• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketentuan semi-hierarkis dalam pemilihan metode transfer pricing

Dalam dokumen ENTP Draft Final 2023 entp final tahun 2022 (Halaman 135-140)

administrasi. Namun untuk kasus-kasus tertentu yang sulit untuk menentukan harga wajar hanya dengan satu metode, penggunaan beberapa metode dapat dilakukan sebagai penghubung dalam menentukan kewajaran suatu transaksi.

Ketentuan semi-hierarkis dalam pemilihan metode

Gambar 8-2: Pemilihan Metode yang Paling Sesuai

Sumber : Diolah penulis

Beberapa contoh ilustrasi kasus yang mencerminkan isu pemilihan metode semi-hierarki adalah sebagai berikut:

Ilustrasi 1

Pemeriksa sedang menguji suatu Transaksi yang Dipengaruhi Hubungan Istimewa yang melibatkan aset berwujud yang diproduksi oleh suatu perusahaan manufaktur dengan menggunakan aset tidak berwujud (intangible property)-nya yang bernilai. Aset tidak berwujud tersebut dijual kepada pihak afiliasi yaitu distributor yang menjalankan aktivitas distribusi secara rutin. Berdasarkan ilustrasi sederhana di atas, dapat disimpulkan bahwa metode CUP, RPM atau TNMM (dengan menggunakan penjualan sebagai net profit indicator) mungkin dapat

Mempertimbangkan berbagai faktor: kesesuaian dengan karakteristik transaksi dan usaha, kelebihan dan kekurangan,

ketersediaan transaksi independen, tingkat kesebandingan dan penyesuaian

CUP RPM C+ TNMM PSM

Metode yang dipilih

Jika terdapat beberapa metode yang dapat diaplikasikan, masih terdapat suatu hierarki

Metode CUP

RPM C+

TNMM PSM

tradisional

transaksional

diterapkan. Jika data yang dibutuhkan untuk menerapkan metode- metode tersebut tersedia dan memiliki keandalan yang setara maka metode CUP lebih diutamakan. Namun jika data yang dibutuhkan untuk menerapkan metode CUP tidak tersedia, maka metode RPM lebih didahulukan, di mana distributor yang merupakan pihak paling sederhana (least complex) dipilih sebagai pihak yang diuji (tested party).

Adapun metode profit split kurang tepat untuk digunakan karena aktivitas distributor yang dijalankan bersifat rutin dan tidak unik.

Ilustrasi 2

Misalkan masih merujuk pada ilustrasi 1 di atas, namun terdapat perbedaan di mana aset tidak berwujud (intangible property) tidak dimiliki oleh perusahaan manufaktur, namun dimiliki dan digunakan oleh distributor. Dalam kondisi tersebut, metode CUP, C+ atau TNMM (dengan menggunakan biaya (cost) sebagai net profit indicator) mungkin dapat diterapkan. Jika data yang dibutuhkan untuk menerapkan metode-metode tersebut tersedia dan memiliki keandalan yang setara maka metode CUP lebih diutamakan. Namun jika data yang dibutuhkan untuk menerapkan metode CUP tidak tersedia, maka metode C+ lebih didahulukan, di mana perusahaan manufaktur yang merupakan pihak paling sederhana (least complex) dipilih sebagai pihak yang diuji (tested party).

Ilustrasi 3

Merujuk pada ilustrasi 1 dan 2, di mana baik perusahaan manufaktur dan distributor sama-sama memiliki dan menggunakan aset tidak berwujud (intangible property) sehingga memberikan kontribusi dan nilai tambah pada aset berwujud yang diperjualbelikan.

Dalam kondisi tersebut, penentuan pihak yang lebih sederhana (least complex) tidak dapat dilakukan. Sehingga, metode CUP atau PSM lebih tepat untuk diterapkan. Jika data yang dibutuhkan untuk menerapkan metode-metode tersebut tersedia dan memiliki keandalan yang setara maka metode CUP lebih diutamakan. Namun jika data yang dibutuhkan untuk menerapkan metode CUP tidak tersedia, metode PSM dapat diterapkan.

Ketentuan pemilihan metode transfer pricing dengan keterbatasan data

Salah satu hal penting dalam memilih metode transfer pricing adalah ketersediaan pembanding independen yang andal.

Pembanding yang hendak diidentifikasikan dapat berupa data harga (misalnya harga pasar untuk barang komoditas), data mengenai margin laba kotor, atau data mengenai margin laba bersih. Sebelum memilih metode transfer pricing yang paling tepat sesuai fakta dan kondisi, pemeriksa pajak terlebih dahulu perlu mengidentifikasi ketersediaan data pembanding baik internal maupun eksternal.

Dalam praktiknya terkadang data pembanding yang andal pada pasar yang sama pun tidak dapat diidentifikasi. Pada kasus tersebut, perlu dicari solusi yang tepat untuk bisa diterapkan baik oleh Wajib Pajak maupun otoritas perpajakan.75

Solusi yang dapat diterapkan ketika data pembanding sulit untuk ditemukan, di antaranya yaitu76:

1. Mencari data pembanding pada industri lainnya di mana perusahaan pembanding memiliki fungsi, aset dan risiko yang serupa;

2. Mencari data pembanding pada wilayah geografis lainnya yang memiliki kemiripan dengan negara di mana perusahaan yang sedang diuji menjalankan bisnisnya; dan

3. Menggunakan analisis industri (yang tersedia secara umum atau telah dilakukan oleh perusahaan secara internal) untuk mengidentifikasi level keuntungan yang secara layak diharapkan untuk diperoleh dari berbagai fungsi rutin yang dijalankan (seperti produksi, jasa, distribusi).

Jika terdapat beberapa beda kondisi di mana data untuk melakukan penyesuaian tidak tersedia lengkap dan akurat, selanjutnya perlu diteliti apakah untuk tiap-tiap beda kondisi tersebut dapat dibuat asumsi sebagai dasar untuk melakukan penyesuaian.

Selain itu, penerapan metode transfer pricing erat kaitannya dengan pemilihan pihak yang akan diuji (tested party). Pemilihan pihak yang akan diuji merupakan salah satu dari tahap analisis kesebandingan pada Bab 6. Pihak yang diuji dalam analisis PKKU dapat merupakan

75 United Nations Practical Manual on Transfer Pricing Par 4.1.2.8

76 United Nations Practical Manual on Transfer Pricing Par 4.1.2.9

Wajib Pajak yang sedang diperiksa (audited party). Meski demikian, pihak yang diuji (tested party) dapat pula dipilih dari lawan transaksi audited party, maka dalam hal ini tested party berbeda dengan audited party. Dalam hal tidak dapat diyakini keandalan dan kecukupan informasi dari pihak yang akan diuji maka Wajib Pajak atau pihak afiliasi lainnya dapat dipilih sebagai pihak yang akan diuji.

Ketika suatu metode transfer pricing telah dipilih dan diterapkan, Wajib Pajak diharapkan untuk menerapkan metode tersebut secara konsisten. Adapun perubahan metode dibutuhkan hanya jika terdapat perubahan fakta, fungsi atau ketersediaan data.77

Setelah memahami kaidah-kaidah pemilihan metode penentuan harga transfer pada Bab 8, selanjutnya kita akan mengenal lebih dalam mengenai berbagai metode penentuan harga transfer pada Bab 9.

77 United Nations Practical Manual on Transfer Pricing Par 4.1.3.3

Dalam dokumen ENTP Draft Final 2023 entp final tahun 2022 (Halaman 135-140)