• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN 1. J

Dalam dokumen J PENELITIAN HASIL HUTAN (Halaman 89-94)

B. Diskripsi Anatomi Kulit (pepagan)

IV. KESIMPULAN 1. J

. 2.

.

enis dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan perbedaan ciri makroskopis dan mikroskopis

Kayu dari ketiga jenis Pulai ini dapat dibedakan di antaranya berdasarkan perbedaan diameter dan frekuensi sel pembuluh, tipe dan susunan sel parenkim serta lebar sel jari- jari

3. Kulit (pepagan) sp. dapat dibedakan satu sama lain dari permukaan kulit luarnya.

memiliki lentisel yang jarak antar lentiselnya agak dekat (padat), kulit pada beralur agak dalam dan lentiselnya hampir tidak terlihat, sedangkan pada kulit

jarak antar lentisel agak renggang. Sedangkan secara mikroskopis dapat dibedakan diantaranya berdasarkan bentuk sel sklereid

. Alstonia sp.

Alstonia

A. scholaris A.

angustiloba A. pneumatophora

dan kehadiran jari-jari terdilatasi (sel jari-jari yang mengalami pelebaran)

DAFTAR PUSTAKA H

. J

.

eyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia III. Terjemahan. Hal. 1625-1629. Badan Litbang Kehutanan. Yayasan Sarana Wana Jaya. Jakarta

unikka, L. 1994. Survey of English Macroscopic Bark Terminology. IAWA Journal, Vol. 15 (1), 1994: 3-45. National Herbarium Leiden -The Netherlands.

Mattjik, A. A. dan M. Sumertajaya. 2002. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Jilid I. IPB PRESS.Bogor.

Mandang, Y.I dan Pandit, I.K. 2002. Pedoman Identifikasi Jenis Kayu di Lapangan. PROSEA INDONESIA. Yayasan PROSEA. Bogor.

Richter, H.G. & A.E. van Wijk.1990. Wood and bark anatomy of Lauraceae IV.

J.J.M. van Wyk. IAWA Bull. 11(2):173-182. National Herbarium Leiden -The Netherlands.

Rudjiman, Gintings, N., Martawijaya, A., Ilic, J. 1994. Plant Resources of South-East Asia 5.

(1) Timber trees: Major commercial timbers. P.82-90. PROSEA. Bogor.

Sass, JE. 1961. Botanical microtechnique. The IOWA State University Press.

Sidiyasa, K. & Baas, P. 1998. Ecological and Systematic Wood Anatomy of Alstonia (Apocynaceae). IAWA Journal, Vol. 19 (2), 1998: 207-229. National Herbarium Leiden - The Netherlands.

Tesoro, F.O. 1989. Methodology for Proyect 8 on and . FPRDI, College, Laguna, Philippines.

Trockenbrodt, M. 1990. Survey and Discussion of The Terminology Used in Bark Anatomy.

IAWA Bull.n.s, Vol. 11 (2), 1990: 141- 166. National Herbarium Leiden -The Netherlands.

Wheeler, E.A., P. Gasson, and P. Baas. 1989. Standard list of characters suitable for hardwood identification. IAWA Bull. N.s.10(3): 219-232

Dahlgrenodendron

Corypha Livistona

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEMANENAN KAYU MELALUI TEKNIK PEMANENAN KAYU

RAMAH LINGKUNGAN: KASUS DI SATU PERUSAHAAN HUTAN RAWA GAMBUT DI KALIMANTAN BARAT (Increasing Logging Productivity Through Reduced Impact Logging Technique: A Case Study at a Peat Swamp Forest Company

in West Kalimantan)

Oleh /By:

Sona Suhartana & Yuniawati e-mail: [email protected]

Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor 16610

Telp. (0251)-8633378, Fax. (0251)-8633413 Diterima 20 September 2011, disetujui 28 November 2011

ABSTRACT

Implementation reduced impact logging (RIL) technique in peatlands may contribute optimum and sustainable yield. A study was carried out at concession area of Kalimantan Subur Permai Company, West Kalimantan. The area was a natural peat swamp forest set aside for the land-clearing in preparation for the establishment of industrial plantation forest, in which consisted of mixed hardwood trees. This study examined possibility of increasing productivy, decreasing logging cost, subsidence, and water fluctuation using RIL technique. Results revealed that the use of RIL in felling, skidding, loading, un-loading, and hauling at peat swamp forest could: 1. Increase productivity for each activity of consecutively 0,946 m /hour, 2,449 m /hour, 1,96 m /hour, 1,871 m /hour, and 2,158 m /hour; 2.

Decreased production cost of Rp 992,1/m , Rp 3.088,6/m , Rp 127,9/m , Rp 99,7/m , and Rp 158,6/m consecutively; 3. Inceased timber efficiency utilization (TUE) about 6% equal to Rp 74,400,000/year; 4.

Subsidence proceeded at 0.375 cm/year rate, which corresponded to 1.875 cm in five years. This figure was still lower than that stipulated in the Indonesia's Government Decree (PP) No. 150-2000. 4. The averages of water level at logging site and canal were 61.75 cm and 52.25 cm, respectively.

Keyword : RIL technique, peatlands, productivity, cost, efficiency.

ABSTRAK

Penerapan teknik pemanenan yang ramah lingkungan (RIL) di lahan gambut diharapkan dapat mencapai hasil optimal dan lestari. Penelitian dilaksanakan di PT. Kalimantan Subur Permai, Kalimantan Barat pada bulan Juli - Oktober 2010. Areal ini merupakan hutan alam rawa gambut untuk pembukaan lahan HTI (tebang pemanfaatan penyiapan lahan) dengan jenis kayu merupakan rimba campuran (tebang pemanfaatan penyiapan lahan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya peningkatan

produktivitas masing-masing sebesar 0,946 m /jam, 2,449 m /jam, 1,96 m /jam, 1,871 m /jam, dan 2,158 m /jam; 2. Dapat mengurangi biaya produksi masing-masing sebesar Rp 992,1/m , Rp 3.088,6/m , Rp 127,9/m , Rp 99,7/m , dan Rp 158,6/m .km; 3. Apabila menerapkan teknik RIL dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan kayu sebesar 6% yang setara dengan tambahan keuntungan Rp 74.400.000/tahun. Dengan demikian terbuka peluang bagi perusahaan untuk serius menerapkan teknik penebangan RIL; 4. Rata-rata subsidensi adalah 0,375 cm/tahun lebih kecil daripada PP Nomor 150 Tahun 2000; dan 5. Rata-rata tinggi muka air di petak tebang dan di kanal adalah 61,75 cm dan 52,25 cm.

Kata kunci : Teknik RIL, lahan gambut, produktivitas, biaya, efisiensi

P E T U N J U K BAGI P E N U L I S NOTES FORAUTHOR(S) BAHASA: Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau

bahasa Inggris

FORMAT: Naskah diketik di atas kertas putih A4, font 12, pada satu permukaan dengan 2 spasi. Pada semua tepi kertas dikosongkan minimal 3,5 cm. Jumlah halaman maksimal sekitar 20 halaman.

JUDUL: Judul dibuat tidak lebih dari 2 baris dan harus mencerminkan isi tulisan. Nama penulis dicantumkan di bawah judul tanpa mencantumkan gelar.

ABSTRAK: Abstrak dibuat dalam dua bentuk, yaim bentuk pertama untuk lembar abstrak, maksimal 50 kata dan bentuk kedua (abstrak) maksimal 200 kata berupa intisari dari naskah secara menyeluruh dan informatif. Bila naskah dalam bahasa Indonesia, maka abstrak dibuat dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Bila naskah dalam bahasa Inggris, maka abstrak dibuat dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

KATA K U N C I : Kata kunci dicantumkan di bawah abstrak, maksimal 5 entri.

TABEL: Judul tabel dan keterangan yang diperlukan ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris dengan jelas dan singkat. Tabel harus diberi nomor. Penggunaan tanda koma (,) dan titik (.) pada angka di dalam tabel masing-masing menunjukkan nilai pecahan desimal dan kebulatan seribu.

GAMBAR: Grafik dan ilustrasi lain yang berupa gambar harus kontras dan dibuat dengan tinta hitam. Setiap gambar harus diberi nomor, judul dan keterangan yang jelas dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

FOTO: Foto harus mempunyai ketajaman yang baik, diberi judul dan keterangan yang jelas dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

DAFTAR PUSTAKA: Daftar pustaka yang dirujuk harus disusun menurut abjad nama pengarang dengan mencantumkan nama pengarang, tahun terbit, judul pustaka, media (Vol., No., Him.), penerbit dan kota penerbit, seperti contoh berikut:

Steel, R. G. D, and J.H. Torrie. 1960. Principles and Procedures of Statistic. Mc. Graw-Hill Book Co. Inc.

New York.

Artistien, S. dan Y.I. Mandang. 2002. Anatomi dan kualitas serat kayu Hibiscus macrophyllus. Roxb. dan Artocarpus horidus Jarret. Buletin Penelitian HasU Hutan 20 (3):243-257. Pusat LitbangTeknologi Hasil Hutan. Bogor.

K O N D I S I :

- Dewan redaksi berhak mengubah naskah tanpa mengurangi isi yang terkandung di dalamnya, dan juga berhak menolak naskah yang dianggap tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan.

- Penulis dari luar Instansi Badan Litbang Kehutanan, wajib menyertakan curriculum vitae

LANGUAGE: Manuscripts must be mitten in Indonesian or English.

FORMAT: Manuscripts should be typed with double space, font 12, on oneface of A4 white paper. Margin of 3,5 cm should be left on all sides.

TITLE: Title must not exceed two lines and should reflect the content of the manuscript The author's name follows immediately under the title.

ABSTRACT: Abstracts are written in two types. The 1" type isfor abstract sheet consists of 50 words maximum and the T' type (abstract) consists of 200 words maximum. If the manuscript is written in Indonesian, the abstracts are written in English and Indonesian. And if the manuscript is written in English, the abstracts are written in Indonesian and English.

KEYWORDS: Keywords should be written after the abstract, with 5 entries maximum.

TABLE: Title of tables and all necessary remarks must be written both in Indonesian and English. Tables should be numbered. The uses of comma (,) andpoint (.) in all figures in the table indicate a decimal fraction, and a thousand multiplication, respectively.

DRAWING: Graphs and other drawing illustrations must be drawn in high contrast black ink. Each drawing must be numbered, titled and§ven clear remarks in Indonesian and English.

PHOTO: ^hoto must be titled and given clear remarks in both Indonesian and English.

REFERENCES: 'References must be listedin alphabetical order of author's name each followed by year, topic, medium (vol, no. pages), publisher, and city of publisher, as follows:

Steel, R. G. D, and J.H. Torrie. 1960. Principles and Procedures of Statistic. Mc. Graw-Hill Book Co. Inc.

New York.

Artistien, S. dan Y.I. Mandang. 2002. Anatomi dan kualitas serat kayu Hibiscus macrophyllus. Roxb. dan Artocarpus horidus Jarret. Buletin Penelitian Hasil Hutan 20 (3):243-257. Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan. Bogor

CONDYTIOm:

- Editors have the authorities to revise manuscript(s) without changing the content, and to refect inappropriate manuscript(s).

- Author(s) from outside the Forest Research and Development Agency must submit his/ her C. V and complete address.

Dalam dokumen J PENELITIAN HASIL HUTAN (Halaman 89-94)

Dokumen terkait