BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan
diketahui bahwa proses pengajaran dalam program D3 elektronika sebahagian besar dapat dikatakan sudah sesuai dengan yang diharapkan.
34
besar mahasiswa menjawab ragu-ragu (66,6%) dan sisanya menjawab setuju (33,3%).
Dalam hal pemenuhan kebutuhan praktik dari data yang masuk menyatakan (33,3%) sangat setuju bahwa mahamahasiswa D3 dapat terpenuhi kebutuhan praktiknya, sekitar (66,7%) menjawab setuju. Apabila ditanya dasar dasar pembentukan program D3 adalah agar semua lulusan SMA/SMK yangg memiliki kemampuan intelektual dapat tertampung di perguruan, maka (16,7) menyatakan sangat tidak setuju, sekitar (33,3%) menjawab ragu-ragu setuju, dan 50% setuju. Tentang pernyataan apakah pelaksanaan program diploma 3 sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka masih ada mahasiswa yang mengatakan tidak setuju (16,7%), ragu-ragu (33,3%), setuju (33,3%) dan sangat setuju (16,7%). Dengan demikian artinya bahwa program D3 sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat porsentase yang menjawab setuju sangat kecil. Hal ini artinya menurut pandangan mahasiswa masih perlu ditingkatkan lagi baik mengenai kemampuan maupun keterampilan serta sikapnya. Selanjutnya pernyataan yang mengatakan bahwa Program Diploma 3 diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan penalaran mahamahasiswa secara komprehensif dan optimal, maka (16,7%) mahasiswa menjawab tidak setuju, (16,7%), (33,3%) menjawab ragu-ragu, 33,3% menjawab setuju dan sekitar 16,7%
menjawab sangat setuju. Artinya program D3 dipercaya masih dapat meningkatkan kemampuan penalaran mahamahasiswa secara menyeluruh dan optimal. Untuk mahamahasiswa yang mempunyai kemampuan tinggi masih diperlukan pelayanan pendidikan yang sesuai. Hal ini dapat dilihat dari jawaban mahasiswa (66,7%) setuju dan (16,7%) ragu-ragu serta 16,7 perwen tidak setuju. Mungkin bagi mahasiswa yang menjawab ragu-ragu tidak tahu pelayanan yang seperti apa yang diperlukan untuk mahamahasiswa yang mempunyai kemampuan tinggi. Apakah pembentukan program D3 didasarkan pada kenyataan banyaknya mahasiswa lulusan
35
SMA/SMK yang berminat masuk ke jalur D3, maka (66,7%) menjawab ragu-ragu dan (33,3%) yang menajwab setuju. Artinya bahwa pembentukan program D3 bukan didasarkan karena banyak nya lulusan SMA/SMK, tetap kemungkianan disarkan pada kebutuhan. Mahasiswa program D3 diharapkan menjadi mahamahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang baik. Jawaban dari pernyataan di atas sebagaian besar mahasiswa menjawab setuju dan sangat setuju (66,67%) dan hanya 33,3%
yang menjawab ragu-ragu. Program D3 juga menurut semua mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan penalaran mahasiswa secara komprehensif dan optimal. Selain itu mahasiswa juga setuju dan sangat setuju (66,7%) bahwa untuk mahasiswa yang mempunyai kemampuan tinggi diperlukan pelayanan pendidikan yang sesuai, dan hanya 33,3% yang menyatakan ragu-ragu.
Kesimpulan yang dapat diambil terhadap analisis hasil konteks mahasiswa adalah secara umumnya hasil penelitian untuk konteks mahasiswa dapat memenuhi didirikannya program D3, meskipun masih terdapat beberapa pemikiran yang berbeda.1
E. Analisis Hasil Penelitian Instrumen Pengukur Input Untuk Mahasiswa
Pada umumnya Mahasiswa setuju (100%) bahwa jumlah SKS Program D3 sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum. Mahasiswa 100 setuju apabila dalam memberikan kuliah dosen menggunakan modul perkuliahan yang dirancang sendiri.
Deskripsi mata kuliah di prodi D3 sudah sesuai dengan tuntutan dunia indutri, untuk hal ini 60% menyatakan setuju, 40% menyatakan ragu-ragu. Umumnya mahasiswa menyatakan ragur-ragu (60%), bahwa soal UAS prodi D3 menuntut logika dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan 40% mahasiswa menyatakan tidak setuju.
Soal UAS selalu mgacu pada Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester
1 Lihat lampiran 1
36
(RPKPS) dan sesuai dengan tujuan. Untuk hal ini 80% menyatakan ragu-ragu, dan 20% mahasiswa masih menyatakan setuju. Pada umumnya mahasiswa menyatakan setuju (80%), bahwa dalam praktik di Laboraotirum mahasiswa D3 dapat terpenuhi kebutuhan praktinya, tetapi masih ada mahasiswa yang menjawab ragu-ragu 20%.
Mahasiswa sangat setuju (60%) dan setuju (40%), bahwa Ijazah S1 dan S2 linier untuk dosen harus linier. 100% dari mahasiswa setuju bahwa isi matakuliah di prodi D3 lebih banyak praktik dari pada teori. Pemberian praktik dan teori di prodi D3 seimbang , sebagian besar mahasiswa menyatakan tidak setuju (60%), 20% setuju dan 20% lagi menyatakan ragu. Mahasiswa yang memberi kuliah di prodi D3 selalu menggunakan buku yang mutakhir, 40% menyatakan setuju, 40% menyatakan ragu- ragu dan 20% menyatakan tidak setuju. Pengampu matakuliah di D3, selalu melakukan penelitian dengan matakuliah yang diampunya, untuk hal ini 80%
menyatkan ragu-ragu, dan 20% menyatakan tidak setuju. Ini artinya bahwa dosen jarang melakukan penelitian. Sebelum saya memberi kuliah di Program D3 , saya mengikuti pelatihan tentang kurikulum D3, hanya 40% yang menyatakan setuju dan sisanya 60% menyatakan ragu-ragu. Saya mengajar di prodi D3 memenuhi prasyarat sesuai dengan tuntutan undang-undang, 60% menyatakan sudah sesuai tetapi 40%
mahasiswa menyatakan ragu-ragu. Setahu saya mahasiswa prodi D3 lebih banyak siswa dari SMK dari pada siswa dari SMA, 80 % mahasiswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, 20% menyatakan ragu-ragu. Seluruh mahasiswa menyatakan bahwa 60 tidak setuju bahwa mahasiswa yang masuk ke Prodi D3 lebih banyak yang melalui jalur mandiri bila dibandingkan jalur SBMPTN, sisanya 40%
setuju. Rangking mahasiswa D3 yang masuk jalur SMBPTN rangking yang rendah (tidak bagus), maka kalau ini terjadi 60% mahasiswa ragu-ragu dan 40 % mahasiswa tidak setuju. Ruang perkuliahan dilengkapi denga WIFI, 80 persen mahasiswa setuju
Dalam analisis hasil penelitian ini akan di sajikan analisis data secara umum, yaitu analisis berdasarkan jawaban kuesioner yang dipilih paling banyak oleh mahasiswa yang dijadikan responden dalam peneltian ini.
Adapun analisis hasil penelitian proses untuk mahasiswa adalah sebagai berikut: pada umumnya mahasiswa menyatakan setuju (50%) bahwa pembagian beban kuliah dosen disampaikan jauh hari sebelum perkuliahan berlangsung dan sangat setuju (16,7%) sisanya menyatakan ragu-ragu (33,3%). Mahaiswa setuju
38
(66,7%) bahwa dosen yang akan memberi kuliah di semester ini di atur jauh sebelm perkuliahan berlangsung, sedangkan sisasya mengatakan tidak setuju dan ragu-ragu masing-masing berkisar 16,7%. Berkenaan dengan prodi D3 selalu mengadakan rapat persiapan perkuliahan, sebagain mahasiswa mengatakan setuju (50%) dan sisanya ragu-ragu (50%). Di sisi lain tentang Jadwal kuliah D3 untuk semester akan datang diinformasikan pada mahasiswa dan dosen jauh hari sebelum berkuliahan berlangsung umumnya mahasiswa mengatakan setuju (83,3%) dan sisanya (16,7%) mengatakan ragu-ragu. Demikan halnya dengan materi kuliah yang akan diberikan, ditawarkan terlebih dahulu pada mahasiswa dijawab oleh seluruh mahasiswa ragu- ragu (100%). Ini artinya bahwa mahasiswa tidak ingin mata kuliah yang diberikan ditawarkan jauh hari sebelumnya. Dilihat dari sisi SDM apakah prodi D3 memiliki dosen yang berasal dari dunia industri? Untuk hal ini 66,7% mahasiswa mengatakan setuju dan 16,7% ragu-ragu, sisanya 16,7 lagi menyatakan tidak setuju. Bila dilihat dari jawaban dari mahasiswa di atas, maka dapat dikatakan bahwa mahasiswa menginginkan adanya dosen yang berasal dari dunia industri. Jadwal kuliah yang telah dijadwalkan oleh program studi tidak berubah-uabah. Hal ini dapat dilihat dari hasil angkat mahasiswa yang mengatkan hampir 83,3 persen yang menyatakan jadwal kuliah tidak berubah, tetapi meskipun demimian masih ada yang menjawab rragu-ragu apakah berubah ataun tidak. Yang menjawab ragu-ragu sekitar (16,7%).
Berkaitan awal perkuliahan awal semester selalu tepat waktu, ssekitar 66,67% persen umumnya mengatakan tepat, tetapi masih ada yang mengatakann tidak tepat yaitu sekitar 33,3 persen. Ini artinya dari sisi pandang mahasiswa perkuliahan tepat waktu.
Jadwal kuliah diinformasi pada dosen mahasiswa melalu web, untuk hal ini 16,7%
mahasiswa menjawab sangat setuju, 16,7 persen setuju, 50% ragu-ragu dan 16,7 persen menajwab sangat tidak setuju. Ini artinya sebagian besar mahasiswa pada
39
umumnya tidak menginginkan jadwal kuliah disampaikan melalui WEB. Jadwal kuliah selalu ditempel melalui papan pengumuman agar diketahui mahasiswa maka hampir sebagian besar kira-kira 67,7% mahasiswa mengatakan setuju dan sisanya 33,3% mengatakan ragu-ragu. Pada umumnya Jumlah pertemuan perkuliahan selalu terpenuhi sesuai dengan SKS yang ditentukan, hal terleihat dari hamper 67,7 % mahasiswa menjawab sangat setuju dan setuju. Ada beberapa mahasiswa yang menjawab ragu-ragu (33,3%). Untuk kehadiran dosen hadir dan pulang tepat waktu diruang perkuliahan, hasil kuesioner menyatakan (67,7%) setuju dan sisanya kirakira 33,3% mahasiswa menjawab ragu-ragu. Artinya dosen hadir dan pulang tepat waktu.
Diawal perkuliahnan dosen memberikan RPS yang telah direncanakan sebelumnya, umumnya jawaban angket 66.7 setuju dan sangat setuju, dan sisanya 33,3% ragu- ragu. Kalau dilihat dari hasil angket dosen dalam memberi perkulihan tidak mengikuti RPS yang dibuatnya, hal ini terlihat dari hasil kuesioner, dimana pemberi materi perkuliahan setiap masuk kelas, sesuai dengan RPS yang di buat dosen, hasilnya 67% mahasiswa milih ragu-ragu dan sisanya setuju 33,3% setuju. Ini artinya dosen pada umumnya tidak mengikuti RPS yang dibuatnya di awal semester.
Dalam perkuliahan dosen berusaha menggunakan media pembalajaran, ini terlihat dari hasil kuesioner yaitu untuk memberi pemahaman pada mahamahasiswa, hasil kuesioner menunjukkan 100% setuju. Selanjutnya untuk kuesioner yang mengatakan untuk lebih memberikan pemahaman pada mahasiswa diusahakan memberikan tugas-tugas secara terartur mahasisiwa memilih ragu-ragu 50% dan memilih setuju dan sangat setuju 50%. Artinya dosen tetap pada komitmen agar mahasiswa lebih paham dan menguasai tentang materi yang diajarkan, memberikan tugas. Umumnya dosen mengembalikan tugas tugas mahasiswa. Hal ini terlihat dari hasil kuesioner berikut ini. Tugas-tugas mahasiswa setelah diperiksa selalu
40
dikembalikan, 100 % menyatakan setuju. Pada umumnya dosen mengembalikan UAS dan UTS setelah diperikasa. Hal ini terlihat dari hasil angket yang menyatakan 83,7 % setuju dan hanya 16,7 % yang menyatakan ragu-ragu. Sebagaian dosen tidak menggunakan buku yang terbaru. Hal ini terlihat dari hasil angket yang menyatakan 67,7 % ragu-ragu, 16,7 % yang tidak setuju sedangkan yang setuju hanya 16,7 %.
Dosen selalu melayani mahamahasiswa yang ingin konsultasi skirpsi mupun lainnya yang berkenaan dengan perkuliahan, maka (50%) mahasiswa milih ragu-ragu, 33,3 % memilih tidak setuju dan hanaya 16,7 % yang memilih setuju. Ini artinya masih perlu penyadaran dan peningkatn pelayanan mahamahasiswa oleh dosen.
Dosen selalu membalas SMS/WA mahamahasiswa yang berkaitan dengan tugas perkuliahan, 83,3% mahasiswa setuju dan 16,7 % % menyatakan ragu-ragu. Di sini komunikasi lewat media social tidak menjadi masalah untuk dosen-dosen. Bila ada permasalahan dengan mahasiswa yang berkaitan dengan kegiatan akademik, dosen selal au memberikan jalan keluar, seluruh mahasiswa (100 % ) menyatakan setuju dan sangat setuju. Dosen menyadiakan waktu yang teratur untuk konsultasi, mahasiswa menyatakan 100% menyatkan setuju. Yang kurang di prodi D3 adalah fasilitas seminar bagi para mahasiswa. Ini terlihat dari jawabanya mahasiswa yang menyatakan 83,3% tidak tersedia fasilitas seminar. Hanya ada beberapa mahasiswa saja (16,7%) yang menyatakan ragu-ragu. Umumnya pada dosen memberikan solusi yang terbaik untuk para mahasiswa dalam seminar, hal ini dapat dilihat dari pernyataan mahasiswa hamper sebagian besar setuju (67,7%), dan sisanya sekitar 33,3% menyatkan ragu-ragu. Penunjukkan dosen penguji tugas akhir dan pembimbing tugas akhir sesuai bidang ke ahlian dosen 50% mahasiswa menyatakan setuju dan 50% lagi menyatakan ragu-ragu. Ini sangat penting diperhatikan, kerena kalau melihat dari hasil kuesioner pemilihan dosen penguji kurang
41
mempertimbangkan bidang keahlian. Ujian akhir selalu tertulis 66,7% mahasiswan setuju, dan 33,3% yang memilih Ragu-ragu. Dosen jarang memberikan ujian akhir secara lisan hampir 66,7% mahasiswa menyatakan setuju, dan sisanya 33,3% ragu- ragu. UAS di prodi D3 kebanyak teori 66,7 % mahasiswa menyatakan ragu-ragu dan hanya 33,3 % yang menyatajab setuju. UAS praktik dilakukang sesuai kebutuhan 66,7% mahasiswa menajwab ragu-ragu dan 33,3% yang menyatakan setuju. Ini artinya uas praktik tidak di rancang dai awal.
Dari paparan di atas, maka kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis penelitian terhadap proses dosen berdasarkan hasil yang telah dijelaskan dapat diketahui bahwa proses pengajaran dalam program D3 elektronika sebagian besar dapat dikatakan sudah sesuai dengan yang diharapkan.
42
program D3 sudah dilaksanakan selama 7 tahun. Tahun ini adalah lulusan yang ke 8. Program D3 baru 1 tahun lalu di akreditasi. Biaya program, bagi mahasiswa program ini biaya masuknya berdasarkan UKT yang bersarnya ditentukan atas dasar SK rektor. Jumlah mahasiswa dalam kelas disesuaikan dengan daya tampung, sebagai contoh tahun 2009 daya tampung D3 adalah 40 mahasiswa, sedangkan tahun 2014 daya tampungnya naik menjadi 60 mahasiswa. Dapat disampaikan bahwa mahasiswa program program D3 memiliki semangat kuliah yang baik dalam kegiatan perkuliahan. Selain itu mahasiswa D3 dapat bergaul dengan baik dengan sesame teman mahasiswa D3, maupuan dengan mahasiswa S1 pendidikan teknik elektronika. Program D3 tahun 2013/2014 jumlah mahasiswa dalam satu angkatan ada 60 mahasiswa. Semua mahasiswa yang masuk mengikuti tes jalur penerimaan mahasiswa baru (Penmaba) UNJ. Penmaba adalah merupakan tes masuk UNJ melalui jalur mandiri. Dalam penmaba waktu pelaksanaan tes untuk mahasiswa S1 dan D3 sama. Mahasiswa sangat bertanggungjawab untuk semua tugas yang diberikan pada mereka, terutama dalam masalah perkuliahan. Hubungan mahasiswa dengan seniornya maupaun dengan mahasiswa lainnya dari jurusan S1 Elektronika, pada umumnya cukup baik. Hal ini terlihat dari pembentukkan kepanitiaan yang membutuhkan kepanitiaan bersama, mereka berbaur dan meplaksanakan kepanitiaan degan baik.
Ini artinya mahasiswa D3 penuh kepercyaan dirinya dan mereka merasa memiliki kemampuan yang sama dengan mahasis lainnya.
Adapun bebrapa kendala-kendala yang dihadapi prodi D3 dalam menyelenggarakan program ini antara lain: (a) Masih sulitnya mencaridosen yang berasal dari dunia industry, baik sebagai dosen tamu maupun dosen honorer.
Dari hasil analisis dokumen yang ada tentang susunan kurikulum dan hasil Forum Group Discussion (FGD), diperoleh usulan perbaikan kurikulum sebagai berikut. Usulan susunan kurikulum tersebut dianalisis berdasarkan deskripsi matakuliah yang yang selanjutnya dianalisis secara design instruksional.
1. Struktur analisis kurikulum yang selama ini berjalan 2. Sebaran mata kuliah per semester
3. Struktur analisis kurikulum yang perubahan (yang diusulkan) 4. Sebaran mata kuliah per semester yang diusulkan
Dari data sekunder dianalisis hal-hal berikut ini:
1. calon mahamahasiswa D3 prodi elektronika tahun ajaran 2014/2015, 2. Nilai IPK mahamahasiswa D3 prodi elektronika tahun ajaran 2014/2015, 3. Profil lulusan D3 prodi elektronika tahun ajaran 2014/2015,
4. Dosen yang memberi kuliah di program D3 prodi elektronika.
44 Gambar 4.1. Susunan Kurikulum D3 Tahun 2015 (Lama). Warna berbeda digunakan untuk menunjukkan sebaran Mata Kuliah pada setiap semester.
45 Gambar 4.2. Proses Usulan Susunan Kurikulum D3 Tahun 2016 (Evaluasi atas Kurikulum D3
Tahun 2015/Lama). Warna hijau menunjukkan sebaran Mata Kuliah pada semester 5. Warna pich menunjukkan sebaran Mata Kuliah pada semester 4.
Warna coklat muda menunjukkan sebaran Mata Kuliah pada semester 3. Warna kuning menunjukkan sebaran Mata Kuliah pada semester 2. Warna biru muda menunjukkan sebaran Mata Kuliah pada semester 1.
46
Gambar 4.3. Susunan Kurikulum D3 Tahun 2016 (Usulan Baru Hasil Evaluasi)
47
48
4.7. IPK Mahasiswa
Dari data sekunder diketahui umumnya IPK mahasiswa sampai semester ke IV dari 48 mahaiswa, diketahui rata-rata baik yaitu 2,98. . Namun demikian bila dilihat IPK perorangan, maka didapat IPK tertinggi 3,33 (satu orang) dan IPK terkecil 1,96 (satu orang). Jadi dengan demikian sisanya berkisar antara ≥ 2 s d ≥ 3. Diliaht dari presentasi capaikan IPK mahasiswa, maka 59% persen capaian IPK ≥ 3, dan 39,5%
capaikan IPK ≥ 2 dan hanya 1,36% < dari 2. Oleh karena itu dapat dikatakan capaian IPK mahasiswa boleh dikatan masih dalam katagori baik. Bila digambarkan dalam pie char seperti gambar 4.3 di bawah ini. Hal ini berarti dosen dalam memberikan kuliah dan penilaian dapat dikatakan baik. Data lengkap IPK mahasiswa dapat dilihat pada lampiran.
Gambar 4.3. Presentasi peroleh IPK mahasisa
49
4.8. Profil lulusan D3 Elektronika
Profil lulusan D3 elektronika pada umumnya sangat baik bila dilihat dari penguasaan ke ahlian bidang ilmu. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner lulusan D3 elektronika yang terdapat dalam borang akreditasi. Pada umumnya profil lulusan D3 elektronika diliaht dari prfesionalisme, kemampuan bahasa Inggris, kemampuan TIK, kemampuan komunikasi dan kemampuan kerjasama TIM, adalah baik.
Gambaran tersebut dapat dilihat pada histogram 4.4.
Histogram 4.4. Profil lulusan D3 elektronika
Sejalan dengan hal di atas, profil lulusan D3 elektronika berdasarkan penilaian pengguna lulusan sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat pada histogram 4.5. di bawah ini.
Histogram 4.5. Profil lulusan D3 elektronikadari sudut pengguna
50
Dapat disimpulkan dari sudut pengguna profil lulusan D3 sangt baik, kecuali kemampuan bahasa Inggris yang masih perlu ditingkatkan.
Kemampuan profesionalisme atau di bidang ke ilmuan dari pandangan pengguna sangat baik (80,56%).Apabil hal tersebut dikaitkan dengan bidang pekerjaan, apakah lulusan D3 yang bekekrja sesuai dengan bidangnya atau tidak, dapat dilihat pada gambar 5 pie chart di bawah ini.
Gambar 5. Kesesuaian bidang pekekrjaan*
*Diasrikan dari data borang D3 elekronika UNJ tahun 2015
51
Dari data di atas dapat diketahui pada umumnya lulusan D3 elektronika yang bekerja sesuai dengan bidang ke ahliannya. Hanya 18,96 % yang bekerja tidak sesuai.
4.9. Dosen D3
Profil dosen D3 elektronika berdasar hombased dosen dari SK rektor berjumlah 8 orang. Data lengkap dosen D3 elektkronika dapat dilihat pada table 4.2 di bawah ini.
Tabel 4.2. Dosen Tetap D3 Elektronika
No Nama NIP NIDN Pend/Ijazah Gol Jabatan
akademik
S1 S
2 S3
1 Syufrizal 197603272001121001 27037604 √ IIID Lektor
2 Sony Wicaksono √
3 Ermi Medias √ IIIC Lektor
4 M. Rif an* 197410222001121001 22107404 √ IIIC Lektor
5 Agung √ IIIC Lekktor
6 Taryudi* 198008062010121002 060888005 √ IIIB T.
Pengajar
7 Emiliyano √
8 Kalya √ IIIB T.
Pengajar
*Sedang kuliah S3
Dilihat dari data di atas, dosen D3 memenuhi syarat menjadi dosen sebagaimana di atur dan dipesyaratlan oleh UU Guru dan Dosen serta UU Sisdiknas no. 20 tahun 2003.
4.10. Diskusi
Dari hasil penelitian sudah jelas bahwa tujuan penyelenggaran program program D3 tersebut dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memberikan pelayanan khusus kepada mahasiswa yang mempunyai kemampuan setara denan mahasiswa S1 untuk memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu program dan pelayanan bagi mahasiwa
52
yang sudah baik perlu dipertahankan oleh seluruh dosen dan prodi elektronika FT UNJ, dengan harapan semua kemampuan mahasiswa, baik di ranah kognitif, afektif maupun psikomotor dapat meningkat. Meskipun demikian, tidak menutup mata bahwa masih ada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program D3 hanya sekedar mencari popularitas. Oleh karena bagi perguruan tinggi yang demikian itu perlu adanya pengawasan yang lebih intensif dari instansi terkait. Pelaksanaan proses perkuliahan, terutama dilihat dari aspek dosen yang memberi kuliah program D3 selama ini sudah cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari persiapan memberi kuliah dosen, dosen dapat memilih materi yang bersifat esensial dan pemilihan strategi memberi kuliah yang cukup bervariasi. Namun demikian masih perlu dipertanyakan apakah penempatan dosen-dosen yang memberi kuliah di program program D3 sudah standar. Artinya kompetensi dosen-dosen yang memberi kuliah di program ini di atas kompetensi rata-rata dosen di program reguler. Dalam proses memberi kuliah kepada mahasiswa D3 jangan hanya pemahaman kognitif saja, tapi juga perlu dikembangkan potensi lainnya seperti: sikap, minat, dan psikomotor.
4.11. Keterbatasan Penelitian
Ada beberapa keterbatasan penelitian ini, anatara lain:
1. Dalam menafsirkan hasil-hasil yang diperoleh di dalam evaluasi ini perlu dilaksanakan secara hati-hati apalagi mengingat hasil-hasil evaluasi selalu bersifat spesifik.
2. Evaluasi program D3 dilakukan oleh prodi D3 elektronika. Apakah hasil yang sama juga akan diperoleh apabila evaluasi diterapkan pada program program D3 perguruan tinggi lain, masih perlu dipertanyakan.
53
3. Evaluasi program hanya diterapkan untuk satu kelompok mahasiswa angkatan tahun 2013/2014. Apakah hasil yang diperoleh juga akan sama meskipun dari program program D3 perguruan tinggi lain, masih perlu di pertanyakan.
4. Evaluasi program D3 belum mengkaji deskripsi mata kuliah secara teliti dan susunan RPS belum dikaji sesuai KKNI, oleh karena itu diperlukan penelitian lanjutan.
54
BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Rasional, asumsi-asumsi serta tujuan penyelenggaran program D3 elektronika dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memberikan pelayanan kepada mahasiswa baik dibidang praktik, teori atau pelayanan akademik lainnya. Peserta program D3 elektronika lebih termotivasi untuk menyelesaikan kuliahnya untuk tepat waktu. Bagi orang tua mahasiswa program D3 elektronika merupakan kebanggaan sekaligus keuntungan bila anaknya dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. Program D3 elektronika perlu dipertahankan karena rasional, asumsi dan tujuan-tujuannya sesuai dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
2. Proses penerimaan calon peserta program D3 elektronika yang melalui penmaba UNJ (jalur mandiri) perlu memperhatikan kemampuan akademik dan faktor-faktor psikologis yang mendukung atau mengganggu keberhasilan mahasiswa dalam proses perkuliahan.
Dengan demikian diharapkan bahwa mereka yang diterima sebagai peserta program D3 elektronika ini memang benar-benar yang sangat berminat dan berbakat serta mampu menerima perkuliahan yang lebih menitik beratkan pada praktik dari pada teori dibandingkan perkuliahan pada program S1.
3. Proses perkuliahan dipandang cukup baik, baik dilihat dari segi teori maupuan pelayanan praktik. Tugas-tugas kegiatan serta strategi perkuliahan yang dipakai cukup bervariasi, namun begitu apakah kegiatan dan strategi yang dipakai relevan dengan tujuan yang harus dicapai mahasiswa? Alokasi waktu untuk perkuliahan teori dan praktik telah
55
dilakukan dengan cukup memadai. Hal tersebut dapat diketahui dari kesesuaian jadwal perkuliahan dan jumlah jam pertemuan.
4. Biaya yang harus dikeluarkan orang tua mahasiswa untuk program D3 elektronikatidak tidak jauh berbeda dengan program S1 reguler.
5. Kendala-kendala yang ditemui program D3 elektronika di antaranya adalah; kurangnya buku-buku referensi yang tersedia di perpustakaan prodi D3.
6. Sebagian mahasiswa menyatakan bahwa mereka memperoleh tugas terlalu banyak selama mengikuti program D3 elektronika namun tugas-tugas tersebut masih dapat dikerjakan, sehingga pertimbangan para pelaksana sampai seberapa perlunya tugas yang diberikan.
7. Ada sebagian mahasiswa D3 elektronika yang melanjutkan kuliah ke S1 dan sebagian lagi bekerja.