Kelas III STANDAR JKN
M. Kesehatan Jiwa
Pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit adalah pelayanan kasus gangguan jiwa yang memerlukan penanganan multidisplin dan spesialistik serta perawatan. Di RSD dr. Soebandi Jember pemeriksaan kesehatan jiwa terdiri dari psikotes, konsultasi, terapi medikamentosa dan psikoterapi. Untuk rincian kegiatan selama tahun 2022 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.18 Jumlah Kunjungan Pasien Kesehatan Jiwa Berdasarkan Pemeriksaan
Pemeriksaan 2020 2021 2022
Psikotes 1.206 686 875
Konsultasi 117 111 106
Terapi Medikamentosa 1.585 2.869 3.717
Psikoterapi 3.472 2.188 2.269
Sumber : Laporan Instalasi Admisi dan Rekam Medis Per 31 Desember 2022
3.1.8 Lokasi Rumah Sakit
RSD dr. Soebandi memiliki lahan seluas 42.068 m2 atau 4,207 Ha dan bangunan seluas 15.552,08 m2, yang dikelilingi oleh permukiman dan dibatasi oleh Jl. dr. Soebandi di sisi utara dan Jl. Jeruk di sisi timur. Di atas lahan tersebut pada saat ini (2023) telah berdiri bangunan-bangunan gedung yang terdiri dari:
(1) Gedung Rawat Jalan dan Administrasi Rumah Sakit yang terdiri dari 4 lantai, (2) Gedung Instalasi Bedah Sentral yang terdiri dari 4 lantai,
(3) Gedung Laboratorium dan Radiologi yang terdiri dari 2 lantai, (4) Gedung Poli Rawat Jalan yang sedang dibangun 5 lantai, (5) Gedung IGD dan ICU yang terdiri dari 2 lantai,
(6) Gedung Rehab Medik,
(7) Gedung Instalasi dan Depo Farmasi, (8) Gedung Rawat Inap terdiri dari 2 lantai, (9) Gedung Keperawatan,
(10) Gedung Cafetaria, (11) Gedung IPS,
(12) Gedung Instalasi Gizi, (13) Gedung Laundry,
(14) Gedung Instalasi Pemulasaraan Jenazah,
(15) Gedung Genset, (16) Gedung Masjid (17) IPAL
(18)Parkir kendaraan Hidrant
Gambar 3.9 Bangunan Gedung RSD dr. Soebandi
Ke semua fasilitas bangunan-bangunan gedung di atas dikelompokkan fungsinya berdasarkan fungsi zonanya yang terdiri dari zona rawat jalan, zona rawat darurat, zona penunjang medik, zona perawatan, IBS, dan VK, zona penunjang non medik/servis, dan zona manajemen. Berdasarkan sifat aktivitasnya juga dapat dikelompokkan ke dalam zona publik, zona semi publik, zona privat, zona servis dan zona manajemen.
Pengelompokan zona-zona tersebut dapat dilihat pada peta di bawah ini. Tata susunan pengelompokan berdasarkan zonanya telah diterapkan cukup baik sehingga kegiatan pelayanan dapat berjalan efektif.
Kondisi fisik bangunan-bangunan gedung untuk pelayanan yang bersifat semi privat dan privat menempati Gedung-gedung lama dengan ketinggian satu sampai dua lantai, mayoritas adalah Gedung Rawat Inap. Sedangkan untuk Gedung-gedung yang bersifat semi publik dan publik dibangun lebih terakhir, dan mendapatkan renovasi pada
8 19
18
18
17 16
15 14 13
12 11
10
9 8
8 8
8 8
8 8 8 7
6
5 4
3
2 1
Gambar 3.10 Siteplan Eksisting RSD dr. Soebandi
3.1.9 Kondisi Fisik Lingkungan
Kondisi fisik lingkungan Kabupaten Jember diantaranya 1. Iklim dan Curah Hujan
Iklim di wilayah Kabupaten Jember berdasarkan data cuaca dan curah hujan menunjukan pola musim penghujan dan musim kemarau tiap tahunnya. Musim kemarau terjadi di bulan Mei sampai dengan Oktober, sedangkan musim penghujan terjadi di bulan November sampai dengan April.
Rata-rata curah hujan di Kabupaten Jember tercatat sebesar 5,11 mm/hari dengan rata-rata curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 11,17 mm/hari.
Sedangkan rata-rata curah hujan terendah terjadi bulan Juli sebesar 0,53 mm/hari.
2. Topografi
Secara keseluruhan rata-rata ketinggian Kabupaten Jember pada 95-115 m di atas permukaan laut dengan rata-rata kelandaian 3.7%-4%. Pada lokasi RS dr.
Soebandi berada pada ketinggian 111 m dengan kelandaian 0.6%.
3. Aspek sanitasi dan air bersih a. Penyediaan air bersih
Sumber air bersih di RSD dr. Soebandi adalah dari sistem perpipaan PDAM Tirta Pandalungan dan sumur tanah dangkal.
b. Drainase
Sistem pelayanan drainase di lokasi perencanaan adalah sistem jaringan induk/primer, jaringan sekunder dan jaringan tersier. Tipe kontruksi dari jaringan drainase tersebut adalah saluran tertutup. Saluran kolektor merupakan saluran tersier yang terletak di sisi jalan lokal, kemudian dialirkan ke saluran sekunder dan saluran primer yang umumnya berada di kedua sisi jalan.
c. Persampahan
Sistem pembuangan sampah oleh pihak RSD dr. Soebandi adalah membuang dengan cara menimbun kemudian membuang pada tempah sampah yang telah disediakan di lokasi.
4. Utilitas a. Jalan
Struktur jaringan jalan terbentuk oleh jaringan jalan arteri sekunder, jalan kolektor primer, jalan kolektor sekunder, jalan local primer, dan jalan lokal sekunder.Jalan arteri primer merupakan penghubung antara Ibu Kota Kabupaten dan kecamatan. Jalan ini merupakan jalur utama di kawasan tersebut. Jalan kolektor primer merupakan penghubung utama antara Kota Kecamatan ke Permukiman. Jalan kolektor sekunder merupakan penghubung antara permukiman dengan permukiman lainnya. Kondisi jaringan jalan yang ada di Kab. Jember secara umum baik. Tetapi ada beberapa titik kemacatan khususnya di area RSD dr. Soebandi.
b. Telekomunikasi
Penggunaan telekomunikasi dan jasa pos telah berkembang dengan baik, sejalan dengan peningkatan sistem sarana dan prasarana di Kabupaten Jember.
c. Kelistrikan
Pelayanan kebutuhan energi listrik Kab. Jember fasilitasi oleh PLN.
Kebutuhan tenaga listrik didistribusi dari PLN yang melayani seluruh Kab.
Jember dengan dibantu dengan mesin Diesel milik RSD dr. Soebandi yang digunakan apabila listrik PLN sementara padam.
3.1.9 Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) RSD dr. Soebandi adalah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BLUD non ASN. Keseluruhan jumlah kepegawaian RSD dr.
Soebandi adalah 1125 orang, terdiri dari 527 orang ASN, 552 orang BLUD non-PNS dan 16 orang PPPK. Jumlah dan jenis ketenagakerjaan pegawai RSD dr. Soebandi
Tabel 19 Jumlah dan Jenis Ketenagakerjaan Pegawai RSD dr. Soebandi
Sedangkan SDM RSD dr. Soebandi menurut status kepegawaiannya dan profesinya menurut data Rumah Sakit Tahun 2022 yaitu:
1) Dokter Umum 7 orang PNS dan 20 orang non-PNS
2) Dokter Spesialis 33 orang PNS, 21 orang non-PNS, 22 orang Bantuan UNEJ/RS Paru, dan 2 orang Paruh Waktu
3) Dokter Gigi 7 orang PNS dan 1 orang non-PNS
4) Dokter Gigi Spesialis 4 orang PNS dan 2 orang non-PNS 5) Tenaga Psikologi Klinis 1 orang PNS dan 1 orang non-PNS
6) Tenaga keperawatan 141 orang PNS, 15 orang PPPK, dan 280 orang non-PNS 7) Tenaga Kebidanan 30 orang PNS, 1 orang PPPK, dan 25 orang non-PNS
8) Tenaga Kefarmasian 26 orang PNS, 16 orang non-PNS, dan 1 orang Paruh Waktu.
9) Tenaga Kesehatan Masyarakat 1 orang PNS dan 10 orang non-PNS 10) Tenaga Kesehatan Lingkungan 2 orang PNS
11) Tenaga Gizi 11 orang PNS, 3 orang CPNS, dan 2 orang non-PNS 12) Tenaga Keterapian Fisik 12 orang PNS dan 1 orang non-PNS
13) Tenaga Keteknisian Medis 25 orang PNS, 8 orang CPNS, dan 9 orang non-PNS 14) Tenaga Struktural 24 orang PNS
15) Tenaga non-Kesehatan 176 orang PNS, 148 orang non-PNS dan 5 orang Bantuan UNEJ/RS Paru
3.1.10 Sumber Daya Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh RSD dr. Soebandi adalah asset tetap yang diadministrasikan oleh Pengurus Barang RSD dr. Soebandi dengan data tercatat terakhir pada Tanggal 31 Desember 2020, adalah sebagai berikut di bawah ini.