BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga stelah ditelit menjadi jelas, dapat berupa
hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
7. Validitas Data
Validitas data berarti bahwa data yang telah terkumpul dapat meggambarkan realitas yang ingin diungkapkan oleh peneliti..55
Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti.Dengan demikian data yang valid adalah data “yang tidak berbeda” antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian.56
Untuk meningkatkan validitas penelitian, peneliti harus objektif, dan dapat memahami data kajian dengan jelas serta berupaya menguraikan secara tepat.Keakuratan, keabsahan, dan kebenaran data yang dikumpulkan dianalisis sejak awal menentukan kebenaran dan ketepatan hasil penelitian desuai dengan masalah dan focus penelitian. Agar penelitian yang dilakukan membawa hasil yang tepat sesuai kenteksnya dan latar budaya yang sesungguhnya maka peneliti dapat menggunakan berbagai cara sebagai berikut:
a. Triangulasi
Triangulasi dalam pengujian kreadibilitas ini diartikan sebagai
54Sugiyono, Memahami ...hlm, 89-99.
55Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2014), hlm, 167.
56Sugiyono, Memahami…, hlm, 117.
pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.
Triangulasi adalah tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.Tekhnik tringulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber, metode, penyidik dan teori.57
Triangulasi dilakukan umtuk memperkuat data, untuk membuat peneliti yakin terhadap kebenaran dan kelengkapan data.Tringulasi tersebut dapat dilakukan secara terus menerus sampai peneliti puas dengan datanya, sampai yakin datanya valid.
b. Perpanjang Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam mengumpulkan data.keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian.
Keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subjek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Jadi, bukan sekedar menerapkan tekhnik yang menjamin untuk mengatasinya.58
57Lexy J. Moeleong, Metodologi…, hlm. 330.
58Ibid,, hlm. 327-329.
H. Sistematika Pembahasan
Untuk memudahkan pemahaman, maka perlu diberikan gambaran singkat yang dirumuskan dalam sistematika pembahasan. Sistematika pembahasan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penelitian ini tersusun atas empat bab, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini merupakan pendahuluan yang memuat permasalahan yang ada untuk diteliti sehingga melahirkan judul penelitian. Termasuk di dalamnya latar belakang, rumusan masalah yang dituangkan ke dalam bentuk pertanyaan, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, kajian pustaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
Dalam bab ini diuraikan tentang paparan data dan temuan penelitian yang ditemukan dilapangan. Adapun temuan dari data tersebut antara laintentang gambaran umum lokasi penelitian.Selain itu juga memuat tentang penerapan penilaian autentik dalam meningkatkan hasil belajar serta factor yang menghambat penerapan penilaian autentik dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
BAB III PEMBAHASAN
Dalam bab ini berisi tentang pembahsan yang merupakan inti dari penelitian ini. Peneliti menguraikan tentang pembahasan hasil jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disebut dengan rumusan masalah yaitu bagaimana hasil belajarsiswa sesudah menerapkan penilaian autentik, serta factor yang menghambat penerapan penilaian autentik dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
BAB IV PENUTUP
Dalam bab ini menguraikan tentang penutup yang didalamnya memaparkan kesimpulan penelitian yang bersumber dari pembahsan yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah diuraikan di rumuskan pada bagian penutup dan saran dari hasil analisis data yang berkaitan dengan penelitian.
47 BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum MTsN 1 Mataram
1. Sejarah Berdiri Dan Perjalanan MTsN 1 Mataram a. Sejarah Berdirinya Madrasah
MTsN 1 Mataram merupakan salah satu madrasah yang berdiri dan dibuka pada tanggal 10 Agustus 1979 sebagai pemisahan dari PGAN (6 Tahun) Mataram, yang di dalamnya yaitu 3 kelas tingkat bawah menjadi MTsN 1 Mataram dan 3 kelas ditingkat atas menjadi MAN 2 Mataram.
Bermula- mula MTsN 1 Mataram menggunakan 7 lokal kelas dan masih menumpang di MAN 2 Mataram, dan baru pada tahun 1980 memiliki gedung sendiri di jalan pembangunan B,III Mataram, yang bersebelahan dengan :
1) Sebelah Timur : Jalan raya MAN 2 Mataram dan klinik Exenero (dr.
Soesbandoro
2) Sebelah Barat : Perumahan Dinas Kehutanan dan UIN Mataram.
3) Sebelah Selatan: SMKN 2 Mataram dan Boutique Planet Gaya 4) Sebelah Utara : MAN 1 Mataram Perumahan Kanwil Kemenag Prov.
NTB.59
59Sejarah Berdiri MTsN 1 Mataram,Dokumentasi, dikutip 07 November 2019.
b. Sejarah perjalanan MTsN 1 Mataram
1. Sampai dengan tahun 1990 membina MTs Swasta dan Filial se-NTB;
2. Sampai dengan 1994 membina MTs Swasta dan Filial se-pulau Lombok (MTsN Bima Mandiri)
3. Sampai dengan tahun 1997 membina MTs Swasta hanya se- Kabupaten Lombok Barat, (MTsN Praya dan Selong berdiri)
4. Tahun 1997 sampai dengan 2003 membina MTs Swasta di Kota Mataram; (MTsN Kediri dan Kuripan Berdiri)
5. Tahun 2003 membina 7 MTs Swasta di Kota Mataram yang tergabung dalam KKM; (berdiri MTsN 2 dan MTsN 3)
6. Berubah nama dari MTsN Mataram menjadi MTsN 1 Mataram 7. 1995 sampai dengan 2003 Membina MTs Terbuka Mataram
8. 1998 mendapat status Madrasah Model bersama 52 MTs di Indonesia sebagai Madrasah percontohan;
9. 2007-2012 dirintis menjadi Madrasah Unggulan dan bertaraf Internasional di wilayah NTB dan Indonesia Bagian Timur. 60
c. Nama- Nama Kepemimpinan MTsN 1 Mataram:
1) 1979-1990 : Drs. H. Mawardi 2) 1990-1994 : Drs. H. Arifin HS 3) 1994-1997 : Drs. H. Abdurrahim 4) 1997-1997 : Drs. H. Badrun
5) 1997-2001 : Drs. H. Maad Adnan, SH
60Sejarah Perjalanan MTsN 1 Mataram, Dokumentasi, dikutip 07 November 2019.
6) 2001-2003 : Drs. Abdul Wahab Siagian 7) 2003-2005 : Drs. H. Mahsun
8) 2005-2009 : H. Jalalus Sayuthy, S.S.,M.Pd 9) 2009-2013 : Drs. H. Marzuki, M.Pd
10) 2013-2016 : Drs. H. Muh. Syukri, M.M.Pd 11) 2016- Sekarang : Dra.Hj.Rusniah.61
Berdasarkan data di atas diketahui bahwa nama kepemimpinan MTsN 1 Mataram sejak berdirinya madrasah hingga saat ini, pada awal berdiri MTsN 1 Mataram sekolah tersebut dipimpin oleh seorang guru yang bernama Drs. H. Mawardi, dan pada tahun 2016 madrasah tersebut dipimpin oleh Ibu Dra. Hj. Rusniah hingga saat ini.
2. Visi dan Misi dan Tujuan Madarasah a. Visi
1) Mampu bersaing dengan lulusan Madrasah/Sekolah yang sederajat dan dapat melanjutkan ke Madrasah/Sekolah favorit.
2) Memiliki keterampilan dan kecakapan non akademis sesuai dengan bakat dan minatnya.
3) Memiliki keyakinan yang teguh dan mengamalkan ajaran agama Islam secara benar dan konsekuen
4) Menjadi teladan bagi teman, masyarakat dan Madrasah lain.
b. Misi
61Kepemimpinan MTsN 1 Mataram., Dokumentasi , dikutip 07 November 2019.
1) Menyelenggarakan pendidikan secara efektif dan mewujudkan suasana yang nyaman, bersih, asri, dan islami sehingga siswa berkembang secara optimal.
2) Menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri sehingga siswa dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya.
3) Menanamkan akidah yang kuat melalui pembiasaan shalat berjamaah, shalat sunnah, tarqil alqur’an, ucapan kalimat thoyibah, dan perilaku islami.
4) Menumbuhkembangkan akhlaqul karimah sehingga bisa menjadi teladan bagi teman, masyarakat dan Madrasah lain.62
c. Tujuan
Dalam kurun waktu 4 tahun kedepan tujuan yang akan dicapai MTsN 1 Mataram antara lain:
1) Menjadi Madrasah yang Unggul dibidang Ahklak, Ilmu Keagamaan, Sains dan Tekhnologi, Bahasa dan Budaya serta Olah Raga dan Seni.
2) Terwujudnya proses pembelajaran berbasis IT.
3) Lulusan hafal Al-Qur’an minimal 30 jus dan Hadits-hadits pilihan.
4) Lulusan memiliki keterampilan berbahasa Arab dan/atau berbahasa Ianggris
5) Lulusan memiliki karakter spiritual keagamaan.
62Visi & Misi MTsN 1 Mataram.Dokumentasi,dikutip 07 November 2019.
3. Kondisi Objek MTs Negeri 1 Mataram Tabel 2.163
Kondisi Objek Madrasah Nama Sekolah : MTs Negeri 1 Mataram
Alamat Sekolah : Jln Pembangunan B III Mataram Telepon/HP/Fax : (0370) 632505
Status Sekolah : Negeri
Luas Lahan : 3.265 m2
Status Kepemilikan : Milik Sendiri Nama Kepala sekolah : Dra.Hj.Rusniah Nilai Akreditasi Sekolah : A
MTsN 1 Mataram dipimpin oleh ibu Dra. Hj. Rusniah yang berada di Jln Pembangunan B III Mataram yang berakreditasi A dan berdiri di atas tanah seluas 3.265 m2 milik sendiri.
4. Data siswa dan Guru
a. Keadaan Siswa dan Guru
Adapun jumlah siswa pada tahun pelajaran 2019/2020 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.264
Nama siswa dan Guru MTsN 1 Mataram
NO KELAS NAMA WALI KELAS L P JML KET 1. VII-1 Mufadallah,S.Pd 18 14 32 Prestasi
63Kondisi Objek MTsN 1 Mataram, Dokumentasi,dikutip 07 November 2019.
64Data Siswa & Guru MTsN 1 Mataram, Dokumentasi, dikutip 07 November 2019.
2. VII-2 Hamidatul Alifah,S.Ag 18 14 32 Prestasi 3. VII-3 Laily Midrawati, S.Pd.I 32 32 Prestasi
4. VII-4 Rijal Husairi, S.Pd 32 32 Reguler
5. VII-5 Nursehan, S.Pd 14 18 32 Keagamaan
6. VII-6 Sadarwati, S.Pd.I 14 17 31 Reguler 7. VII-7 Bq. Yeti Risdianti W.,S.Pd 31 31 Reguler 8. VII-3 Uswatun Hasanah, S.Pd.I 32 32 Reguler 9. VII-9 Sulistiawati, S.Pd.I 32 32 Reguler 10 VII-10 Firman Jihad Akbar, S.Pd.I 32 32 Reguler
Jumlah 128 190 318
11 VIII-1 Karianti, S.Pd 36 36 Prestasi
12 VIII-2 Dewi Hartatik, S.Pd 36 36 Prestasi 13 VIII-3 H j. Nur’aini S.Pd.I 36 36 Prestasi
14 VIII-4 Siti Hajar, S.Pd 38 38 Keagamaan
15 VIII-5 Ratika Moci, S.Pd 18 20 38 Reguler 16 VIII-6 Sulastri Mulyana, S.Pd 17 23 40 Reguler 17 VIII-7 Hj.Karyatin Z. S.Ag 38 38 Reguler 18 VIII-8 M.Zul Sabtodi, S.Pd 38 38 Reguler
Jumlah 109 191 300
19 IX-1 Ahmad Baehaqi, S.Pd.I 19 12 31 20 IX-2 H.M.Lutfi
Tharodli,S.Sos.M.Pd.I
17 14 31
21 IX-3 Ulfia Puspita, S.Pd 32 32
22 IX-4 Humaidi,S.Pd.I 36 36
23 IX-5 Bq.Sri Titin Kuswari,S.Pd 34 34 24 IX-6 Hj.Adriani, S.Pd.I 15 16 31 25 IX-7 H.Ibnu Aqil,S.Pd.I.M.Pd.I 35 35
26 IX-8 Harniyati, S.Pd 16 20 36
27 IX-9 Istikori S.Pd 14 19 33
Jumlah 116 183 299
JUMLAH TOTAL 353 564 917
Berdasarkan data yang diperoleh mengenai rombongan belajar MTsN 1 Mataram untuk kelas VII berjumlah 318 siswa yang terdiri dari 128 laki- laki dan 190 perempuan, i. kemudian untuk kelas VIII berjumlah 300 siswa yang terdiri dari 109 laki- laki dan 191 perempuan, di dalamnya termasuk kelas keagamaan, regular dan prestas sedangkan untuk kelas IX berjumlah 299 siswa yang terdiri dari 116 laki- laki dan 183 perempuan.
5. Sarana dan Prasaran
Tabel 2.365
Sarana dan Prasarana MTsN 1 Mataram
Luas lahan sekolah 3.265 m2
Luas bangunan sekolah 2.654 m2
Jumlah Ruang Kelas 29 ruang
Jumlah Ruang Administrasi/Kantor 2 ruang
Ruang Ibadah (Mushalla) 1 buah
Ruang Lain (disebutkan) 3 ruang
65Sarana & Prasarana MTsN 1 Mataram,Dokumentasi, dikutip 07 November 2019.
a. Ruang wakil
b. Ruang UKS
c. Ruang osis
d. Ruang olah raga
e. Ruang alat kesenian
f. Dapur
g. Gudang
Ruang BP/BK
k. Galeri
l.
1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 1 ruang Kantin Sekolah ada ( 7 m2) Perpustakaan
Koperasi
ada ( 72 m2) ada ( 7 m2) Laboratorium
a. IPA
b. Komputer
c. Bahasa
Ada Ada
Ada Waktu jam pelajaran sekolah
a. Pagi
b.
Siang Pengembangan Diri
Pukul (07.20–
14.30 WIB) Pukul (14.30- 17.10 WIB)
Berdasarkan data yang diperoleh dapat dikatakan bahwa sarana dan prasarana di MTsN 1 Mataran sudah cukup baik dan semua ruangan masih layak untuk digunakan.
6. Kegiatan di MTsN 1 Mataram
Adapun kegiatan yang ada di MTsN 1 Mataram yaitu:
a. kegiatan Intra Sekolah
Sejak tiga tahun yang lalu Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Barat menetapkan kebijakan agar MTs Negeri 1 Mataran agar
menyelenggarakan pendidikan 1 shift yang berdampak pada penurunan daya tampung siswa. Dampak positif kelulusan, pengelolaan waktu sekolah dan kesesuaian mata pelajaran yang diajarkan oleh guru menjadi lebih baik. Sekolah negeri pada umumnya melaksanakan proses belajar mengajar dari pukul 07.00 sampai 14.20 Pada Hari Senin sampai Kamis, Hari Jum’at dari pukul 07:00 sampai 11:00, dan hari sabtu di mulai pukul 07:00 sampai 13:30. Beberapa sekolah menerapkan proses belajar mengajar FullDay School sampai pukul 16.00 atau lebih lama dengan menambahbeberapa muatan kurikulum dalam rangka peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan plus sesuai tuntutan zaman dan tuntutan masyarakat. Di pihak lain beberapa sekolah juga menyediakan kegiatan pelajaran macam-macam ekstra kurikuler terprogram demi melayani kebutuhan masyarakat pelajar, terutama untuk menampung, melayani dan memberdayakan potensi siswa di bidang akdemik maupun non akademik yang kesemuanya pasti berpengaruh besar terhadap kualitas/mutu pendidikan.66
b. Kegiatan Ekstra kulikuler
Kegiatan ekstrakulikuler merupakan kegiatan yang diadakan diluar jam pmbelajaran yang bertujuan untuk menambah keterampilan dan wawasan siswa diluar akademik..
Berdasarkan data yang diperoleh adapun jenis kegiatan ekstrakulikuler yang ada di MTsN 1 Mataram yaitu:
66 Muhbahir, Wawancara, Mataram, 07 November 2019.
1. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler :
a) Kepramukaan Materi pelajaran (teori) wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas satu semester 1, waktunya dua jam pelajaran/ minggu.
Praktik keterampilan kepramukaan diberikan setiap hari kamis sore,
b) Tilawah/ Baca Tulis Al Qur‟an/ Baca Iqra’
a. Seluruh siswa kelas 1 pada semester 2.
b.Siswa kelas II atau kelas III yang dianggap belum lancar oleh sekolah.
c) Apresiasi Seni (Marawis dan kasidah)
Mengembangkan kemampuan siswa di bidang seni khususnya seni marawis dan kasidah.
d) Kerohanian/Kegiatan kerohanian meliputi : a) Seni Baca Al Qur’an/ Qiro’ah
Hanya bagi yang berbakat dan berminat, waktunya 1 kali/
minggu, jadwalnya disesuaikan dengan pembimbingnya.
b) Kader dakwah /Pidato/ Khutbah/ Khitobah (Bahasa Indonesia/
Inggris/ Arab)
Mengembangkan kemampuan siswa dalam menyusun konsep pidato/khutbah dan mempraktikkannya. Secara berkala, sekolah menyelenggarakan lomba.
e) PMR
Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi yang dilaksanakan setiap hari sabtu.
f) Olah raga Prestasi ( Karate, Basket, Sepakbola, dan Futsal )
Kegiatan ini bertujuan untuk kesehatan dan penyaluran hobi serta pengembangan kemampuan siswa menjadi sebuah prestasi yang membanggakan peserta dan sekolah.67
Data di atas merupakan data kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di MTsN Mataram selama hari senin sampai dengan hari sabtu yang dilaksanakan pada sore hari.
Selain pembelajaran yang dilaksanakan pagi hari, MTsN 1 Mataram juga menyelenggarakan Program Unggulan yang dilaksanakan sore hari (Senin- Kamis) yaitu :
1. Olimpiade MIPA (Biologi, Fisika dan Matematika) ,dan program;
2. Pengayaan MIPA dan Bahasa Asing( Inggris/Arab), serta Kelas Khusus Keagamaan (dengan materi Tafsir, Hadits,Nahwu, Tahfiz dll).
9. Struktur Organisasi
Struktur organisasi dalam sebuah sekolah adalah faktor yang harus dimiliki oleh suatu lembaga.Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pengembangan sekolah juga memilki struktur untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya di sekolah.Begitu pula dengan MTsN 1 Mataram struktur organisasi sudah pasti dibutuhkan agar efektifitas dan efesiensi
67Ekstrakulikuler, Dokumentasi, dikutip 07 November 2019.
kerja dapat berjalan dengan baik. Di bawah ini peneliti dapat menggambarkan struktur organisasi di MTsN 1 Mataram sebagai berikut:
Struktur Organisasi MTsN 1 Mataram68
Komite Sekolah - - -
Kepala Tata Usaha
Waka.Ur.Kurikulum Waka. Ur.Humas Waka.Ur.Kesiswaan Waka.Ur. Sarpras
Pembina-Pembina Kesiswaan & Gr.BP
Pelatih-Pelatih
Guru Mata Pelajaran Wali Kelas
Siswa/Siswi/Osis
Keterangan: Garis komando/koordinasi/konsultas.
Gambar 2.1 Struktur Organisasi MTsN 1 Mataram.
68Struktur Organisasi MTsN 1 Mataram, Dokumentasi, dikutip 07 November 2019.
Kepala Madrasah
B. Paparan Data Dan Temuan
Data yang ditemukan disini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 06 November 2019 sampai selesai, melalui observasi, pada saat proses pembelajaran dan wawancara terhadap subjek penelitian, (Guru Fiqih, Guru Biologi, dan Waka Kurikulum) serta dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang diperlukan tentang bagaimana penerapan penilaian autentik di MTsN 1 Mataram, bagaimana peningkatan hasil belajar setelah diterapkan penilaian autentik dan factor penghambat dalam menerapkan penilaian autentik.
1. Penerapan Penilaian Autentik Pada Penilaian Aspek Sikap Dalam Pembelajaran Fiqih di MTsN 1 Mataram.
Sikap merupakan kecendrungan seseorang dalam merespon sesuatu atau obyek, yang tergambar melalui rasa suka, tidak suka, setuju dan tidak setuju. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan cara pengamatan (observasi), penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan penilaian jurnal.
Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 12 November 2019, peneliti mengamati bahwa pelaksanaan penilaian autentik dalam ranah kompetensi sikap yang terdiri dari penialain kompetensi sikap religious dan sikap social ada beberapa aspek yang dinilai dalam aspek religious dan aspek sosial.
Adapun penialain yang dinilai oleh guru dalam aspek spritual yaitu sikap dalam memberikan salam ketika masuk kelas, berdoa sebelum memulai
pelajaran, itu merupakan salah satu bentuk penialain yang digunakan dalam aspek religious. Kemudian dalam bentuk sikap social yaitu percaya diri, santun terhadap guru maupun teman sebaya dan perduli terhadap sesama teman.Disana guru juga sudah menyiapkan rubrik penilaian melaui penilaian observasi.69
1). Observasi
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, pak Aqil minilai kompetensi sikap melaui tekhnik observasi. Hasil observasi tersebut sesuai dengan pernyataan buk kayatin melalui wawancara dengan peneliti:
Saya sudah melakukan penilaian autentik dalam proses pembelajaran, kalau saya dalam penilaian sikap, saya sering melakukan observasi langsung, tidak hanya duduk saja namun saya sering jalan ke bangku-bangku siswa dan memperhatikan mereka, saya sering menyuruh siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ada di buku, dan kadang juga melakukan ujian harian di setiap habis subtema. Kemudian penilaian sikap siswa ini di dalam kelas berdasarkan sikapnya jika sikap siswa baik maka baik lah nilai sikap siswanya sebaliknya jika buruk sikapnya maka nilai sikapnya juga buruk.70
Sebagaimana hal ini juga diperkuat dengan hasil observasi yang dilakukan di kelas IX-7 pada saat proses pembelajaran berlangsung, pak Aqil di dalam kelas berjalan mengelilingi siswa sambil memperhatikan sikapsiswa, dan peneiti langsung melihat apa yang
69Observasi , MTsN 1 Mataram, 12 November 2019.
70 H. Ibnu Aqil, Wawancara, Mataram, 12 November 2019..
diakukan pak Aqil pada saat pembelajaran.
Pak Aqiljuga melakukan hal yang sama dalam menilai sikap siswa, beliau menjelaskan bahwa:
Adapun penilaian autentik ini memiliki 3 komponen yang harus dinilai baik dari sikap kognitif, afektifnya dan psikomotoriknya.Khusus sikap ini guru harus melakukan pengamatan si anak dari sikap sosial dan spritualnya.Penilaian sikap spiritual anak melalui sholat berjamaahnya, sedangkan sikap sosial nya dapat dinilai melalui hubungan nya dengan sesama teman dan hubungan yang lebih tua darinya.72
Diperkuatoleh hasil observasi yang peneliti lihat pada saat jam shalat zuhur saat azan berkumandang semua siswa bergegas untuk melakukan shalat berjama’ah di mushollah, disana pak aqil melihat langsung mana siswa yang tidak melaksanakan shalat berjama’ah dan mana yang tidak berjama’ah, bagi siswa yang tidak melaksanakan shalat berjama’ah langsung diberi hukuman.
Penilaian kompetensi sikap siswa dengan tekhnik observasi dilakukan oleh pak Aqil melalui beberapa langkah. Berikut hasil observasi mengenai langkah- langkah yang ditempuh guru dalam menilai sikap melalui tekhnik observasi:
a. Guru menyampaikan kompetensi sikap yang perlu dicapai oleh siswa Berdasarkan hasil observasi pada 12 November 2019, diketahui
71Observasi…,12 November 2019.
72 H. Aqi, Wawancara, Mataram,12 November 2019.
bahwa kompetensi sikap dibagi menjadi dua yaitu sikap spritual dan sikap social. Sikap spritual dijelaskan guru hanya pada awal semester karna yang dinilai dalam sikap spritual selalu sama, yaitu salam sebelum masuk kelas, berdoa sebelum memulai pembelajaran dan toleransi terhadap sesama. Sedangkan penilaiain sikap social disampaikan diawal pembelajaran karna aspek yang dinilai dalam aspek social tidak selalu sama setiap pembelajaran, sehingga perlu dijelaskan kepada siswa.73 Pernyataan tersebut sesuai dengan penuturan pak aqil:
Iya, setiap memulai pembelajaran guru tetep menjelaskan kompetensi yang akan dicapai pada hari itu, baik dari penilaian pengetahuan, sikap maupun keterampilan.
Diperkuat oleh hasil observasi peneliti di kelas saat proses pembelajaranberlangsung peneliti melihat guru menjelaskan kriteri penilaian yang akan dinilai selama proses pembelajaran, guru menjelaskan criteria penilaian dari segi sikap, pengetahuan, serta keterampilan74.
b. Guru menjelaskan criteria penilaian dan indicator pencapaian.
Berdasarkan hasil observasi di kelas IX-7 bahwa guru selalu menjelaskan criteria dari penilaian serta indicator pencapaian.
Dilanjutkan wawancara dengan pak Aqil beliau mengungkapkan bahwa setiap memulai pembelajaran sudah pasti guru menjelaskan
73Observasi, MTsN 1 Mataram, 12 November 2019.
74Observasi…,12 November 2019.
criteria penilaian dan indicator pencapaian yang akan dilakukan selama pembelajaran, pernyataan ini sesuai dengan penuturan pak Aqil yaitu:
ya setiap memulai pembelajaran kita selalu menjelaskan terlebih dahulu criteria penilaian dan indicator yang akan dinilai selama pembelajaran. 75
Pada saat proses pembelajaran berlangsung peneliti melihat pak aqil sebelum beliau melakukan proses pembelajaran, diawal pembelajaran beliau terebih dahulu menjelaskan kritria penilaian yang akan digunakan selama pembelajaranberlangsung, tujuannya supaya siswa terarah dan paham indikator apa saja yang akan dilihat selama proses berlangsung.76
c. Guru mengamati sikap siswa
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa mulai dari awal hingga akhir pembelajaran guru mengamati sikap siswa selama proses pembelajaran, hal tersebut peneliti melihat secara langsung di dalam kelas hal-hal yang dilakukkan oleh guru. Guru mengamati sikap siswa dengan berjalan ke bangku-bangku siswa sambil bertanya tentang pembelajaran yang sedang berlangsung.77
75H. Ibnu Aqil, Wawancara, Mataram, 12 November 2019.
76Observasi,MTsN 1 Mataram, 12 November 2019
77Observasi…,12 November 2019.
Hasil observasi tersebut didukung oleh hasil wawancara dengan pak Aqil hari kamis tanggal 12 November 2019 beliau menyatakan:
Sepanjang pembelajaran saya sering melakukan pengamatan terhadap sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
d. Guru mencatat tampilan sikap siswa
Berdasarksn hasil observasi pada hari selasa tanggal 12 November 2019 di kelas IX-7 selama melakukan proses pembelajaran guru selalu melakukan pencatatan tampilan sikap siswa pada buku penilaian yang sudah disediakan. Hal tersebut berdasarkan yang peneliti lihat dalam kelas pada akhir pemelajaran dan sebelum guru menutup pembelajaran guru terlebih dahuu mencatat nilai dari tampilan sikap siswa selama pembelajaran78
hasil observasi tersebut didukung oleh hasil wawancara dengan pak Aqil beliau menegaskan
Kita tinggal mengisi saja sikap siswa pada buku penilaian yang sudah disediakan oleh madrasah.79
Berdasarkan hasil wawancara bahwa guru mencatat sikap siswa di buku penilaian, yang sudah disiapkan oleh madrasah. Buku penilaian tersebut memuat nama siswa, serta aspek yang akan dinilai. Berikut ini merupakan studi dokumentasi berupa buku penilaian proses yang digunakan guru dalam mencatat tampilan sikap siswa.
78Observasi...,12 November 2019.
79H.Aqil, Wawancara…,12 November 2019.