PENDAHULUAN
Latar Belakang
Quraish Shihab, Landasan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2013), hal. Artinya : Kitab ini (al-Qur'an) tidak diragukan lagi sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.4. Kedua, Al-Qur’an menunjukkan maksud dan tujuannya melalui surat-surat yang ada di dalamnya.
Oleh karena itu, mereka berusaha bekerjasama dengan Al-Qur'an melalui tulisan, lisan, dan perbuatan. Salah satu fenomena yang peneliti temukan adalah fenomena pelaksanaan kegiatan pengajian Al-Qur’an di Desa Triguno.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Tinjauan Pustaka
Di antara penelitian-penelitian yang mengkaji penerimaan masyarakat terhadap Al-Qur'an dalam kehidupan adalah sebagai berikut. Ketiga, skripsi yang ditulis oleh Samsul Arifin dengan judul “Penelusuran Makna Khataman Al-Quran di Pondok Pesantren Giri Kusumo Demak (Studi Living Qur’an)”. 11 Zaenab Lailatul Badriyah, “Amalan Khataman Al Qur’an di Hotel Grasia (Studi Living Qur’an)”, skripsi UIN Walisongo, Semarang, 2017.
Kelima, skripsi yang ditulis oleh Teti Fatimah dengan judul “Studi Al-Quran yang Hidup di Desa Tinggarjaya, Sidera, Cilacap, Jawa Tengah”. Dalam penelitian skripsi ini menjelaskan tentang pelaksanaan tradisi sima'an al-Qur'an yang dilakukan kepada orang yang sudah meninggal.
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Sumber Data
- Metode Pengumpulan Data
- Analisis Data
Sejarah Berdirinya Kegiatan Khataman Al-Qur'an di Desa Triguno Pucakwangi Pati Desa Triguno Pucakwangi Pati. Pandangan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan pengajian Al-Qur'an di Desa Triguno Pucakwangi Pati. 84 Wawancara dengan Ibu Siti Sapa'ati, (anggota Jama'ah Khataman al-Qur'an), di desa.
Dan mengenai kegiatan khataman al-Qur'an yang dilakukan di Desa Triguno, ia mempunyai makna beribadah kepada Allah SWT.
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Deskripsi Khataman al-Qur‟an
Gambaran Umum Desa Triguno
- Kondisi Geografis
- Kondisi Demografis
- Potensi Pengembangan Desa Triguno
Desa Triguno merupakan sebuah desa di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Keunikan tersebut adalah dengan adanya Pondok Pesantren Tahfidz al-Qur'an yang pengasuhnya adalah warga sekitar Desa Triguno. Selain itu, Desa Triguno juga memiliki kyai, ustadz dan ulama yang terlatih dalam bidang ilmu agama.
Dalam bidang perekonomian, mata pencaharian masyarakat Desa Triguno bergantung pada sektor pertanian, perdagangan, peternakan dan sektor lainnya. Selain menjadi petani, sebagian warga Desa Triguno juga berprofesi sebagai pedagang, peternak, pendatang, guru dan lain sebagainya. Dari segi perkembangan perekonomian di Desa Triguno keadaan perekonomian dapat dikatakan cukup baik.
Dengan demikian, kategori keluarga kaya merupakan gambaran yang cocok untuk mewakili keadaan sosial ekonomi masyarakat Desa Triguno.53. Dalam bidang agama, di Desa Triguno hanya ada satu agama yang dianut masyarakatnya yaitu Islam. Kehidupan beragama di Desa Triguno dapat dikatakan berjalan harmonis karena agama yang dianut masyarakatnya hanya satu, dan keyakinan agama yang dianutnya juga sama.
Dengan demikian kerukunan antar masyarakat lebih mudah terwujud dalam kehidupan sehari-hari.54 Di Desa Triguno banyak terdapat kegiatan keagamaan yang sering dilakukan masyarakat. Selain kegiatan keagamaan di atas, masyarakat Desa Triguno juga melakukan kegiatan keagamaan yang merupakan hasil akulturasi Islam dengan budaya Jawa. Ideologi agama yang dianut masyarakat Desa Triguno adalah ideologi Ahlussunnah Wal Jama'ah.
Praktik Khataman Al-Qur‟an Di Desa Triguno
- Sejarah Terbentuknya Kegiatan Khataman al-Qur‟an di Desa Triguno,
- Tujuan Serta Motivasi Kegiatan khataman al-Qur‟an di Desa Triguno,
- Praktik Khataman al-Qur‟an Berjama‟ah di Desa Triguno,
Seiring berjalannya waktu, kegiatan membaca Al-Qur'an semakin berkembang dan banyak anggota baru yang bergabung. Akhirnya setelah adanya kesepakatan bersama di antara seluruh anggota jamaah, maka kegiatan membaca dan mendengarkan Al-Qur'an berkembang menjadi kegiatan mengaji setiap Selasa malam. Karena kegiatan ini dilakukan di rumah peserta, maka tujuannya adalah sebagai sarana silaturahmi antar anggota kelompok dakwah Al-Qur'an.
Maka Bu Kuminah dan Bu Khoirunnisa selaku presiden dan wakil presiden mempunyai ide untuk mengembangkannya menjadi kegiatan pengajian. Jika di tempat lain biasanya pengajian hanya dilakukan sebulan sekali, berbeda dengan kegiatan pengajian yang dilakukan di desa Triguno. Namun terkadang pada hari-hari tertentu, aktivitas membaca Al-Qur'an tidak dilakukan setelah Maghrib, melainkan setelah shalat Isya'.
Kegiatan mengaji biasanya ditutup hanya pada saat perayaan Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, dan lain-lain. Berdasarkan keterangan Ibu Kuminah, ketua jamaah Khataman Al-Qur'an desa Triguno, mengatakan bahwa pada awalnya kegiatan ini dibuat khusus untuk ibu-ibu yang tergabung dalam Fatayat dan Muslimat. Jika di beberapa daerah kegiatan mengaji biasa dilakukan secara berjamaah antara perempuan dan laki-laki dalam satu tempat, maka dalam melakukan kegiatan tersebut.
Namun secara umum jumlah jamaah khutbah Al-Qur’an yang dilakukan di Desa Triguno selalu berkisar 30 orang.72. Maka dalam kegiatan ini peserta hanya menjadikan Al Quran sebagai pendukung utama terlaksananya kegiatan tersebut. Doa yang biasa dibacakan dalam kegiatan kataman ini adalah doa kataman yang ada di pojok Al Quran.
PELAKSANAAN DAN PEMAKNAAN
Pandangan Peserta Terhadap Kegiatan Khataman al-Qur‟an di
Makna Praktik Khataman al-Qur‟an di Desa Triguno, Pucakwangi,
Kegiatan Khataman Al-Qur'an yang dilakukan di desa Triguno merupakan kegiatan sosial keagamaan untuk menambah pengetahuan tentang agama Islam. Dari informasi tersebut, dengan membaca Al Quran, hati akan menjadi berseri, tenang dan nyaman. 79 Wawancara dengan Ny. Zaitun, (Anggota Jamaah Khataman al-Qur'an), di desa Triguno, Pucakwangi, Pati, pada 22 Juli 2021.
Jika kita teliti lebih dalam, salah satu fungsi membaca al-Quran adalah untuk menenangkan hati. Berdasarkan ayat di atas, salah satu maksud perkataan Dzikir ialah Al-Quran. Dengan melakukan aktiviti khatam al-Quran, menjadikan diri saya lebih bersemangat membaca dan khatam al-Quran.
Selain itu, saya mempunyai tujuan agar anggota keluarga saya yang lain dapat terpacu untuk selalu membaca Al-Qur'an.” 82. Dan salah satu hal yang dapat menyelamatkan kita dari api neraka adalah selalu membaca Al-Qur'an. Kegiatan mengaji yang saya lakukan merupakan salah satu upaya saya untuk mencapai keinginan saya.
Bagi penduduk kampung Triguno yang umumnya masih awam tentang agama, mereka hanya percaya bahawa Al-Quran ada. Supaya dengan membaca dan mengkhatamkan Al-Quran, ibadah mereka kepada Allah bertambah. Di sini, maksud kolektifnya ialah aktiviti Khataman al-Qur'an merupakan aktiviti yang boleh mendapat pahala, membawa rahmat dan manfaat kepada pengamalnya dalam kehidupan.
Makna Praktik Khataman al-Qur‟an di Desa Triguno, Pucakwangi,
Dalam hal ini latihan kataman yang dilakukan di Desa Triguno Pucakwangi Pati merupakan suatu rutinitas yang patut dilakukan sebagai anggota jamaah Khataman Desa Triguno al-Qur'an. Dalam hal ini makna yang dimiliki oleh Al-Qur’an warga Desa Khataman Triguno antara individu dan individu berbeda-beda berdasarkan motif dan tujuan masing-masing anggota. Namun setelah dikembangkan selama hampir setengah tahun, dengan persetujuan seluruh jamaah, kegiatan ini berkembang menjadi kegiatan pengajian bersama jamaah yang rutin dilaksanakan seminggu sekali.
Kedua, pemahaman kolektif bahwa kegiatan mengaji di desa Triguno merupakan sarana kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh pahala, keberkahan dan manfaat bagi para pengamalnya dalam kehidupan. Badriyah, Zaenab Lailatul, “Amalan Khataman Al-Qur'an di Hotel Grasia (Living Qur'an Study)", Skripsi UIN Walisongo, Semarang, 2017. Quraish, "Penyatuan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam kehidupan masyarakat", Bandung: PT Mizan Pustaka, 2013.
Wawancara dengan Ibu Rahayu, (anggota Jama'ah Khataman al-Qur'an), di Desa Triguno, Pucaakwangi, Pati, pada tanggal 25 Juli 2021. Wawancara dengan Ibu Samini, (anggota Jama'ah Khataman al-Qur'an 'an), di Desa Triguno, Pucakwangi, Pati, pada tanggal 28 Juli 2021. Wawancara dengan Ibu Siti Sapa'ati, (anggota Khataman al-Qur'an Jama'ah), di Desa Triguno, Pucakwangi, Pati, pada 22 Juli 2021.
Wawancara dengan Ny. Sulismiati, (Anggota Jamaat Khataman al-Qur'an), di Desa Triguno, Pucaakwangi, Pati, pada tanggal 25 Juli 2021. Apa perbedaan kegiatan kataman Al-Qur'an di Desa Triguno dengan kegiatan para kataman Al-Qur'an di Desa Triguno? Kegiatan Al-Qur'an seorang kataman dilaksanakan di daerah lain. Adakah kegiatan keagamaan lain yang berlangsung selama pelaksanaan kegiatan kataman Al-Qur'an di desa Triguno?
PENUTUP
Kesimpulan
Sejarah Pelaksanaan Khataman yang dilaksanakan setiap Selasa malam di Desa Triguno, pada mulanya merupakan kegiatan rutin mengaji bagi ibu-ibu Desa Triguno yang dilaksanakan setiap Selasa malam yang dilaksanakan dengan menggunakan sistem baca dan tulis. mendengarkan Alquran. Amalan khataman biasanya dilakukan setelah salat Maghrib yang dilaksanakan secara bergantian di rumah-rumah jamaah sesuai jadwal yang telah disepakati. Literatur yang dibaca selama kegiatan adalah; Tawasul, khataman, doa, doa tertentu, dan diakhiri dengan pembacaan doa kafaratul majlis.
Berdasarkan pendekatan fenomenologis, makna kegiatan khataman komunal bagi masyarakat Desa Triguno ada dua; Kedua, makna ekspresif yaitu kegiatan khataman adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan sebagai sarana silaturahmi, bersenang-senang sambil berkumpul dengan jamaah lain, sebagai bentuk ibadah dan memasyarakatkan tradisi khataman untuk melestarikan apa yang telah berlalu. turun dari generasi ke generasi. generasi demi generasi yang sudah ada sejak generasi sebelumnya.
Saran
Fatimah, Teti, Sima'an Khataman al-Koranen for afdødes familie (Studie af den levende Koran i landsbyen Tinggarjaya, Sidareja, Cilacap, Central Java)", afhandling UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2017. Hairiri , Rapiq,"Tradition Khataman al-Qur'an Brudepar ved en bryllupsceremoni i Teluk Tigo Village, Cermin Nan Gedang District, Sarolangun Regency, Jambi Province (Levende Qur'an Study Study), afhandling UIN Sulthan Thaha Saifuddin, Jambi , 2020. Mansur, Muhammad, "Living Qur'an" an in the Cross History of Al-Qur'an Studies", i Living Qur'an and Hadith Research Methodology, Sahiron Syamsuddin, Yogyakarta: Teras, 2007.
Saed, Abdullah, Pengantar Kajian Al-Qur'an, diterjemahkan oleh Shulkhah dan Sahiron Syamsuddin, Yogyakarta: Baitul Hikmah Press, 2016. Samsul Arifin, "Menggali Makna Khataman Al-Qur'an di Pondok Pesantren Sekolah Giri Kusumo Demak ( Living Quran Study )", Skripsi IAIN Salatiga, Salatiga, 2018. Sudarmoko, Imam, "The Living Qur'an, Studi Kasus Tradisi Sema'an Al-Qur'an Sabtu Legi di Sooko Masyarakat Ponorogo”, Skripsi UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2016.
Ubaydi Hasbillah, Ahmed, Ilmu Living Quran-Hadits Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi, Banten: Darus-Sunneh, 2019.