Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulakan sebagai berikut:
1. Dari hasil belajar siswa MA NW Rensing Rajak pada materi momentum dan impuls, didapatkan nilai rata – rata yang yang signifikan antara kelas kontrol dan keras eksperimen, dengan nilai evaluasi 79 untuk kelas kontrol dan 65,25 untuk kelas eksperimen.
2. Gambaran hasil belajar siswa MA NW Rensing Rajak pada materi momentum dan impuls di dapatkan hasil tertinggi 80, dan terrendah 50 dengan menggunakan model kontekstual pada kelas eksperimen yang mana dengan frekuensi 20 siswa dengan nilai rata – rata 65,25.
3. Model pembelajaran kontekstual yang di terapkan di MA NW Rensing Rajak pada materi momentum dan impuls, tidak dapat dinytakan efektif. Hal ini dikarenakan nilai uji hipotesis yang didapatkan dengan mengguknakan uji t belum bisa melebihi margin error (0,05) dari nilai signifilkansi yang didapatkan.
Kemungkinan ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil eksperimen tidak seperti yang di harapkan seperti: adaptasi antar penyampai materi dan peserta didik, penampilan yang kurang menarik, dan bisa saja kerumitan metode yang menyebabkan hilangnya fokus untuk menyerap pembelajaran.
XI DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Mikrajuddin, Fisika Dasar 1 (Bandung: ITB, 2016)
Achmad Habib Alfiansyah, “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Kompetensi Menggambar Dasar Pada Siswa Kelas X TPM SMK Negri 3 Surabaya”, Jurnal Pendidikan Tehnik Mesin, vol 03, Nomor 02, Oktober 2014, hlm 63
Alma, Buchari. Kewirausahaan untu Mahasiswa dan Umum.Bandung:
Alfabeta, 2010.
Ani Aisyah, Pendekatan Induktif Meningkatkan Kemampuan Generalisasi dan Self Comfident Siswa SMK, Volume 2 Nomor 1 Maret Tahun 2016.
Arini Wulantika. (2016). Efektivitas Pembelajaran Kontekstual Praktikum Mata Pelajaran Pemrograman Web Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Bantul. Universitas Negeri Yogyakarta.
Yogyakarta.
Firdha Choirun Nisa , Albertus D Lesmono , Rayendra W Bachtiar. “ Model Pembelajaran Kontekstual Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, And Transferring (React) Dengan Simulasi Virtual Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA (Materi Momentum, Impuls Dan Tumbukan Kelas X SMAN 2 Jember)”. Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 7 No. 1, Maret 2018, hal 8-14
Giancoli, Douglas C., Fisika Prinsip Dan Aplikasi Edisi Ketujuh Jilid 1 (Jakarta: Erlangga, 2014)
Halliday, David, Robert Resnick, and Jearl Walker, Fisika Dasar Edisi Ketujuh Jilid 1 (Jakarta: Erlangga, 2010)
Herabudin, Ilmu Alam Dasar, (Bandung : Pustaka Setya,2013), hlm.17.
Indra Jaya dan Ardat, (2013), Penerapan Statistik Untuk Pendidikan, Medan : Perdana Mulya Sarana, h. 83 – 102
Indra Jaya dan Ardat, (2013), Penerapan Statistik Untuk Pendidikan, Medan : Perdana Mulya Sarana, h. 83 – 102
Kanginan, Marthen, Fisika Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013 (Cimahi: Erlangga, 2016)
Kasmawati. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL)Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Ipa Man 1 Makkasar.Universitasislam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Kintanisa Dinanti Putri, Eko Suyono, dan I Dewi Putu Nyeneng.”
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Pembelajaran Fisika Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Energi Terbarukan”. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Vol. 11 No. 2, Juli 2019 Halaman: 87- 93
Leksonowati Noermini, “ Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Tutorial Sebaya Dan Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Ditinjau Motivasi Belajar Dan Kecerdasan Emosional Siswa”, Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, Vol.7, Nomor 1, Januari 2019, hlm.19
Lestari, Karunia Eka dan Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika Aditama.
Lissa Agnisa Fauzia, “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Diskusi Kelas terhadap Penurunan Miskonsepsi Siswa pada Pembelajaran Fisika SMA Materi IPBA,” 4.1 (2015), 26–29.
Marthen Kanginan, Fisika Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013 (Cimahi:
Erlangga, 2016).
Nainggolan, Arisan Candra. Penerapan pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan komunikasi dan Koneksi Matematis Siswa SMP Pencawan Medan. Medan: Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas katolik Santo Thomas SU. Vol 2, Edisi 2, September 2015, Hal 107-118.
Raymond A. Serway and John W. Jewett, Fisika Untuk Sains Dan Teknik Buku 1 Edisi 6 (Jakarta: Salemba Teknik, 2010).
Rima, Adelina. (2013). analisis efektivitas dan kontribusi penerimaan pajak bumi dan pangunan (pbb) terhadap pendapatan daerah di kabupaten gresik. Surabaya: UNS
Rosi Yulistia Wati. 2019. Penerapan Pembelajaran Fisika Berbasis CTL (Contextual Teaching And Learning) Melalui Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tata Surya Kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Kota Mataram. Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Nusa Tenggera Barat.
Safarina eka indriyani, jurnal ilmiah pendidikan ipa.“ Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatife Tgt Terhadap Hasil Belajar Ipa Di Tinjau Dari Kemampuan Kerjasama". Vol 5, No 1,2018, hlm 32.
Sanjaya. Wina (2014). Penelitian pendidikan, jenis, metode, dan prosedur.
Jakarta: Kencana
Sedarmayanti. (2009). Sumber daya manusia dan produktivitas kerja.
Bandung: Mandar Maju.
Siagian, Sondang P. (2001). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta:
Bumi Aksara
Sugiyono. Statistika Untuk Penelitian. (Bandung: Alfa Beta, 2010).
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan(Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D) (Bandung: Alfabeta, 2014).
Suyadi, Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013).
Supriyono, R.A. (2000). Sistem pengendalian manajemen. Yogyakarta:
BPFE
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta:
Kencana,2009), hlm. 105
Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
(Jakarta: Bumi Aksara, 2013 ).
Trianto. (2013). Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi, Dan Implementasinya Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta : Bumi Aksara
LAMPIRAN
I
SILABUS
Fisika
Satuan Pendidikan : MA NW RENSING
Kelas : X (Sepuluh)
Alokasi waktu : 3 jam pelajaran/minggu Kompetensi Inti :
KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran 3.1 Menjelaskan hakikat
ilmu Fisika dan perannya dalam kehidupan, metode ilmiah, dan
keselamatan kerja di laboratorium
Hakikat Fisika dan Prosedur Ilmiah:
Hakikat Fisika dan perlunya mempelajari Fisika
Ruang lingkup Fisika
Metode dan Prosedur ilmiah
Keselamatan kerja di laboratorium
Mengamati, mendiskusikan, dan menyimpulkan tentang fenomena Fisika dalam kehidupan sehari-hari, hubungan Fisika dengan disiplin ilmu lain, prosedur ilmiah, dan keselamatan kerja di laboratorium
Mendiskusikan dan
menyimpulkan tentang ilmu Fisika dan hubungannya dengan disiplin ilmu lain, prosedur ilmiah dalam hubungannya dengan keselamatan kerja di laboratorium
Mempresentasikan tentang pemanfaatan Fisika dalam kehidupan sehari-hari, metode ilmiah dan keselamatan kerja 4.1 Membuat prosedur
kerja ilmiah dan keselamatan kerja misalnya pada pengukuran kalor
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran ketika melakukan kegiatan pengukuran besaran Fisika 3.2. Menerapkan prinsip-
prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian, dan angka penting, serta notasi ilmiah
Pengukuran:
Ketelitian (akurasi) dan ketepatan (presisi)
Penggunaan alat ukur
Kesalahan pengukuran
Penggunaan angka penting
Mengamati pembuatan daftar (tabel) nama besaran, alat ukur, cara mengukur
Mendiskusikan prinsip-prinsip pengukuran (ketepatan, ketelitian, dan angka penting), cara menggunakan alat ukur, cara membaca skala, cara menuliskan hasil pengukuran
Mengolah data hasil pengukuran dalam bentuk penyajian data, membuat grafik, menginterpretasi data dan grafik, dan menentukan ketelitian pengukuran, serta menyimpulkan hasil interpretasi data
Membuat laporan tertulis dan mempresentasikan hasil pengukuran
4.2. Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis berikut
ketelitiannya dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat serta mengikuti kaidah angka penting untuk suatu penyelidikan ilmiah
3.3. Menerapkan prinsip penjumlahan vektor sebidang (misalnya perpindahan)
Vektor:
Penjumlahan vektor
Perpindahan vektor
Kecepatan vektor
Percepatan vektor
Gaya sebagai vektor
Mengamati dengan seksama vektor-vektor yang bekerja pada benda
Melakukan percobaan untuk menentukan resultan vektor sebidang (misalnya gaya).
Mengolah tentang berbagai operasi vektor
Mempresentasikan rancangan percobaan untuk menentukan resultan vektor sebidang beserta makna fisisnya
4.3. Merancang percobaan untuk menentukan resultan vektor sebidang (misalnya perpindahan) beserta presentasi hasil dan makna fisisnya 3.4 Menganalisis besaran-
besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan gerak
Gerak lurus:
Gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap)
Mengamati dengan seksama demonstrasi gerak untuk membedakan gerak lurus dengan kecepatan tetap dan
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran lurus dengan
percepatan konstan (tetap) berikut penerapannya dalam kehidupan sehari-hari misalnya keselamatan lalu lintas
Gerak lurus dengan percepatan konstan (tetap)
gerak lurus dengan percepatan tetap
Mendiskusikan perbedaan gerak lurus dengan kecepatan tetap dan gerak lurus dengan percepatan tetap
Melakukan percobaan gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan tetap menggunakan kereta misalnya mobil mainan, troly.
Menganalisis besaran-besaran Fisika dalam gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan tetap melalui diskusi kelas.
Mempresentasikan hasil percobaan benda yang bergerak lurus dengan
kecepatan tetap dan gerak lurus dengan percepatan tetap dalam bentuk grafik.
4.4 Menyajikan data dan grafik hasil percobaan untuk menyelidiki sifat gerak benda yang bergerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan bergerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut makna fisisnya
3.5. Menganalisis gerak parabola dengan menggunakan vektor, berikut makna fisisnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Gerak parabola:
Gerak Parabola
Pemanfaatan Gerak Parabola dalam
Kehidupan Sehari-hari
Mengamati simulasi ilustrasi/demonstrasi/video gerak parabola yang aktual dijumpai di kehidupan sehari- hari
Mendiskusikan vektor posisi, kecepatan gerak dua dimensi pada gerak parabola, hubungan posisi dengan kecepatan pada gerak parabola
Menganalisis dan memprediksi posisi dan kecepatan pada titik tertentu berdasarkan
pengolahan data percobaan gerak parabola.
Mempresentasikan hasil kegiatan diskusi kelompok tentang penyelesaian masalah 4.5. Mempresentasikan
data hasil percobaan gerak parabola dan makna fisisnya
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran gerak parabola
3.6. Menganalisis besaran fisis pada gerak melingkar dengan laju konstan (tetap) dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Gerak melingkar:
Gerak melingkar dengan laju konstan (tetap)
Frekuensi dan Periode
Kecepatan sudut
Kecepatan linier
Gaya sentripetal
Menemukan besaran frekuensi, periode, sudut tempuh,
kecepatan linier, kecepatan sudut, percepatan, dan gaya sentripetal pada gerak melingkar melalui tayangan film, animasi, atau sketsa
Melakukan percobaan secara berkelompok untuk
menyelidiki gerak yang menggunakan hubungan roda- roda
Menganalisis besaran yang berhubungan antara gerak linier dan gerak melingkar pada gerak menggelinding dengan laju tetap
Melaporkan hasil percobaan dalam bentuk sketsa/gambar dan laporan sederhana serta mempresentasikannya 4.6. Melakukan percobaan
berikut presentasi hasilnya tentang gerak melingkar, makna fisis dan pemanfaatannya
3.7 Menganalisis interaksi pada gaya serta hubungan antara gaya, massa dan gerak lurus benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Hukum Newton:
Hukum Newton tentang gerak
Penerapan Hukum Newton dalam kejadian sehari-hari
Mengamati peragaan benda diletakkan di atas kertas kemudian kertas ditarik perlahan dan ditarik tiba-tiba atau cepat, peragaan benda ditarik atau didorong untuk menghasilkan gerak, benda dilepas dan bergerak jatuh bebas, benda ditarik tali melalui katrol dengan beban berbeda
Mendiskusikan tentang sifat kelembaman (inersia) benda, hubungan antara gaya, massa, dan gerakan benda, gaya aksi reaksi, dan gaya gesek
Mendemonstrasikan dan atau 4.7 Melakukan percobaan
berikut presentasi hasilnya terkait gaya serta hubungan gaya, massa dan percepatan dalam gerak lurus benda dengan menerapkan metode
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
ilmiah melakukan percobaan hukum
1, 2, dan 3 Newton
Menghitung percepatan benda dalam sistem yang terletak pada bidang miring, bidang datar, gaya gesek statik dan kinetik
Mempresentasikan hasil percobaan hukum 1, 2, dan 3 Newton
3.8. Menganalisis keteraturan gerak planet dan satelit dalam tatasurya berdasarkan hukum- hukum Newton
Hukum Newton tentang gravitasi:
Gaya gravitasi antar partikel
Kuat medan gravitasi dan percepatan gravitasi
Hukum Keppler
Mengamati tentang keseimbangan yang terjadi pada sistem tatasurya dan gerak planet melalui berbagai sumber
Mendiksusikan konsep gaya gravitasi, percepatan gravitasi, dan kuat medan gravitasi, dan hukum Keppler berdasarkan hukum Newton tentang gravitasi
Menyimpulkan ulasan tentang hubungan antara kedudukan, kemampuan, dan kecepatan gerak satelit berdasarkan data dan informasi hasil eksplorasi dengan menerapkan hukum Keppler
Mempresentasikan dalam bentuk kelompok tentang keteraturan gerak planet dalam tata surya dan kecepatan satelit geostasioner
4.8. Menyajikan karya mengenai gerak satelit buatan yang mengorbit bumi, pemanfaatan dan dampak yang ditimbulkannya dari berbagai sumber informasi
3.9. Menganalisis konsep energi, usaha (kerja), hubungan usaha (kerja) dan perubahan energi, hukum kekekalan energi, serta penerapannya dalam peristiwa
Usaha (kerja) dan energi:
Energi kinetik dan energi potensial (gravitasi dan pegas)
Konsep usaha (kerja)
Mengamati peragaan atau simulasi tentang kerja atau kerja
Mendiskusikan tentang energi kinetik, energi potensial (energi potensial gravitasi dan pegas), hubungan kerja dengan perubahan energi kinetik dan energi potensial,
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran sehari-hari Hubungan usaha
(kerja) dan energi kinetik
Hubungan usaha (kerja) dengan energi potensial
Hukum
kekekalan energi mekanik
serta penerapan hukum kekekalan energi mekanik
Menganalisis bentuk hukum kekekalan energi mekanik pada berbagai gerak (gerak parabola, gerak pada bidang lingkaran, dan gerak
satelit/planet dalam tata surya)
Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang konsep energi, kerja, hubungan kerja dan perubahan energi, hukum kekekalan energi 4.9. Menerapkan metode
ilmiah untuk mengajukan gagasan penyelesaian masalah gerak dalam
kehidupan sehari-hari, yang berkaitan dengan konsep energi, usaha (kerja), dan hukum kekekalan energi
3.10. Menerapkan konsep momentum dan impuls, serta hukum kekekalan momentum dalam kehidupan sehari-hari
Momentum dan Impuls:
Momentum,
Impuls,
Tumbukan lenting sempurna, lenting sebagian, dan tidak lenting
Mengamati tentang
momentum, impuls, hubungan antara impuls dan momentum serta tumbukan dari berbagai sumber belajar.
Mendiskusikan konsep momentum, impuls, hubungan antara impuls dan momentum serta hukum kekekalan momentum dalam berbagai penyelesaian masalah
Merancang dan membuat roket sederhana dengan menerapkan hukum kekekalan momentum secara berkelompok
Mempresentasikan peristiwa bola jatuh ke lantai dan pembuatan roket sederhana 4.10. Menyajikan hasil
pengujian penerapan hukum kekekalan momentum, misalnya bola jatuh bebas ke lantai dan roket sederhana
3.11. Menganalisis
hubungan antara gaya dan getaran dalam kehidupan sehari-hari
Getaran Harmonis:
Karakteristik getaran harmonis (simpangan, kecepatan, percepatan, dan gaya pemulih, hukum kekekalan energi mekanik) pada ayunan bandul dan getaran pegas
Mengamati peragaan atau simulasi getaran harmonik sederhana pada ayunan bandul atau getaran pegas
Melakukan percobaan getaran harmonis pada ayunan bandul sederhana dan getaran pegas
Mengolah data dan
menganalisis hasil percobaan ke dalam grafik, menentukan persamaan grafik, dan menginterpretasi data dan 4.11. Melakukan percobaan
getaran harmonis pada ayunan sederhana dan/atau getaran pegas berikut presentasi serta
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran makna fisisnya Persamaan
simpangan, kecepatan, dan percepatan
grafik untuk menentukan karakteristik getaran harmonik pada ayunan bandul dan getaran pegas
Mempresentasikan hasil percobaan tentang getaran harmonis pada ayunan bandul sederhana dan getaran pegas
Rensing,2 februari 2022 Mengetahui
Kepala Sekolah, Guru Fisika
... ...
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MA NW RENSING Mata Pelajaran : FISIKA
Materi Pokok : Momentum dan Impuls Kelas / Semester : Xb
Alokasi Waktu : A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan model kontekstual, siswa dapat
Mendevinisikan, Menjelaskan, Menghitung, Menganalisis B. LANGKAH – LANGKAH (KEGIATAN) PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 Menit) Penguatan
pendidikan karakter
Melakukan salam pembuka serta memeriksa kehadiran siswa
Mengaitkan materi pembelajaran dengan keseharian siswa
Memberikan gambaran tentang pembelajaran yang akan di bahas
Memberi tahukan tujuan pembelajaran, materi, KI, KD, indikator dan KKM.
KEGIATAN INTI (60 Menit)
Konstruktivisme Merangsang siswa untuk menemukan kasus yang sedang di hadapkan pada materi momentum dan impuls.
Inkuiri Memberikan waktu pada siswa untuk mengutarakan apa yang ditemukan nya dalam kehidupan nyatanya, dengan menggunakan analisa saintifik mengenai momentum dan impuls.
Bertanya Memberikan waktu untuk siswa menayakan suatu hal yang masih menjadi misteri dalam pikiran nya mengenai materi momentum dan impuls.
Masyarajkat
belajar Disini siswa di pacu unruk menemukan isi pertanyaan nya dengan menggali jawaban dari teman kelompok nya yang pastinya dalam pengawasan guru.
Pemodelan Demonstrasi, praktik contoh, dan masih banyak lagi jenisnya, yang mana tidak hanya dilakukan oleh guru saja namun siswa juga bisa jadi model dalam memperagakan suatu simulasi dalam momentum dan impuls.
Refleksi Memberikan rangsangan pada siswa mengenai apa yang telah di pelajari guna untuk menguatkan materi yang di berikan sehingga nantinya dapat dibuat kesimpulan.
PENUTUP (10 Menit)
Peserta Didik Membuet rangkuman / simpulan dan menjawab soal efaluasi yang di berikan.
Guru memeriksa pekerjaan yang dikerjakan serta memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kerjasama yang baik dan memberikan PR jika di perlukan.
C. PENILAIAN PEMBELAJARAN Tes Tertulis : Terlampir
Praktek :
Mengetahui Rensing, 6 februari 2022
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
__________ ___________
LAMPIRAN
II
Nama : Kelas :
Jawablah soal – soal ini dengan jawaban yang menurut anda yang paling benar!
1. Persamaan dibawah ini yang tepat untuk menyatkan besarnya momentum adalah....
A. m.a C. F. ∆t E. F.s
B. m.v D
.
2. Momentum adalah hasil kali antara...dan...suatu benda.
A. massa dan percepatan C. gaya dan perubahan waktu E. gaya dan jarak
B. massa dan kecepatan D. kecepatan dan waktu
3. Pak hasan mempunyai massa 60 kg, dia barusaja membeli motor klasik yang massanya 50 kg, jika pak hasan mengendarai motor klasik nya dengan kecepatan 40 m/s. Maka berapakah momentum yang ditimbulkan.
A. 4400 kg m/s C. 2400 kg m/s E.
1500 kg m/s
B. 3000 kg m/s D. 2000 kg m/s
4. Sebuah benda mengalami perubahan momentum sebesar 3 kg m/s dalam waktu 0,05 sekon. Besar gaya yang mengakibatkan perubahan tersebut adalah ... N.
A. 0,15 N C. 12 N E. 60 N
B. 6 N D. 15 N
5. Bola bermassa 0,2 kg dilempar mendatar dengan kelajuan 10 m/s membentur dinding tembok lalu bola dipantulkan kembali dengan kelajuan yang sama. Perubahan momentum bola adalah....
A. 4 kg m/s C. 35 kg m/s E. 80
kg m/s
B. 8 kg m/s D. 40 kg m/s
6. Persamaan dibawah ini yang tepat untuk menyatkan besarnya impuls adalah....
A. m.a C. F. ∆t E. F.s
B. m.v D
.
7. Impuls adalah hasil kali antara...dan...suatu benda.
A. massa dan percepatan C. gaya dan perubahan waktu E. Gaya dan jarak
B. massa dan kecepatan D. kecepatan dan waktu
8. Sebuah bola dipukul dengan gaya 20 N, jika waktu sentuh antara bola dengan alat pemukul 0,2 s. Maka hitunglah besarnya impuls dari kejadian tersebut!
A. 40 Ns C. 15 Ns E. 0.4
Ns
B. 20,2 Ns D. 4 Ns
9. Sebuah benda yang massanya 2 ton melaju dengan kecepatan 36 km/jam ,menabrak sebuah pohon dan berhenti dalam selang waktu 0,1 detik . gaya rata-rata pada truk selama berlangsungnya tabrakan adalah…..
A. 150 N C. 720 N E.
720.000 N
B. 200 N D. 200.000 N
10. Dua buah bola pejal dengan massa yang sama – sama 5 kg, seperti pada gambar.
Jika kecepatan bola A = 3 m/s, dan bola B = 2 m/s, berapakah kecepatan bola B setelah tumbukan jika kecepatan bola A setelah tumbukan 2 m/s.
A. 1 m/s C. 3 m/s E. 5
m/s
B. 2 m/s D. 4 m/s
11. Jika pada soal no 10 terjadi tumbukan lenting sempurna maka berapakah koefisien restitusinya!
A. 1 C. 1 > e < 0 E. 1< e
< 0
B. 1 > e > 0 D. 0
12. Perhatikan gambar di bawah ini!
Jika pada gambar ini terjadi tumbukan lenting sebagian maka berapakah besar koefisien restitusinya!
A. 1 C. 1 > e < 0 E.1 <
e < 0
B. 1 > e > 0 D. 0 13. Perhatikan gambar di bawah ini!
Jika pada gambar tersebut terjadi tumbukan tidak lenting sama sekali, maka besar koefisien restitusi yang akan di hasilkan adalah....
A. 1 C. 1 > e < 0 E. 0
B. 1 > e > 0 D. 1 < e < 0
14. Dua buah bola A dan B yang memiliki massa yang berbeda. Dengan massa bola A = 2 kg, dengan kecepatan sebelum tumbukan 4 m/s dan setelah tumbukan 5 m/s. Jika kecepatan bola B sebelum tumbukan 3 m/s, maka berapakah kecepatan bola B setelah tumbukan jika massanya 2 kali bola A.
A. -1,5 m/s C. 1,5 m/s E. 10
m/s
B. -10 m/s D. 6 m/s
15. Dari soal 14, berapakah nilai koefisien restitusinya dan termasuk dalam jenis tumbukan apakah?
A. 1 (lenting sempurna) B. 0,93 (lenting sebagian) C. 0,6 (lenting sebagian) D. 0,5 (lenting sebagian) E. 0 (tidak lenting sama sekali)
16. Sebuah bola jatuh bebas dari ketinggian 4 m diatas lantai seperti pada gambar. Jika koefisien restitusi = ½, maka tinggi bola setelah tumbukan pertama adalah ...
A. 4 m C. 2 m E. 0,5
m
B. 3 m D. 1 m
17. Pada gambar berikut, sebuah bola jatuh dari ketinggian 2 m. Jika bola memantul kembali dengan ketinggian 0,8 meter, hitunglah tinggi pantulan berikutnya!
A.1 m C. 0, 63 m E. 0,16
m
B. 0,8 m D. 0, 32 m
18. Berapakah besar koefisien restitusi yang dihasilkan pada soal 17 dari tumbukan yang ke dua?
A. √0,4 C. √0,64
E. √1,6
B. 0,52 D. √0,7
19. Perhatikan gambar di bawah ini!
Jika massa bola A = 4 kg dan B = 2 kg, dengan kecepatan awal yang dimiliki bola A = 6 m/s. Sehingga pada saat tumbukan menghailkan
kecepatan bola A dan B sama dan tidak berjarak dengan kecepatan 3 m/s ke kanan. Berapakah kecepatan bola B pada saat sebelum tumbukan?
A. 1 m/s C. 3 m/s E. 5
m/s
B. 2 m/s D. 4 m/s
20. Pada soal no 19, berapakah koefisien restitusi yang dihasilkan serta termasuk dalam tumbukan jenis apakah?
A. 1 (lenting sempurna) B. 0,74 (lenting sebagian) C. 0,5 (lenting sebagian) D. 0,1 (lenting sempurna)
E. 0 (tidak lenting sama sekali)
“ SELAMAT MENIKMATI ”
LAMPIRAN
III
LAMPIRAN
IV
NILAI KELAS X A
NAMA NILAI
AIDIATUL FITRI 65
AMALIA ZAHWA RAYANI 85
ATHIYYATUL MAULA 85
BAIQ SARASATUL IHFANI 85
BAIQ SYAFA'ATUL IHWANI 60
BAIQ YUNI ASTITI 90
ELY RAUDATUL UMMI 65
HERAWATI 85
HIKMATUL IZZA 90
INTAN YUNITA PEBRIAN 85
JIA SASWANI 90
JULIAN ADI SETIA 65
JUNAIDI ANSOR 60
MALA MIZNI 80
MUHAMMAD IMAM
WAHYUDI 75
NURUL HIDAYATI 85
SAYYIDATUL AULIA` 85
SITI RAUDATUL
MUNAWAROH 75
SUWANTI 85
WAHYU ZARKASYHI 85
Nilai rata – rata 79
NILAI KELAS X B
NAMA NILAI
ABDUL HANAN 75
ABDURAHMAN 50
ABDURRAHMAN HIDAYATULLAH 75
AHMAD ARDIANSAH 75
AMRINA ROSYADA 80
ARJUNA MAHARDIKA PRATAMA 60
BAIQ ALYA CAHYATI 80
BQ. SUPIANA 70
DA’WATUL MUJABBAH 80
M. YANI 60
MUH. RAIS 65
MUHAMMAD HAMDANI 60
MUHAMMAD RAMDONI
KURNIAWAN 50
MULTAZAM AZRI 55
NIHAYATUL ULYA 65
NURUL HIKMAH 65
PUTRI SANTRI MULIA HIDAYATI 65
RIAN AZHARI 55
RIFANI RIZQIA PUTRI 60
SITI NURUL HIDAYATI 60
Nilai rata – rata 65,25