11. Bahasa Inggris
2.3. Kompensi Inti dan Kompetensi Dasar
Muatan Kurikulum yang digunakan sebagai mana tercantum dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi dan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Nomor 018/H/H.KR/2020 tentang kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 pad Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas untuk Kondisi Khusus. Adapun Muatan Nasional Kurikulum 2013 UPTD SD NEGERI 1 GEDUNG WANI adalah sebagai berikut.
Tabel 3.10 Tingkat Kompetensi KOMPETENSI
INTI
DESKRIPSI KOMPETENSI
Sikap Spritual Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
Sikap Sosial 1. Menunjukkan Perilaku:
jujur, b. disiplin,
santun, d. percaya diri,
peduli, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.
Pengetahuan 2. Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara :
mengamati, b. menanya, dan
mencoba
Berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan
Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.
Keterampilan 3. Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak:
Kreatif, b. produktif,
kritis, d. mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif,
Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
a) Kompetensi Inti (Kurikulum 2013)
Kompetensi Inti Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik SD/MI pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Inti dirancang untuk setiap kelas/usia tertentu. Melalui Kompetensi Inti, sinkronisasi horisontal berbagai Kompetensi Dasar antar mata pelajaran pada kelas yang sama dapat dijaga. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai Kompetensi Dasar pada mata pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.
Rumusan Kompetensi Inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk Kompetensi Inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk Kompetensi Inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk Kompetensi Inti pengetahuan; dan 4. Kompetensi Inti- 3 (KI- 3) untuk Kompetensi Inti keterampilan.
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.
Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi
dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa.
Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.
Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi 2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 3). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 3). Kompetensi inti yang digunakan sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pembukuan Nomor. 018/H/KR/2020 Tentang KI-KD K.13 pada DIKDASMEN untuk kodisi khusus.
b) Kompetensi Dasar (Kurikulum 2013)
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresif atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan perenialisme.
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang
diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar SD/MI untuk setiap mata pelajaran tercantum pada Lampiran Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pembukuan Nomor. 018/H/KR/2020 Tentang KI-KD K.13 pada DIKDASMEN untuk kodisi khusus yang mencakup: Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta daftar tema dan alokasi waktunya. (terlampir)
Dalam pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi/kemampuan peserta agar optimal sesuai dengan Visi, Misi dan Tujuan maka UPTD SD NEGERI 1 GEDUNG WANI menerapkan berbagai metode, yaitu:
1. Menggunakan berbagai macam metode pembelajaran/pendekatan belajar sebagai wujud Merdeka Belajar dan Merdeka Bermain. Dalam hal ini menitik beratkan pada pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dan pembelajaran berbasis proyek (project based learning);
2. Menggunakan berbagai macam instrumen asesmen yang bermakna dalam menilai progres dan capaian peserta didik. Dalam hal ini UPTD SD NEGERI 1 GEDUNG WANI menggunakan asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif dengan berbagai instrumen seperti: portofolio, unjuk kerja, projek, tes lisan, dan tes tulis;
3. Melibatkan pendidik dalam proses desain asesmen dan moderasi hasil asesmen.
2.4. Struktur Kurikulum K-13
Adapun struktur kurikulum sesuai Permendikbud RI No 57 Tahun 201 3 tentang Kurikulum 2013 yang dilaksanakan di UPTD SD NEGERI 1 GEDUNG WANI dapat dijelaskan sebagai berikut
Tabel 3.7 Jabaran Alokasi Waktu per Mata Pelajaran Kurikulum 2013 kelas III dan VI
MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU
III VI
Kelompok A (Muatan Pelajaran Umum)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 6 5
3. Bahasa Indonesia 10 7
3. Matematika 6 6
5. Ilmu Pengetahuan Alam - 3
6. Ilmu Pengetahuan Sosial - 3
7. Seni Budaya dan Prakarya 4 4
8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 4 4
Kelompok B ( Muatan Lokal)
1 Bahasa Lampung 2 2
2 Bahasa Inggris - 2
3 Pendidikan Anti Korupsi 2 2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 38 42
Keterangan:
Sekolah menambah maksimal 3 jam pelajaran dari struktur kurikulum nasional untuk setiap kelas.
Penambahan jumlah jam digunakan untuk Muatan Lokal Pendidikan Bahasa Bali.
Alokasi waktu setiap jam adalah 35 menit.
Untuk kelas III, kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan tematik, kecuali Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PJOK serta Muatan Lokal menggunakan pendekatan mata pelajaran.
Untuk kelas VI, kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan tematik, kecuali Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Muatan Lokal, Matematika, dan PJOK menggunakan pendekatan mata pelajaran.
Adapun alokasi waktu tematik yang terdapat pada kurikulum 2013 khusus kelas III dan VI sebagai berikut.
Tabel 3.8 Alokasi Waktu Tematik Kelas III UPTD SD NEGERI 1 GEDUNG WANI
Semester 1 Semester 2
Kelas III
Tema Durasi Tema Durasi
Pertumbuhan dan 122 JP Cuaca 122JP
Perkembangan Mahluk Hidup Menyayangi Tumbuhan dan Hewan
122 JP Energi dan
Perubahannya
122 JP
Benda di Sekitarku 122 JP Perkembangan
Teknologi
122 JP Kewajiban dan Hakku 122 JP Praja Muda Karana 122 JP Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila
122JP Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
122 JP
Total 18 minggu
(610 JP) Total 18 minggu
(610 JP) Asumsi 1 tahun = 36 minggu dengan 1 JP = 35 menit
Tabel 3.9 Alokasi Waktu Tematik Kelas VI Kelas VI UPTD SD Negeri ...
Semester 1 Semester 2
Tema Durasi Tema Durasi
1. Selamatkan Mahluk Hidup 92 JP 6. Menuju Masyarakat Sehat 90 JP 1. Persatuan dalam
Perbedaan
92 JP 7. Kepemimpinan 90 JP
2. Tokoh dan Penemuan 92 JP 8. Bumiku 90 JP
3. Globalisasi 92 JP 9. Menjelajah Angkasa Luar 90 JP
4. Wirausaha 92 JP
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
115 JP
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
90 JP
Total
18 minggu (575 JP)
Total
18 minggu ( 350 JP) Asumsi 1 tahun = 36 minggu dengan 1 JP = 35 menit