• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Landasan Teori

2.1.5 Kompetensi

Melakukan penilaian apakah kondisi lingkungan yang dihadapi pada waktu proses pelaksanaan tidak seperti yang diharapkan, tidak kondusif, dan mengakibatkan kesulitan atau kegagalan

4. Evaluasi proses kerja

Melibatkan penilaian apakah terdapat kendala dalam proses pelaksanaan kinerja.

5. Evaluasi pengukuran kinerja

Menilai apakah sistem review dan coaching telah berjalan dengan benar serta apakah apakah metode sudah tepat

6. Evaluasi hasil

Apabila terdapat deviasi, dicari faktor yang menyebabkan dan berusaha memperbaikinya di kemudian hari.

Menurut Wibowo (2017:271) kompetensi merupakan suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Sedangkan menurut Priansa (2017:86) kompetensi adalah terminologi yang sering didengar dan diucapkan oleh banyak orang, kita pun sering mendengar atau bahkan mengucapkan terminologi itu dalam berbagai penggunaan khusunya terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, ada yang mengintepretasikan kompetensi sepadan dengan kemampuan atau kecakapan ada lagi yang mengartikan sepadan dengan keterampilan, pengetahuan, dan berpendidikan tinggi. Selain itu menurut Triastuti (2019) kompetensi merupakan karakteristik yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya atau karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan kausal atau sebagai sebab akibat dengan kriteria yang dijadikan acuan.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan suatu kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas pekerjannya yang dilandasi atas pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang dibutuhkan dalam suatu bidang pekerjaan.

2.1.5.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompetensi

Latief et al., (2018) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang yaitu sebagai berikut :

a. Keyakinan dan nilai-nilai

Keyakinan terhadap diri maupun terhadap orang lain akan sangat mempengaruhi perilaku. Apabila orang percaya bahwa mereka tidak

kreatif dan inovatif, mereka tidak akan berusaha berpikir tentang cara baru atau berbeda dalam melakukan sesuatu

b. Keterampilan

Keterampilan memerankan peranan di berbagai kompetensi. Berbicara didepan umum merupakan keterampilan yang dapat dipelajari, dipraktikan, dan diperbaiki. Keterampilan juga dapat diperbaiki dengan instruksi, praktik, dan umpan balik.

c. Pengalaman

Keahlian dari banyak kompetensi memerlukan pengalaman mengorganisasi orang, komunikasi dihadapan kelompok, menyelesaikan masalah dan sebagainya. Orang yang tidak pernah berhubungan dengan organisasi besar dan kompleks tidak mungkin mengembangkan kecerdasan organisasional untuk memahami dinamika kekuasaan dan pengaruh dalam lingkungan tersebut.

d. Karakteristik Kepribadian

Dalam kepribadian termasuk banyak faktor yang diantaranya sulit untuk berubah. Akan tetapi kepribadian bukannya sesuatu yang tidak dapat berubah. Kenyataannya kepribadian seseorang dapat berubah sepanjang waktu. Orang merespon dan berinteraksi dengan kekuatan dan lingkungan sekitarnya.

e. Motivasi

Motivasi merupakan faktor dalam kompetensi yang dapat berubah.

Dengan memberikan dorongan, apresiasi terhadap pekerjaan bawahan,

memberikan pengakuan dan perhatian individual dari atasan dapat mempunyai pengaruh positif terhadap motivasi seorang bawahan

f. Isu Emosional

Hambatan emosional dapat membatasi penguasaan kompetensi.Takut membuat kesalahan, menjadi malu, merasa tidak disukai atau tidak menjadi bagian, semuanya cenderung membatasi motivasi dan inisiatif.Perasaan tentang kewenangan dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi dan menyelesaikan konflik dengan manajer. Orang mungkin mengalami kesulitan mendengarkan orang lain apabila mereka merasa tidak didengar.

g. Kemampuan Intelektual

Kompetensi tergantung pada pemikiran kognitif seperti pemikiran konseptual dan pemikiran analitis.Tidak mungkin memperbaiki melalui setiap intervensi yang diwujudkan suatu organisasi.Sudah tentu faktor seperti pengalaman dapat meningkatkan kecakapan dalam kompetensi ini.

h. Budaya Organisasi

Budaya organisasi mempengaruhi kompetensi sumber daya manusia dalam kegiatan sebagai berikut :

1. Praktik rekrutmen dan seleksi karyawan mempertimbangkan siapa diantara pekerja yang dimasukkan dalam organisasi dan tingkat keahliannya tentang kompetensi

2. Semua penghargaan mengkomunikasikan pada pekerja bagaimana organisasi menghargai kompetensi

3. Praktik pengambilan keputusan mempengaruhi kompetensi dalam memberdayakan orang lain,inisiatif, dan memotivasi orang lain

4. Filosofi organisasi-misi, visi dan nilai-nilai berhubungan dengan semua kompetensi

5. Kebiasaan dan prosedur memberi informasi kepada pekerja tentang berapa banyak kompetensi yang diharapkan

6. Komitmen pada pelatihan dan pengembangan mengkomunikasikan pada pekerja tentang pentingnya kompetensi tentang pembangunan berkelanjutan

7. Proses organisasional yang mengembangkan pemimpin secara langsung mempengaruhi kompetensi kepemimpinan

2.1.5.3 Dimensi Kompetensi

Melalui studi yang cukup mendalam Hart (dalam Busro 2018:29) mengemukakan bahwa kompetensi kerja para pegawai merupakan kemampuan kerja pegawai yang dapat dilihat dari :

a. Orientasi pencapaian prestasi b. Pemikiran analisis

c. Kemampuan dalam berhadapan dengan kondisi serba tidak pasti d. Pengambilan keputusan

e. Kepemimpinan f. Kerja jejaring g. Komunikasi lisan

h. Dorongan pribadi dan inisiatif

i. Kemampuan untuk membujuk j. Perencanaan dan pengorganisasian

k. Kepedulian terhadap hal-hal yang bersifat politik l. Kesadaran terhadap diri sendiri dan pengembangan diri m. Kerja kelompok

n. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki o. Komunikasi tertulis

2.1.5.4 Indikator Kompetensi

Menurut Sadarmayanti (2017:211) kompetensi itu kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang digunakan untuk meningkatkan kinerja atau keadaan atau kualitas yang memadai atau sangat berkualitas, mempunyai kemampuan untuk menampilkan peran tertentu. Berikut indikator kompetensi :

a. Pengetahuan

Informasi yang dimiliki atau dikuasai seseorang dalam bidang tertentu.

Contoh : mengerti ilmu manjemen keuangan b. Keterampilan

Keahlian atau kecakapan melakukan sesuatu dengan baik. Contoh : kemampuan mengemudi

c. Perilaku

Respon atau reaksi seseorang terhadap stimulasi atau rangsangan dari luar

2.1.5.5 Jenis-jenis Kompetensi

Palan (dalam Kaswan 2017) mengatakan ada empat jenis kompetensi yaitu sebagai berikut :

1. Kompetensi Inti

Kompetensi ini ada pada level organisasi dimana organisasi menginginkan kompetensi dan nilai-nilai intinya berlaku universal diseluruh organisasinya

2. Kompetensi Fungsional

Kompetensi yang mendeskripsikan kegiatan kerja dan output seperti pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melakukan sebuah pekerjaan

3. Kompetensi Perilaku

Kompetensi perilaku ialah karakteristik dasar yang diperlukan untuk melakukan sebuah pekerjaan dimana kompetensi ini ada pada level idividu yang dapat diidentifikasi menggunakan basis data generik atau dengan teknik wawancara perilaku

4. Kompetensi Peran

Kompetensi yang berkaitan dengan level posisi dimana kompetensi ini merujuk pada peran yang harus dijalankan oleh seseorang didalam sebuah tim

Dalam dokumen SKRIPSI - Universitas Bhayangkara Surabaya (Halaman 36-43)

Dokumen terkait