• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Parameter Fisika dan Kimia Perairan

Dalam dokumen makanan dan kebiasaan makan ikan baronang (Halaman 42-45)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Pembahasan

4.2.6. Kondisi Parameter Fisika dan Kimia Perairan

Hasil pengukuran parameter fisika dan kimia (Tabel 6.) berguna untuk mengetahui kondisi parameter di Perairan Senggarang mendukung ekosistem lamun maupun keberadaan makanan lain yang menunjang keberlangsungan hidup ikan baronang lingkis (S. canaliculatus). Hasil pengukuran parameter perairan yaitu suhu, salinitas, derajat keasaman (pH) dan oksigen terlarut (DO). Suhu di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang memiliki 29,8 ± 0,40 oC. Nilai suhu tersebut merupakan suhu optimal dan layak untuk kehidupan biota. Hasil ini sesuai dengan PP RI No 22 Tahun 2021 Lampiran VIII yang menyatakan suhu yang mendukung bagi kehidupan biota adalah 28 – 30 °C. Hasil pengukuran okseigen terlarut / Disolved Oxygen (DO) di Perairan Senggarang memiliki nilai 6,38 ± 0,17, membuktikan nilai DO masih layak bagi kehidupan biota. Pernyataan ini sesuai PP RI No 22 Tahun 2021 Lampiran VIII yang menyatakan bahwa nilai DO yang mendukung bagi organisme akuatik perairan adalah >5 mg/L.Beberapa sepesies ikan umumnya hidup, mencari makan, memijah dan melakukan aktivitas lainnya

27

pada kisaran suhu yang sesuai dengan lingkungannya (Sepri, 2012). Nilai salinitas yang didapatkan di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang yaitu 31,2 ± 0,99 ppt, menandakan nilai salinitas ini masih layak bagi kehidupan biota dengan mengacu pada PP RI No 22 Tahun 2021 Lampiran VIII kondisi salinitas yang mendukung bagi kehidupan organisme akuatik perairan adalah 33 – 34. Hasil pengukuran pH di Perairan Senggarang sebesar 8,1 ± 0,18 yang membuktikan bahwa pH di Perairan Senggarang dalam keadaan normal dan masih layak bagi kehidupan biota. Hasil ini sesuai dengan PP RI No 22 Tahun 2021 Lampiran VIII yang menyatakan pH yang mendukung bagi kehidupan biota adalah 7 – 8,5.

4.2.7.-Arahan Pengelolaan Sumberdaya Ikan Baronang Lingkis (S.

---canaliculatus)

Aspek makanan dan kebiasaan makan sangat berkaitan erat dengan ketersediaan makanan alami dan stok ikan di perairan serta memiliki potensi yang tinggi dalam bidang perikanan. Ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis. Ikan baronang lingkis yang memiliki telur harga jualnya bisa mencapai 5 kali lipat dari harga normal pada musim tahun baru cina. Untuk itu penyuluhan kepada masyarakat akan musim tangkapan di Perairan Senggarang diperlukan agar pada musim tahun baru cina ikan yang tertangkap memiliki ukuran lebih besar dan memiliki telur sehingga harga nilai jual lebih tinggi dan menguntungkan bagi nelayan setempat.

Setelah mengetahui jenis dan makanan utama ikan baronang maka didapatkan informasi terkait pakan alami yang dapat memudahkan saat melakukan budidaya. Budidaya merupakan salah satu cara pengelolaan agar ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Ikan harus dipelihara sesuai dengan habitatnya seperti ekosistem lamun dengan pertimbangan ketersediaan pakan alami. Ikan dipelihara mulai dari ukuran kecil hingga besar dengan baik agar dapat bertelur dan memijah sehingga banyak berkembang biak.

Keberhasilan pengelolaan budidaya ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) dapat melestarikan serta mempertahankan jenis ikan ini.

Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa makanan utama ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang yaitu lamun. Mengetahui stok makanan, menjaga kualitas serta menjaga ekosistem lamun yang merupakan daerah yang menjadi habitat ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) adalah salah satu

28

upaya pengelolaan yang dapat dilakukan. Memberikan penyuluhan dan mengenalkan ada masyarakat pesisir mengenai jenis-jenis, manfaat, status dan ancaman terhadap ekosistem lamun serta melakukan pendataan (inventaris) ekosistem lamun, dengan melibatkan masyarakat merupakan upaya yang dilakukan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem lamun yang merupakan habitat ikan ini.

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berikut ini kesimpulan mengenai kebiasaan makanan ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang

1. Jenis makanan ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang terdiri dari potongan lamun, mikroalga yang terdiri dari divisi Bacillariophyta (Amphora sp., Chaetoceros sp., Cocconeis sp., Coscinodiscus sp., Ditylum sp., Fragilaria sp., Navicula sp., Pinnularia sp., Pleurosigma sp., Rhizosolenia sp., Surirella sp., Sceletonema sp., Synedra sp., Thalassionema sp.) dan Cyanophyta (Merismopedia sp.), serta detritus. Lamun merupakan makanan utama dengan nilai indeks bagian terbesar tertinggi dibandingkan mikroalgae dan detritus yang merupakan makanan tambahan.

2. Panjang usus relatif ikan di Perairan ikan baronang lingkis (S. canaliculatus Senggarang Kota Tanjungpinang memiliki rata- rata 3 dan memiliki panjang usus yang lebih dari satu kali panjang tubuhnya, ikan ini termasuk herbivora.

3. Ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang aktif pada malam hari/ nokturnal.

5.2. Saran

Peneliti menyarankan bahwa penelitian lebih lanjut terkait aspek bio-ekologi ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang seperti karakteristik morfometrik dan meristik ikan baronang lingkis (S. canaliculatus), aspek biologi reproduksi ikan baronang lingkis (S.

canaliculatus) dengan mempertimbangkan bulan penangkapan yang berbeda agar penelitian selanjutnya menjadi lebih komperhensif.

.

DAFTAR PUSTAKA

Ahzani, R. T. 2015. Kebiasaan Makan Ikan Pirik (Lagusia micracanthus Bleeker, 1860) di Sungai Pattunuang Desa Samangki Kabupaten Maros [Skripsi].

Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin. Makassar.

Allen, G. 1999 . Marine Fishes of South-East Asia: A field guide for anglers and divers. Tuttle Publishing. (Helostoma temminckii) di Rawa Bawang Juyeuw Kabupaten Tulang

Al-qishawe M. M. S., Ali T. S. & Abahussain A. A., 2014 Stock assessment of 0 spotted rabbitfish (Siganus canaliculatus Park , 1797 ) in Jubail marine wildlife sanctuary, Saudi Arabia. Int. J. Fish. Aquat. Stud. 1, 48–54.

Asriyana. & Yuliani, N. 2012. Makanan dan Strategi Pola Makan Ikan Kuniran Upeneus sulphureus, Cuvier (1829) di Perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. Jurnal Iktiologi Indonesia. 18(1): 23-39.

Barus, T.A. 2004.Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Daratan. USU press. Medan.

Duray, M. N. 1998. Biology and culture of siganids. Aquaculture Department, Southeast Asian Fisheries Development Center.

Effendie, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.

Fariedah, F., Buwono, R.N.& Ayudya, R. S. 2017. Kebiasaan Makan Ikan Janjan (Pseudapocryptes elongatus) Di Kali Mireng Kabupaten Gresik Pada Nopember-Januari. Journal of Aquaculture and Fish Health. 6(2): 88-93.

Gani, A., Nilawati, J., Rizal, A. 2015. Studi Habitat dan Kebiasaan Makanan (Food Habits) Ikan Rono Lindu (Oryzias sarasinorum, Popta 1905). Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako. 4(3): 9-18

Gaspar da Luz, K. D., Abujanra, F., Agostinho, A. A., & Gomes, L. C. (2001).

Caracterização trófica de três lagoas na planície aluvial do alto rio Paraná, Brasil. Acta Sci., 23, 401-407

Haloho, L. M. B. 2008. Kebiasaan Makanan Ikan Betok (Anabas testudineus) di Daerah Rawa Banjiran Sungai Mahakam, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 69 Halaman.

Indriyani, Y., Susiana, S., & Apriadi, T. (2020). Kebiasaan Makanan Ikan Baronang (Siganus guttatus, Bloch 1787) Di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang. BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap, 12(2), 51-60.

Jaikumar, M. 2012. A review on biology and aquaculture potential of rabbit fish in Tamilnadu (Siganus canaliculatus). International Journal of Plant, Animal and Environmental Sciences, 2(2), 57-64.

Kordi, G.H & Andi B.T. 2010. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budidaya Perairan.

RinekaCipta. Jakarta.

Latuconsina, H & Ambo-Rappe R. 2013. Asosiasi Ikan Baronang (Siganus canaliculatus Park, 1797) pada Ekosistem Padang Lamun Perairan Teluk Ambon Dalam. Jurnal Iktiologi Indonesia:13(1):35-53.

Latuconsina, H., Affandi, R., Kamal, M. M., & Butet, N. A. (2020). Distribusi spasial ikan baronang Siganus canaliculatus Park, 1797 pada habitat padang lamun berbeda di Teluk Ambon Dalam. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(1), 89-106.

31

Mahrus, M., & Syukur, A. 2020. Karakter Morfologi dan Identifikasi Molekuler dengan Menggunakan Marka Gen 12S rRNA pada Ikan Baronang (Siganus sp.) di Perairan Laut Selatan Pulau Lombok. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 6(1), 105-115.

Megawati, C., Yusuf, M. & Maslukah, L. 2014. Sebaran Kualitas Perairan Ditinjau dari Zat Hara, Oksigen Terlarut dan pH di Perairan Selatan Bali Bagian Selatan. Jurnal Oseanografi, 3(2): 142-150.

Merta IGS. 1982. Studi ekonomi ikan baronang, Siganus canaliculatus (Park, 1797), di perairan Teluk Banten, pantai utara Jawa Barat. Tesis Megister.

Fakultas Pasca Sarjana, IPB.

Mudjiman, A. 1989. Makanan Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta

Munira, Sulistiono, & Zairion. 2010. Distribusi spasial ikan beronang (Siganus canaliculatus) di padang lamun Selat Lonthoir, Kepulauan Banda, Maluku. J. Iktiologi Indonesia, 10(1): 25-33.

Musdalifa. 2018. Kebiasaan Makanan Ikan Baronang Lingkis (Siganus canaliculatus, Park 1797) di Perairan Pesisir Desa Karang– Karangan Teluk Bone Kabupaten Luwu. [Skripsi]. Universitas Hasanuddin.

Makassar.

Napitupulu, misnaria & Mujiyanto. 2013. Analisa Kebiasaan Makan Ikan Beronang di Kepulauan Karimunjawa Jawa Tengah. Seminar Tahunan Nasional X Hasil Penelitian Kelautan dan Perikanan.

Nasution, S.H. 2009. Studi Kebiasaan Makanan Ikan Bonti-Bonti (Paratherina Striata) di Danau Towuti, Sulawesi Selatan.Semnaskan_UGM 2009 (BI- 03). Yogyakarta.

Natarajan, A.V. & Jhingran, A.G. 1961. Index of Preponderance-A Method of Grading the Food Elements in the Stomach Analysis of Fishes. Indian Journal of Fisheries, 8, 54-59.

Nikolsky, G.V. 1963. The Ecology of Fishes. Academic Press. London and New York.

Nurnaningsih, Rahardjo M.F. & Sutrisno, S. 2005. Pemanfaatan makanan oleh ikan dominan di Perairan Waduk Ir. H. Djuanda. Jurnal Iktiologi Indonesia.4 (2).

Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Jakarta

Rajab, M., Koenawan, C. J., & Pi, S. 2015. Studi Struktur Komunitas dan Pola Sebaran Padang Lamun di Perairan Senggarang Kecil. Hal 1- 12.

Rappe, R.A ., & Budimawan, H. A. F. 2011. Preferensi makanan dan daya ramban ikan baronang, Siganus canaliculatus pada berbagai jenis lamun.

Rappe, R.A. 2010. Struktur komunitas ikan padang lamun yang berbeda di pulau Barrang Lompo. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelutan Tropis, 2(2): 62-67.

Rukminasari, N., Nadiarti. & Awaluddin, K. 2014. Pengaruh Derajat Keasaman (pH) Air Laut Terhadap Konsentrasi Kalsium dan Laju Pertumbuhan Halimeda sp. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 24(1): 28-36.

Safitri, D., Susiana. & Suryanti, A. 2021. Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Sembilang (Plotosus canius) di Perairan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Jurnal Akuatiklestari. 4(2): 84-91.

32

Safitri, H. 2012. Kebiasaan Makan Ikan Kuniran Upeneus Moluccensis (Bleeker, 1855) Hasil Tangkapan Di Perairan Selat Sunda (Skripsi).Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Sahabuddin, 2015. Morfometrik Ikan Baronang (Siganus canaliculatus Park, 1797) Di Perairan Teluk Bone dan Selat Makassar. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 25 (1), 44-52.

Salim, D., Yuliyanto. & Burhanuddin. 2017. Karakteristik Parameter Oseanografi Fisika-Kimia Perairan Pulau Kerumputan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Jurnal Enggano. 2(2): 218-228

Sastrawijaya, A.T. 2000. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta.

Selviani., Andriani, I. & Soekandarsi, E. 2018. Studi Kebiasaan Makanan Ikan Baronang Lingkis (Siganus canaliculatus) Di Kepulauan Tanakeke Takalar Sulawesi Selatan. Jurnal Biologi Makakassar, 3(1):19-25

Setiawan, R., Triyono, H. & Jabbar, M.A. 2019. Aspek Biologi Siganidae di Perairan Maluku. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan. 13(3): 287- 300.

Setyawati, T.R, Pratiwi, D., & Yanti, A.H. 2020. Kebiasaan Makanan Ikan Seluang Batu (Paracrossochilus vittatus Boulenger 1894) di Sungai Mentuka Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu D

asar. 21(1): 12-24.

Suardi, B. Wiryawan, A.A. Taurusman, J. Santoso, & M. Riyanto. 2016. Variations in size and catch distribution Of while spotted rabbit fish (Siganus canaliculatus) 0n bio-FADs from spatially and temporary point of view, at Luwu District, South Sulawesi, Indonesia. AACL Bioflux, 9(6).

Suwarni, S. 2018. Kebiasaan Makanan Ikan Baronang Lingkis (Siganus canaliculatus Park, 1797) di Perairan Selat Makassar (Food habits of White-Spotted Spinefoot (Siganus canaliculatus Park, 1797) in Makassar Strait). Jurnal Pengelolaan Perairan, 1(1).

Syarifuddin, M., & Bhakti, F. K. (2022). Kajian Pengelolaan dan Pola Pemanfaatan Ekosistem Lamun Perairan Pantai Teluk Bone Kabupaten Luwu. Fisheries Of Wallacea Journal, 3(2), 91-100.

Syukur, A., Y. Wardiatno, I. Muchsin, M.M. & Kamal. 2017. Kerusakan Lamun (Seagrass) dan Rumusan Konservasinya di Tanjung Luar Lombok Timur.

Jurnal Biologi Tropis. 17 (2) : 69 - 80.

Tarigan, J.T.H., Diantari, R., Efendi, E. 2015. Kajian Biologi Ikan Tembakang Wedjatmiko, W. 2010. Komposisi Sumberdaya Ikan Demersal Di Perairan Selat

Malaka. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 12(2), 101-106.

Westernhagen H. 1973. The natural food of the rabbit fish Siganus oramin and S.

striolata. Marine Biology, 22:367-370.

Widiadmoko, W. 2013. Pemantauan Kualitas Air Secara Fisika dan Kimia di Perairan Teluk Hurun. Balai Bear Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Politeknik Negeri Lampung. Bandar Lampung.

Wujdi, A., Setyadji, B., Nugraha, B. 2015. Sebaran Ukuran Panjang dan Nisbah Kelamin Ikan Madidihang (Thunnus albacares) di Samudera Hindia Bagian Timur. Bawal 7(3): 175-182.

Zuliani, Z., Muchlisin, Z. A., & Nurfadillah, N. 2016. Kebiasaan makanan dan hubungan panjang berat ikan julung-julung (Dermogenys sp.) di Sungai

33

Alur Hitam Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 1(1), 12-24.

.

LAMPIRAN

35

Lampiran 1. Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau

36

Lampiran 2. Data Penangkapan dan Pembedahan Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang

Sampel ke

Waktu

TL(mm)

Jenis Kelamin

Bobot tubuh (gram)

Usus

Penangkapan Pembedahan Jantan Betina Bobot

(gram)

Panjang (mm)

Agustus 1 10.00 10.10 110 18,03 1,45 350

2 10.00 10.15 111 15,91 1,36 311

3 20.50 21.10 124 18,73 1,92 313

4 20.50 21.15 119 18,01 2,01 352

5 20.50 21.21 111 17,30 1,95 345

6 20.50 21.28 113 17,52 1,67 346

7 20.50 21.34 111 15,22 1,57 329

8 20.50 21.42 97 13,86 1,61 340

9 09.40 10.00 99 13,59 1,09 295

September 10 09.40 10.09 90 11,09 1,06 258

11 09.40 10.15 115 21,44 1,48 341

12 21.00 21.15 95 10,09 1,56 321

13 21.00 21.21 107 16,72 1,60 331

14 21.00 21.25 102 13,90 1,47 329

15 21.00 21.30 93 13,05 1,43 302

16 21.00 21.37 99 13,85 1,48 349

17 21.00 21.45 102 14,31 1,36 303

18 09.30 09.45 112 17,66 1,31 329

19 09.30 09.52 107 17,40 1,2 303

20 09.30 09.56 115 23,08 1,34 338

37

21 20.55 21.10 95 11,73 1,39 328

22 20.55 21.17 110 21,48 1,6 312

23 20.55 21.22 120 19,68 1,53 352

24 20.55 21.26 116 21,69 1,92 338

25 20.55 21.31 103 14,30 0,98 235

26 09.55 10.10 98 13,44 0,79 259

27 09.55 10.18 109 12,67 0,73 315

28 09.55 10.23 93 10,57 0,75 302

29 21.00 21.15 107 17,32 1,27 331

30 21.00 21.20 96 12,71 0,98 303

31 21.00 21.27 95 13,64 0,98 280

32 21.00 21.35 92 10,00 0,92 275

33 21.00 21.42 120 20,66 7,80 350

34 21.00 21.47 90 10,81 0,97 270

35 21.00 21.55 89 9,13 0,93 313

Oktober 36 10.00 10.15 103 15,93 1,03 303

37 10.00 10.23 100 13,53 0,91 296

38 10.00 10.27 110 16,68 1,13 314

39 21.00 21.15 111 17,91 1,15 318

40 21.00 21.20 125 19,80 2,19 414

41 21.00 21.24 115 15,52 1,42 332

42 21.00 21.30 120 20,11 2,04 349

43 21.00 21.35 135 30,6 2,98 469

44 21.00 21.40 103 16,21 1,44 229

38

Lampiran 3. Perhitungan Panjang Usus Relatif/Relative Length of The Gut (RLG) Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang

NO

Jantan Betina

Panjang

usus (mm) TL(mm) RLG Panjang

usus (mm) TL(mm) RLG

1 350 110 3,18 311 111 2,80

2 345 111 3,11 313 124 2,52

3 329 111 2,96 352 119 2,96

4 295 99 2,98 346 113 3,06

5 341 115 2,97 340 97 3,51

6 302 93 3,25 258 90 2,87

7 303 107 2,83 321 95 3,38

8 328 95 3,45 331 107 3,09

9 259 98 2,64 329 102 3,23

10 315 109 2,89 349 99 3,53

11 303 96 3,16 303 102 2,97

12 275 92 2,99 329 112 2,94

13 296 100 2,96 338 115 2,94

14 314 110 2,85 312 110 2,84

15 414 125 3,31 352 120 2,93

16 229 103 2,22 338 116 2,91

17 235 103 2,28

18 302 93 3,25

19 331 107 3,09

20 280 95 2,95

21 350 120 2,92

22 270 90 3,00

23 313 89 3,52

24 303 103 2,94

25 318 111 2,86

26 332 115 2,89

27 349 120 2,91

28 469 135 3,47

Rata-

rata 312,38 104,63 2,98 324,07 107,61 3,02

39

Lampiran 4. Kelompok ukuran panjang tubuh Ikan Baronang Lingkis (S.canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang

NO KELAS

INTERVAL JUMLAH SAMPEL KE

1 89-96 10 10,12,15,21,28,30,31,32,34,35

2 97-104 10 8,9,14,16,17,25,26,36,37,44

3 105-112 12 1,2,5,7,13,18,19,22,27,29,38,39

4 113-120 9 4,6,11,20,23,24,33,41,42

5 121-128 2 3,40

6 129-136 1 43

40

Lampiran 5. Perhitungan Indeks Kepenuhan Lambung/Stomach Content Index (SCI) Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang

NO

Malam Pagi

Bobot tubuh (gram)

Bobot usus (gram)

SCI (%)

Bobot tubuh (gram)

Bobot usus (gram)

SCI (%)

1 18,73 1,92 10,25 18,03 1,45 8,04

2 18,01 2,01 11,16 15,91 1,36 8,55

3 17,30 1,95 11,27 13,59 1,09 8,02

4 17,52 1,67 9,53 11,09 1,06 9,56

5 15,22 1,57 10,32 21,44 1,48 6,90

6 13,86 1,61 11,62 17,66 1,31 7,42

7 10,09 1,56 15,46 17,40 1,2 6,90

8 16,72 1,60 9,57 23,08 1,34 5,81

9 13,90 1,47 10,58 13,44 0,79 5,88

10 13,05 1,43 10,96 12,67 0,73 5,76

11 13,85 1,48 10,69 10,57 0,75 7,10

12 14,31 1,36 9,50 15,93 1,03 6,47

13 11,73 1,39 11,85 13,53 0,91 6,73

14 21,48 1,6 7,45 16,68 1,13 6,77

15 19,68 1,53 7,77

16 21,69 1,92 8,85

17 14,30 0,98 6,85

18 17,32 1,27 7,33

19 12,71 0,98 7,71

20 13,64 0,98 7,18

21 10,00 0,92 9,20

22 20,66 7,80 37,75

23 10,81 0,97 8,97

24 9,13 0,93 10,19

25 17,91 1,15 6,42

26 19,80 2,19 11,06

27 15,52 1,42 9,15

28 20,11 2,04 10,14

29 30,6 2,98 9,74

30 16,21 1,44 8,88

Rata-

rata 16,20 1,74 10,58 15,79 1,12 7,14

41

Lampiran 6. Jenis Makanan Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang

Amphora sp. Chaetoceros sp.

Cocconeis sp. Coscinodiscus sp.

Ditylum sp. Fragilaria sp.

42

Navicula sp. Pinnularia sp.

Pleurosigma sp. Rhizosolenia sp.

Surirella sp. Sceletonema sp.

43

Synedra sp. Thalassionema sp.

Merismopedia sp. Detritus

44

Lampiran 7. Kegiatan di Lapangan

45

Lampiran 8. Kegiatan Pembedahan Ikan dan Pengamatan Isi Usus

Pembedahan ikan

Pengerikan dan pengenceran isi usus ikan

Dalam dokumen makanan dan kebiasaan makan ikan baronang (Halaman 42-45)

Dokumen terkait