BAB I PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori
2. Kompetensi Guru
a. Pengertian Kompetensi Guru
Kompetensi adalah perpaduan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diwujudkan dalam bentuk sikap atau perbuatan.
Dengan kata lain, kompetensi adalah kesatuan dari penguasaan
24 Hamzah B Uno & Nina Lamatenggo, Tugas Guru dalam Pembelajaran Aspek yang Memengaruhi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), h. 3.
25 Ibid.
26 Iswadi, Teori Belajar, (Bogor: In Media, 2019), h. 134.
pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya.27
Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.28
Kompetensi merupakan perpaduan unsur pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.29
Dari kedua pendapat di atas dapat dipahami bahwa kompetensi adalah hal yang harus dimiliki guru untuk dapat melaksanakan tugas keprofesionalannya yang merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, yang diwujudkan dalam kebiasaan bertindak serta berpikir.
Ada empat kompetensi yang harus dimiliki guru, yaitu:30 1) Kompetensi kepribadian
Adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
2) Kompetensi pedagogik
Kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
27 Ahmad Susanto, Konsep, Strategi, dan Implementasi Manajemen Peningkatan Kinerja Guru, (Jakarta: Kencana, 2016), h. 133.
28 Imam Suraji, Urgensi Kompetensi Guru, Forum Tarbiyah, Vol. 10, Nomor. 2, Desember 2012, h. 240.
29 Achmad Habibullah, Kompetensi Pedagogik Guru, Edukasi, Vol. 10, Nomor 3, September- Desember 2012, h. 364.
30 Iswadi, Teori Belajar, (Bogor: In Media, 2019), h. 136-137.
3) Kompetensi profesional
Adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.
4) Kompetensi sosial
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/ wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
b. Kompetensi Pedagogik Guru
1) Pengertian kompetensi pedagogik guru
Secara bahasa, kata pedagogik berasal dari bahasa Yunani, paedos dan agogos (paedos = anak dan agogos= mengantar atau membimbing) yang berarti pedagogik ialah membimbing siswa.31
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.32
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.33
Kompetensi paedagogis adalah kompetensi yang berkaitan dengan peran guru sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran, guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menyampaikan materi yang diajarkan dengan cara menarik agar mudah diterima anak didiknya, tetapi guru juga harus mampu
31 Marselu R. Payong, Sertifikasi Profesi Guru: Konsep Dasar Problematika, Dan Implementasinya, (Jakarta Barat: PT. Indeks, 2011), h. 28.
32 Iswadi, Teori Belajar, (Bogor: In Media, 2019), h. 136.
33 Achmad Habibullah, Kompetensi Pedagogik Guru, Edukasi, Vol. 10, Nomor 3, September- Desember 2012, h. 364.
memahami anak didiknya dengan baik. Hal ini penting agar proses pembelajaran tidak lagi berpusat kepada guru (teacher centered learning), tetapi sudah mengedepankan aktivitas dan kreativitas peserta didik di kelas (student active learning) yang dapat merangsang keterlibatan peserta didik secara aktif.34 Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi pedagogik adalah kompetensi yang mutlak dimiliki guru atau pendidik guna mensukseskan sebuah proses pembelajaran.
2) Karakteristik kompetensi pedagogik guru
Untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar menarik maka dibutuhkan peran penting dari guru dalam upaya mensukseskan tujuan pembelajaran nasional dengan memperhatikan karakteristik seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran diantaranya:
a) Pemahaman terhadap siswa
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pemahaman memiliki arti proses, cara, perbuatan memahami atau memahamkan.35 Kemampuan yang diteliti guru yaitu bagaimana seorang guru mampu mencatat dan menggunakan informasi tentang paham akan karakteristik siswa untuk membantu proses pembelajaran.
Karakteristik ini meliputi aspek fisik intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya.36
34 Imam Suraji, Urgensi Kompetensi Guru, Forum Tarbiyah, Vol. 10, Nomor. 2, Desember 2012, h. 247.
35 Ebta Setiawan, “Arti KataPemahaman”, https://kbbi.web.id/paham.html, diakses tanggal 10 Maret 2021, pukul 09.25.
36 Nanang Priatna dan Tito Sukamto, Pengembangan Profesi Guru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), h. 37.
Pemahaman terhadap siswa penting karena hal tersebut akan berpengaruh pada proses pembelajaran bagaimana guru memandang siswa sebagai seorang individu yang membutuhkan bimbingan bukan hanya menerima materi yang disampaikan oleh guru.
b) Perancangan pembelajaran
Perancangan pembelajaran menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses, dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada standar isi. Perancangan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan.37
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.38
37 Menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, Nomor. 65, Tahun 2013, h. 2.
38 Trianto, Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), h. 68-69.
Rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu panduan langkah- langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario kegiatan. Rencana pelaksanaan pembelajaran dimaksud adalah rencana pelaksanaan pembelajaran berorientasi pembelajaran terpadu yang menjadi pedoman bagi guru dalam proses belajar mengajar.39
Jadi dapat disimpulkan dua komponen utama dalam proses pembelajaran yaitu Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan turut mendukung mensukseskan proses pembelajaran.
c) Pengembangan siswa dalam proses pembelajaran
Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap.40
Belajar menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang disadari atau disengaja. Aktivitas ini menunjuk pada keaktifan seseorang dalam melakukan aspek mental yang memungkinkan terjadinya perubahan pada dirinya.41
Pengembangan Sisiwa dalam Proses pembelajaran adalah sebuah proses yang dilakukan oleh siswa dalam rangka menemukan arti dan pemahaman. Karena dalam proses belajar dibutuhkan motivasi serta semangat untuk siswa agar dapat menggunakan potensi dan ototritas yang dimilikinya untuk membangun suatu gagasan/ pendapat.
39 Ibid., h. 71.
40 Baharuddin & Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar & Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), h. 11.
41 Aprida Pane dan Muhammad Darwis Dasopang, Belajar dan Pembelajaran, Fitrah Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 03, Nomor 2, Desember 2017, h. 335.
c. Kualifikasi Akademik dan Aspek yang Memengaruhi
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen Pasal 9, mengamanatkan bahwa guru profesional harus memiliki syarat kualifikasi akademik sekurang- kurangnya S1/D-IV dan meiliki empat kompetensi utama yakni;
kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.42
Wina Sanjaya mengemukakan bahwa terdapat beberapa aspek dalam setiap kompetensi sebagai tujuan yang ingin dicapai, yaitu:43 1) Pengetahuan (Knowledge)
2) Pemahaman (Understanding) 3) Kemahiran (Skill)
4) Nilai (Value) 5) Sikap (Attitude) 6) Minat (Interest)
42 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia, Guru dan Dosen, Nomor. 14, Tahun 2005, h. 6.
43 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2008), h.
131-132.
3. Proses Pembelajaran