BAB II LANDASAN TEORI
A. Gambaran Umum Desa Triguno
2. Kondisi Demografis
Desa Triguno, secara keseluruhan berdasarkan data penduduk tahun 2020, mempunyai jumlah penduduk keseluruhan sebanyak 2.960 jiwa, yang terdiri dari 896 kk, dengan rincian penduduk laki- laki sebanyak 1.470 jiwa, dan penduduk perempuan sebanyak 1.490 jiwa.
49 Wawancara dengan Bapak Joko Sungkono, (Kepala Desa Triguno), di Triguno, Pucakwangi, pati, pada tanggal 14 Juli 2021.
Tabel 1. Keadaan Penduduk Desa Triguno Keadaan Penduduk Jumlah
Kepala Keluarga 896 KK
Laki-Laki 1.470
Perempuan 1.490
Total Penduduk 2.960
Menurut pengelompokan usia, jumlah penduduk Desa Triguno terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu: kelompok usia 0-15 tahun sebanyak 1.628 jiwa, usia kelompok 15-65 tahun sebanyak 617 jiwa, dan kelompok usia 65 keatas sebanyak 715 jiwa.50 Yang mana dari jumlah penduduk tersebut setiap tahunnya mengalami perubahan karena adanya peningkatan dari angka kelahiran, dan pengurangan dari angka kematian.
Tabel 2. Distribusi Penduduk Desa Triguno
Kelompok Usia Jumlah
0-15 1.628
15-65 617
> 65 715
b. Kondisi Pendidikan
Pendidikan merupakan sarana utama demi kemajuan sebuah masyarakat. Dalam bidang pendidikan, mayoritas masyarakat Desa Triguno pendidikan terakhirnya yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hanya sebagian kecil masyarakat yang melanjutkan pendidikannya sampai jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun perguruan tinggi. Meskipun tingkat pendidikan masyarakat
50 Wawancara dengan Bapak Joko Sungkono, (Kepala Desa Triguno), di Triguno, Pucakwangi, pati, pada tanggal 14 Juli 2021.
Desa Triguno bisa dikatakan masih sangat rendah, namun seiring berjalannya waktu kesadaran mereka akan pentingnya ilmu pendidikan sudah semakin meningkat.51
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dipengaruhi oleh adanya perubahan zaman yang ada, serta semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi.
Sehingga, secara tidak langsung mempengaruhi cara pandang mereka, yang dulunya berpikir bahwa pendidikan bukanlah sesuatu yang penting, berubah menjadi sebuah pemikiran bahwa pendidikan umum maupun pendidikan agama merupakan bekal yang amat utama dalam menjalani kehidupan.
Adapun pendidikan agama yang dimiliki oleh masyarakat Desa Triguno bisa dikatakan sangat baik. Bahkan, Desa Triguno mendapat julukan sebagai desa santri. Hal itu dikarenakan Desa Triguno mempunyai keistimewaan yang jarang dimiliki oleh desa-desa lain.
Keistimewaan itu adalah adanya pondok pesantren Tahfidz al-Qur‟an yang pengasuhnya merupakan warga asli Desa Triguno.
Selain itu, di Desa Triguno juga terdapat para kyai, ustadz, maupun para alim yang mumpuni dalam bidang ilmu agama.
Sehingga, masyarakat Desa Triguno tidak perlu bersusah payah untuk menimba ilmu agama diluar daerah yang biasanya jauh dari tempat tinggal mereka. Karena, jika mereka menginginkan untuk memperdalam ilmu agama, mereka bisa mempelajari serta memahaminya dengan cara belajar di pondok pesantren yang ada di Desa Triguno, ataupun melalui berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan di pondok pesantren. Yang mana dalam setiap kegiatan keagamaan yang diselenggarakan, terdapat nasihat-nasihat keagamaan yang disampaikan oleh para kyai maupun para ustadz.
51 Wawancara dengan Bapak Joko Sungkono, (Kepala Desa Triguno), di Triguno,
Pucakwangi, pati, pada tanggal 14 Juli 2021.
Tabel 3. Fasilitas Pendidikan
Fasilitas Pendidikan Jumlah
RA 2
MI 2
MTS 1
TPQ 2
PONDOK PESANTREN 1
Tabel 4. Komposisi Penduduk Berdasarkan tingkat Pendidikan Tingkatan Pendidikan Jumlah
RA/TK 56 orang
MI/SD 532 orang
MTS/SMP 641 orang
MA/SMA 498 orang
SARJANA 99 orang
c. Kondisi Sosial Ekonomi
Dalam bidang ekonomi, masyarakat Desa Triguno mata pencahariannya bergantung pada sektor pertanian, perdagangan, peternakan dan lain-lain. Dari beberapa sektor tersebut, sektor utama yang menjadi sumber penghasilan pokok warga Desa Triguno yaitu sektor pertanian, karena hampir 90% warganya menggantungkan hidupnya dari hasil mengolah lahan pertanian yang mereka punya.
Selain sebagai petani, sebagian warga Desa Triguno juga ada yang berprofesi sebagai pedagang, peternak, perantau, guru, dan lain sebagainya. Dari segi perkembangan ekonomi yang ada di Desa Triguno keadaan ekonominya sudah bisa dikatakan lumayan baik,
karena pembangunan yang ada di Desa Triguno sudah mengalami pemerataan.52
Mengenai kondisi ekonomi yang ada di Desa Triguno, rata-rata berasal dari keluarga yang bisa dikatakan berkecukupan. Hal itu dikarenakan mereka bisa dikategorikan bukan dari keluarga yang kurang mampu tetapi juga tidak termasuk dalam kategori keluarga yang kaya, namun dari segi kehidupan sehari hari mereka selalu bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Sehingga, kategori keluarga berkecukupan merupakan gambaran yang tepat untuk mewakili keadaan sosial ekonomi masyarakat Desa Triguno.53
d. Kondisi Sosial Keagamaan
Dalam bidang agama, di Desa Triguno hanya ada satu agama yang di anut oleh masyarakat, yaitu agama Islam. Dengan demikian, secara keseluruhan warga Desa Triguno beragama Islam. Kehidupan beragama di Desa Triguno bisa dikatakan berjalan dengan harmonis karena hanya ada satu agama yang dianut oleh masyarakat, serta paham keagamaan yang mereka yakini juga sama. Sehingga, kerukunan antar masyarakat semakin mudah terwujud dalam kehidupan sehari hari.54 Di Desa Triguno terdapat banyak sekali kegiatan keagamaan yang sering dilaksanakan oleh masyarakat.
Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan amat sangat beragam. Waktu dan pelaksanaanya juga mempunyai perbedaan masing-masing. Ada yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali, setiap satu bulan sekali, maupun satu tahun sekali.
Adapun kegiatan keagamaan yang dilakukan, seperti kegiatan khataman al-Qur‟an, berjanjenan, yasinan, tahlilan, fatayatan, muslimatan serta kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang rutin
52 Wawancara dengan Bapak Joko Sungkono, (Kepala Desa Triguno), di Triguno,
Pucakwangi, pati, pada tanggal 14 Juli 2021.
53 Wawancara dengan Bapak Joko Sungkono, (Kepala Desa Triguno), di Triguno,
Pucakwangi, Pati, pada tanggal 19 Juli 2021.
54 Wawancara dengan Bapak Joko Sungkono, (Kepala Desa Triguno), di Triguno,
Pucakwangi, pati, pada tanggal 14 Juli 2021.
dilakukan oleh masyarakat. Selain kegiatan-kegiatan keagamaan di atas, masyarakat Desa Triguno juga melakukan kegiatan keagamaan yang merupakan hasil akulturasi Islam dengan budaya Jawa.
Diantaranya; Selamatan orang yang sudah meninggal, selamatan acara mitoni, selamatan kelahiran bayi, selamatan pernikahan dan khitanan, selamatan dalam bercocok tanam, upacara dalam pembangunan rumah dan lain sebagainya.55
Adapun paham keagamaan yang dianut oleh masyarakat Desa Triguno yaitu paham Ahlussunnah Wal Jama‟ah. Dimana dalam pemahaman mereka bahwa Islam adalah agama yang fitri. Jadi, menurut pemahaman keagamaan ini adalah melestarikan semua nilai- nilai unggul kelompok dan tidak bertujuan menghapus nilai nilai tersebut, selama nilai-nilai tersebut tidak melanggar ketentuan syari‟at Islam. Adapun mengenai kegiatan keagamaan yang dilakukan di Desa Triguno, sebagian besar merupakan kegiatan keagamaan yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak generasi terdahulu hingga generasi sekarang.
Tabel 5 Sarana Ibadah Desa Triguno
Sarana Ibadah Jumlah
Masjid 3
Mushala 28