BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Sekretariat OPRD
6. Menyediakan ruang publik sebagai sarana penyampaian informasi dan menampung aspirasi masyarakat.
7. Peningkatan upaya - upaya mendukung terciptanya x hubungan yang harmonis antara Eksekutif dan Legislatif.
3. Keadaan Pegawai Negeri Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai Pegawai Negeri di Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai berjumlah 21 (dua puluh satu) orang dimana sebagian besar sudah golongan tiga. di lingkup Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari jumlah ASM perempuan, dimana masing-masing sebanyak 14 orang dan 7 orang perempuan.
masyarakat yang dilayani dan menuntun perbaikan dalam pelayanan publik.
Upaya mewujudkan kinerja pelayanan dilingkungan organisasi Pemerintah daerah juga memerlukan suatu prosedur kerja standar sebagai pedoman pelaksanaan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator- indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.
Analisis isu-isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam penyusunan rencana strategis, dimana proses identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis dapat meningkatkan akseptabilitas prioritas jalanya pemerintahan, sehingga dapat dioperasionalkan dan secara moral dan etika birokrasi dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagaimana ditentukan dalam pasal 123 ayat 5 undang- undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Sekretariat DPRD dalam melaksanakan tugasnya, secara teknis operasional berada dibawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan DPRD dan secara administratif bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris daerah.
Ketentuan tersebut merupakan tantangan bagi Sekretariat DPRD karena dalam melaksanakan tugasnya harus mampu mensinergikan pelaksanaan tugas dan proses kebijakan Kepala Daerah dan Pimpinan
DPRD dalam rangka menjembatani penyelenggaraan proses kemitraan yang harmonis diantara keduanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa isu strategis dalam rangka menunjang kemitraan antara Eksekutif dan Legislatif yaitu :
1. Menyelenggarakan pelayanan umum yang solid dan prima guna menunjang pelaksanaan tugas-tugas DPRD.
2. Menyelenggarakan penyediaan sarana dan prasarana serta perlengkapan kantor dan gedung DPRD.
3. Menyelenggarakan/memberikan pelayanan penyediaan tenaga Asistensi aplikasi dan tenaga ahli.
4. Menyelenggarakan pelayanan penyediaan anggaran dan keuangan.
Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan, program, kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi. Konsep kinerja lebih mengarahkan kepada acuan kinerja suatu organisasi publik yang cukup relevan sesuai dengan strategi suatu organisasi yakni dengan misi dan visi yang lain yang ingin dicapai. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2002). Sedangkan Sinambela, dkk (2006), menyebutkan bahwa kinerja pegawai adalah kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu dengan keahlian tertentu.
Dalam mengukur kinerja pegawai negeri sipil dimana fokus pembahasan penelitian ini adalah kinerja PNS pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dengan beberapa indikator yang akan dibahas diantaranya sebagai berikut:
1. Produktivitas
Produktivitas yaitu mengukur tingkat efisiensi, dan tingkat efektifitas pelayanan. Produktifitas pada umumnya dipahami sebagai ratio input dengan output. Konsep produktifitas adalah suatu sikap mental yang selalu berusaha dan mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.
Pada penelitian ini, penulis akan menguraikan hasil wawancara dari pegawai yang dijadikan narasumber pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai sebagai berikut:
Hasil wawancara pada tanggal 12 Juni 2018 dengan bapak Lukman Mannan,S.lp,.M.Si, untuk mengetahui tentang kinerja aparatur pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dari aspek produktivitas, dan mengatakan :
“produktivitas kerja aparatur pada Sekretariat DPRD Sinjai sudah baik dan efektif, dimana dalam hai penggunaan waktu menyelesaikan tugas-tugas, seperti pelaporan, termasuk penggunaan anggaran dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan sudah tepat dan efisien.
Aparatur yang ada sudah bekerja dengan maksimal dan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Produktivitas aparat tersebut dapat dilihat dari bagaimana aparat mampu menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan tepat waktu tanpa mereka harus menunda-nunda. Di samping itu, desakan kebutuhan dan keperluan dari anggota dewan juga mengharuskan aparat bekerja dengan produktif.
Penulis juga mewawancarai anggota DPRD Kabupaten Sinjai bernama Ir.Hj.A.Kartini Ottong pada tanggal 12 Juni 2018, dan mengatakan :
“terkhusus untuk ASN, produktivitas kerja mereka sudah mengalami sebuah proses perubahan peningkatan di banding dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun di tahun 2018 ini Kami sudah cukup merasakan kinerja ASN Sekwan yang cukup produktif sebagai bentuk dari sebuah pelayanan terhadap keperluan anggota DPRD Kabupaten Sinjai”.
Selain itu, penulis juga menguraikan hasil kuesioner yang diajukan kepada pihak narasumber (informan) tentang produktivitas kerja ASN pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dengan dua pertanyaan yang diajukan yaitu tentang penyelesaian pelaksanaan tugas-tugas pokok atau tugas yang diberikan oleh atasan, serta apakah memanfaatkan kemampuan SDM dan fasilitas kantor dengan sebaik-baiknya jika melaksanakan tugas dan fungsinya.
Lebih lanjut penulis juga mewawancarai Ibu Dra. Hj. Rosmiati selaku Kasubag Umum dan Perlengkapan pada tanggal 10 Januari 2018 berikut hasil wawancara :
“dalam menyelesaikan pekerjaan ASN di Sekretariat DPRD kabupaten Sinjai sudah lebih bertanggung jawab atas tugas dan lingsinya sebagai pelayan dan sekaligus abdi negara kalaupun masih ada yang menunda-nunda pekerjaan yang diberikan oleh atasan saya rasa tidak banyak”
Hal ini menunjukkan bahwa, dari aspek kecepatan melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan oleh atasan, bagian besar ASN di lingkup Sekretariat DPRD Sinjai menyatakan bahwa mereka segera melaksanakan pekerjaan yang berikan tanpa harus
menunda-nunda. Hal ini dimaksudkan jangan alasan bahwa pekerjaan tersebut adalah tugas utama yang harus dikerjakan dan menghindari adanya penumpukan pekerjaan, dimana tugas-tugas pada kantor Sekwan cukup banyak.
Lebih lanjut Ibu Hj. Rosmiati memberikan tanggapannya terkait Dari aspek memanfaatkan kemampuan SDM dan fasilitas yang tersedia dalam melaksanakan tugas-tugas pokok atau tugas yang diberikan pimpinan berikut kutipannya :
“para Pegawai dikantor dengan fasilitas yang ada yang disiapkan dikantor seperti wifi, komputer, mesin ketik serta teknologi yang lain memudahkan kerja para pegawai sehingga kemampuan sumber daya manusia lebih meningkat makanya perlu pengetahuan serta ilmu yang mumpuni terkait teknologi”
Hal ini menunjukkan bahwa, dari aspek pemanfaatan kemampuan sumber daya (SDM) dan fasilitas yang tersedia di cantor cukup sering dilakukan oleh ASN di lingkup Sekretariat PRD Sinjai.
Kemampuan sumber daya yang dimaksud seperti pengetahuan dan keterampilan ASN. Sedangkan fasilitas yang maksud adalah tersedianya fasilitas komputer, ruangan kerja yang nyaman, fasilitas kendaraan operasional, dan sebagainya yang menyangkut dengan fasilitas yang digunakan oleh pegawai negeri dalam menjalankan tugas pokoknya.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa, produktivitas pegawai negeri sipil di lingkup Sekretariat DPRD kabupaten Sinjai dalam menjalankan tugas pokoknya dan tugas yang diberikan oleh pimpinan sudah berjalan dengan baik atau sesuai
dengan konsep produktivitas yang telah dikemukakan di atas yaitu adanya efektivitas dan efisiensi.
2. Kualitas Layanan
Kualitas layanan yaitu cenderung menjadi penting dalam menjelaskan kinerja organisasi pelayanan publik. Kepuasan masyarakat terhadap layanan publik dapat dijadikan indikator kinerja birokrasi publik. Keuntungan utama menggunakan kepuasan masyarakat sebagai indikator kinerja adalah informasi mengenai kepuasan masyarakat seringkali tersedia secara mudah dan murah.
Pada penelitian ini, penulis akan menguraikan hasil wawancara dari pegawai yang dijadikan narasumber pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai sebagai berikut:
Hasil wawancara pada tanggal 10 Januari 2018 dengan ibu Dra.
Hj. Rosmiati untuk mengetahui tentang kinerja aparatur pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dari aspek kualitas layanan, dan mengatakan :
“mengenai kualitas pelayanan, pada prinsipnya semua pihak menghendaki adanya pelayanan yang memuaskan, namun tentunya hal tersebut sudah sangat diupayakan oleh aparatur pada Sekretariat DPRD Sinjai yaitu bagaimana memberikan pelayanan yang baik utamanya bagi anggota DPRD Sinjai. Akan tetapi menurut kami masih banyak anggota DPRD Sinjai yang masih mengeluh atas pelayanan yang dilakukan sehingga pasti mereka kurang puas terhadap pelayanan tersebut. Dan perlahan, aparatur senantiasa akan meningkatkan pelayanan bukan cuma kepada anggota DPRD saja, tetapi semua pihak yang datang di kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai”.
Penulis juga mewawancarai anggota DPRD Kabupaten Sinjai bernama Ir. Arianto pada tanggal 12 Juli 2018, mengatakan ;
“pelayanan di Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai saya rasa cukup baik, baik Sekwannya, pelayanan keuangan, pelayanan administrasi, dan lain sebagainya cukup baik walau demikian perlu memang selalu ada pembaharuan-pembaharuan agar anggota Dewan tidak merasa bosan dan ada kreativitas setiap tahunnya”
Lebih lanjut penulis juga mewawancarai anggota DPRD Kabupaten Sinjai yang lain yang bernama Ir.Takdir pada tanggal 12 Juli 2018, mengatakan :
"pelayanan sekretariat DPRD Sinjai sudah cukup efektif, namun ke depan kita harapkan agar dapat lebih meningkat dan betul-betul dapat memahami kebutuhan dan keperluan anggota dewan seperti dalam menyiapkan sarana atau fasilitas untuk rapat, keperluan alat tulis anggota dewan, termasuk fasilitas pendukung lainnya seperti kebersihan ruang dewan atau ruang pertemuan".
Selain itu, penulis juga mewawancarai bapak Lukman Mannan selaku Setwan Di Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai terkait kualitas layanan yang dilaksanakan oleh ASN pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dengan dua pertanyaan yang diajukan yaitu tentang apakah pernah ada komplain dari anggota DPRD selama melakukan pelayanan, serta apakah anggota DPRD sudah merasa puas dengan pelayanan tersebut. Berikut kutipan wawancara pada tanggal 12 Juni 2018 :
“sampai saat ini dalam memberikan pelayanan terhadap anggota dewan Alhamdulillah lancar-lancar saja, jika ada yang komplain saya rasa wajar karena walaupun kita maksimal dalam memberikan pelayanan pasti ada saja yang mesti di maksimalkan lagi itu menjadi motivasi bagi kami untuk lebih meningkatkan kinerja serta pelayanan Kami terhadap anggota Dewan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik dari berbagai sub bagian”
Hal ini menunjukkan bahwa, sebagian besar pegawai negeri atau narasumber yang dimintai tanggapannya menyatakan bahwa mereka
kadang-kadang dan sering dikomplain dari anggota DPRD Kabupaten Sinjai. Hal ini disebabkan salah satunya karena terkadang ada kesalahpahaman terhadap hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh aparat Sekwan, termasuk dalam mempersiapkan keperluan yang dibutuhkan oleh anggota DPRD kabupaten Sinjai.
Dari aspek kepuasan pihak yang dilayani dalam hal ini anggota DPRD Kabupaten Sinjai terhadap pelayanan yang dilaksanakan oleh PNS di lingkup Sekretariat DPRD Sinjai
Penulis mewawancarai Bapak Abdul Haris Umar Selaku ketua DPRD Kabupaten Sinjai pada tanggal 12 Juli 2018 terkait dari aspek kepuasan pihak yang dilayani berikut kutipannya :
“masalah tingkat kepuasan jika ditanyakan, saya rasa sebagai manusia tidak ada kata puas tapi pelayanan yang diberikan serta kinerja ASN di Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai semakin baik, ini terbukti jika ada hal penting yang mesti ditindak lanjuti pimpinan Sekretariat DPRD dalam hal ini Setwan lebih cepat tanggap kalaupun ada keluhan dari sebagian teman-teman dewan yah wajarlah itulah dinamika dalam sebuah organisasi yang terpenting hal-hal pokok mesti dikedepankan”.
Hal ini menunjukkan bahwa, sebagian besar pegawai negeri atau narasumber yang dimintai tanggapannya menyatakan bahwa pelayanan yang dilaksanakan oleh aparat Pegawai pada Sekretariat DPRD Sinjai belum dapat memberi rasa puas terhadap anggota DPRD yang dilayani, hal ini dilihat karena dalam berhadapan dengan anggota DPRD, aparat ASN masih mendengarkan adanya keluhan dari mereka.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa, kualitas layanan pegawai negeri sipil di lingkup Sekretariat DPRD Kabupaten
Sinjai dalam melakukan pelayanan kepada anggota DPRD belum dapat memberikan rasa puas atau belum berjalan dengan balk karena masih adanya keluhan dari anggota DPRD Sinjai. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian khusus dari pimpinan Sekwan agar lebih memotivasi aparatnya untuk dapat meningkatkan pelayanan khususnya kepada anggota DPRD Sinjai.
3. Responsivitas
Responsivitas merupakan kemampuan birokrasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat, menyusun agenda dan prioritas pelayanan, dan mengembangkan program-program pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Pada penelitian ini, penulis akan menguraikan hasil wawancara dart pegawai yang dijadikan narasumber pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai untuk mengetahui bagaimana tanggapan aparat tentang kemampuan responsivitas aparatur, sebagai berikut:
Hasil wawancara pada tanggal 13 Juli 2018 dengan ibu Sumarni, SE., untuk mengetahui tentang kinerja aparatur pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dari aspek responsivitas, dan mengatakan:
“mengenai kemampuan responsivitas atau kemampuan dalam menyusun dan mengembangkan agenda atau program pada Sekretariat DPRD Sinjai, kami nilai sudah cukup baik karena aparat sudah mampu merencanakan dan merumuskan rencana-rencana kegiatan yang dinilai menjadi prioritas utamanya terkait dengan kebutuhan dewan, dan setelah itu mereka juga melaksanakannya dengan baik. Salah satu faktor pendukung bagi aparat di Sekwan adalah terdapat pegawai yang sudah mengikuti pendidikan maupun pelatihan tentang penyusunan program dan kegiatan pada masing-masing lingkup unit kerja pemerintah daerah”.
Penulis juga mewawancarai anggota DPRD Kabupaten Sinjai bernama Jamaluddin, SH pada tanggal 13 Juni 2018, dan mengatakan:
“pada prinsipnya, responsivitas atau kemampuan dalam menyusun dan mengembangkan agenda atau program pada Sekretariat DPRD Sinjai sudah cukup baik namun memang masih perlu lebih ditingkatkan karena setiap program atau kerja-kerja anggota dewan sangat penting dan strategis sehingga memang dibutuhkan aparat ASN yang lebih memahami apa yang mendasar menjadi kebutuhan anggota dewan”.
Selain itu, penulis juga yang diajukan kepada narasumber (informan) tentang Responsivitas ASN pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dengan dua pertanyaan yang diajukan yaitu tentang bagaimana kemampuan ASN dalam mengenali kebutuhan prioritas dan menyusun agenda yang diperlukan anggota DPRD serta bagaimana kemampuan dalam mengembangkan atau melaksanakan program prioritas tersebut.
Data di atas menunjukkan bahwa ASN yang menyatakan mampu mengenali kebutuhan dan menyusun agenda prioritas atau yang dibutuhkan oleh anggota DPRD hampir sama dengan ASN yang menyatakan kurang mampu mengenali kebutuhan dan menyusun agenda prioritas atau yang dibutuhkan anggota DPRD, bahkan terdapat yang beranggapan tidak mampu. Kondisi ini perlu lebih diperhatikan sebab salah satu faktor keberhasilan tugas-tugas anggota DPRD adalah adanya dukungan dari keperluan yang mereka butuhkan seperti untuk kegiatan reses misalnya, anggota DPRD membutuhkan fasilitas termasuk pembiayaannya.
Hal ini menunjukkan bahwa, sebagian besar pegawai negeri atau narasumber yang dimintai tanggapannya menyatakan bahwa mereka cukup mampu menjalankan program yang dibutuhkan oleh anggota DPRD. Hal ini disebabkan karena dalam setelah adanya program yang tersusun maka aparat ASN Sekwan cukup mempedomani program atau rencana tersebut.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa, dari aspek Responsivitas utamanya pada kemampuan untuk mengembangkan atau melaksanakan program prioritas yang diperlukan oleh anggota DPRD Kabupaten Sinjai, pegawai negeri sipil di lingkup Sekretariat DPRD sudah mampu bekerja dengan baik. Sedangkan kemampuan mengenali atau menyusun agenda prioritas anggota DPRD Kabupaten Sinjai, pegawai di lingkup Sekwan masih perlu dioptimalkan kinerjanya.
4. Responsibilitas
Responsibilitas menjelaskan apakah pelaksanaan kegiatan birokrasi publik itu dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar dengan kebijakan birokrasi, baik yang eksplisit maupun implisit.
Pada penelitian ini, penulis akan menguraikan hasil wawancara dari pegawai yang dijadikan narasumber pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai sebagai berikut:
Hasil wawancara pada tanggal 12 Juni 2018 dengan Kabag Umum dan Perlengkapan Sekretariat DPRD Sinjai, bapak Muh.Akbar Juhanram,S.lp untuk mengetahui tentang kemampuan responsibilitas atau kemampuan aparat dalam mengerjakan tugasnya sesuai dengan prinsip administrasi yang benar, dan mengatakan :
“produktivitas kerja aparatur pada Sekretariat DPRD Sinjai sudah baik dan mampu bekerja dengan baik. Dan sebagai indikator dikatakan demikian antara lain : 1) penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan/program yang lebih tepat waktu, 2) efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program- program yang ada, 3) ketaatan terhadap peraturan dan perundang- undangan yang berlaku, diwujudkan dengan semakin berkurangnya penyimpangan- penyimpangan yang terjadi seperti pada penggunaan anggaran”.
Penulis juga mewawancarai anggota DPRD Kabupaten Sinjai bernama Abdul Haris Umar pada tanggal 12 Juni 2018, mengatakan:
“Pegawai atau ASN pada sekretariat DPRD Sinjai sudah bekerja dengan baik dan benar dan tentunya kita sangat berharap agar tetap mengacu pada aturan-aturan yang ada utamanya yang berkaitan dengan urusan dewan termasuk memperhatikan tata tertib anggota dewan kemudian dengan regulasi atau aturan yang cepat berubah-ubah Sekretariat Dewan hendaknya cepat mencermati situasi yang ada dilapangan dan menyandingkan dengan aturan yang, baru atau dengan kata lain hendaknya menjemput bola tidak hanya menunggu agar kinerja kita semakin baik pula”.
Selain itu, penulis juga menguraikan hasil kuesioner yang diajukan kepada narasumber (informan) tentang Responsibilitas ASN pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dengan pertanyaan yang diajukan yaitu apakah bekerja sesuai dengan prinsip administrasi yang benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Lebih lanjut Penulis mewawancarai Ibu Sumarni, SE selaku Kabag Persidangan pada tanggal 12 Juni 2018 berikut petikan wawancaranya:
“tentang Responsibilitas ASN pasti kami bekerja sesuai prinsip administrasi dan aturan hal ini menjadi keharusan agar tidak terjadi tumpang tindih masalah dikemudian hari selaku kabag persidangan contohnya dalam membuat naskah pidato itu harus sesuai dengan prinsip administrasi serta”
Data di atas menunjukkan bahwa sebagian besar PNS di lingkup Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai menyatakan sering bekerja sesuai dengan administrasi dan aturan yang benar. Hal ini disebabkan karena mereka sudah cukup lama bekerja dan melayani keperluan anggota DPRD Kabupaten Sinjai, dimana pengalaman sudah cukup banyak.
Dan adapun yang menyatakan kadang- kadang bekerja sesuai dengan administrasi dan aturan yang benar itu karena mereka pegawai baru di instansi tersebut dan belum banyak pengalaman tentang pelayanan kepada anggota DPRD Kabupaten Sinjai.
5. Akuntabilitas
Akuntabilitas menunjuk pada seberapa besar kebijakan dan kegiatan birokrasi publik tunduk pada para pejabat politik yang dipilih oleh rakyat. Dalam konteks ini, konsep akuntabilitas publik dapat digunakan untuk melihat seberapa besar kebijakan dan kegiatan birokrasi publik itu konsisten dengan kehendak publik.
Pada penelitian ini, penulis akan menguraikan hasil wawancara dari pegawai yang dijadikan narasumber pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai sebagai berikut:
Hasil wawancara pada tanggal 14 Juni 2018 dengan bapak.
Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Sinjai yaitu Lukman Mannan,S.lp,M.Si, untuk mengetahui tentang kemampuan akuntabilitas atau kemampuan bertanggung jawab yang dimiliki aparat, dan mengatakan :
“kemampuan tersebut sudah terlaksana dengan baik, khususnya pada bagian keuangan, dimana sejak adanya reformasi di bidang penyelenggaraan keuangan negara maka diharapkan agar dilaksanakan lebih akuntabel dan transparan, membawa perubahan dalam sistem pengelolaan keuangan daerah, tidak hanya dalam penerapan keuangan daerah, namun juga dalam sistem pencatatan, pertanggungjawaban dan pengawasannya. Sebagai contoh : di bidang pertanggungjawaban, pencatatan dan pelaporan tidak lagi dicatat secara single entry, namun dibuat berdasarkan kaidah standar akuntansi keuangan yang pencatatannya secara double entry dan disajikan secara lengkap yaitu neraca, realisasi anggaran dan alur kas”.
Penulis juga mewawancarai anggota DPRD Kabupaten Sinjai bernama Muzawwir, S.Pd.,M.Pd pada tanggal 14 Juni 2018, dan mengatakan :
“akuntabilitas termasuk salah satu integritas yang harus dimiliki oleh PNS sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. PNS harus mampu mempertanggungjawabkan apa yang mereka kerjakan, utamanya yang berkaitan dengan tugas pokok mereka, sehingga segala penyimpangan termasuk penyimpangan anggaran dapat diminimalisir”.
Selain itu, penulis juga mencoba mewawancarai Ibu sumarni, SE pada tanggal 12 Juni 2018 terkait akuntabilitas ASN pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai dengan pertanyaan yang diajukan yaitu apakah aparat ASN sudah bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang sudah dilaksanakan atau mampu mempertanggungjawabkannya utamanya dari sisi pelaksanaan kegiatannya. Berikut kutipanya:
“mengenai akuntabilitas ASN yang ada di Sekretariat DPRD saya rasa siapa pun yang diberikan tanggung jawab oleh atasan apalagi inikan menjadi tugas pokok dari ASN itu sendiri baik sebagai abdi Negara sekaligus menjadi pelayan bagi anggota DPRD Kabupaten Sinjai jadi saya kira insya Allah kami bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.”
Data di atas menunjukkan bahwa jika diberi tugas atau jika melaksanakan tugas pokoknya, maka sebagian besar ASN di lingkup Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai menyatakan sudah menerapkan prinsip akuntabilitas atau mampu bertanggung dalam bekerja.
Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka secara umum dapat dikatakan bahwa kinerja pegawai negeri sipil di lingkup Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai sudah baik, namun masih terdapat beberapa indikator yang perlu ditingkatkan atau dibenahi utamanya pada kualitas layanan serta responsivitas. Kedua faktor ini belum menunjukkan kinerja yang memuaskan utamanya dalam memberikan pelayanan kepada anggota DPRD Kabupaten Sinjai. Sedangkan pada indikator produktivitas, responsibilitas dan akuntabilitas, kinerja tersebut sudah baik tinggal ingin lebih ditingkatkan.
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Negeri Sipil