• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kinerja Perusahaan Berdasarkan Analisis Common Size

Dalam dokumen ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. SATR (Halaman 53-58)

BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG

4.5 Hasil dan Pembahasan

4.5.2 Kinerja Perusahaan Berdasarkan Analisis Common Size

43

yang cukup untuk menghadapi risiko likuiditas. Dari hasil perhitungan, working capital turnover pada tahun 2019 adalah 45,16 tahun 2020 adalah -42,90, dan tahun 2021 adalah -39,23. Hasil ini menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada rasio working capital turnover pada tahun 2020 dan 2021. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penurunan penjualan atau kenaikan jumlah modal kerja yang tidak seimbang dengan kenaikan penjualan.

44

1. Analisis Common Size (Statement Profit or Loss) Tabel 4.6 Common Size Laporan Laba Rugi

Berdasarkan hasil analisis common size dari laporan laba rugi PT.

SATR selama tahun 2019 – 2021. Dapat diketahui bahwa:

- Beban pokok penjualan sebagai persentase dari pendapatan penjualan menurun dari 80% pada tahun 2019 menjadi 79,2% pada tahun 2021.

Hal ini menunjukkan adanya efisiensi dalam pengelolaan biaya produksi dan pengadaan bahan baku.

- Beban penjualan mengalami kenaikan dari 16,8% pada tahun 2019 menjadi 17,3% pada tahun 2020, namun kembali menurun menjadi 16,8% pada tahun 2021. Kenaikan ini mungkin disebabkan oleh biaya promosi dan pemasaran yang meningkat, namun menurunnya pada tahun 2021 mungkin disebabkan oleh penghematan biaya selama masa pandemi COVID-19.

- Laba/rugi bruto mengalami peningkatan sebesar 0,9% dalam tiga tahun

45

terakhir, dari 19,9% pada tahun 2019 menjadi 20,8% pada tahun 2021.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengelola biaya produksi dan bahan baku yang lebih efisien.

- Beban umum dan administrasi mengalami penurunan sebesar 0,1%

dalam tiga tahun terakhir, dari 1,9% pada tahun 2019 menjadi 1,8%

pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengelola biaya-biaya operasionalnya dengan lebih efisien.

- Pendapatan keuangan dan beban keuangan relatif stabil dalam tiga tahun terakhir, yaitu di bawah 1% dari pendapatan penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengelola risiko keuangan dengan baik.

- Pendapatan lainnya dan beban lainnya mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu.

- Jumlah laba/rugi sebelum pajak mengalami fluktuasi dari 2% pada tahun 2019 menjadi 1,8% pada tahun 2020 dan meningkat kembali menjadi 2,9% pada tahun 2021. Peningkatan ini dapat disebabkan oleh peningkatan efisiensi biaya produksi dan pengelolaan biaya-biaya operasional.

- Beban pajak relatif stabil dalam tiga tahun terakhir, yaitu di bawah 1%

dari pendapatan penjualan.

- Laba/rugi komprehensif mengalami peningkatan dari 1,3% pada tahun 2019 menjadi 2,2% pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengelola risiko bisnis dengan baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Secara keseluruhan, analisis common size menunjukkan bahwa PT.

SATR berhasil mengelola biaya produksi dan bahan baku dengan lebih efisien dan mengurangi biaya – biaya operasional yang tidak perlu. Hal ini membantu perusahaan untuk meningkatkan laba/rugi bruto dan menghasilkan laba.

46

2. Analisis Common Size (Statement of Financial Position) Tabel 4.7 Common Size Laporan Posisi Keuangan

Berdasarkan hasil analisis common size dari laporan laba rugi PT.

SATR selama tahun 2019 – 2021. Dapat diketahui bahwa:

- Kas dan setara kas PT. SATR mengalami penurunan dari 16% pada tahun 2019 menjadi 12% pada tahun 2021, sementara persediaan lancar mengalami peningkatan dari 31,6% pada tahun 2019 menjadi 31,8%

pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan likuiditas namun mengalami peningkatan dalam persediaan.

- Jumlah aset lancar menurun dari 62% pada tahun 2019 menjadi 51,7%

pada tahun 2021, sedangkan jumlah aset tidak lancar meningkat dari 38% pada tahun 2019 menjadi 48,3% pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan, lebih banyak mengalokasikan asetnya

47

pada investasi jangka panjang seperti aset tetap dan aset keuangan tidak lancar.

- Liabilitas jangka pendek meningkat dari 55% pada tahun 2019 menjadi 60% pada tahun 2021, sementara liabilitas jangka panjang menurun dari 16% pada tahun 2019 menjadi 8% pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan, cenderung lebih banyak menggunakan sumber pendanaan jangka pendek.

- Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat dari 28% pada tahun 2019 menjadi 32% pada tahun 2021, sementara kepemilikan non pengendali menurun dari 0,78% pada tahun 2019 menjadi 0,72% pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan meningkatkan kepemilikan pemilik induk dan mengurangi kepemilikan non pengendali.

Secara keseluruhan, analisis common size neraca PT. SATR menunjukkan pergeseran dalam alokasi aset dan kewajiban dari tahun ke tahun. Meskipun perusahaan mengalami penurunan likuiditas, mereka terlihat lebih berorientasi pada investasi jangka panjang seperti aset tetap dan aset keuangan tidak lancar. Selain itu, perusahaan mengurangi penggunaan sumber pendanaan jangka panjang dan meningkatkan kepemilikan pemilik induk.

48 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan tujuan melihat kinerja keuangan PT. SATR tahun 2019 – 2021, dengan melakukan analisis rasio keuangan dan common size, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan Analisis Rasio Keuangan

- Rasio profitabilitas menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun 2020 – 2021, terutama ROA yang meningkat dari 8%

menjadi 11%.

- Rasio likuiditas menunjukkan peningkatan yang baik dari tahun 2020 – 2021, dengan kenaikan current ratio dan quick ratio, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.

- Rasio likuiditas menunjukkan penurunan yang positif dari tahun 2020 – 2021 dengan penurunan debt-to-equity dan debt-to- asset, menunjukkan bahwa perusahaan telah mengurangi ketergantungannya pada pinjaman.

- Rasio aktivitas menunjukkan peningkatan yang positif dari tahun 2020 – 2021, dengan kenaikan inventory turnover dan total asset turn over, menunjukkan bahwa perusahaan telah lebih efektif dalam mengelola persediaan dan menghasilkan pendapatan dari total aset yang dimilikinya.

2. Berdasarkan Analisis Common size

- Pendapatan dan laba kotor meningkat secara signifikan dari tahun 2020 – 2021, menunjukkan pertumbuhan yang positif untuk perusahaan.

- Biaya penjualan dan biaya umum serta administrasi menurun sebagai persentase dari pendapatan dari tahun 2020 – 2021, menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam pengelolaan biaya perusahaan.

49

- Total aset meningkat sedikit sebagai persentase dari pendapatan dari tahun 2020 – 2021, menunjukkan bahwa perusahaan mungkin telah mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk pertumbuhan di bidang lain selain aset.

3. Berdasarkan Perspektif Makro dan Mikro Ekonomi

- Dari perspektif makro, terlihat bahwa perusahaan mampu bertahan dan bahkan tumbuh di tengah kondisi pandemi yang menantang di tahun 2020.

- Dari perspektif mikro, perusahaan menunjukkan peningkatan dalam efisiensi biaya dan pengurangan ketergantungan pada pinjaman, serta peningkatan efektivitas dalam mengelola persediaan dan menghasilkan pendapatan dari total aset yang dimilikinya. Hal ini dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor.

5.1 Saran dan Keterbatasan

- Saran yang dapat diberikan dari peneliti, yaitu:

1. Perusahaan perlu terus memperbaiki kinerja keuangannya dan menjaga tren positif pada rasio keuangan. Terutama, perlu mempertahankan kenaikan ROA dan memastikan efisiensi dalam pengelolaan biaya perusahaan.

2. Perusahaan perlu terus memantau kondisi ekonomi dan industri untuk mengantisipasi setiap kemungkinan risiko di masa depan. Dengan terus memantau perkembangan industri, perusahaan dapat mengambil keuntungan dari peluang pertumbuhan yang tersedia dan memperkuat posisi kompetitifnya.

3. Dalam lingkungan bisnis yang tidak pasti, perusahaan perlu terus memperkuat posisi keuangannya untuk menghadapi kemungkinan risiko di masa depan. Salah satu cara untuk memperkuat posisi keuangan adalah dengan mengurangi ketergantungan pada pinjaman dan meningkatkan arus kas yang dihasilkan. Selain itu perusahaan juga dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan modal kerja dan memperluas sumber

50

pendanaan untuk memperkuat posisi keuangan.

- Keterbatasan yang selama ini dialami oleh peneliti, yaitu:

1. Terkait izin pengambilan data penelitian. Penelitian ini adalah judul ketiga yang akhirnya diambil oleh peneliti karena adanya kesulitan izin terkait pengambilan data pada dua judul sebelumnya.

2. Keterbatasan terkait data penelitian. Penelitian yang dilakukan penulis ini hanya berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, serta data operasional yang tidak menyeluruh.

51

DAFTAR PUSTAKA

Alfamart. (2022). Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan (2021). PT Sumber Alfaria

Trijaya Tbk. https://alfamart.co.id/storage/annual-

report/April2022/PewjROZOxPeJtkvZPj4u.pdf

Aprilia, P., & Hidayat, I. (2022). Analisis Laporan Keuangan (1st ed.). CV Eureka Media Aksara.

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Edisi ke-15. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Darussalam. (2022, July 15). Sektor Ritel Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi, Mendag:

Dorong Konsumsi. DDTCNews. https://news.ddtc.co.id/sektor-ritel-motor-utama- pertumbuhan-ekonomi-mendag-dorong-konsumsi-40560

Fahmi, I. (2017). Analisis Laporan Keuangan (4th ed.). CV Alfa Beta.

Fahmi, I. (2020). Analisis Laporan Keuangan (7th ed.). CV Alfa Beta.

Harahap, S. S. (2018). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan (14th ed.). Rajawali Pers.

Hariyani, I., & Dibyo, S. (2011). Membangun Gurita Bisnis Franchise. Pustaka Yustisia.

Hery. (2018). Analisis Laporan Keuangan (A. Pramono, Ed.; 3rd ed.). PT Grasindo.

Hilal, F. (2018). Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. Unilever Indonesia Tbk. Jurnal Akuntansi Unihaz-JAZ, 1(1), 92–93.

https://journals.unihaz.ac.id/index.php/jaz/article/view/376/219

Hutabarat, F. (2020). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan. Desanta Muliavisitama.

Kasmir. (2018). Analisis Laporan Keuangan (11th ed.). Rajawali Pers.

Kasmir. (2019). Analisis Laporan Keuangan (1st ed., Vol. 12). PT Raja Grafindo Persada.

Levina, S., & Sugiarto, E. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan Kebijakan Dividen Terhadap Harga Saham. Jurnal Multiparadigma Akuntansi, 1(2), 381–389.

Nasrullah. (2021). Royalti Penggunaan Merek dalam Sistem Franchise di Indonesia menurut Hukum Islam. Al’Adl : Jurnal Hukum, 13(2), 431–433.

52

Nusale, G. E. J., Mangindaan, J. V, & Mukuan, D. D. S. (2017). Analisis Rasio Profitabilitas Pada PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart). Jurnal Administrasi Bisnis, 5(002).

https://doi.org/https://doi.org/10.35797/jab.v5.i002.%25p

Osa, S. (2022, August 6). Waralaba Didorong Ekspansi. Kompas.

https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2022/08/05/jangan-jadi-waralaba-jago-kandang Patria, R. (2019, June 19). Business Matter: Pengertian Waralaba dan Jenis-jenisnya.

Domainesia. https://www.domainesia.com/berita/pengertian-waralaba-dan-jenisnya/

Pratiwi, R. N., & Hidayati, C. (2018). Analisa Rasio Keuangan dan Common Size dalam Mengukur Kinerja Keuangan pada Perusahaan Otomotif dan Komponen Tahun 2009- 2013 (Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Ekonomi Akuntansi, 3(2), 67–

78. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30996/jea17.v3i02.3182

Rachmi, B. L., Nurdin, A. A., & Laksana, B. (2021). Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Keuangan pada PT Kimia Farma Tbk tahun 2016-2020. Indonesian Journal of Economics and Management, 2(1), 95–107.

https://doi.org/10.35313/ijem.v2i1.3107

Robinson, T., Henry, E., & Broihahn, M. (2020). International Financial Statement Analysis (4th ed.). John Wiley & Sons, Inc.

Setiawati, D., & Sulistiyo, H. (2023). Penggunaan Analisis Common Size Terhadap Kinerja Keuangan PT. Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk Periode 2019-2021. Jaakfe Untan (Jurnal Audit Dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura), 12(2), 107–

114. https://doi.org/10.26418/jaakfe.v12i2.54432

Sugiono, A., & Untung, E. (2016). Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan (3rd ed.). PT Grasindo.

Sujarweni, V. W. (2019). Analisis Laporan Keuangan:Teori, Aplikasi & Hasil Penelitian.

Pustaka Baru Press.

Sunyoto, D., & Mulyono, A. (2022). Manajemen Bisnis Ritel (A. Kalijaga, Ed.; 1st ed.). CV Eureka Media Aksara.

53

Toniga, C., S. Manopo, & J. Rogahang. (2021). Analisis Common Size pada Perusahaan PT.

Federal International Finance (FIF GROUP) Cabang Manado. Productivity, 2(6).

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/productivity/article/view/34253/32239

54 LAMPIRAN

Curriculum Vitae

55

56

Dalam dokumen ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. SATR (Halaman 53-58)

Dokumen terkait