BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik atau metode pengumpulan data merupakan cara untuk memperoleh data. Cara ini digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliable. Menurut Sugiono dan Prasetwo, bahwa teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan gabungan antara ketiganya atau triangulasi.98
Data yang dihimpun dalam penelitian ini tentunya data yang berhubungan dengan fokus masalah, yaitu data-data yang terkait dengan proses manajerial pengembangan kurikulum integratif sekolah-pesantren di
98 Andi Prastowo, Metode Penelitian Kualitatif, hal. 207.
MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep yang meliputi proses prencanaan, pelaksaan serta evaluasi dalam program tersebut.
1. Observasi Partisipasi (Participant Observation)
Menurut Robert Bogdan dan J. Steven Taylor, observasi partisipasi dipakai untuk menunjuk kepada penelitian (riset) yang ditandai dengan adanya interaksi sosial yang secara intensif antara peneliti dan objek yang diteliti.99 Sugiono mengatakan, dalam observasi ini peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, penelitii ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka-dukanya.100 Peneliti terlibat langsung dalam aktifitas sosial yang terjadi si lingkungan penelitian agar mendapatkan informasi yang benar-benar menggambarkan keadaan yang sebenarnya pada sumber data.
Pengamatan terlibat yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah partisipasi moderat. Spradley dalam Sugiyono menjelaskan, partisipasi moderat adalah dimana posisi peneliti menjadi orang dalam dan orang luar. Peneliti dalam pengumpulan data ikut serta dalam observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak secara menyeluruh.101 Untuk memperoleh data melalui observasi pastisipasi, peneliti harus terrjun langsung ke lapangan guna mengamati dan
99 Robert C. Bogdan & J. Steven Taylor, Kualitatif Dasar-dasar Penelitian. Terj. A. Khozin Afandi, (Surabaya: Usaha Nasional, 1993), 31.
100 Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Cet. 16, (Bandung: Alfabeta, 2013), 310.
101 Ibid, Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan, 312.
mengikuti kegiatan-kegiatan di MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep secara umum serta proses manajerial pengembagangn kurikulum integratif sekolah-pesantren secara khusus. Metode obeservasi ini dilakukan oleh peneliti untuk memperileh data secara komprehensif berupa:
a. Gambaran umum lokasi penelitian (sosial-geografis), yaitu lingkungan MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
b. Pola berpikir, sikap dan prilaku pimpinan yayasan serta kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinan yang dalam implikasinya merupa manajer dalam proses manajerial pengembangan kurikulum sekolah-pesantren terhadap seluruh staf dan sumber daya yang ada pada instansi yang dimaksud.
c. Kegiatan-kegiatan tenaga pendidik dan kependidikan MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
d. Kegiatan-kegiatan akademik peserta didik MA 1 Annuqayah, Guluk- guluk Sumenep.
e. Kegiatan-kegiatan non-akademik peserta didik MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
f. Kegiatan periodik akademik santri yang ada di pondok pesantren Annuqayah yang juga menjalani proses pembelajaran di MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
g. Kegiatan-kegiatan non- akademik santri yang ada di pondok pesantren Al-Hikmah yang juga menjalani proses pembelajaran di MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
h. Proses perencanaan pengembangan kurikulum integratif sekolah pesantren antara kepala yayasan, kepala sekolah, komite sekolah, para staf dan guru yang ada di lingkungan pendidikan MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
i. Proses pelaksanaan pengembangan kurikulum integratif sekolah pesantren antara kepala yayasan, kepala sekolah, komite sekolah, para staf dan guru yang ada di lingkungan pendidikan MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
j. Proses evaluasi pengembangan kurikulum integratif sekolah pesantren antara, kepala sekolah, Pengurus Pesantren, para staf dan guru yang ada di lingkungan pendidikan MA 1 Annuqayah dan pesantren Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
2. Wawancara Mendalam (Indepth Interview)
Sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Rulahm Ahmadi yang menjelaskan bahwa wawancara adalah cara yang utama dilakukan oleh peneliti kualitatif untuk memahami persepsi, perasaan dan pengetahuan orang-orang adalah wawancara mendalam serta intensif.
Yang dimaksud dengan wawancara mendalam adalah upaya menemukan pengalaman-pengalaman informan dari topik tertentu atau situasi spesifik yang dikaji. Oleh karena itu, dalam melaksanakan
wawancara untuk mencari data digunakan pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban berupa informasi.102
Wawancara dilakukan kepada kepala yayasan dan sekolah yang berkaitan dengan proses manajerial pengembangan kurikulum integratif sekolah-madrasah di MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Selain kepada kepala yayasan dan sekolah, peneliti juga berusaha menggali informasi dari sumber-sumber terkait seperti tenaga pendidik dan tenaga kependidikan guna memperdalam serta semakin komopleksnya data yang diperoleh.
3. Dokumentasi
Burhan Bungin mengatakan, metode dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial. Singkatnya, metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis.103 Peneliti mengumpulkan data-data terkait dengan proses prencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengembangan kurikulum integratif sekolah-pesantren, baik yang ada di sekolah dan pesantren untuk kemudian dipaparkan deskripsi manajemen pengembangan kurikulum integratif sekolah-pesantren yang ada di MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep. Adapun dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini adlah sebagai berikut:
102 Rulam Ahmadi, Memahami Metodologi Penelitian Kualitatif, (Malang: UM Press, 2005), 71.
103 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya, Cet. 4, (Jakarta: Kencana, 2010), 122.
a. Profil MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
b. Data staf tenaga pendidik dan kependidikan MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
c. Profil yayasan dan pesantren Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
d. Data staf tenaga pendidik dan kependidikan yayasan dan pesantren Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
e. Data peserta didik MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
f. Data santri pesanren Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
g. Dokumen kurikulum Sekolah MA 1 Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep
h. Dokumen kurikulum pesantren Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
G. Teknik Analisis Data
Hasil observasi, wawancara, dokumen-dokumen, bahan-bahan visual dan data-data online yang diperoleh nantinya akan di diolah dan dianalisis sedemikian rupa sehingga membentuk suatu konsep pemahaman yang utuh dan komprehensif atas fenomena yang diamati. Menurut Nasution dalam Sugiyono, dalam penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data.104 Karena menurut Milles Huberman dan Saldana, tujuan penelitian itu bukan hanya untuk meningkatkan pengertian peneliti saja, melainkan juga agar orang lain dapat
104 Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan, 336.
memiliki pemahaman tersebut.105 Jadi, dalam penelitian ini analisis dilakukan sekaligus bergandengan dengan proses pengumpulan data.
Untuk menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan teknik