PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan bagaimana evaluasi pengembangan kurikulum integratif madrasah dan pondok pesantren di MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep.
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Manajemen Pengembangan Kurikulum yang dimaksud adalah bagaimana proses manajerial (perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi) yang dilakukan dalam pengembangan kurikulum yang ada di MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Inilah pengembangan kurikulum, yaitu penyusunan kurikulum agar menjadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari segi tujuan, isi maupun pengorganisasiannya, yang senantiasa dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan lingkungan dengan menggunakan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
Sistematika Penulisan
Jadi dapat kita simpulkan bahwa pengintegrasian tujuan kurikulum Madrasah dan Pesantren pada Madrasah Aliyah 1 Annuqayah terletak pada Tujuan Kurikulum Madrasah yang dikembangkan dari Tujuan Kurikulum Pesantren. Jika mencermati perkembangan kurikulum dari sudut pengorganisasian isi pembelajaran, kita dapat melihat struktur kurikulum yang ada di madrasah dan pesantren. Bentuk pengembangan kurikulum integratif pada madrasah dan pesantren adalah berupa penggabungan manajemen kurikulum madrasah dengan kurikulum pesantren tanpa perlu adanya pencampuran atau penggabungan.
Temuan penelitian yang kedua adalah bentuk pengorganisasian isi kurikulum madrasah dan pondok pesantren yang terintegrasi, yaitu pemadanan materi. Pembahasan kedua ini berkaitan dengan temuan penelitian untuk menjawab rumusan masalah kedua mengenai implementasi pengembangan kurikulum integratif madrasah dan pesantren di MA 1 Annuqayah. Bentuk integrasi program implementasi kurikulum madrasah dan pesantren ini memperkuat klasifikasi pesantren menurut Mujahidin yaitu pesantren model Jami'i.
Integrasi pengawasan pelaksanaan kurikulum madrasah dan pondok pesantren terletak pada kerjasama antara kepala madrasah dan kepala pondok pesantren dalam meningkatkan mutu pelaksanaan kurikulum masing-masing. Pembahasan ketiga terkait dengan rumusan masalah akhir mengenai evaluasi kurikulum integrasi madrasah dan pesantren yang dilakukan di MA 1 Annuqayah. Namun jika tidak mampu, kurikulum madrasah dan pesantren yang ada sesuai dengan fasilitas yang diberikan.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Kajian Teori
57 Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktek Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Prenada Media Group, 2008), hal., 4. pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang sesuai. Oleh karena itu, pendekatan pengembangan kurikulum mengacu pada titik tolak atau sudut pandang umum mengenai proses pengembangan kurikulum. Dilihat dari ruang lingkup pengembangannya, baik konstruksi maupun penyempurnaan kurikulum, ada dua pendekatan yang dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum.
Langkah-langkah pengembangan kurikulum model demonstrasi adalah sebagai berikut: (1) Pendidik menemukan ide pengembangan dan hasilnya dianggap baik, (2) Kemudian hasilnya didistribusikan ke kurang lebih 70 sekolah. Oleh karena itu model ini tidak menggambarkan pengembangan kurikulum dalam bentuk langkah-langkah konkrit atau tahapan secara rinci.
Kerangka Konseptual
Semua materi disusun secara merata dan seimbang antara materi kurikulum madrasah Islam dan pesantren pada bidang-bidang di atas. Kurikulum madrasah dan pesantren yang direncanakan kemudian dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pembelajaran dan rutinitas wajib lainnya di madrasah yang diikuti oleh para santri atau santri. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa keterpaduan program implementasi kurikulum madrasah dengan pesantren adalah pada penggunaan pedoman kalender pendidikan.
Sasaran evaluasi ini adalah seluruh unsur pimpinan di madrasah, termasuk wakil kepala kurikulum madrasah dan kepala pondok pesantren Annuqayah. Evaluasi kurikulum di madrasah dan pesantren MA 1 Annuqayah dengan demikian terintegrasi pada seluruh tahapan yaitu evaluasi konteks, evaluasi masukan, evaluasi proses dan evaluasi hasil. Integrasi pengorganisasian isi kurikulum terletak pada perpaduan kurikulum madrasah dan pesantren pada materi agama Islam, khususnya bahan ajar yang digunakan.
Keterpaduan program pelaksanaan kurikulum madrasah dan pondok pesantren adalah keterpaduan kalender pendidikan dan rencana kegiatan akademik madrasah sebagai acuan dalam kegiatan pendidikan madrasah itu sendiri dan sekaligus dalam kegiatan pendidikan madrasah. kegiatan pesantren. Kurikulum Madrasah dan Pondok Pesantren dievaluasi sejauh mana mampu menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat. Temuan berikutnya adalah keterpaduan proses evaluasi kurikulum madrasah dan pesantren, yang dilakukan dengan melakukan evaluasi kurikulum pada saat proses implementasi kurikulum.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Secara geografis MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep terletak di Jalan Bukit Selamatana, Desa Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Salah satunya adalah terdapat beberapa jenis program yang dijalankan di MA 1 Annuqayah: (1) Sekolah berbasis teknologi, seni dan kewirausahaan yang berlandaskan pesantren dan efektifitas agama, (2) Ruang kelas khusus tentang kitab kuning studi literatur, (3) sekolah berbasis kemampuan dan, (4) program sekolah agama dan pengembangan kitab kuning.
Kehadiran Peneliti
Peneliti berperan sebagai pengamat dan supervisi subjek penelitian serta melakukan wawancara langsung kepada pengelola lembaga, kepala sekolah dan guru di MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep mengenai masalah yang ditelitinya yaitu manajemen pengembangan kurikulum di MA 1 Annuqayah Guluk - Guluk Sumenep. Kemudian status peneliti dan penelitian ini diketahui oleh informan atau subjek karena sebelumnya peneliti mengajukan izin tidak tertulis terlebih dahulu kepada lembaga MA 1 Annuqayah. Sedangkan peranan peneliti dalam hal ini adalah sebagai pengamat penuh, dan selain itu status peneliti sebagai peneliti diketahui dengan MA 1 Annuqayah.
Subjek Penelitian
Kepala MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, alasan dijadikan informan penelitian karena Kepala MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep merupakan pengambil kebijakan terhadap seluruh kegiatan sekolah, termasuk masalah manajemen kurikulum. Wakil Kepala Kurikulum MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, alasan menjadi informan penelitian karena Wakil Kepala Kurikulum bertugas menyusun dan merumuskan serta bertanggung jawab penuh terhadap implementasi kurikulum di MA 1 Annuqayah Guluk - Guluk Sumenep. Wakil Direktur Kemahasiswaan MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, alasan dijadikan informan penelitian karena Wakil Direktur Kemahasiswaan bersentuhan langsung dengan siswa sehingga dapat mempelajari tentang penerapan syariat Islam. Kurikulum integratif sekolah dengan pesantren di MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep.
Ketua Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep sebagai informan karena adanya kebijakan terkait kurikulum pondok pesantren. TU MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, alasan dijadikan informan penelitian karena TU berhubungan langsung dengan administrasi dan dokumentasi madrasah di MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep.
Sumber Data
Sumber data primer adalah data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti dari sumber primer. Dalam penelitian ini, sumber data utama adalah: ketua yayasan dan kepala sekolah sebagai informan kunci. Sumber data sekunder merupakan sumber data tambahan yang berfungsi untuk melengkapi data yang diperlukan oleh data primer.
Untuk menentukan sumber data dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling yang kemudian dilaksanakan melalui desain yaitu peneliti akan mengumpulkan data seluas-luasnya kemudian mempersempit dan menyempurnakannya berdasarkan fokus penelitian.97. Untuk memperoleh kedalaman dan keabsahan data, dicari informan kunci yang memenuhi kriteria tertentu dan dianggap berilmu serta dapat diandalkan. Mereka adalah sumber data terpercaya yang mengetahui permasalahan secara mendalam dan dapat memberikan informasi.
Teknik Pengumpulan Data
Kegiatan akademik berkala santri di Pondok Pesantren Annuqayah yang juga menjalani proses pembelajaran di MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Kegiatan non akademik siswa di Pondok Pesantren Al-Hikmah yang juga menjalani proses pembelajaran di MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Proses perencanaan pengembangan kurikulum integratif hunian Islami antara ketua yayasan, kepala sekolah, komite sekolah, staf dan guru di lingkungan pendidikan MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep.
Proses implementasi pengembangan kurikulum integratif perumahan Islam antara ketua yayasan, kepala sekolah, komite sekolah, staf dan guru di lingkungan pendidikan MA 1 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Proses evaluasi pengembangan kurikulum integratif pondok pesantren antara kepala sekolah, pengurus pondok pesantren, staf dan guru di lingkungan pendidikan MA 1 Annuqayah dan Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep.
Analisis Data
Dalam penelitian ini, setelah data yang tidak diperlukan dikeluarkan, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Seluruh data yang digunakan berkaitan erat dengan manajemen pengembangan kurikulum integratif pesantren di MA 1 Annuqayah. Kesimpulan awal yang disampaikan masih bersifat sementara dan dapat berubah kecuali ditemukan bukti pendukung yang kuat pada pengumpulan data tahap berikutnya.
Jadi dapat dipahami bahwa sifatnya dapat berubah apabila kesimpulan yang diambil tidak memberikan bukti yang kuat dan mendukung. Namun apabila kesimpulan pada tahap awal ini dapat didukung oleh bukti-bukti yang kuat dan keabsahan datanya konsisten serta dapat dipertanggungjawabkan, maka kesimpulan telah tercapai.
Keabsahan Data
- Tahapan - Tahapan Penelitian
Jadi dalam supervisi/pengawasan terhadap pelaksanaan kurikulum Madrasah Annuqayah dan Pondok Pesantren serta di Madrasah Aliyah 1 Annuqayah terdapat keterpaduan koordinasi yang intensif antara kepala madrasah dan kepala pondok pesantren, sehingga dapat melakukan pengawasan. Kualitas implementasi kurikulum khususnya dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan asatidz di pondok pesantren dapat dilakukan secara dua arah. Dari data yang dikumpulkan, evaluasi kurikulum yang dilakukan di madrasah dan pesantren dapat dikategorikan dalam model Konteks—Input—Proses—Produk (CIPP) dalam perspektif Stufflebeam. Penyelarasan tujuan kurikulum madrasah dan pesantren dalam misinya memberikan gambaran bahwa MA 1 Annuqayah benar-benar mengintegrasikan pesantren secara kelembagaan dan dalam kurikulum pendidikannya.
Hasil penelitian di MA 1 Annuqayah dan Pondok Pesantren Annuqayah menemukan dua temuan pada beberapa aspek, pertama pengorganisasian isi kurikulum madrasah, kedua pengorganisasian isi kurikulum pesantren, dan ketiga pengintegrasian dalam pengorganisasian kurikulum madrasah. dan pesantren. Hasil evaluasi kurikulum dalam wilayah konteks yang sama oleh madrasah dan pesantren digunakan sebagai rekomendasi perbaikan dokumen kurikulum lembaga madrasah dan pesantren. Temuan lainnya adalah madrasah dan pesantren menilai data kurikulum dalam aspek yang sama.
PAPARAN DATA DAN ANALISIS
Papapran Data
Temuan Penelitian
Integrasi supervisi pelaksanaan kurikulum madrasah dan pesantren terletak pada kerjasama antara kepala madrasah yang didukung oleh tim pengembangan kurikulum dan pimpinan pondok pesantren dalam meningkatkan mutu pelaksanaan kurikulum masing-masing karena guru/ ustad dan santri/santri berasal dari kedua unsur lembaga tersebut. Integrasi tujuan kurikulum madrasah dan pesantren dalam bentuk misi bersama ini menunjukkan tercapainya jangkauan tujuan pendidikan Islam secara komprehensif yang tidak hanya penguasaan ilmu agama (materi biasa dan jurusan agama) tetapi juga pengetahuan umum (sosial, alam dan linguistik) dan internalisasi nilai-nilai spiritual Islam. . Terdapat kesamaan konteks sosiologis yang dinilai pada madrasah dan pondok pesantren, yang meliputi: perkembangan sosial budaya masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Evaluasi yang dilakukan madrasah dan pesantren dalam proses penerapan kurikulum sesuai dengan teori yang disampaikan Hasan bahwa evaluasi proses adalah evaluasi terhadap pelaksanaan inovasi kurikulum sebagai suatu kenyataan atau kegiatan yang bertujuan. Terdapat kesamaan proses evaluasi yang dilakukan madrasah dan pesantren, yaitu evaluasi konteks, evaluasi masukan, evaluasi proses dan evaluasi produk kurikulum.
PEMBAHASAN
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Dari bentuk integrasi yang dipilih kemudian berkembang menjadi struktur kurikulum yang komprehensif antara ilmu alam dan ilmu agama, namun tetap dalam koridor nasional. Pimpinan madrasah hendaknya selalu memantau secara ketat proses penerapan kurikulum di wilayahnya yang menjadi pedoman dalam perencanaan dan evaluasi kurikulum yang dilaksanakan. Guru yang mengajar mata pelajaran umum (IPA, IPS, dan Linguistik) sebaiknya mulai memasukkan konten keagamaan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan.
Guru yang mengajarkan materi agama (fiqhu, aqidah-akhlak, Qur'an_hadits, SKI, ushul fiqh, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu mantik dan lain-lain) wajib mempelajari materi agama yang diajarkannya.