KEUNGGULAN KOMPETTITIVE BERKELANJUTAN
2.2 Sumber Keuggulan Kompetitif
jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk dan jasa terkait merupakan keunggulan kompetitif yang dimiliki apabila perusahaan dapat melakukan hal tersebut.
5). Strategi Aliansi (alliance strategy). Membentuk hubungan/kerjasama bisnis baru/aliansi dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan lain. Hubungan ini bisa berupa merger, akuisisi, usaha patungan, pembentukan
“perusahaan virtual,” atau pemasaran lainnya, manufaktur, atau perjanjian distribusi antara pelaku usaha dengan mitra dagangnya juga merupakan keunggulan kompetitif yang dapat dimiliki oleh suatu perusahaan apabila perusahaan dapat melakukannya dibandingkan dengan perusahaan lain.
Untuk menciptakan keunggulan kompetitif atas bisnis yang kita kelola bisa dimulai dari mengevaluasi aras bisnis yang sedang kita jalankan dengan jalan : 1). Mengetahui apa sebenarnya esensi dari keunggulan kompetitif dalam bisnis, 2). Menilai kekuatan unik dari bisnis yang kita jalankan, 3). Melihat apa yang dilakukan oleh kompetitor kita dalam menjalankan bisnisnya, 4). Dapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang bisnis yang kita jalankan dari situasi dan kondisi lingkungan dimana perusahaan bersaing.
Pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah apa yang bisa dijadikan sebagai sumber keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat bersumber dari : 1). Melakukan pengurangan biaya (reduce cost) atas biaya-biaya yang tidak perlu berkaitan dengan bisnis yang kita jalankan, 2). Fokus pada layanan yang kita berikan dalam menjalankan bisnis, 3). Fokus pada kualitas produk dan layanan yang kita berikan, 4). Bedakan produk dan layanan yang kita berikan dengan pesaing, 5), Jalinnya kerjasama dengan perusahaan lain.
Pengurangan biaya (reduce cost) adalah satu strategi yang dapat dilakukan bisnis untuk memperoleh keunggulan kompetitif, atau untuk meningkatkan keunggulan. Kebanyakan pasar memiliki pelanggan yang sensitif dengan harga, sehingga kemampuan untuk menawarkan produk atau layanan dengan harga yang lebih rendah adalah cara tertentu untuk menciptakan nilai bagi pelanggan.
Contoh, di Amerika Wal-Mart terkenal memiliki keunggulan kompetitif karena kemampuannya menyediakan harga rendah.
Kemmapuan dalam menjual dengan harga rendah ini tentunya harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi sebagaimana berikut ini :
1. Evaluasi keseluruhan proses produksi dalam bisnis yang kita jalankan. Ini mencakup semua hal dari membeli persediaan dan cara pekerja berproduksi, hingga cara memasarkan dan penjualan produk sampai ke tangan end user.
2. Pertimbangkan untuk berinvestasi dalam teknologi yang mengurangi biaya. Contoh, jika kita memiliki bisnis restoran, membeli peralatan hemat energi dapat mengurangi biaya pengoperasian. Jika bisnis kita memiliki tingkat kredit yang lebih baik dari kompetitor, kita dapat membiayai pembelian peralatan tersebut dengan harga yang lebih rendah.
3. Lakukan evaluasi pada cara pekerja kita dalam melakukan kegiatan produksi untuk memastikan bahwa mereka tidak membuang-buang sumber daya yang digunakan serta mereka mampu berproduksi sebanyak mungkin dengan cara yang efektif dan efisien.
Fokus pada layanan dapat diartikan bahwa dalam pasar tertentu, layanan mungkin menjadi faktor pembeda antar kompetitor.
Jika bisnis yang kita jalankan sudah memiliki kekuatan dalam layanan, pertimbangkan untuk tetap dan menambah fokus layanan yang kita berikan. Cara yang mungkin dapat dilakukan adalah merekrut staf yang lebih baik, meningkatkan standar pelatihan, mengelola staf lebih dekat, menawarkan hadiah dan insentif untuk layanan yang bagus, dan menawarkan jam operasi yang lebih
nyaman sehingga dapat membantu melahirkan keunggulan. Layanan memuaskan adalah budaya yang penting untuk diciptakan. Jika keunggulan layanan dalam bisnis yang kita jalankan hanya didasarkan pada beberapa faktor sederhana (seperti jam operasi yang lebih lama), kompetitor dapat menirunya dengan mudah. Oleh karenanya lakukan dan perbanyaklah variasi layanan yang kita tawarkan pada pelanggan.
Fokus pada kualitas produk dan layanan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk bersaing dengan kompetitor, ada banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai senjata untuk bersaing. Jika kita tidak dapat bersaing dengan kompetitor dalam hal lokasi atau harga, maka kita dapat bersaing dalam kualitas hal kualitas produk atau menawarkan jajaran kualitas produk yang berbeda-beda. Hal ini didasari kenyataan bahwa pelanggan biasanya akan bersedia membayar lebih banyak atau pergi ke tempat yang lebih jauh untuk mendapatkan produk yang memiliki kualitas superior. Berfokuslah pada bakat dan latar belakang, kompetensi serta skill yang kita miliki untuk menciptakan produk yang memang benar-benar berkualitas dan unik. Pada sisi yang lain kita juga harus fokus untuk merekrut orang-orang yang tepat dan menggunakan persediaan yang berkualitas lebih tinggi sehingga akan dapat meningkatkan kualitas produk atau layanan yang kita berikan secara keseluruhan.
Melakukan deferensiasi pada produk dan layanan. Hal ini terkandung maksud agar dalam menjalankan bisnis, carilah satu atau beberapa atribut unggulan di pasar yang dapat membedakan produk dan layanan kita dari kompetitor. Kemudian, cari segmen pasar yang
menganggap atribut tersebut penting dan pasarkan kepada mereka.
Misalnya, apakah produk gadget yang kita tawarkan memiliki fitur yang lengkap dan penggunaan baterainya yang paling tahan lama?
Produk gadget semacam ini pasti banyak orang yang membutuhkannya pada saat dibawa bepergian atau menghadiri kegiatan-kegiatan tertentu. Kemudian harganya yang paling rendah dan murah dibandingkan dengan produk sejenis lainnya yang ada di pasaran ? Itu penting untuk pelanggan yang memiliki pendapatan lebih rendah. Ditambah lagi ada layanan pengiriman gratis manakala membeli produk tersebut? Jika hal ini dapat kita lakukan dan hanya kita yang dapat menawarkan fasilitas tersebut, maka kita pasti akan dapat menarik pelanggan baru. Proses sebaliknya juga dapat diterapkan dengan melakukan riset pasar dan pemasaran untuk menentukan apa yang dianggap pelanggan paling penting, lalu mengembangkan pasar khusus untuk produk atau karakteristik tersebut. Misalnya, orang pada era sekarang ini senang memakai produk yang sifatnya simple dan mudah dalam penggunaannya. Hal ini mendorong para produsen berlomba-lomba untuk membuat dan merancang serta mendesain produk yang serba otomatis, misalnya produk-produk automotif dan kendaraan bermotor yang sekarang ini banyak digunakan oleh berbagai kalangan di masyarakat.
Menjalin kerjasama bisnis dengan perusahaan lain. Kemitraan atau kerja sama dengan perusahaan lain adalah salah satu cara untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Katakanlah kita menjalankan perusahaan pemasok perlengkapan lokal. Kita dapat mendekati perusahaan transportasi lokal dan menawarkan diskon produk
sebagai ganti transportasi lokal yang lebih cepat dan didahulukan.
Dengan cara demikian, kita dapat menawarkan pengiriman yang lebih cepat kepada pelanggan daripada kompetitor, sehingga kita akan mendapatkan keunggulan kompetitif dalam usaha yang kita jalankan.
Berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah penulis kemukakan diatas, maka dalam menjalankan kegiatan usahanya setiap pebisnis apapun bidang dan sektor yang dimasuki dalam industri, hendaknya senantiasa dapat menciptakan keunggulan kompetitif atas usahanya serta selalu menggali sumber-sumber keunggulan kompetitif yang dapat diterapkan pada kegiatan bisnisnya dengan tujuan untuk selalu dapat memimpin dan bersaing dalam pasar bisnis yang dijalankannya dan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh suatu perusahaan ini tentunya akan dapat dijadikan sebagai daya saing perusahaan dibandingkan dengan para pesaingnya yang ada di pasar.