• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Kerangka Teori

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.14

Manajemen berasal dari kata To Manage yang artinya mengatur.Istilah Manajemen (Management) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan, ketata laksanaan, kepemimipinan, pemimpin, ketata pengurusan, administrasi dan sebagainya.15

Devinisi Manajemen yang dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

1) Daft

Management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational resources”. Pendapat tersebut kurang

lebih mempunyai arti bahwa Manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi.

2) Plunket dkk

Mendefinisikan Manajemen sebagai “One or more managers individually and collectively setting and achieving goals by exercising

14Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), hlm. 54.

15Rahmat, “Definisi Manajemen“, Dalam : http://blog.re.or.id/definisi-manajemen.htm/

Diakses pada 20 September 2020 pukul 10.37 WITA.

related functions (planning organizing staffing leading and controlling) and coordinating various resources (information materials money and people)”. Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa Manajemen merupakan satu atau lebih manajer yang secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dengan melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang).

3) G.R. Terry.

Menurutnya Manajemen adalah: “Management is distinict process consisting of planing, organizing, actuating and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources (Manajemen adalah suatu proses khusus yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan lainnya)”.16

4) Harold Koontz dan Cyrill O’Donnel

Mengartikan Manajemen sebagai berikut: “ Management is getting things done through people. In bringing about this coordinating of group activity, the manager, as a manager plans, organizes, staffs,

16Drs. H. Malayu S.P Hasibuan. Manajemen Dasar, pengertian dan masalah(Jakarta : Bumi Aksara 2005), hlm. 2.

direct, and control the activities other people (Manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan pengendalian).17

Selain pengertian Manajemen juga perlu mengetahui elemen-elemen dasar Manajemen, konsep dasar Manajemen, tujuan Manajemen dan fungsi Manajemen, yakni sebagai berikut18:

1. Elemen-Elemen Dasar Manajemen 1) Elemen sifat19

a. Manajemen sebagai suatu seni

Yaitu sebagai suatu keahlian, kemahiran, kemampuan, dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan.

b. Manajemen sebagai suatu ilmu

Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistemasikan dan di organisasikan untuk mencapai kebenaran umum(general purpose).

2) Elemen fungsi20 a. Perencanaan

17Ibid. Hlm 3.

18Ibid

19 Ibid.

20Ibid.

Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.

b. Pengorganisasian

Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentuan hubungan pekerjaan yang baik di antara mereka, serta pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan kondusif.

c. Pengarahan

Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan pencapaian tujuan bersama.

d. Pemotivasian

Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan inspirasi, semangat, dan kegairahan kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya.

e. Pengendalian

Yaitu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan

rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. Dengan demikian, apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan tersebut, diadakan suatu tindakan perbaikan(corrective actions).

1. Konsep Dasar Manajemen21 a) Manajemen sebagai Ilmu

Manajemen telah dipelajari lama dan telah dikaji, diorganisasikan menjadi suatu rangkaian teori. Manajemen memerlukan disiplin-disiplin ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya untuk mencapai tujuan. Manajemen dalam upaya mencapai tujuannya berdasarkan kaidah ilmiah dan sistematis.

b) Manajemen sebagai Seni

Diartikan bahwa manajer dalam mencapai tujuan banyak dipengaruhi oleh keterampilan-keterampilan pribadi, bakat dan karakternya.

2. Fungsi Manajemen22

a) Perencanaan (Planning)

Proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi Manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain tak akan dapat berjalan.

21Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan. Manajemen Dasar, pengertian dan masalah(Jakarta:

Bumi Aksara, 2009).Hlm 19

22 Ibid. Hlm 20

b) Pengorganisasian (Organizing)

Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

c) Pengarahan (Actuating/Directing)

Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

d) Pengawasan (Controlling)

Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.23

3. Strategi

Kata strategi berasal dari bahasa yunani “Strategi’’ yang diartikan sebagai “The Art Of The General” atau sei yang digunakan panglima saat peperangan. Adapun devinisi strategi adalah peroses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang

23Ibid.

organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut tercapai.24

Dalam buku Basu Suwatha & Irawan mengatakan bahwa strategi adalah suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Beberapa perusahaan mungkin mempunyai tujuan yang sama, tetapi strategi yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut dapat berbeda.25

a. Tingkatan strategi dalam organisasi.26

1. Strategi Korporat (corporate strategy)

Strategi korporat adalah strategi yang berkaitan dengan pilihan arah perusahaan secara keseluruhan.Oleh karena itu, strategi korporat lebih berkenaan dengan pertanyaan dimana sebaiknya bersaing dan bukannya bagaimana bersaing dalam industry tertentu, yang merupakan strategi unit bisnis. Pada tingkat korporat masalahnya adalah:

a) Definisi bisnis dimana perusahaan akan berpartisipasi,

b) Penugasan sumber daya anatarbisnis-bisnis tersebut.

Analisis strategi korporat akan menghasilkan keputusan yang melibatkan bisnis yang akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan , bisnis yang akan ditekankan dan bisnis yang akan dikurangi.

2. Strategi Bisnis (Business strategy)

24Setiawan Dimas “Devinisi pengetahuan”, dalam

Http//definisimu.blogspot.co.id/Diakses pada 11 April 2020 pukul 14.16 WITA

25Basu Swatha & Irawan, Manajemen pemasaran modern (Yogyakarta: Liberty, Yogyakarta, 1998),Hlm. 67.

26Sekaran, Uma Research methods for business. (Salemba empat, Jakarta, 2006).Hlm. 44

Strategi tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran ditengah masyarakat.Bagaimana menempatkan organisasi dihati para pengusahan, para donor dan sebagainya.Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan stratejik yang sekaligus mampu manunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.

3. Strategi Fungsional (Fungsional strategy)

Strartegi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain, ada dua jenis strategi fungsional yaitu:

a) Strategi fungsional ekonomi

Yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu-kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaraan, sumber daya, penelitian dan pengembangan.

b) Strategi fungsional manajemen

Mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, implementing, controlling, staffing, leading, motivating, communicating dan integrating.

b. Proses Perumusan Strategi.

Terdiri dari tiga tahapan Yaitu:27 1. Formulasi Stratetgi

27Ibid. Hlm 45.

Formulasi strategi terdiri dari serangkaian kegiatan yang meliputi:

a. Menentukan kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan internal.

b. Mengindentifikasi peluang-peluang dan ancaman-ancaman eksternal.

c. Membuat visi dan misi bisnis.

d. Menetapkan tujuan jangka panjang.

e. Membangun strategi-strategi alternative.

f. Memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan.

2. Implementasi Strategi

Membuat tujuan jangka pendek, membuat kebijakan- kebijakan, melakukan desain struktur organisasi, mengalokasi dan mengendaliakan sumber daya serta memanage perubahan strategi.

3. Evaluasi dan Pengendalian Kinerja

a) Meninjau kembali faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi yang ada sekarang.

b)Mengukur kinerja, seperti: kinerja keuangan, kinerja penjualan, kinerja produksi, dan kinerja lainnya.

c)Mengambil tindakan-tindakan korektif.

4. Manajemen Stratejik

1. Pengertian Manajemn Stratejik.28

Manajemen stratejik adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi kegiatan tersebut terdiri dari perumusan/perencanaan strategi, pelaksanaan/implementasi dan evaluasi. Manajemen stratejik memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.

Manajemen Strategik terdiri atas tiga proses:

a. Pembuatan strategi, yang meliputi pengembangan misi dan tujuan jangka panjang, mengidentifiksikan peluang dan ancamandari luar serta kekuatan dan kelemahan organisasi, pengembangan alternatif- alternatif strategi dan penentuan strategi yang sesuai untuk diadopsi.

b. Penerapan strategi meliputi penentuan sasaran-sasaran operasional tahunan, kebijakan organisasi, memotovasi anggota dan mengalokasikan sumber-sumber daya agar strategi yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan.

c. Evaluasi/Kontrol strategi, mencakup usaha-usaha untuk memonitor seluruh hasil-hasil dari pembuatan dan penerapan strategi,

28Higgins, James, M. dan Vincze, Julian, W. Strategic Management text and cases. (USA:

The Dryden Press. 1993). Hlm.45

termasuk mengukur kinerja individu dan organisasi serta mengambil langkah-langkah perbaikan jika diperlukan.

2. Manfaat Manajemen Stratejik29

Dengan menggunakan manajemen stratejik sebagai suatu kerangka kerja (frame work) untuk menyelesaikan setiap masalah stratejik di dalam organisasi terutama berkaitan dengan persaingan, maka peran manajer diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara stratejik.Pemecahan masalah dengan menghasilkan dan mempertimbangkan lebih banyak alternatif yang dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu hasil yang menguntungkan.

Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi jika mereka menerapkan manajemen stratejik, yaitu:

a. Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju, membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.

b. Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif.

c. Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.

d. Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang.

e. Keterlibatan anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.

29Ibid.

f. Aktifitas yang tumpang tindih akan dikurang.

C. Metode Penelitian

Dokumen terkait