BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Aspek Keuangan
6. Keterbatasan Rasio Keuangan
Meskipun analisa rasio keuangan dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat sehubungan dengan operasi dan keadaan keuangan perusahaan, namun di dalamnya terdapat masalah dan keterbatasan yang memerlukan kehati-hatian dan pertimbangan. Analisis rasio keuangan menurut Martin dan Keown (1999 : 511) memiliki keterbatasan sebagai berikut :
a. Kadang-kadang sulit untuk menggolongkan sektor industri sebuah perusahaan bergerak di bidang macam sektor industri atau usaha.
b. Anga rata-rata industri hanya merupakan taksiran kasar dan sangat umum sifatnya sehingga sebelum tentu cocok dijadikan bahan perbandingan secara spesifik.
Dari keterbatasan analisis keuangan di atas dapat kita uraikan sebagai berikut :
1. Banyak perusahaan besar yang mengoperasikan beberapa divisi yang berbeda pada industri yang berbeda pula dan dalam keadaan seperti ini sulit untuk mendapatkan rata-rata industri yang bisa digunakan sebgai
bahan pertimbangan yang tepat. Hal ini cenderung membuat analisis rasio lebih berguna bagi perusahaan besar dengan banyak divisi yang berbeda- beda.
2. Hampir semua perusahaan ingin berprestasi di atas rata-rata walaupun pada kenyataannya setengahnya akan berada dibawah dan setengahnya lagi diatas rata-rata, sehingga pencapaian prestasi rata-rata semata belumlah dapat dinyatakan baik. Bagi menargetkan prestasi tinggi patokan terbaik adalah perusahaan dengan rasio yang sangat baik.
3. Inflasi menyebabkan distorsi besar pada neraca. Nilai yang tercatat di neraca seringkali sangat berbeda dengan nilai sebenarnya. Lebih jauh lagi karena inflasi mempengaruhi baik beban penyusutan maupun biaya perusahaan dari tahun ketahun atau analisis komperatif atau perusahaan- perusahaan pada usia yang berbeda harus diinterprestasikan secara cermat dan penuh dengan pertimbangan.
4. Faktor-faktor musiman juga yang menyebabkan ketimpangan pada analisis rasio. Misalnya, rasio perputaran persediaan bagi pabrik pengolah makanan akan sangat berbeda apabila angka persediaan persis seteh proses pengalengan selesai. Masalah ini dapat diperkecil dengan menggunakan persediaan bulanan rata-rata dalam menghitung persedian rata-rata.
5. Perusahaan dapat mengunakan teknik “window dressing” agar laporan keuangannya kelihatan lebih baik bagi analisis kredit.
6. Perbedaan praktek operasi dan akuntansi menyebabkan distoris dalam perbandingan. Seperti metode penilaian persediaan dan penyusutan dapat
mempengaruhi laporan keuangan dank arena itu mendistorisasikan perbandingan diantara perusahaan. Jika sebagian besar aktiva jika dibandingkan dengan penjualan akan terlihat kecil karena aktiva lease besarnya tidak disaji di dalam neraca. Bersamaan dengan itu kewajiban lease mungkin tidak disajikan di dalam hutang, karena itu leasing biasa saja memperbagus rasio perputaran dan rasio hutang.
7. Sebenarnya sukar untuk menetapkan secara pasti apakah suatu rasio baik atau buruk. Misalnya, rasio lancar yang tinggi mungkin menujukan posisi likuiditas yang kuat, tetapi bisa juga menandakan adanya kas berlebih yang tentunya tidak baik yang menyebabkan terjadinya “iddle money”
8. Suatu perusahaan bisa mempunyai sejumlah rasio yang kelihatan baik sedangkan rasio lainnya jelek, sehingga sulit untuk mengatakan apakah keseluruhaan ini baik atau buruk. Akan tetapi, prosedur statistic dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh bersih dari serangkaian rasio.
C. Aspek operasional 1. Manajemen
Dalam melaksanakan kegiatan operasional, PKBL harus mempunyai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai, dalam hal ini untuk penyediaan barang/jasa yang bermutu tinggi. khususnya pada usaha kecil agar menjadi tanggungan dan mandiri melalui pemaanfaatan dana dari bagian laba BUMN, usaha kecil yang merupakan kegiatan ekonomi rakyat yang bersekala kecil dan memenuhi kreteria kekayaan bersih atau hasil penjualan.
Manajemen PKBL itu sendiri berfungsi yaitu : a. Perencanaan (planning)
Secara umum perencanaan meliputi aktivitas untuk mendefinisikan tujuan, menyusun anggaran, menetapkan strategi dan kebijakan peraturan dan peosedur serta mengkoordinasi seluruh aktivitas. Produk dari perencanaan adalah rencana.
b. Implementasi (implementation)
Implementasi adalah menjalankan atau melaksanakan seluruh rencana yang telah ditetapkan. Implementasi melingkupi berbagai aktivitas antara lain: pengorganisasian, menggerakan, memimpin, koordinasi, komunikasi dan sebagainya.
c. Pengendalian (controlling)
Pengendalian berarti memantau seluruh aktivitas untuk menjamin terlaksananya seluruh rencana dan melakukan tindakan koreksi apabila terjadi penyimpangan yang berarti.
tahunan serta kepemilikan sebagaimana yang diatur dalam peraturan.
Kemakmuran perusahaan diukur dari daya hidup atau hidup selama mungkin serta daya untuk tumbuh. Agar perusahaan dapat tumbuh maka perusahaan harus sehat. Kemakmuran pemilik perusahaan berarti pemilik perusahaan harus secara teratur dan meningkat menerima balas jasa dari modal yang mereka investasikan pada perusahaan.
2. Organisasi
Dalam melaksanakan kegiatan operasional, PKBL harus mempunyai tujuan dan sasaran yang sesuai dengan organisasi
Pengertian organisasi menurut John M.Pififfner P. Sherwood organisasi adalah pola keadaan di mana sejumlah orang banyak mempunyai teman yang berhubungan langsung dengan semua yang lain, dan menangani tugas-tugas yang komples, menghubungkan mereka sendiri satu sama lain dengan sadar, peraturan dan pencapaian yang sistematis dari tujuan-tujuan yang saling disetujui.
Berbicara tentang organisasi bukuanlah sekedar kumpulan orang dan pula bukan hanya sekedar pembagian kerja, karena pembagian kerja hanyalah salah satu asas organisasi. Salah satu asas tidaklah menjadi pengertian umum, atau denagn perkataan lain arti sebagian tidak dapat menjadi arti keseluruhan. Untuk pengertian organisasi yang pembagian kerja lebih tepat penggorganisasian.
Penggorganisasian adalah serangkaian aktivitas menyusun suatu kerangka menjadi wadah setiap kegiatan usaha dengan jalan membagi dan mengklompokan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan serta menetaapkan dan menyusun jalinan hubungan kerja. Organisasi adalah sistem saling pengaruh antara orang dalam kelompok yang berkerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Dari definisi organisasi diatas dapat ditemukan adanya berbagai factor yang dapat menimbulkan organisasi, yaitu orang-orang yang berkerja sama dan tujuan tertentu. Factor tersebut tidak saling lepas berdiri sendiri, melainkan saling kait merupakan suatu kebetulan. Maka dalam pengertian organisasi digunakan
sebutan sistem yang berarti kebetulan dari berbagai faktor yang terkai dari berbagai faktor yang terkait oleh berbagai asas tertentu.
Beberapa kelemahan dalam organisasi antara lain : a. jenjang organisasi yang terlalu panjang
b. kemungkinan kekembaran fungsi
c. satuan-satuan organisasi yang berbeda tujuan ditempatkan dalam satu kelompok
d. adanya pejabat yang melapor kepada lebih dari seorang atasan e. pengankatan atau pemakayan pembantu yang salah
f. terlalu banyak pejabat yang melapor kepada seorang kepala g. sebutan jabatan yang tidak jelas fungsinya
h. satuan organisasi yang membawakan hanya satu satuan organisasi lainya padahal hanya seseorang
i. satuan-satuan organisasi yang tidak seimbang fungsinya ditempatkan pada jenjang yang sama
j. satuan organisasi dengan fungsi menyeluruh hanya ditempatkan di bawah satuan lain secara salah
k. penanaman suatu fungsi yang tidak jelas