi M. 2015. A comparative study on the concept of convulsion in traditional Iranian medicine and classic medicine. Avicenna Journal of Phytomedicine. 5 (1).
Atikah Rahayu, SKM, MPH, dkk. 2019 Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Remaja dan Lansia . In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9).
Chapman, L., & Durham, R. (2010). Maternal-Newborn Nursing: The Critical Component of Nursing Care. Philadelpia: FA Davis Company.
Data Rekam Medis RSUD Dr H Chasan Boesoirie. Angka Kejadian Sectio Caesarea: Ternate. 2017- 2018.
Date, Y., Mudayati, S., & Maemunah, N. (2017). Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Yang Akan Menghadapi Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Baptis Batu. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(1).
Dorland, W. A. N. 2011. Kamus Saku Kedokteran. In Saudi journal of kidney diseases and transplantationāÆ: an official publication of the Saudi Center for Organ Transplantation, Saudi Arabia.
Hartati, S. (2016). Gambaran indikasi ibu dan indikasi janin pada persalinan sectio caesarea Di rumah sakit sari mulia Banjarmasin Tahun 2015.
KTI DIII Kebidanan Sari Mulia.
Jitowiyono, S., & Cristiyanasari, W. (2010). Asuhan Keperawatan Post Operasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Juliatih, (2020). Gambaran Persalinan Dengan Sectio Caesarea Di Instalasi Gawat Darurat Kebidanan Rumah Sakit Umum Pusat Sangla Denpasar Tahun 2020. Jurnal Ilmiah Kebidanan.
http://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JIK
Kemenkes RI. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes:RI. 2018.
Kemenkes. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020.
Luba S. (2018). Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Sectio caesarea Di RSIA Siti Fatimah Makassar Tahun 2018. Jurnal Program Studi DIII Kebidanan SandiKarsa Makassar
Manurung S. 2013. Pengaruh pemberian kompres hangat terhadap perubahan skala nyeri persalinan pada klien primigravida. Jurnal Health Quality. 4 (1).
Notoatmodjo. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2018
Nursalam. (2011). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Padila. (2015). Asuhan Keperawatan Maternitas II. Yogyakarta: Nuha Medika
Pitri, N. (2019). Gambaran Kejadian Persalinan Sectio Caesarea Berdasarkan Faktor Lain Di Rsud Kota Bandung Tahun 2018. KTI D III Kebidanan Universitas Bhakti Kencana Bandung.
Prawirohardjo, S. (2012). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Sarwono.
Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi Ke- 4. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sandi, S. (2014). Gambaran Kasus Sectio caesarea Berdasarkan Status Rujukan di RSU Dokter Soedarso Pontianak (Doctoral dissertation, Tanjungpura University).
Sihombing, N. M., Saptarini, I., & Putri, D. S. K. (2017). Determinan persalinan sectio caesarea di Indonesia (analisis lanjut data Riskesdas 2013). Indonesian Journal of Reproductive Health, 8(1), 63-73.
Singh, N., Pradeep, Y., & Jauhari, S. (2020). Indications and determinants of cesarean section: A cross-sectional study. International Journal of Applied and Basic Medical Research, 10(4), 280.
https://doi.org/10.4103/ijabmr.ijabmr_3_20
Soewarto, S. (2016). Ilmu Kebidanan Sarworno. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo.
Sugiyono. (2015). Sugiyono, Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015), 407 1.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sulaiman, M. I., Armaijn, F., & Laksono, A. T. (2020). Gambaran Kejadian Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Dr H Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2017-2018. Kieraha Medical Journal, 2(1).
Sumelung, V., Kundre, R., & Karundeng, M. (2014). Faktor ā Faktor Yang Berperan Meningkatnya Angka Kejadian Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna. Jurnal Keperawatan, 2(1).
Sumelung, vibymiaty; Kundre Rina Dan Karundeng Michael. (2014). Faktor ā Faktor Yang Berperan Meningkatnya Angka Kejadian Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna.
World Health Organization. Child Growth Standards:Length/Height-for-age, Weightfor-Lenght, Weight for Heightand Boody Mass index-for-age:
Methods and develpoment. Geneva: Departement of Nutrition Health and Development; 2010
Wiguna, T. O., Surya, I. G. H. W., Manuaba, I. B. G. F., & Sudirman, J. 2020.
Indikasi ibu melakukan persalinan sectio caesarea di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018. Intisari Sains Medis, 11(2).
https://doi.org/10.15562/ism.v11i2.724
Yulia Rahmi, Y. R. (2019). Asuhan keperawatan pada ny M dengan post partum di ruang rawat inap kebidanan RSAM Bukittinggi tahun 2019 (Doctoral dissertation, stikes perintis padang).
Zakaria, Z. (2019). Pengaruh Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di Ruang Delima Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 2019 (Doctoral Dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).