BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
D. Kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng
naik itu karna terlalu sulitji kurasa”).(hasil wawancara dengan Khaer pada tanggal 11 Mei 2021)
Berdasarkan hasil wawancara terhadap informan penyandang disabilitas tentang layanan transportasi umum di Kab.Soppeng dapat disimpulkan transportasi umum di Kab.Soppeng masih perlu melakukan pembangunan yang inklusif di mana pembangunan itu sendiri perlu melihat untuk semua kalangan, agar semua kalangan baik disabilitas dapat menikmati transportasi umum.
Aparatur pemerintah sebagai pelaksana kebijakan, paling tidak harus dapat mengamankan dan menjamin terimplementasikannya berbagai peraturan perundangan yang memungkinkan pemberian pelayanan khusus terhadap mereka yang memiliki kebutuhan khusus tersebut secara adil.
Disamping itu, aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat, juga harus dapat memberikan contoh yang baik dalam menyikapi pemberian pelayanan khusus kepada masyarakat yang memang memerlukan atau membutuhkan pelayanan khusus tersebut.
a. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian penyusunan Revisi Rencana Strategis ( Renstra ) Dinas sesuai dengan Revisi Rencana Strategid ( Renstra ) Kabupaten.
b. Pembinaan, pengkoordinasian serta penyelarasan penyelenggraan sistem transportasi.
c. Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis dibidang perhubungan.
d. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian urusan kesekretariatan, kepegawaian dan rumah tangga dinas.
e. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan bidang teknis meliputi Bidang lalu Lintas dan Angkutan, Bidang Sarana dan Prasarana, dan pelaksana Teknis Dinas.
f. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian penggunaan anggaran Dinas.
g. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( AKIP ).
h. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian produk hukum sesuai dengan bidang tugasnya.
Tabel 4.2 Tugas Dan Kinerja Dinas Perhubungan Kab. Soppeng
NO SARAN KINERJA
SATUAN INDIKATOR KINERJA
UTAMA
RUMUS PENANGGUNG JAWAB
SUMBER DATA
1 Meningkatnya pelayanan ketersediaan
% Persentase prasarana dan fasilitas LLAJ dalam kondisi baik (%)
Jumlah Prasarana dan Fasilitas LLAJ Dalam Kondisi Baik / Total Jumlah Prasarana dan Fasilitas LLAJ Keseluruhan (x100)
Bidang Sarana dan Prasarana
Bidang Sarana dan Prasarana
sarana dan prasarana bidang perhubungan
% Persentase pemenuhan sarana dan fasilitas LLAJ
Jumlah Sarana dan Fasilitas LLAJ Yang Ada / Total Jumlah Kebutuhaan Keseluruhan Daerah yang Memerlukan Sarana Fasilitas LLAJ (x100)
Bidang Sarana dan Prasarana
Bidang Sarana dan Prasarana
2 Meningkatnya kualitas pelayanan
% Persentase kendaraan umum yang laik jalan
Jumlah Kendaraan Umum yang Laik Jalan / Total Jumlah Kendaraan Umum Kab. Soppeng (x100)
Bidang Lalu lintas dan Angkutan
PKB dan Samsat
transportasi dan ketersediaan sarana
% Rasio ijin trayek
Jumlah Ijin Trayek yang Dikeluarkan / Jumlah Penduduk Kab.Soppeng (x100)
Bidang Sarana dan Prasarana
Bidang Sarana dan Prasarana
dan prasarana bidang perhubungan
% Persentase panjang jalan yang terlayani penerangan
Panjang Jalan yang Terlayani Penerangan / Total Panjang Jalan Keseluruhan Kabupaten Soppeng
Bidang Sarana dan Prasarana
Bidang Sarana dan Prasarana
3 Meningkatnya efektifitas dan efisiensi pemenuhan pendukung penyelenggaraan urusan pada Dinas Perhubungan
% Persentase capaian kinerja IKU perangkat daerah
Jumlah Capaian Kinerja IKU / Jumlah Indikator (x100)
Kasubag Umum dan Kepegawaian
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sumber: Badan Pusat Statistik kabupaten Soppeng 1. Perancanaan Strategis
Rencana Strategis Dinas PerhubunganKabupaten Soppeng Tahun 2016–2021 sebagai pedoman dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan selama kurun waktu 2016-2021 sesuai tugas dan fungsinya guna mencapai tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Rencana
strategis bertujuan mengoptimalkan tugas pokok, fungsi dan peran Dinas PerhubunganKabupaten Soppeng sebagai institusi pembangunan ekonomi dalam mencapai target pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Soppeng Tahun 2016-2021 dan menerjemahkan Visi dan Misi Kepala Daerah Kabupaten Soppeng ke dalam tujuan dan sasaran disertai dengan program prioritas dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Soppeng Tahun 2016-2021.
2. Permasalahan Yang Diadapi
a) Masih banyak angkutan umum yang belum memperpanjang izin kelayakan jalan secara berkala.
b) Masih banyak angkutan umum yang belum memperpanjang izin trayek.
c) Masih banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kurangnya rambu-rambu.
E. Sosialisasi Kebijikan
Keberhasilan suatu kebijakan tidak terlepas dari yang namanya sosialisasi kebijakan, melaksanakan program Pembangna Transportasi yang Inklusif di Kab. Soppeng tidak dapat dilakukan tanpa adanya sosialisasi yang dimaksud dalam hal ini adalah semua hal yang dilakukan oleh pemerintah pusat hingga sampai kepada masyarakat di pelosok daerah hingga dapat memberi input yang tiada henti bagi pemerintah, sehingga
pemerintah dapat mengetahui hal apa saja yang menjadi pokok permasalahan mengenai program Pembangunan Transportasi yang Inklusif di Kab. Soppeng yang selanjutnya dapat di perbaiki oleh pemerintah.
Berdasarkan hasil wawancara Peneliti dengan Staf Analisis Pengelolah Angkutan Dinas Perhubungan Kab. Soppeng tentang pembangunan Transportasi yang aman dan nyaman bagi penerima layanan di Kab. Soppeng.
“Tiap tahun kami turun lapangan memantau atau melihat fasilitas di transportasi yang beroprasi di Kab.Soppeng dan melakukan pembaruan fasilitas untuk kelayakan penumpang. Dan masalah kasus pelecehan yang sering kita liat di media sosial sementara masih aman di Kab.Soppeng”.(hasil wawancara dengan jabbar pada tanggal 18 Mei 2021)
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan pak jabbar dapat disimpulkan bahwa pembangunan fasilitas transportasi sudah ada, komunikasi dengan pihak pelaku transportasi masih berjalan dengan baik dan beberapa kasus pelecehan yang sering kita liat di media sosial belum pernah terjadi di Kab.Soppeng.
Berdasarkan hasil wawancara Peneliti bersama pelaku usaha Transportasi mengenai pembangunan fasilitas transportasi di Kab. Soppeng
“Kalo masalah pembangunan sudah ada, tapi ada beberapa teman usaha pete-pete saya yang mengubah mobilnya tidak sesuai aturan yang berlaku, mungkin gara-gara itu ada beberapa penumpang yang mengalami pelecehan dan kurang nyaman di transportasi. Entah menurutnya itu membuat penumpang nyaman tapi menurut saya itu terlalu meriah dan ribut”.( hasil wawancara dengan Andi pada tanggal 11 Mei 2021)
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan pak Andi dapat disimpulkan bahwa pembangunan di transportasi umum di Kabupaten Soppeng sudah ada namun adanya beberapa oknum pelaku usaha transportasi yang tidak mematuhi peraturan kelayakan transportasi di Kabupaten Soppeng yang membuat beberapa penerima layanan kurang nyaman di Transportasi umum(pete-pete).
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan pak Firdaus pelaku usaha transportasi mengenai pembangunan fasilitas transportasi di Kab. Soppeng
“Kalo itu saya kurang tau, kalo mobil sayasih milik pribadi, tapi yang saya liatsih ada juga yang punya pete-pete yang memodif mobilnya tida sesuai dengan aturan yang ada, dan itu mungkin yang buat beberapa masyarakat tidak nyaman”.(hasil wawancara dengan Firdaus pada tanggal 11 Mei 2021)
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan pelaku usaha Transportasi tentang pembangunan fasilitas Transportasi dapat diketahui bahwa fasilitas transportsai di Kab. Soppeng berbeda-beda, tergantung pemilik transportasi umum itu sendiri dimana tidak semua pelaku usaha menerapkan peraturan yang ada, karna adanya beberapa oknum pelaku usaha yang memodif kendaraannya tidak sesuai dengan prosedur peraturan itu sendiri.
Hasil wawancara peneliti terhadap lansia tentang kenyamanan, dan keamanan bagi penerima layanan transportasi umum
“Magelloni, tafi magello kafang ku naleng batasan ku kaderana afana yero macuade masussani ku lo sirafeng-rafeng ku tudaki, sibawa
akatenning to” (“bagusmi, cuman lebih bagus kalo di beri batasan terhadap kursinya karna yang orang tua susah kalo duduk berdempetan, sama tempat pegangan tangan juga”). (hasil wawancara dengan Hj Saouda pada tanggal 14 Mei 2021)
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan Lansia tentang kenyamanan dan keamanan bagi penerima layanan transportasi umum dapat disimpulkan bahwa transportasi umum saat ini masih perlu melakukan inofasi terhadap pembangunan fasilitas, karna fasilitas saat ini tidak terlalu efektif bagi semua kalangan dimana tempat duduk yang berdempetan dan tidak adanya pegangan di transportasi umum, membuat lansia tidak merasa nyaman di transportasi umum karna tubuh yang sudah rentan.
Hal ini hampir sama dengan informan Lansia Mahi dimana wawancara tentang kenyamanan dan keamanan bagi penerima layanan transportasi umum yang mengatakan bahwa:
“Degaga nyaman sibawa aman sedding urasa, afa si usekki ku pete-pete’e detona gaga akateningeng”(“tidak ada nyaman sama aman kayaknya kurasa, karna susah duduk berdesakan di transportasi pete-pete tidak adami juga pegangannya”).(hasil wawancara dengan RK pada tanggal 14 Mei 2021)
Berdasarkan hasil wawancara terhadap informan Lansia tentang bagaimana kenyamanan dan keamanan bagi penerima layanan Transportasi umum. Terkait Transportasi umum saat ini dapat diketahui bahwa hampir sama dengan Hj. Saouda di mana fasilitas saat ini tidak terlalu efektif bagi semua kalangan dimana tempat duduk yang berdempetan dan tidak adanya pegangan di transportasi umum, membuat lansia tidak merasa nyaman di transportasi umum karna tubuh yang sudah rentan.
Sesuai hasil observasi dan hasil wawancara dapat dikemukakan bahwa pembangunan transportasi umum di Kab.Soppeng sudah ada namun yang menjadi faktor penghambat pembangunan transportasi di Kab.Soppeng yaitu tidak adanya inofasi pembangunan yang inklusi bagi semua kalangan dimana pertimbangan untuk semua kalangan dalam melakukan pembangunan di transportasi umum tidak di perhitungkan bagi semua kalangan dan kurangnya beberapa kesadaran bagi pelaku usaha transportasi umum(pete-pete) terhadap peraturan kelayakan transportasi umum.
54 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan transportasi yang inklusif di Kababupaten Soppeng maka dapat di simpulkan sebagai Peran Pemerintah dalam pembangunan transportasi yang inklusif adalah usaha transportasi yang terencana dan terarah dalam menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Hak akan pelayanan publik yang diselenggarakan dengan memperhatikan aspek-aspek kemerataan.
Aksesibilitas atau keteraksesan, ketercapaian dan kemudahan dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan.
Perlindungan bagi penerima layanan transportasi umum tampak bahwa itikad baik lebih ditekankan kepada pengusaha yang meliputi semua tahapan dalam melakukan kegiatan usahanya, sehingga dapat diartikan bahwa kewajiban pengusaha jasa layanan transportasi umum dimulai sejak para pengusaha mendapatkan hak-haknya.
B. Saran
Terkait dengan kesimpulan penelitian ini, maka terdapat beberapa hal yang disarankan oleh peneliti :
1. Menfasilitasi transportasi umum yang memadai untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna transportasi umum di Kabupaten Soppeng.
2. Untuk Dinas perhubungan beserta instansi Pemerintahan Kabupaten Soppeng yang terkait dalam fasilitas transportasi harus memprioritaskan kebutuhan bagi seluruh kalangan agar semua kalangan baik disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan lain-lain dapat menikmati layanan transportasi umum di Kabupaten Soppeng.
3. Pengoptimalan penegakan hukum dan sanksi yang tegas atas segala bentuk pelanggaran di transportasi umum.
56
DAFTAR PUSTAKA Buku
Adisasmita, Sakti Adji. Jaringan Transportasi; Teori dan Analisis.
Yogyakarta; Graha Ilmu, 2011.
Adisasmita, Sakti Adji. Perencanaan Pembangunan Transportasi.
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.
Ratminto dan Atik Septi Winarsih, Manajemen Pelayanan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet.VI, 2009.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
WM, Mujimin. Penyediaan Fasilitas Publik yang Manusiawi bagi Aksesibilitas Difabel. 2007.
Jurnal
A. Batinggi dan Ahmad Bady. (2013). Manajemen Pelayanan Publik.Yogyakarta: Andi Offset.
Ahmad Shukri Md Nain. 2003. Konsep, Teori, Dimensi & Isu Pembangunan. Malaysia: Universitas Teknologi Malaysia.
Basuki, I. (2012). Pemeliharaan Kinerja Angkutan Umum Perkotaan Menuju Trasportasi Berkelanjutan.
Ekawati, N. N., Soeaidy, M. S., & Ribawanto, H. (2013). Terhadap Kemacetan Lalu Lintas ( Studi pada Dinas Perhubungan Kota Malang ).
Jurnal Administrasi Publik.
Hasanah, B. 2017. Pelayanan Aksesibilitas Jalan Umum (Jalur Pedestrian) Bagi Penyandang Disabilitas (Studi Kasus di Kota Serang).
Narulita Anugrahing Widi, & Rullan Nirwansyah. (2013).
Penerapan Aksesibilitas, https://doi.org/10.12962/j23373520.v2i2.3407
Priscyllia, F. (2016). Kajian Hukum Terhadap Fasilitas Pelayanan Publik Bagi Penyandang Disabilitas. LEX CRIMEN, 5(3). Diambil dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexcrimen/article/view/11701
Sutandi, A. (2015). Pentingnya Transportasi Umum Untuk Kepentingan Publik. Jurnal Administrasi Publik.
Widodo, R. f. (2013). Implementasi pelayanan Inklusif Berbasis Masjid Studi Penyelenggaraan pelayanan publik di Masjid Jogokaryan.
Skripsi.
Peraturan Perundang-Undangan :
Pemerintah Indonesia. 1993. Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1993 Tentang Angkutan Jalan.
Pemerintah Indonesia. 2003. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Meneg PAN) Nomor
63/KEP/M.PAN/7/2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
Pemerintah Indonesia. 2004. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2004 Tentang Prinsip Pelayanan Publik.
Peraturan Mentri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM98 Tahun 2017 Tentang Penyediaan Aksesibilitas Pada Pelayanan Jasa Transportasi Public Bagi Pengguna Jasa Berkebutuhan Khusus.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 30/PRT/M/2006, 2006 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
L A M
P
I
R
A
N
Struktur Dan Visi Misi Dinas Perhubungan Kab.Soppeng.
Gambar 5.1 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kab. Soppeng
KEPALA DINAS HAMZAH HOLA S.Sos.M.Si
KELOMPOK JABATAN SEKERTARIAT
DRS.HASANUDDIN SUB BAGIAN UMUM DAN
KEPEGAWAIAN HASNAWATI,S.Ag SUB BAGIAN PERENCANAAN PELAPORAN DAN KEUANGAN
A.RASMA AYU,S.IP,M.M
KEPALA UPTD PKB MUH.TAHIR.S.SOS KA SUBAG TATA USAHA
UPTD PKB SAFRIADI.S.SOS BIDANG LALU LINTAS
DAN ANGKUTAN
BIDANG TEKNIS SARANA DAN PRASARANA
BUDIMAN. S.SOS A.ASWAT,S.Sos,M.Si
SEKSI MANAJEMEN REKAYASA LINTAS DAN PENGUJIAN KENDARAAN
SEKSI PEMBINAAN OPERASIONAL JARINGAN TRAYEK DAN PERISINAN
ANDI ARISAL AMIN,SE A.SUMANGE,SE
SEKSI KESELAMATAN, KETERTIBAN DAN INPEKSI/OPERASI
SEKSI PERALATAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA PERHUBUNGAN A.SUBHAN ASSE MANGKONA. S.SOS MARHABANG, S.ST
1. Visi
“Terciptanya penyelenggaraan dan Pelayanan Bidang Perhubungan, Yang Lebih Baik Tahun 2021”
Pernyataan Visi tersebut memiliki makna sebagai berikut : Dinas Perhubungan, Kabupaten Soppeng kedepan mampu menjadi institusi yang memiliki komitmen dan kemampuan dalam mengatur sistem Perhubungan yang lebih baik sehingga mewujudkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, cepat, lancar tertib.
Dan penyelenggaraan yang dapat memberdayakan masyarakat dan memberikan nilai tambah, sehingga perhubungan menjadi pendorong, penggerak, dan penunjang penyelenggaraan pembangunan Daerah yang lebih baik.
2. Misi
Misi merupakan tugas Dinas Perhubungan, Kabupaten Soppeng dalam melakukan pelayanan transportasi, dalam rangka mencapai terwujudnya Visi dan Misi pembangunan Kabupaten Soppeng yang di topang dari nilai – nilai dasar yang menjadi bingkai dalam penyelenggaraan pemerintahan dan tata pergaulan yang dianut oleh masyarakat bugis dan dengan tekat Yassisoppengeng Soppeng. Perumusan misi disusun dengan memperhatikan masukan dari berbagai pihak, khususnya misi pembangunan Kabupaten Soppeng dan misi Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng, dengan tidak menutup kemungkinan perubahan sesuai dengan tuntutan
perkembangan/zaman. Misii Pemerintah Kabupaten Soppeng Tahun 2016- 2021 yang sesuai dengan tupoksi Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng yaitu :
” Menata keparawisataan dan sistem transportasi yang mulus dan nyaman “
Fokus dari misi ini adalah upaya umum dalam memanfaatkan potensi wisata daerah dan meningkatkan kapasitas infrastruktur transportasi daerah.
Prioritas dalam misi ini adalah optimalisasi promosi wisata, penemuan dan pengembangan obyek wisata baru, pembangunan / perbaikan jalan 500 km dalam lima tahun dan membuka isolasi kampung terpencil dan didukung dengan peningkatan kapasitas dan kualitas terminal serta memperbaiki sistem lalu lintas angkutan jalan dan pelayanan tertib kendaraan.
KANTOR DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SOPPENG
Staf Analisis Pengelolah Angkutan Dinas Perhubungan Kab.Soppeng (P)
Pelaku Usaha Transportasi (Firdaus)
Pelaku Usaha Transportasi (Andi)
Penyandang Disabilitas (Khaer)
Lansia (Hj. Saouda)
Lansia (Mahi)
Perwakilan Perempuan (Riri)
Perwakilan Perempuan (Mutma Innah)
Surat Izin Penelitian