• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN, SARAN DAN IMPLIKASI

Dalam dokumen LAPORAN PENELITIAN (Halaman 42-47)

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan untuk menguji terdapatnya pengaruh Motivasi, Komunikasi, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT.

Coogee Indonesia. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan melakukan beberapa pengujian terhadap variabel yang diteliti maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Variabel motivasi mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,307 menyatakan bahwa setiap kenaikan satu dari nilai variabel motivasi akan memberikan skor sebesar 0,307. Sedangkan berdasarkan hasil uji t, dapat diketahui bahwa nilai variabel motivasi mempunyai nilai sig 0,029 < dari 0,05 dan mempunyai t hitung 2,251 > dari t tabel 2,006. Maka dapat disimpulkan secara parsial motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan maka Ha diterima dengan koefisien determinasi sebesar 38,4 sedangkan sisanya 61,6% dipengaruhi oleh faktor lain.

2. Variabel komunikasi mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,404 menyatakan bahwa setiap kenaikan satu dari nilai variabel komunikasi akan memberikan skor sebesar 0,404. Sedangkan berdasarkan hasil uji t, dapat diketahui bahwa nilai variabel komunikasi mempunyai nilai sig 0,018 < dari 0,05 dan mempunyai t hitung 2,435 > dari t tabel 2,006. Maka dapat disimpulkan secara parsial komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan maka Ha diterima dengan koefisien determinasi sebesar 43,1% sedangkan sisanya 56,9% dipengaruhi oleh faktor lain.

3. Variabel gaya kepemimpinan mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,303 menyatakan bahwa setiap kenaikan satu dari nilai variabel gaya kepemimpinan akan memberikan skor sebesar 0,303. Sedangkan berdasarkan hasil uji t, dapat diketahui bahwa nilai variabel gaya kepemimpinan mempunyai nilai sig 0,015 <

35

dari 0,05 dan mempunyai t hitung 2,512 > dari t tabel 2,006. Maka dapat disimpulkan secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan maka Ha diterima dengan koefisien determinasi sebesar 33,5% sedangkan sisanya 66,5% dipengaruhi oleh faktor lain.

4. Pengaruh variabel motivasi, komunikasi, dan gaya kepemimpinan terhadap produktivitas kerja mempunyai hasil konstan sebesar 0,301 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel motivasi, komunikasi, dan gaya kepemimpinan nilai variabel produktivitas kerja karyawan adalah konstan sebesar 0,301. Sedangkan berdasarkan hasil uji f, dapat diketahui bahwa pengaruh simultan variabel motivasi, komunikasi, dan gaya kepemimpinan terhadap produktivitas kerja mempunyai nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai f hitung sebesar 21,033 > dari f tabel 2,78. Maka dapat disimpulkan secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara motivasi, komunikasi, dan gaya kepemimpinan terhadap produktivitas kerja karyawan maka Ha diterima dengan koefisien determinasi sebesar 54,8% sedangkan sisanya 45,2%

dipengaruhi oleh faktor lain.

5.2 Saran

1. Bagi PT. Coogee Indonesia

Berdasarkan implikasi di atas maka disarankan pada pihak manajemen PT. Coogee Indonesia fokus pada perbaikan komunikasi para karyawan di mana dilihat dari analisis statistik deskriptif nilai mean komunikasi 4,43 lebih rendah dibanding nilai mean produktivitas kerja 4,49. Adapun indikator yang perlu diperbaiki adalah X2.1 Perintah, prosedur, teguran, dan pujian, X2.10 Keterlibatan informasi pegawai dengan pegawai, X2.8 Koordinasi dengan bagian lain. Indikator-indikator tersebut cukup memberikan pengaruh yang besar terhadap produktivitas kerja karyawan dan tidak lupa untuk memperhatikan variabel lain yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja

36

karyawan. Bahwa perlunya menjaga produktivitas kerja karyawan, agar karyawan yang bekerja pada PT. Coogee Indonesia dapat bekerja semaksimal mungkin dan bersemangat serta giat dalam bekerja, sehingga karyawan yang bekerja akan memberikan hasil yang memuaskan bagi perusahaan.

2. Peneliti Selanjutnya

Saran kepada peneliti berikutnya untuk mencari variabel lain yang dapat

memberi pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan karena produktivitas kerja karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi, komunikasi, dan gaya kepemimpinan tetapi masih banyak faktor-faktor lain. Hal ini diperlukan untuk dapat mengetahui faktor lain yang lebih mempengaruhi produktivitas kerja karyawan dan memberikan hasil yang lebih akurat. Selain itu peneliti juga menganjurkan untuk mencari lebih banyak responden dalam penelitian, karena semakin banyak responden maka akan semakin banyak pula data yang kita peroleh, sehingga hasil penelitian lebih memuaskan dan lebih memperoleh banyak informasi didalamnya.

5.3 Implikasi

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap model penelitian yang dikembangkan maka terdapat beberapa implikasi dari hasil penelitian ini:

1. Berdasarkan tabel deskripsi variabel motivasi dapat diketahui bahwa rata- rata variabel motivasi sebesar 4,29. Indikator dengan nilai rata-rata yang paling tinggi adalah “Mengerahkan kemampuan demi mencapai kekuasaan”

dengan skor 4,59 artinya pemimpin PT. Coogee Indonesia sudah mampu mengerahkan kemampuannya dalam mencapai kekuasaan, sedangkan indikator dengan nilai rata-rata paling rendah adalah “Keinginan untuk bekerja dengan orang lain” dengan skor 4,07 artinya karyawan PT. Coogee

37

Indonesia belum memiliki motivasi untuk bekerja dengan orang lain. Namun apabila dilihat dari total rata-rata keseluruhan variabel maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja di PT. Coogee Indonesia berada diklasifikasi cukup tinggi dengan skor 4,29 yang dapat membuktikan motivasi kerja dirasakan dengan cukup baik oleh karyawan.

2. Berdasarkan tabel deskripsi variabel komunikasi dapat diketahui bahwa rata- rata variabel komunikasi sebesar 4,42. Indikator dengan nilai rata-rata yang paling tinggi adalah “Efisiensi media dalam penyajian informasi” dengan skor 4,80 artinya media yang digunakan PT. Coogee Indonesia sudah efisien dalam menyajikan informasi, sedangkan indikator dengan nilai rata-rata paling rendah adalah “Perintah, prosedur, teguran dan pujian” dengan skor 4,25 artinya karyawan PT. Coogee Indonesia belum mengerti dengan baik atas perintah, prosedur yang ada serta teguran dan pujian yang diberikan. Namun apabila dilihat dari total rata-rata keseluruhan variabel maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi di PT. Coogee Indonesia berada diklasifikasi cukup tinggi dengan skor 4,29 yang dapat membuktikan komunikasi dirasakan dengan cukup baik oleh karyawan.

3. Berdasarkan tabel deskripsi variabel gaya kepemimpinan dapat diketahui bahwa rata-rata variabel gaya kepemimpinan sebesar 4,49. Indikator dengan nilai rata-rata yang paling tinggi adalah “Mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif” dengan skor 4,79 artinya pemimpin PT. Coogee Indonesia sudah berhasil dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif, sedangkan indikator dengan nilai rata-rata paling rendah adalah “Menjadi teladan yang baik” dengan skor 4,25 artinya pemimpin PT. Coogee Indonesia belum mampu menjadi teladan yang baik untuk karyawannya. Namun apabila dilihat dari total rata-rata keseluruhan variabel maka dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan di PT. Coogee Indonesia berada diklasifikasi cukup tinggi dengan skor 4,49 yang dapat membuktikan gaya kepemimpinan dirasakan dengan cukup baik oleh karyawan.

38

4. Berdasarkan tabel deskripsi variabel produktivitas kerja karyawan dapat diketahui bahwa rata-rata variabel produktivitas kerja karyawan sebesar 4,49. Indikator dengan nilai rata-rata yang paling tinggi adalah “Sikap melakukan inisiatif kerja” dengan skor 4,61 artinya karyawan PT. Coogee Indonesia memiliki inisiatif dalam bekerja, sedangkan indikator dengan nilai rata-rata paling rendah adalah “Pemanfaatan waktu tenaga kerja” dengan skor 4,30 artinya karyawan PT. Coogee Indonesia belum mampu memanfaatkan waktu dalam bekerja. Namun apabila dilihat dari total rata- rata keseluruhan variabel maka dapat disimpulkan bahwa produktivitas kerja karyawan di PT. Coogee Indonesia berada diklasifikasi cukup tinggi dengan skor 4,49 yang dapat membuktikan produktivitas kerja dirasakan dengan cukup baik oleh karyawan.

39

Dalam dokumen LAPORAN PENELITIAN (Halaman 42-47)

Dokumen terkait