• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKASARI DEWI 170501255 JURUSAN EKONOMI SYARIA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "EKASARI DEWI 170501255 JURUSAN EKONOMI SYARIA"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar belakang

Perum BULOG sebagai lembaga yang ditugaskan oleh pemerintah bertanggung jawab menyediakan dan mengendalikan stok beras dan/atau gabah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perum BULOG Kanwil NTB memiliki 3 jenis pegawai yang bekerja di Kanwil mulai September 2020 yaitu. Total pegawai Perum BULOG Kanwil NTB sebanyak 139 pegawai, yang terdiri dari 25 pegawai di Sumbawa, 20 pegawai di Bima dan 19 pegawai di Lombok Timur.

Strategi Manajemen yang diterapkan oleh Perum BULOG Kanwil NTB dalam proses pengadaan gabah/beras untuk mencapai tujuan pengadaan yang telah ditetapkan oleh direksi perusahaan yaitu; Perum BULOG menentukan kualitas pengadaan gandum/beras yang dapat diterima oleh perusahaan sebelum dikirim ke gudang, dengan persyaratan kualitas yang terdiri dari: Persyaratan kualitas beras, gandum dan bahan baku, selain itu Perum BULOG Kanwil NTB juga menentukan model pengadaan untuk membuat dan membeli model pengadaan tersebut. ll Model yang penulis uraikan dalam pembahasan.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Telaah Pustaka

Hasil dari penelitian ini adalah kinerja Perum BULOG dalam mewujudkan pengadaan dan pendistribusian beras di Sidoarjo yaitu. 10Iqbal Reza, Kajian deskriptif kinerja Badan Bulog dalam pengadaan dan pendistribusian beras dalam mendukung pemantapan pangan. Namun yang membedakan antara pemeriksaan ini dengan yang dilakukan adalah pokok bahasan pemeriksaan dan permasalahan yang diangkat di Biro Logistik atau Kanwil NTB.

Penjualan (perspektif ekonomi Islam), sedangkan peneliti lebih fokus pada manajemen strategis dalam pengadaan beras di BULOG Kanwil NTB.

Kerangka Teori

Pandangan ini kurang lebih berarti bahwa Manajemen adalah seorang atau lebih manajer yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama mengembangkan dan mencapai tujuan organisasi dengan menjalankan fungsi-fungsi yang saling terkait (perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pengarahan dan pengendalian) dan mengkoordinasikan berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang). 3) G.R. Ibarat sebuah keahlian, kemahiran, kesanggupan dan keterampilan dalam penerapan ilmu untuk mencapai tujuan. Yakni, akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasi dan diorganisir untuk mencapai kebenaran umum (general purpose).

Merupakan suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu periode/periode tertentu dan tahapan/langkah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan inspirasi, semangat dan semangat kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melaksanakan suatu kegiatan yang perlu dilakukan. Artinya manajer dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi oleh keterampilan, bakat dan karakter pribadi.

Proses menentukan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan, dan mengembangkan rencana kegiatan kerja organisasi. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diselenggarakan dan dilaksanakan dapat berjalan sesuai target yang diharapkan, meskipun terjadi berbagai perubahan di lingkungan yang dihadapi dunia usaha. Beberapa perusahaan mungkin memiliki tujuan yang sama, tetapi strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut mungkin berbeda.

Manajemen strategis adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, mengembangkan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi, serta mengalokasikan sumber daya untuk mengimplementasikan kebijakan dan rencana untuk mencapai tujuan organisasi.Kegiatan ini terdiri dari perumusan/perencanaan strategi, implementasi/implementasi dan evaluasi. Implementasi strategi meliputi penetapan tujuan operasi tahunan, kebijakan organisasi, memotivasi anggota, dan mengalokasikan sumber daya agar strategi yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan.

Metode Penelitian

Dalam buku Sugiono disebutkan bahwa penelitian kualitatif adalah metode penelitian filsafat post-positivisme yang digunakan untuk penelitian dalam hubungan objek yang natural, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna dalam pengamatan esensial mereka terhadap dunia mereka, dan orang-orang interaktif di sekitarnya. mereka. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan kualitatif ini, agar peneliti dapat langsung menganalisis kondisi yang sebenarnya dan ingin mengungkapkan secara deskriptif bagaimana manajemen strategi dalam pengadaan beras yang dilakukan oleh Perum BULOG KANWIL NTB untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, karena pada dasarnya data tersebut lebih bersifat teoritis dibandingkan dengan angka yang ditemukan di lapangan. Dalam penelitian ini karena peneliti terjun langsung ke lapangan maka observasi yang digunakan peneliti adalah observasi non partisipan yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan dan melakukan pengamatan secara utuh terhadap orang-orang yang akan diamati.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur atau wawancara bebas, dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data di lokasi penelitian. Kepala Dinas (KASI) Pengadaan Pangan, Kepala Pengadaan Barang dan Jasa serta Kepegawaian, di Bidang Pengadaan Perum BULOGKANWIL NTB.Tujuannya untuk mendapatkan data atau informasi yang akurat dari instrumen mengenai manajemen strategis dalam pengadaan beras di Perum BULOG KANWIL NTB. 37 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014), P.160. . gambar atau karya monumental seseorang.38.

39Imam Gunawan, Teori dan Praktek Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT. Jenis dan Sumber Data a) Jenis Data. Data kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati, contoh data kualitatif adalah: Prosedur, sistematika dan hasil wawancara berupa tanggapan atau komentar terkait manajemen strategis dalam pengadaan beras di Perum BULOG KANWIL NTB. Data kuantitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data empiris berupa data angka, seperti ini biasanya merupakan hasil transformasi dari data kualitatif yang memiliki tingkatan yang berbeda, contoh data kuantitatif dalam penelitian ini adalah: Jumlah pengadaan beras yang dilakukan di Perum BULOG KANWIL NTB.

Sumber data yang peneliti gunakan oleh karena itu adalah subjek yang biasa disebut informan dimana data dapat diperoleh. Sumber primer adalah sumber data yang memberikan data secara langsung kepada pengumpul data 41 Informan dalam penelitian ini adalah para kepala dinas (KASI) pengadaan pangan, kepala pengadaan barang dan jasa serta pegawai di bidang pengadaan pada Perum BULOG KANWIL NTB.

Tehnik Analisis Data

Reduksi data, yaitu data yang telah dikumpulkan kemudian dirangkum, dipilih hal-hal yang paling penting, difokuskan pada hal-hal yang penting, diberi tema atau pola. Visualisasi data adalah upaya untuk membuat berbagai macam matriks, grafik jaringan dan grafik sebagai gambaran dari keseluruhan data. Menarik kesimpulan dan verifikasi yaitu menarik kesimpulan dari data yang diperoleh, dalam hal ini peneliti dapat menggunakan metode deduktif atau metode induktif.

Mengingat penelitian ini hanya mengumpulkan data kualitatif, maka penulis menggunakan analisis dan logika yang didasarkan pada analisis induktif.Metode induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan dari data yang bersifat spesifik. Metode induktif adalah cara berpikir tentang peristiwa yang khusus atau konkrit untuk dipelajari secara umum. Penelitian ini dilakukan dengan menjelaskan bagaimana manajemen strategis pengadaan beras yang dilaksanakan oleh Kanwil BULOG di Nusa Tenggara Barat, kemudian menganalisis data dengan mengintegrasikannya dengan teori yang ada.

Sistematika Pembahasan

BAB V yaitu penutup, bab ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian ini.

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Bagian pengadaan pangan bertugas melaksanakan kegiatan penyusunan program pengadaan gabah/beras dan bahan pangan lainnya; mengusulkan atau menetapkan target pengadaan gabah/beras dan pangan lainnya; pemantauan dan evaluasi mitra untuk pengadaan gabah/beras dan pangan lainnya; perhitungan kebutuhan yang meliputi biaya bahan pembantu (kemasan, tas, benang kuralon dan lain-lain), biaya perolehan, biaya eksploitasi dan administrasi perolehan seperti akad jual beli dan dokumen lainnya; pengembangan manajemen budidaya pertanian (on farm); pembangunan gudang makanan; Berikut persyaratan mutu beras medium yang dapat diterima oleh Perum BULOG Kanwil NTB dengan spesifikasi derajat giling minimal 95% : (sesuai lampiran pada Gambar 1.3). Berikut persyaratan mutu bahan baku beras yang dapat diterima oleh Perum BULOG Kanwil NTB dengan spesifikasi derajat giling minimal 70% : (Sudah terlampir pada lampiran Gambar 1.5).

Berikut persyaratan mutu bahan baku terigu yang dapat diterima Perum BULOG Kanwil NTB: (Sudah terlampir pada lampiran Gambar 1.6). Pengadaan bahan baku gabah/beras dapat dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan yang berbadan hukum, badan usaha, BUMN, BUMD, BUMD, usaha perorangan, petani/kelompok tani/gapoktan/gapoktan, koperasi, lumbung pangan desa dan BULOG Industri BULOG produsen koperasi/pengadaan. 17) Membuat dan mengambil catatan penimbangan dan membuat dokumen LHPK (Lembar Hasil Pemeriksaan Mutu) gandum/beras melalui aplikasi pemeriksaan mutu.

Pembelian gabah/beras dapat dilakukan melalui kerjasama dengan pabrik modern swasta/BUMN atau kerjasama dengan UB Industri. Strategi manajemen yang diterapkan oleh Perum BULOG dalam melaksanakan pengadaan gabah/beras untuk mencapai target pengadaan tahunan yang telah ditetapkan oleh direksi perusahaan, dalam hal ini terkait dengan fungsi perencanaan (Planning) dalam Strategic Management, adalah proses menentukan tujuan organisasi, membuat strategi untuk dapat mencapai tujuan dan menyusun rencana kegiatan kerja organisasi66. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan proses pencatatan dan pengambilan gabah/beras, sehingga tidak ada kata akhir dalam pengiriman barang ketika pemasok dapat melakukan transaksi pengiriman barang ke gudang BULOG.

Pada pola BTBS ini, tujuannya adalah untuk memiliki stok gabah/beras yang dapat disimpan dan dikelola untuk kebutuhan di masa mendatang. Pengadaan gabah/bahan baku beras dapat dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan yang berbadan hukum, badan usaha, BUMN, BUMD, BUMDes, usaha perorangan, petani/kelompok tani/gabungan kelompok tani (Poktan/Gapoktan), koperasi, lumbung pangan desa dan UB Industri BULOGberas yang bekerjasama dalam pengadaan gabah/Gapoktan. Dengan tata cara pengadaan sebagai berikut, pemasok mengajukan penawaran pengadaan gabah/beras rumah tangga kepada Perum BULOG Kanwil NTB, apabila pemasok memenuhi persyaratan atau standar yang ditetapkan oleh Perum BULOG maka pemasok dapat menjalin kerjasama dengan Perum BULOG.

Ir.Maqdisa, MM, "Sudah dipublikasikan", Merancang Strategi Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri, dalam Http://Strategi Pengadaan Gabah.pdf/Clanek/.

Gambar 1.1 : Struktur Organisasi Perum BULOG NTB
Gambar 1.1 : Struktur Organisasi Perum BULOG NTB

Gambar

Gambar 1.1 : Struktur Organisasi Perum BULOG NTB
Gambar  1.2:  Persyaratan  Kualitas  Gabah  yang  dapat  diteri  oleh  Perusahaan BULOG
Gambar  1.3:.  Persyaratan  kualitas  beras  medium  yang  dapat  diterima oleh perusahaan BULOG
Gambar  1.5:  Persyaratan  kualitas  beras  bahan  baku  yang  dapat  diterima oleh perusahaan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Africanisation seeks to dispel, exorcise and displace Western paradigms of African identity through rethinking the entire ideological church apparatus of theological education from the