Buku Pegangan : Pendidikan Kewarganegaraan
(Ristekdikti)
Rincian Kegiatan
Penilaian dalam mata kuliah ini terdiri atas:
1. Studi Kasus (tugas Mandiri)
a. Materi akan diberikan secara acak kepada mahasiswa
b. Penulisan jawaban dicetak (print out) dan dijilid, lalu dikirimkan ke bagian akademik masing-masing kampus.
c. Penulisan jawaban dari studi kasus menggunakan Ms.Word dengan format huruf arial, ukuran 12, kertas A4, ukuran spasi 1,5 dengan full block style.
d. Penilaian dari materi tersebut akan dinilai oleh dosen pengampu e. Bobot penilaian sebesar 20% dari Tugas
. Telusuri lagi istilah pendidikan dari berbagai sumber. Apakah bedanya dengan pengertian di atas? Selanjutnya, lihat pula istilah
“kewarganegaraan” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Apa arti dari istilah tersebut? Adakah sumber lain yang
mengemukakan istilah kewarganegaraan? Telusurilah sumber tersebut (hal 5)
#1
. Benarkah identitas nasional itu menjadi salah satu determinan dalam pembangunan bangsa dan karakter? Anda dianjurkan untuk menelusuri berbagai sumber rujukan tentang identitas nasional atau jati diri bangsa. Kemukakan jawaban Anda secara
individual di depan kelas. (hal 32)
#2
. Warna bendera negara memberi makna dan arti tersendiri bagi suatu negara. Kemukakan mengapa bangsa Indonesia memilih warna merah dan putih sebagai warna bendera negara? Jawablah
secara indvidual dan hasilnya disajikan secara tertulis (hal 39)
#3
Berikan lagi satu contoh tokoh atau pemimpin yang Anda anggap mampu menyatukan masyarakat bangsanya. Mengapa bisa?
Kemukakan secara lisan. (hal 71)
#4
. Mengapa pembangunan jalan bisa mengintegrasikan masyarakat? Berikan jawaban. (hal 72)
#5
. Cobalah Anda telusuri berbagai sumber lain tentang hak dan kewajiban. Dari berbagai sumber yang Anda pelajari itu,
kemukakan apa itu hak dan apa itu kewajiban; serta bagaimana hubungan di antara keduanya. (hal 117)
#6
Rincian Kegiatan
2. Seminar
a. Mahasiswa wajib hadir pada saat seminar yang akan diadakan 2x dalam satu semester untuk setiap mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan.
b. Keikutsertaan mahasiswa melalui daring atau langsung akan memberikan komponen kehadiran masing-masing 5 pertemuan UTS dan 5 pertemuan UAS c. Mahasiswa wajib memberikan ringkasan materi/resume seminar sebagai
penilaian dari UTS dan UAS.
d. Membuat resume seminar dengan ketentuan isi meliputi, moderator,
pembicara/pemateri, tema seminar, isi seminar, penanya dalam seminar, jawaban dari pertanyaan tersebut, tulislah menggunakan Ms.Word dengan format huruf arial, ukuran 12, kertas A4, ukuran spasi 1,5 full block style.
e. Pengumpulan setiap resume seminar akan menjadi nilai UTS dan UAS f. Penilaian dilakukan oleh narasumber/dosen pengampu
Resume Seminar UTS
Resume Seminar UAS
Rincian Kegiatan
1. Peserta kelompok dibuat oleh ketua kelas yang beranggotakan maksimal 5 orang.
2. Materi dipilih oleh ketua kelas secara acak
3. Setiap kelompok mendapatkan 3 materi untuk dibahas
4. Setiap materi dibuatkan makalah dengan isi sebanyak 10 lembar (minimal) 5. Referensi yang dipakai boleh dari sumber buku dan internet
6. Buatlah daftar pustaka dari referensi tersebut
7. Isi dari tugas kelompok tidak boleh sama dengan study kasus (tugas mandiri), jika terdapat kesamaan yang lebih dari 30%, maka dianggap tidak mengumpulkan tugas kelompok.
8. Pengumpulan tugas kelompok akan menjadi nilai dari formatif.
3.Tugas Kelompok (6 kelompok)
Bentuklah kelompok terdiri 4 orang
1. Anda identifikasi sebuah masalah bangsa yang dapat diantisipasi melalui pendidikan kewarganegaraan. Apakah masalah itu muncul dari perkembangan IPTEKS, tuntutan dan kebutuhan masyarakat, ataukah tantangan global saat ini
2. Kumpulkanlah data dan informasi untuk mendeskripsikan lebih lanjut tentang masalah tersebut
3. Kemukakan program pendidikan kewarganegaraan seperti apa yang dapat dilakukan guna mengantisipasi masalah tersebut
4. Susunlah bentuk program tersebut secara tertulis. (hal 24)
#1
Praktik Kewarganegaraan 1( kelompok 1)Diskusikan dengan kelompok sebagai tugas terstruktur guna menjawab pertanyaan berikut ini:
1. Ada berapa budaya Indonesia yang diklaim Malaysia? Adakah contoh lainnya? Sebutkan, apakah klaim tersebut dimungkinkan terjadi lagi di kemudian hari?
2. Bolehkah sebuah negara mengklaim kebudayaan bangsa lain karena budaya tersebut memang telah dijalankan oleh warga negaranya?
3. Bolehkah bangsa Indonesia mengklaim budaya bangsa lain sebagai bagian dari kebudayaan nasional karena budaya tersebut memang telah disenangi dan dipraktikkan oleh orang
Indonesia? Misalnya, budaya makan sambil berdiri (standing party).
4. Apa yang perlu dilakukan agar kebudayaan Indonesia sebagai identitas nasional tidak diklaim oleh negara lain?
5. Apakah setiap orang Indonesia dapat mengajukan kebudayaan daerahnya sebagai kebudayaan nasional/identitas nasional? Jika dapat, adakah syaratnya?
6. Kebudayaan daerah sebagai kearifan lokal, dapatkah luntur? Mengapa demikian? Jika ya, akankah identitas bangsa itu hilang? Hasilnya disusun dalam bentuk laporan. (hal 53-54)
#2
Praktik Kewarganegaraan 2 (kelompok 2)Secara berkelompok sajikanlah sebuah kasus disintegrasi yang terjadi di Indonesia dewasa ini. Selanjutnya analisislah berita tersebut
berdasarkan aspek-aspek berikut ini:
1. Judul Berita dan Sumbernya 2. Isi Pokok Berita
3. Kaitannya dengan jenis integrasi 4. Faktor penyebab disintegrasi 5. Alternatif penyelesaiannya
Hasil diskusi dituliskan dan dipresentasikan ke muka kelas. (83)
#3
Praktik Kewarganegaraan 3 (kelompok 3)Materi muatan UUD NRI 1945 dijabarkan lebih lanjut dalam suatu undangundang. Hal ini karena norma yang ada dalam UUD NRI 1945 berisi aturan yang bersifat pokok dan garis-garis besar saja. Misalnya aturan tentang HAM dalam Pasal 28 ayat 5 berbunyi “Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang- undangan”. Untuk menjabarkan norma tersebut disusunlah undang-undang pelaksanaannya.
Misal dengan Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Ada juga undang-undang lain yang dimaksudkan untuk melaksanakan ketentuan mengenai HAM yang ada di UUD NRI 1945.
Secara berkelompok, pilihlah sebuah ketentuan yang ada di pasal-pasal dalam UUD NRI 1945, contoh, Pasal 23 A tentang pajak. Selanjutnya carilah undang-undang sebagai pelaksanaan atas
ketentuan tersebut. Analisis apakah isi undang-undang tersebut benar-benar menjabarkan maksud ketentuan yang ada di UUD NRI 1945 tersebut? Adakah isinya yang bertentangan? Hasil
kegiatan silahkan Anda presentasikan di muka kelas..(hal 114)
#4
Praktik Kewarganegaraan 4 (kelompok 4)Hak dan kewajiban warga negara dan negara telah diatur dalam UUD NRI Tahun 1945.
Adapun rincian lebih lanjut diatur dalam suatu undangundang. Misalnya hak dan kewajiban dalam bidang pendidikan sebagaimana termuat dalam Pasal 31 dijabarkan
lagi dalam UndangUndang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UndangUndang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Undang-Undang No. 12
Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dalam undang-undang tersebut umumnya dijabarkan lagi hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang diatur.
Secara berkelompok carilah sebuah undang-undang sebagai pelaksanaan dari salah satu pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 mengenai hak dan kewajiban. Identifikasi apa
sajakah hak dan kewajiban negara dan warga negara menurut undang-undang tersebut. Adakah keseimbangan pengaturan antara hak dan kewajiban? Apa simpulan
Anda mengenai hal tersebut? (hal 144)
#5
Praktik Kewarganegaraan 5 (kelompok 5)Bacalah dengan seksama sebuah pemberitaan dari media terkait materi bab 8 berikut ini: (hal 237)
Selanjutnya, diskusikan dengan kelompok Anda untuk menjawab pertanyaan berikut:
1. Apa sebenarnya kasus yang tengah dihadapi nelayan Papua berdasar pemberitaan di atas?
2. Apa kemungkinan latar belakang penyebab nelayan sering dianggap melanggar batas wilayah perairan sebuah negara?
3. Menurut anda apakah wilayah negara RI juga rentan terhadap masuknya kapal dan nelayan asing? Mengapa demikian?
4. Apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia, secara politik dan pertahanan, dalam mengawasi kedaulatan wilayah negara?
5. Menurut Anda, sudah cukupkah apabila pemerintah Indonesia mengajukan protes terhadap Papua Nugini terkait insiden di atas?
6. Dalam konteks wawasan nusantara, kasus tersebut merupakan peluang ataukah tantangan?
Hasil jawaban kelompok dipresentasikan untuk mendapat tanggapan kelompok lain