• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keunggulan Kompetitif sebagai Alat Stratregi

Dalam dokumen MANAJEMEN UMKM - Narotama (Halaman 63-71)

KEUNGGULAN KOMPETTITIVE BERKELANJUTAN

2.5 Keunggulan Kompetitif sebagai Alat Stratregi

karena struktur biaya mereka yang rendah dan efisien. Hal ini dapat dicapai, karean perusahaan mempunyai operasional yang efektif dan efisien. Umumnya hal tersebut mengharuskan perusahaan untuk membayar upah yang rendah, menghemat berbagai aspek operasional dengan diimbangi oleh produktivitas yang tinggi.

Berdasarkan atas uraian diatas, maka menurut hemat penulis, manfaat yang didapatkan oleh perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif adalah "Menciptakan manfaat Bersama (Creating Shared Value)". Hal ini terkandung maksud bahwa untuk meraih kepemimpinan dalam industri yang bersaing dan mendapat kepercayaan dengan memenuhi harapan konsumen akan dapat mendorong kinerja perusahaan, pemegang saham perusahaan, komunitas tempat perusahaan beroperasi dan harapan masyarakat secara keseluruhan. Manajemen perusahaan akan percaya bahwa nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham hanya dapat terwujud dalam jangka panjang jika perilaku, strategi dan operasi perusahaan juga akan dapat memberikan nilai terbaik bagi masyarakat dimana perusahaan beroperasi, bagi mitra bisnis perusahaan, dan tentu saja bagi para konsumen. Melalui aktivitas “Creating Shared Value”

inilah sejatinya upaya sustainable competitive advantage akan dapat diwujudkan dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi setiap perusahaan untuk berkompetisi.

ketepatan aktivitas perusahaan yang dapat menyokong kinerjanya, seperti inovasi, budaya kohesif, atau pelaksanaan yang baik. Strategi bersaing adalah : pencarian akan posisi bersaing yang menguntungkan didalam suatu industri, arena fundamental tempat persaingan terjadi. Strategi bersaing bertujuan menegakkan posisi yang menguntungkan dan dapat dipertahankan terhadap kekuatan- kekuatan yang menentukan persaingan industri, yang mana pada akhirnya adalah untuk menanggulangi dan mengubah aturan itu demi kepentingan perusahaan.

Cara suatu perusahaan dapat mencapai sukses bersaing, adalah dengan menghindari persaingan melalui pasar domestik yang diproteksi atau diregulasi, karena regulasi dapat membatasi persaingan melalui penetapan harga dan pembatasan produk, tetapi sifatnya sementara. Strategi bersaing berikutnya yang dapat dipergunakan adalah dengan memberikan kelengkapan produk, fasilitas serta suasana yang lebih lengkap dan menarik yang dirancang sedemikian rupa, adapun faktor sosial, budaya, ekonomi dan pemilihan lokasi juga perlu diperhatikan, sehingga perusahaan akan mampu berkompetisi dengan pesaing-pesaingnya yang berada pada pasar yang sama dengan tingkat keunggulannya.

“Inti dari perumusan strategi bersaing adalah menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya walaupun lingkungan yang sangat relevan sangat luas, mencakup kekuatan-kekuatan sosial dan juga kekuatan-kekuatan ekonomi, aspek kunci dari lingkungan perusahaan adalah industri-industri dimana perusahaan tersebut bersaing.” Dalam hal ini, keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh

suatu perusahaan dapat dijadikan sebagai alat strategi untuk bersaing di pasar dengan pelaku usaha lainnya dalam industri.

Diantara beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dapat dijadikan sebagai alat strategi bersaing dalam lingkungan industri, antara lain :

1) Keunggulan Operasioanal. Keunggulan ini mengacu kepada strategik generik yaitu kepada strategi harga dan biaya terendah dengan penekanan kepada efesiensi. Bila perusahaan bekerja secara efisien dan kemudian berhasil menerapkan atau menekan biaya total untuk produk sedemikian rupa, sehingga bisa menjadi yang terendah dalam industrinya, maka kemungkinan besar bisa menetapkan harga produk yang terendah pula dalam industri.

Efisiensi berarti pula bahwa pelanggan akan mendapatkan produk dengan biaya kepemilikan terendah serta waktu yang diperlukan sampai ketangan pelanggan adalah waktu yang tersingkat.

Terdapat tiga hal utama yang menyebabkan perusahaan- perusahaan dengan keunggulan operasional memilki kualifikasi untuk berhasil memberikan pelayanan yang unggul kepada pelanggan. Pertama, perusahaan-perusahaan harus berfokus kepada usaha untuk memberikan pelayanan yang sederhana dan bebas dari hal-hal yang justru akan menimbulkan keruwetan.

Kedua, perusahaan-perusahaan menerapkan model operasi yang menekankan kepada efisiensi serta berusaha untuk memperoleh zero defect baik dalam produk maupun pelayanan. Ketiga, keberhasilan perusahaan-perusahaan yang mampu memanfaatkan teknologi informasi tersebut.

2) Keunggulan Produk dan teknologi. Satu hal yang mungkin menjadi pegangan bagi perusahaan untuk terus melakukan inovasi adalah kesuksesan kesuksesan dari perusahaan- perusahaan yang menjadi pemimpin produk. Agar dapat menjadi pemimpin produk, perusahaan harus menunjukkan arus yang konsisten dari produk-produk yang menonjol yang akan mampu membuat para pelanggan akan terus menanti dengan penuh harap produk-produk baru yang akan di luncurkan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah perusahaan perusahaan tidak boleh terlena secara terus-menerus dengan melakukan inovasi produk tanpa memperdulikan pasar terutama kesuaian dari keinginan para pelanggan atas produk yang ditawarkan.

3) Kedekatan dengan pelanggan. Perusahaan yang ingin membangun keunggulan melalui kedekatan dengan pelanggan yang harus dilakukan adalah upaya untuk membangun citra atau image tentang perusahaan kedalam benak pelanggan. Ketika pelanggan berpikir tentang suatu produk yang ingin dimiliki dalam rangka memenuhui keinginannya maka yang ada di benaknya pertama kali adalah produk - produk serta nama perusahaan tersebut.

Untuk membangun kedekatan dan keakraban dengan pelanggan, maka perusahaan harus mau menjadi bagian dari solusi untuk si pelanggan dan bukanlah menjadi bagian bagian dari problem mereka. Perusahaan-perusahaan yang dekat dengan pelanggan dan sukses adalah mereka yang dalam pengalamannya berhasil menjadi ahli/pengalaman dalam bisnis pelangganya serta berhasil menciptapkan berbagai solusi.

Perusahaan mampu bersaing bukanlah satu-satunya kunci keberhasilan, karena ada tiga faktor yang dibutuhkan untuk menciptakan suatu keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan, yaitu :

1. Dasar Persaingan (basic of competition). Strategi harus didasarkan pada seperangkat asset, skill dan kemampuan. Ketiga hal tersebut akan mendukung strategi yang dijalankan sehingga keunggulan dapat bertahan.

2. Di pasar mana perusahaan bersaing (where you compete). Dalam hal ini, penting bagi perusahaan memilih pasar sasaran yang sesuai dengan strategi yang dijalankan atau dengan kata lain asset, skill dan kemampuan harus mampu mendukung strategi dalam memberikan sesuatu yang bernilai bagi pasar.

3. Dengan siapa perusahaan bersaing (who you compete against).

Selanjutnya perusahaan harus mampu mengidentifikasi pesaingnya, apakah pesaing tersebut lemah, sedang, atau kuat dalam struktur persaingannya di pasar industri.

Dalam hal ini, keunggulan bersaing yang dimiliki oleh suatu perusahaan, berkembang dari nilai yang mampu diciptakan untuk pembelinya yang melebihi biaya perusahaan dalam menciptakannya.

Keunggulan bersaing berasal dari banyak aktifitas berlainan yang dilakukan perusahaan dalam mendesain, memproduksi, memasarkan, menyerahkan dan mendukung produknya. Masing- masing aktifitas dapat mendukung posisi biaya relatif perusahaan dan menciptakan diferensiasi. Oleh karenanya melalui aktivitas keunggulan bersaing inilah, perusahaan akan dapat menjadi

keunggulan bersaing yang dimilikinya sebagai alat strategi bagi perusahaan dalam bersaing di pasar industri yang dimasukinya.

Rangkuman Bab 2

Setelah membaca dan memahami bab 2 di atas, beberapa hal penting yang dapat diambil sebagai rangkuman, dapatlah penulis intisarikan sebagaimana di bawah ini.

1. Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Merujuk pada makna keunggulan kompetitif diatas, maka pengertian kompetitif merupakan suatu hal yang berhubungan dengan sebuah persaingan atau kompetisi.

Yang mana dalam hal ini kompetitif dapat diposisikan sebagai suatu kondisi perebutan atau keadaan berkompetisi yang dialami atau terjadi terhadap seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan memenangkan sebuah pertandingan atau sebuah persaingan. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada dasarnya sama dengan skala usaha yang lain dalam pengelolaan bisnisnya. Sebagai suatu entitas bisnis, maka UMKM dalam menjalankan kegiatan usahanya juga harus didasari oleh aspek manajemen perusahaan dan prinsip manajerial sebagaimana dilakukan oleh kebanyakan entitas bisnis pada skala besar agar pengelolaan usahanya dapat berjalan secara efektif dan efisien dan memperoleh keberhasilan dalam usahanya.

2. Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat bersumber dari : 1). Melakukan pengurangan biaya (reduce cost) atas biaya-biaya yang tidak perlu berkaitan dengan bisnis yang kita jalankan, 2). Fokus pada layanan yang kita berikan dalam menjalankan bisnis, 3). Fokus pada kualitas produk dan layanan yang kita berikan, 4). Bedakan produk dan layanan yang kita berikan dengan pesaing, 5), Jalinnya kerjasama dengan perusahaan lain.

3. Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh suatu perusahaan hendaknya harus selalu dapat dipertahankan dan atau dipelihara dan dalam jangka panjang untuk dapat dikembangkan sehingga perusahaan akan selalu dapat memimpin di depan dalam kancah persaingan di pasar dengan para pesaingnya.

4. Manfaat yang didapatkan oleh perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif adalah "Menciptakan manfaat Bersama (Creating Shared Value)". Hal ini terkandung maksud bahwa untuk meraih kepemimpinan dalam industri yang bersaing dan mendapat kepercayaan dengan memenuhi harapan konsumen akan dapat mendorong kinerja perusahaan, pemegang saham perusahaan, komunitas tempat perusahaan beroperasi dan harapan masyarakat secara keseluruhan.

5. “Inti dari perumusan strategi bersaing adalah menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya walaupun lingkungan yang sangat relevan sangat luas, mencakup kekuatan-kekuatan sosial dan juga kekuatan-kekuatan ekonomi, aspek kunci dari lingkungan perusahaan adalah industri-industri dimana

perusahaan tersebut bersaing.” Dalam hal ini, keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat dijadikan sebagai alat strategi untuk bersaing di pasar dengan pelaku usaha lainnya dalam industri.

Daftar Istilah

Competitive Advantage Sustainable Competitive Advantage Blue Ocean Strategy Red Ocean Strategy

Cost Leadership Strategy Differentation Strategy Innovation Strategy Nice Market

Growth Strategy Alliance Strategy

Reduce Cost End User

Creating Shared Value Zero Deffect

Latihan Soal

1. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang competitve advantage dan apa bedanya dengan sustainable competitive advantage ! 2. Berikan penjelasan saudara, darimana sajakah perusahaan dapat

mendapatkan dan memiliki keunggulan kompetitif !

3. Jelaskan pendapat saudara disertai dengan ilustrasi contoh bagaimanakah implementasi daripada creating shared value bisa terjadi dalam suatu perusahaaan yang memiliki keunggulan kompetitif !

BAB 3

PENGUATAN KELEMBAGAAN UMKM

Dalam dokumen MANAJEMEN UMKM - Narotama (Halaman 63-71)