• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

kesulitan belajar PAI di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare.

Tabel 4.43 ANOVAa

ANOVAa

Model

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 72.920 1 72.920 12.764 .002b

Residual 1471.366 33 44.587

Total 1544.286 34

a. Dependent Variable: Kesulitan Belajar PAI Sumber Data:SoftwereIBM SPSS Statistic

b. Predictors: (Constant), Problem Based Learning

Berdaskan hasil dari tabel di atas diketahui nilai Fhitung = 12.764 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.002 < 0.05 sehingga bentuk regresi bisa dipakai dalam memprediksi variabel partisipasi atau apakah terdapat korelasi problem based learning (X) terhadap kesulitan belajar PAI peserta didik (Y). Hal ini dibuktikan setelah menganalisi dengan program aplikasi IBM SPSS Statistic 22 for windows dengan model summery, hasil analisis datanya dapat diperhatikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.44 Model Summaryb

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .545a .297 2.276 5.372

a. Predictors: (Constant), Problem Based Learning b. Dependent Variable: Kesulitan Belajar PAI

Sesuai output model summaryb di atas diketahui nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,545 dan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,297 = 0,297 x 100% = 29,7%. Nilai R2 sebesar 29,7% tersebut menunjukkan bahwa hubungan problem based learning terhadap kesulitan belajar PAI peserta didik SMAN 1 kota Parepare positif berpengaruh dengan nilai (R) adalah sebesar 0.545.

Kontribusi yang disumbangkan problem based learning (X) terhadap kesulitan belajar PAI (Y) adalah sebesar 29,7%, sedangkan 70,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dianalisis pada penelitian ini.

Sumber Data:SoftwereIBM SPSS Statistic

Sumber Data:SoftwereIBM SPSS Statistic

Berdasarkan pengujian persyaratan analisis data, telah diperoleh hasil bahwa variabel X dan variabel Y memiliki korelasi atau hubungan.

a. Tingkat intesitas penggunaan model problem based learning di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare

Problem based learning merupakan pengembangan kurikulum dan sistem pengajaran yang mengembangkan secara simultan strategi pemecahan masalah dan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam peran aktif sebagai pemecahan masalah sehari-hari yang tidak terstruktur dengan baik dengan mengunakan angket.

Menurut Boud and Feletti dan Fogarty, mengemukakan bahwa, metode belajar berbasis masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada siswa dengan masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured atau open ended melalui stimulus dalam belajar. Dari penjelasan sebelumnya terkait dengan metode pembelajaran, salah satu metode yang menjadi kajian dalam penelitian ini ialah model problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah.48

Problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah berfungsi membantu guru menciptakan lingkungan pembelajaran yang dimulai dengan masalah yang penting dan relevan bagi peserta didik dan memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih realistik (nyata). Pembelajaran berbasis masalah melibatkan peserta didik

48 Abuddin Nata, “Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran”. Jakarta : Kencana, 2014. h.24.

dalam proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, berpusat kepada peserta didik, yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan belajar mandiri yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan. Berdasarkan pengujian hipotesis deskriptif, diperoleh hasil 0,73 atau 73% dari kriterium yang ditetapkan. Artinya, penggunaan model problem based learning di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Prepare termasuk kategori sedang.

b. Tingkat kesulitan belajar PAI peserta didik di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare

Kesulitan belajar disekolah bermacam-macam yang dapat dikelompokkan berdasarkan sumber kesulitan dalam proses belajar, baik dalam hal menerima pelajaran atau dalam menyerap pelajaran. Dengan demikian, pengertian kesulitan belajar di sini harus diartikan sebagai kesukaran siswa dalam menerima atau menyerap pelajaran disekolah.

Jadi, kesulitan belajar yang dihadapi siswa terjadi pada waktu mengikuti pelajaran yang disampaikan ditugaskan oleh seorang guru.49

Sebagaimana hasil penelitian yang telah dilaksanakan di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare menunjukkan bahwa tingkat kesulitan belajar PAI yang ada di sekolah tersebut memiliki kesulitan belajar PAI.

Berdasarkan pernyataan diatas mengenai beberapa ciri-ciri tingkah laku yang merupakan manifestasi dari gejala kesulitan belajar antara lain, menunjukkan hasil belajar yang rendah, hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan, lambat dalam melakukan dan

49 Alisuf Sabri,”Psikolog pendidikan”, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. 2007),Cet.Ke-3.h.14.

mengerjakan tugas-tugas kegiatan belajar, menunjukkan sikap-sikap yang kurang wajar, menunjukkan tingkah laku yang menyimpang, menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar yaitu pemurung

Hal ini dapat dibuktikan pada hasil deksripsi menunjukkan skor kriterium variabel adalah 0,64 atau 64% dari kriterium yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan gambaran tingkat kesulitan belajar PAI termasuk kategori rendah.

c. Korelasi penggunaan model problem based learning dengan kesulitan belajar PAI peserta didik di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare

Sesuai hasil penelitian yang dilakukan di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare diketahui bahwa terdapat korelasi antara penggunaan model problem based learning dengan kesulitan belajar PAI. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nilai signifikasinya rhitung = 0.545 > rtabel = 0.325 pada taraf signifikan 5% sehingga dinyatakan bahwa H0 ditolak Ha diterima. Berarti terdapat korelasi positif yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y. kontribusi yang disumbangkan variabel X terhadap variabel Y adalah sebesar 29,7%. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara problem based learning dengan kesulitan belajar PAI di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare.

101 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah diuraikan pada skripsi yang membahas tentang korelasi penggunaan model problem based learning dalam mengatasi kesulitan belajar PAI di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepar, dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut.

1. Tingkat intensitas penggunaan model Problem Based Leaning dalam pembelajaran PAI di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare adalah 73% dari kriterium yang ditetapkan, artinya intensitas penggunaan model problem based learning berada dalam kategori sedang.

2. Tingkat kesulitan belajar PAI di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare adalah 64% dari kriterium yang ditetapkan, artinya tingkat kesulitan belajar PAI berada dalam kategori rendah.

3. Terdapat korelasi antara Problem Based Learning dengan kesulitan belajar PAI di kelas XI.IPS.3 SMAN 1 Kota Parepare. Kontribusi yang disumbangkan yang diberikan problem based learning (X) terhadap kesulitan belajar PAI (Y) adalah sebesar 29,7%.

Dokumen terkait