BAB III METODE PENELITIAN
J. Jadwal Penelitian
wawancara sehingga data yang didapat menjadi kredibel atau lebih dapat dipercaya.
40
A. Deskripsi Umum Kota Makassar sebagai Daerah Penelitian 1. Sejarah Singkat Kota Makassar
Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit. Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510- 1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar. Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan.
Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara.
Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan disana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut.
Selain itu, sikap yang toleran terhadap agama berarti bahwa meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama Kristen dan kepercayaan lainnya masih tetap dapat berdagang di Makassar. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orang Melayu yang bekerja dalam perdagangan di Kepulauan Maluku dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab. Semua keistimewaan
ini tidak terlepas dari kebijaksanaan Raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu (Sultan Alauddin, Raja Gowa, dan Sultan Awalul Islam, Raja Tallo).
Kontrol penguasa Makassar semakin menurun seiring semakin kuatnya pengaruh Belanda di wilayah tersebut dan menguatnya politik monopoli perdagangan rempah-rempah yang diterapkan Belanda melalui VOC. Pada tahun 1669, Belanda, bersama dengan La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda Melakukan penyerangan terhadap kerajaan Islam Gowa- Tallo yang mereka anggap sebagai Batu Penghalang terbesar untuk menguasai rempah-rempah di Indonesia timur. Setelah berperang habis-habisan mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin oleh belanda, akhirnya Gowa-Tallo (Makassar) terdesak dan dengan terpaksa menanda tangani Perjanjian Bongaya. Perjanjian bongaya adalah sebenarnya deklarasi kekalahan kota Makassar terhadap belanda. Yang kemudian belanda membentuk sistem pemerintahan kolonial hingga menjadi sistem pemerintahan hindia belanda berdasarkan Regeerings-Reglement 1815 dengan pusat pemerintah di dalam benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam).
Belanda mengusai Sulawesi selatan sampai tahun 1941, kemudian pada tahun 1942 sulawesi selatan dikuasai oleh jepang sampai pemerintah Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada tahun 17 Agustus 1945. Mulai ada perubahan pada wilayah Indonesia khususnya daerah makassar sendiri untuk bisa membentuk daerah otonomi sendiri.
kota makassar sebelumnya bernama kota ujung pandang dengan julukan
“jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai kota makassar bagi
orang pendalaman pada tahun 1971, baru pada tahun 1999 kota ini di namakan kembali makassar, tepatnya 13 oktober berdasarkan peratutan pemerintah nomor 86 tahun 1999. (upwsmk.wordpress.com)
2. Kondisi Geografi dan Iklim Kota Makassar a. Kondisi Geografi Kota Makassar
Kota Makassar adalah kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dan sekaligus ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Kota Makassar terletak antara 119°18'38” sampai 119°32'31”Bujur Timur dan antara 5°30'30” sampai 5°14'49”
Lintang Selatan, dengan luas wilayah 175,77 km2. Luas laut dihitung dari 12 mil dari daratan sebesar 29,9 Km2. Kota Makassar memiliki garis pantai kurang lebih 100 km yang dilewati oleh dua sungai yaitu Sungai Tallo dan Sungai Jeneberang.
Sedangkan batas-batas wilayah administrasi dari letak Kota Makassar, antara lain:
1). Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep 2). Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Gowa 3). Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar 4). Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros.
Secara geografis, letak Kota Makassar berada di tengah diantara pulau- pulau besar lain dari wilayah kepulauan nusantara sehingga menjadikan kota Makassar dengan sebutan “angin mammiri” ini menjadi pusat pergerakan spasial dari wilayah Barat ke bagian Timur maupun dari Utara ke Selatan Indonesia.
b. Kondisi Iklim Kota Makassar
Berdasarkan keadaan cuaca serta curah hujan, Kota Makassar termasuk daerah yang beriklim sedang sehingga tropis. Sepanjang 5 tahun terakhir suhu
udara rata-rata Kota Makassar berkisar antara 25º C sampai 33º C. Curah hujan terbesar terjadi pada bulan Desember, Januari, Februari dan Maret dengan rata- rata curah hujan 227 mm dan jumlah hari hujan bekisar 144 hari per tahun. Untuk daerah-daerah yang mendekati pegunungan, yaitu daerah sebelah timur, hujan basah cenderung sampai pada bulan Mei, sedangkan pada daerah pantai, umumnya sampai bulan April.
3. Kondisi Topografi, Geologi, dan Hidrologi Kota Makassar a. Kondisi Topografi kota Makassar
Kota Makassar memiliki topografi dengan kemiringan lahan 0-2 (datar) dan kemiringan lahan 3-15 (bergelombang) dengan hamparan daratan rendah yang berada pada ketinggian antara 0-25 meter dari permukaan laut. Dari kondisi ini menyebabkan Kota Makassar sering mengalami genangan air pada musim hujan, terutama pada saat turun hujan bersamaan dengan naiknya air pasang.
Secara umum topografi Kota Makassar dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu :
1). Bagian Barat ke arah Utara relatif rendah dekat dengan pesisir pantai dan 2). Bagian Timur dengan keadaan topografi berbukit seperti di Kelurahan Antang
Kecamatan Panakukang.
Perkembangan fisik Kota Makassar cenderung mengarah ke bagian Timur Kota. Hal ini terlihat dengan giatnya pembangunan perumahan di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, Panakkukang, dan Rappocini.
b. Kondisi Geologi kota Makassar
Jenis-jenis tanah yang ada di wilayah kota Makassar terdiri dari : Tanah Inceptisol, Jenis tanah incepsitol terdapat hampir diseluruh wilayah kota Makassar, merupakan tanah yang tergolong sebagai muda dengan tingkat perkembangan lemah yang dicirikan oleh horizon penciri kambik. Dan Tanah Ultisol merupakan tanah berwarna kemerahan yang banyak mengandung lapisan tanah liat dan bersifat asam. Warna tersebut terjadi akibat kandungan logam terutama besi dan aluminium yang teroksidasi (weathered soil).
Parameter yang menentukan persebaran jenis tanah di wilayah kota Makassar adalah jenis tanah batuan, iklim, dan geomorfologi lokal, sehingga perkembangannya ditentukan oleh tingkat pelapukan batuan pada kawasan tersebut. Kualitas tanah mempunyai pengaruh yang besar terhadap intensitas penggunaan lahannya. Tanah-tanah yang sudah berkembang horisonnya akan semakin intensif di pergunakan, terutama untuk kegiatan budidaya. Sedangkan kawasan-kawasan yang mempunyai perkembangan lapisan tanahnya masih tipis biasa di manfaatkan untuk kegiatan budi daya. Penentuan kualitas tanah dan penyebarannya ini akan sangat berarti dalam pengembangan wilayah di Makassar, karena wilayah Makassar terdiri dari laut, dataran rendah dan dataran tinggi, sehingga perlu dibuatkan prioritas-prioritas penggunaan lahan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan intensitas pemanfaatnya.
c. Kondisi Hidrologi kota Makassar
Kota Makassar adalah kota yang letaknya berada dekat dengan pantai, membentang sepanjang koridor Barat dan Utara, lazim dikenal sebagai kota
dengan ciri “Waterfront City”, di dalamnya mengalir beberapa sungai yamg kesemuanya bermuara ke dalam kota (Sungai Tallo, Jeneberang, Pampang).
Sunga Jeneberang misalnya, yang mengalir melintasi wilayah Kabupaten Gowa dan bermuara ke bagian selatan Kota Makassar merupakan sungai dengan kapasitas sedang (debit air 1-2 m/detik). Sedangkan sungai Tallo dan Pampang yang bermuara di bagian utara Makassar adalah sungai dengan kapasitas rendah berdebit kira-kira hanya mencapai 0-5 m/detik di musim kemarau.
Sebagai kota yang sebagian besar wilayahnya merupakan daerah dataran rendah, yang membentang dari tepi pantai sebelah barat dan melebar hingga kearah Timur sejauh kurang lebih 20 km dan memanjang dari arah selatan ke utara merupakan koridor utama kota yang termasuk dalam jalur-jalur pengembangan, pertokoan, perkantoran, pendidikan dan pusat kegiatan industri di Makassar.
Dari dua sungai besar yang mengalir di dalam kota secara umum kondisinya belum banyak di manfaatkan, sudah banyak hasil penelitian yang dilakukan terhadap sungai-sungai ini dimulai dari rencana bagaimana menjadikan sungai- sungai ini, sebagai daerah objek wisata hingga pada rencana bagaimana menjadikannya sebagai jalur alternatif baru bagi transportasi kota.
Sejalan dengan perkembangannya saat ini dinamika pengembangan wilayah dengan konsentrasi pembangunan seakan terus berlomba di atas lahan kota yang sudah semakin sempit dan terbatas. Sebagai imbasnya tidak sedikit lahan yang terpakai saat ini menjadi lain dalam peruntukannya, hanya karena lahan yang
dibutuhkan selain sudah terbatas, juga karena secara rata-rata konsentrasi kegiatan pembangunan cenderung hanya pada satu ruang tertentu saja.
4. Kondisi Demografi Kota Makassar
Makassar merupakan kota yang multi etnis Penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar dan Suku Bugis, sisanya berasal dari Toraja, Mandar, Buton, Tionghoa, Jawa dan sebagainya. Sesuai hasil pendataan penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Jumlah penduduk Kota Makassar Tahun 2011 sebanyak 1.365.933 jiwa, tahun 2012 sebanyak 1.487.049 jiwa, tahun 2013 sebanyak 1.250.163 jiwa, tahun 2014 sebanyak 1.629.849 jiwa dan tahun 2015 sebanyak 1,7 juta jiwa. Hal ini menunjukan bahwa Lajur jumlah penduduk kota makassar tiap tahunnya mengalami peningkatan, tidak menutup kemungkinan jumlah penduduk kota makassar di tahun-tahun berikutnya akan semakin tinggi lagi. Makanya pemerintah kota makassar mengupayakan program KB yaitu menciptakan keluarga kecil sejahterah yang terdiri dua anak satu ayah dan satu ibu.
B. Deskripsi Khusus Latar Penelitian
Sekitar Tahun 1863 Salah satu Sultan Di Ternate memboyong seluruh pasukannya meninggalkan Ternate karena tidak mau bekerjasama dengan kolonial belanda dan menetap di pesisir pantai, nama Kelurahan Maloku diambil dari nama Kareng Malokua dari ternate yang juga dikenal sebagai SULTAN MANDAR SYAH, yang sekarang menjadi Kampung Maluku. Karena dialeg orang Makassar, sebutan Maluku menjadi Maloku, Adapun Sultan tersebut wafat dan dikuburkan
dihalaman Mesjid ANSHAR ABRI Jl. Somba Opu. Serta di Kelurahan Maloku juga terdapat makam datumuseng yang berada di ORW : 03
Sebelum Di Namakan Kelurahan Maloku,terdapat 6 Kampung Yang Terdiri Dari :
1. Kampung Lenggo 2. Kampung Galesong 3. Kampu Maloku 4. Kampung Sabbe 5. Kampung Bassi 6. Kampung Bara Sapia
Diantara 6 kampung ,maka dipililah maloku menjadi kelurahan induk,setelah pemekaran di tahun 1995 kelurahan terbagi menjadi 2 kelurahan maloku dan kel. Losari adapun profil kelurahan maloku sebagai berikut :
1. Luas wilayah Kel. Maloku : 20 Ha 2. Jumlah Kepala Keluarga : 715 KK 3. Jumlah Penduduk : 2390 Orang
4. Laki–Laki : 1115 Orang
5. Perempuan : 1285 Orang
6. Jumlah PUS : 210 Pasangan
7. Jumlah Bank Sampah : 1 Unit
8. Jumlah BKB : 1 Kelompok
9. Jumlah RW : 4
10. Jumlah RT : 17
Lokasi konsentrasi penelitian adalah Pantai Losari yang terbentang sepanjang jalan penghibur yang terletak di sebelah barat Kota Makassar. Pantai Losari terletak dalam wilayah kecamatan Ujung Pandang. Pantai Losari adalah salah satu objek dandaya tarik wisata. Daya tarik yang pertama dapat dilihat pada suasana waktu sore hari. Kecamatan Ujung Pandang terdiri dari 10 kelurahan dengan luas wilayah 2,63 km2 dan sebanyak 4 kelurahan di kecamatan Ujung Pandang merupakan daerah pantai termasuk pulau lae-lae yang terletak beberapa mil dari pantai losari dan 6 kelurahanlainnya merupakan daerah bukan pantai.
Kecamatan Ujung Pandang berbatasan dengan:
1. Sebelah Utara dengan kecamatan Wajo, 2. Sebelah Selatan dengan kecamatan Mariso,
3. Sebelah Timur dengan kecamatan Makassar dan Gowa, dan 4. Sebelah Barat dengan Selat Makassar.
Dalam kurun waktu tahun 2000-2009 jumlah penduduk kecamatan Ujung Pandang berfluktuasi setiap tahun. Jumlah penduduk hasil sensus penduduk tahun 2000 di kecamatan Ujung Pandang sebanyak 27.279 jiwa, kemudian pada akhir Desember tahun 2009 sebanyak 29.064 jiwa.
Tabel 4.1
Banyak penduduk menurut kelurahan dan jenis kelamin di Kecamatan Ujung Pandang
Desa/Kelurahan Laki-Laki perempuan Jumlah
Lae-lae 793 770 1.563
Losari 962 1.239 2201
Mangkura 975 1.110 2.085
Pisang Selatan 1.780 1.988 3.768
Lajangiru 2.241 2.395 4.636
Sawerigading 806 892 1.698
Maloku 1.450 1.689 3.139
Bulogading 1.455 1.607 3.062
Baru 831 900 1.731
Pisang Utara 2.502 2.679 5.181
Jumlah 13.795 15.269 29.064
Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Makassar, 2017
Pantai Losari merupakan icon kota Makassar. Dahulu, pantai ini dikenal denganpusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari, karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari, serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang didunia karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer. Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak diwarung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat). Kini, warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah direlokasi ke sebuah tempat yang tidak jauh dari kawasan wisata. Sekarang, Losari banyak berubah. Pemerintah Kota Makassar telah mempercantik pantai ini dengan membuat anjungan seluas 100
ribu meter persegi sehinggah tampak lebih indah, bersih, bebas polusi, dan nyaman untuk di kunjungi.
1. Potensi Ekonomi
Potensi Ekonomi di Kelurahan Maloku sebahagian besar di dominasi dengan beberapa Hotel, Restoran, Café, Toko emas, Toko Khas Oleh – Oleh Makassar, Toko Kue, Salon, Toko Sport dan juga terdapat HOME INDUSTRI Kue Tradisional Oleh–Oleh Kota Makassar yang dibuat oleh ibu–ibu yang berdomisili dilorong 282, sehingga dapat membantu perekonomian Warga Kelurahan Maloku. Kelurahan Maloku juga bagian dari Pusat wisata Anjungan Losari dan Toraja Mandar yang merupakan ICON Kota Makassar dimana anjungan tersebut terdapat jajanan khas makassar pisang epe yang diminati pengunjung Baik dari dalam dan Luar Kota Makassar
2. Asal daerah
Daerah asal merupakan tempat kelahiran seseorang. Tempat awal sebelum melakukan migrasi ke daerah tujuan. Biasanya alasan seseorang untuk meninggalkan daerah asal mereka disebabkan oleh keinginan untuk memperbaiki taraf hidup khususnya dari segi perekonomian. Di daerah asal yang sarana dan prasarananya sangat minim juga menjadi salah satu alasan seseorang melakukan perpindahan. Setiap individu dalam suatu masyarakat memang selalu memiliki hak hidup lebih baik berupa pekerjaan dan pendidikan. Untuk itulah, sangat sering dijumpai seseorang melakukan migrasi ke kota-kota besar yang menjanjikan mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Kota-kota
besar seringkali digambarkan sebagai tempat yang tepat untuk memperbaiki kehidupan sosial dan ekonomi seseorang.
Tabel 4.2
Distribusi Responden Menurut Daerah Asal
NO Daerah Asal Frekuensi Persentase(%)
1 Makassar 10 33,4
2 Gowa 4 13,3
3 Takalar 9 30
4 Jeneponto 4 13,3
5 Bulukumba 3 10
Jumlah 30 100
Sumber: Hasil Tabulasi Data Primer 2017 3. Agama
Dalam kehidupan sehari-hari, agama merupakan suatu indikator seseorang dalam bertingkah laku. Sesorang yang beragama merupakan pencerminan keseluruhan jiwa seseorang dalam kehidupannnya. Tabel berikut ini dapat menjelaskan tentang agama yang dianut oleh para pedagang kaki lima di pantai losari.
Tabel 4.3
Distribusi Responden Menurut agama Yang Dianut
NO Agama Frekuesi Persentase
1 Islam 29 96,7
2 Kristen 1 3,3
Jumlah 30 100
Sumber: Hasil tabulasi Data Primer 2017 4. Suku
Sebagaimana kita ketahui bahwa bangsa Indonesia memiliki bermacam- macam suku bangsa yang tersebar di tanah air. Tabel berikut ini dapat dilihat suku bangsa yang para pedagang kaki lima di pantai losari.
Tabel 4.4
Distribusi Responden Menurut Suku
NO Suku Frekuensi Persentase(%)
1 Makassar 27 90
2 Bugis 3 10
Jumlah 30 100
Sumber: Hasil tabulasi Data Primer 2017 5. Pendidikan
Kualitas sumber daya manusia tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) di mana pada tahun 2009 sebesar
78,20% dan pada tahun 2010 telah mencapai 78,59% yang didorong dengan semakin membaiknya pelaksanaan sistem pendidikan di kota Makassar. Demikian pula Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kota pada Tahun 2009 penduduk usia SD (7-12 Tahun ) sebesar 96,89%, usia SLTP (13-15 Tahun ) sebesar 85,62% dan usia SLTA (16-18 Tahun) sebesar 55,64%. Pada Tahun 2010 angka partisipasi sekolah meningkat dimana penduduk usia SD (7-12 Tahun) sebesar 97,47%, usia SLTP (13-15 Tahun) sebesar 86,06% dan usia SLTA (16-18 Tahun) sebesar 57,47%.
Untuk melaksanakan komitmen terhadap kepedulian dibidang pendidikan maka Pemerintah kota Makassar telah mencanangkan sekolah gratis dan sebagai tindak lanjut dari program Pemerintah Kota dalam rangka meningkatkan kecerdasan dan minat baca masyarakat dengan “Gerakan Makassar Gemar Membaca” (GMGM) yang bertujuan (1). Membaca dapat membudaya di masyarakat; (2). Buku sebagai pusat pengetahuan dan informasi; (3) Perpustakaan dan tempat baca lainnya mudah diakses. Program pemerintah kota makassar ini meliputi 14 kecamatan salah satunya kecamatan ujung tanah khususnya kelurahan cambaya sendiri.
Tabel 4.5 fasilitas pendidikan yang tersedia di kelurahan UjungPandang
No. Tingkat pendidikan Jumlah
1. Play group 2
2. TK/TPA 17
3. SD 21
4. SMP 11
5. SMA 4
6. MTS 3
7. MA 3
8. PESANTREN -
Jumlah 61
Sumber: kantor Camat Ujung Pandang, 2017
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, terlihat bahwa jumlah fasilitas pendidikan secara keseluruhan di kelurahan mangasa sebanyak 61 unit. Fasilitas pendidikan yang ada di kelurahan mangsa antara lain : 2 unit play group, 17 unit unit taman kanak-kanak (TK), 21 unut sekolah dasar (SD), 11 unit sekolah menengah pertama (SLTP), 5 unit sekolah menengah atas. 3 unit MTS, dan 3 unit MA sedangkan pesantren dan perguruan tinggi belum ada di kelurahan mangasa kota Makassar. Dari fasilitas pendidikan di Kecamatan Ujung Pandang di atas sebanyak 61 unit yang terutama mulai dari tingkat play group sampai setingkat SMA yang merupakan wajib bekajar 12 tahun. Hal ini memungkin masyarakatnya dapat menyerap pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Pendidikan merupakan salah satu aspek untuk mengetahui latar belakang.
Kehidupan masyarakat pedagang kaki lima. Tinggi rendahnya tingkat pendidikan seseorang terkadang dijadikan cermin kepribadian seseorang sesuai nilai yang berlaku dalam masyarakat. Tingkat pendidikan juga dapat dijadikan sebagai ukuran dalam menentukan tingkat kehidupan sosial ekonomi seseorang. Apalagi pada zaman yang sangat maju seperti saat ini. Berkaitan dengan hal tersebut tentunya para pedagang kaki lima yang bekerja disektor informal tentunya tidak terlalu membutuhkan tingkat pendidikan untuk menggeluti pekerjaannya. Namun
tingkat pendidikan yang ada sangat diperlukan dalamkehidupan operasi kerjanya yang berada dikawasan perkotaan. Berikut ini dapat dilihat tingkat pendidikan responden pada tabel berikut ini:
Tabel 4. 6
Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan
NO Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
1 Tidak sekolah 1 3,3
2 SD 12 40
3 SMP 13 43,3
4 SMA/ Sederajat 4 13,4
Jumlah 30 100
Sumber: Hasil tabulasi Data Primer 2017
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa 43,3% responden telah menempuh Pendidikan sampai tingkat SMP, 40% responden hanya menempuh pendidikan sampai tingakat SD dan satu orang diantara 30 responden tidak menempuh jalur pendidikan. Sedangkan yang menempuh pendidikan hingga SMA/Sederajat hanya ada 4 responden. Ini membuktikan bahwa tingkat pendidikan yang rendah hanya mampu bekerja di sektorinformal sebagai pedagang kaki lima karena tidak mempunyai potensi dan keterampilanyang cukup untuk bekerja di sektor formal.
Sedangkan responden yang tingkat pendidikannya SMA/Sederajat bekerja di sektor informal karena mereka sulit mendapatkan lapangan pekerjaan di sektor formal di perkotaan.
6. Mata Pencaharian
Masyarakat di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar sebagian besar berpencaharian pedagang kaki lima dan juga membuka warung di lokasi sekita panlos maupun dihalaman rumah mereka. Kesibukan masyarakat mewarnai suasana keseharian penduduk di Anjungan pantai losari, apalagi di hari-hari kerja bukan musim hujan disana dipenuhi oleh masyarakat yang mencari nafkah di pantai losari seperti menjual pisang peppe makanan khas yang terdapat di Anjugan Pantai Losari. Berikut ini dapat dilihat tingkat pendidikan responden pada tabel berikut ini:
Tabel 4. 7
Data Potensi Swalayan, Kantor Dan Usaha Lainnya
NO Nama Alamat
1 Alfa Mart Jl. Somba Opu
2 Alfa Mart Jl. Penghibur
3 Alfa Expres Jl. Somba Opu
4 Alfamidi Jl. Somba Opu
5 Indomart Jl. Penghibur
6 Indomart Jl. Somba Opu
7 Circle K Jl. Somba Opu
8 Circle K Jl. Penghibur
9 Circle K Jl. St. Hasanuddin
10 Central Store Jl. Somba Opu
11 Sinar Harapan Jl. Muchtar Luthfi
12 Danamon Syariah Jl. Somba Opu
13 Bank Bni Jl. Alimalaka
14 Radio Telstar Jl. Alimalaka
15 Koni Sulsel Jl. St. Hasanuddin
16 Kampus Unismuh (Atro) Jl. Ranggong
17 Smp Gamaliel Jl. Alimalaka
18 Smp Islam Jl. Datumuseng
19 Pt. Hayam Wuruk Jl. Muchtar Luthfi No 14 E 20 Pt. Raudah Eksati Utama Jl. Muchtar Luthfi
21 Pt. Intrasco Kilat Jl. Ranggong
22 Pt. Aspadin Jl. St. Hasanuddin
23 Club Makassar Sehat/Herbal
Life Jl. Datumuseng
Sumber: kantor Camat Ujung Pandang, 2017
Berdasarkan tabel 4.7 di atas, terlihat bahwa jumlah fasilitas swalayan secara keseluruhan di kecamatan ujung pandang sebanyak 11 unit. Dan Fasilitas kantor /bank/praktek dokter/usaha lainnya sebanyak 12 unit Dari fasilitas Hal ini memungkin masyarakatnya dapat mendapatkan lowongan pekerjaan yang sangat besar dan menguntungkan karena lokasi tempat mereka bekerja berada di pusat objek wisata yang berada Di Kota Makassar.
58 A. Game Pokemon Go
Saat ini pengguna game melalui perangkat mobile tengah gandrung bermain Pokemon Go. Buat para pemain game yang masih belum terlalu mengenal apa itu Pokemon Go, tentu saja merupakan hal yang wajar karena game ini belum dirilis untuk pengguna mobile di Indonesia dan baru hadir di Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Jepang. Tetapi game ini sudah sangat fenomenal di kalangan masyarakat Indonesia, termaksud para pemain game yang berada di kota Makassar mereka bahkan berlomba-lomba dalam menangkap pokemon yang sedang berkeliaran di sekitar lingkungan masyarakat dan beberapa alasan bagi para gamer memainkan game pokemon ini karena seru, sebagaimana yang di ungkapkan oleh Fk kepada peneliti saat diwawancarai bahwa :
“ game pokemon ini dapat menghilangkan stress kalau bagi saya, karena jika ada waktu luang ataupun lagi bad mood saya pasti melampiaskannya pada game apalagi game pokemon go karena game ini kita tidak bermain di tempat tetapi keluar untuk mencari pokemon jadi dapat cuci mata sekaligus bermain game ini dan saya rasa game pokemon go ini sangat seru di mainkan ketika lagi suntuk”. ( hasil wawancara 11 februari 2017).
Informan Rn mengatakan:
“saya memainkan game pokemon karna merasa tertantang untuk memainkan game yang baru di Indonesia karna game ini membuat kita harus berjalan mencari pokemon supaya pasukan kita bertambah dan juga bolanya harus dicari dulu sebelum menangkap pokemon jadi sekaligus berolahraga maka juga”. ( hasil wawancara 11 februari 2017 ).