• Tidak ada hasil yang ditemukan

makanan dan kebiasaan makan ikan baronang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "makanan dan kebiasaan makan ikan baronang"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi: Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Baronang Lingkis (Siganus Canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. THERESIA CLAUDIA PANJAITAN, Makanan dan kebiasaan makan Ikan Baronang Lingkis (Siganus Canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Jenis makanan yang dimakan ikan baronang (Siganus Canaliculatus) adalah potongan lamun, mikroalga (Amphora sp., Chaetoceros sp., Cocconeis sp., Coscinodiscus sp., Ditylum sp., Fragilaria sp., Navicula sp., Pinnularia sp. . ., Pleurosigma sp., Rhizosolenia sp., Surirella sp., Sceletonema sp., Synedra sp., Thalassionema sp. dari filum Bacillariophyta, Merismopedia sp. dari filum Cyanophyta), serta limbah.

Ikan baronang baronang (Siganus canaliculatus) di perairan Senggarang kota Tanjungpinang aktif pada malam hari/malam hari. Jenis makanan yang dimakan ikan baronang bintik putih (S. canaliculatus) adalah daun lamun, mikroalga (Amphora sp., Chaetoceros sp., Cocconeis sp., Coscinodiscus sp., Ditylum sp., Fragilaria sp.., Navicula sp., Pinnularia sp., Pleurosigma sp., Rhizosolenia sp., Surirella sp., Sceletonema sp., Synedra sp., Thalassionema sp. dari divisi Bacillariophyta, Merismopedia sp. dari divisi Cyanophyta) dan detritus. Potongan rumput laut merupakan makanan utama (66,47 %), sedangkan makanan tambahan terdiri dari mikroalga (28,30 %) dan detritus (5,23 %). “Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Baronang Lingkis (Siganus canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau”.

Tabel 1. Penelitian Terdahulu...........................................................................
Tabel 1. Penelitian Terdahulu...........................................................................

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan
  • Manfaat

Jenis makanan apa yang dimakan ikan baronang baronang (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Berapa panjang relatif usus ikan baronang baronang (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Untuk mengetahui jenis makanan yang dikonsumsi ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk mengetahui panjang relatif usus baronang lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

Gambar 1. Kerangka pikir penelitianSumberdaya Ikan baronang Lingkis
Gambar 1. Kerangka pikir penelitianSumberdaya Ikan baronang Lingkis

TINJAUAN PUSTAKA

  • Penelitian Terdahulu
  • Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lingkis
  • Anatomi Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus)
  • Habitat Persebaran
  • Makanan
  • Kebiasaan Makanan
  • Parameter Fisika & Kimia Perairan

Di perairan laut Indonesia terdapat 12 jenis ikan baronang, namun umumnya hanya 5 jenis saja yang dapat dipelihara oleh nelayan, seperti: Ikan baronang S. Ikan baronang mempunyai kelenjar racun yang terletak pada anus dan lambung serta mempunyai jari-jari sirip pada sirip punggung (Allen, 1999). ) . Anatomi sistem pencernaan ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) sama dengan jenis ikan pada umumnya.

Ikan ini termasuk dalam famili Siganidae yang merupakan kelompok ikan yang cukup sering ditemukan di sekitar rawa asin dan terumbu karang (Munira et al., 2010). Lionfish Baronang termasuk dalam kategori musiman dan hidup bergerombol (Latuconsina et al., 2013). Salah satu faktor ekobiologis yang mempunyai pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan adalah makanan (Safitri, 2012).

Banyaknya populasi ikan pada suatu perairan merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan ketersediaan pangan. Menurut Westernhagen (1973), setelah mengamati isi perut ikan baronang dari perairan Palau, ditemukan bahwa isi perut ikan didominasi oleh potongan lamun Enhalus acoroides dan Halophila ovalis. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Indriani dkk. 2020) di perairan Sei Carang Kota Tanjung Pinang jenis makanan ikan baronang (S. guttatus) adalah mikroalga (Bacillariophyta, Chlorophyta, Cyanophyta,.

Ikan digolongkan berdasarkan jenis makanan yang dimakannya, yaitu euryphatic yaitu ikan yang memakan berbagai macam makanan, stenophagous yang memakan beberapa jenis makanan, dan monophagous yaitu ikan yang hanya memakan satu jenis makanan (Effendie menemukan bahwa ikan baronang mereka dapat memakan lumut dan alga dan Rumput laut serta ikan ini juga memakan plankton dalam tahap larva dan menjadi herbivora ketika aktif mencari makan. Salah satu faktor pembatas dalam menentukan keberadaan makhluk hidup di lingkungan perairan adalah oksigen.

Gambar 2. Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus). a) Dokumentasi Pribadi ;   b) Jaikumar (2012)
Gambar 2. Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus). a) Dokumentasi Pribadi ; b) Jaikumar (2012)

METODE PENELITIAN

  • Waktu dan Tempat
  • Alat dan Bahan
  • Metode dan Prosedur Penelitian
    • Metode dan Prosedur Penelitian
    • Pengambilan Sampel
    • Sumber dan Pengumpulan Data
    • Metode Penanganan Sampel
    • Pengukuran Parameter Fisika & Kimia Perairan
  • Analisis Data
    • Indeks Bagian Terbesar / Index of Preponderance (IP)
    • Panjang Relatif Usus / Index Stomach Content (ISC)
    • Indeks Kepenuhan Lambung / Index of Stomach Content (ISC)

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu dengan observasi langsung terhadap variabel-variabel yang akan diteliti kaitannya dengan kebiasaan makan ikan kelinci lingkis (S. canaliculatus). Pengambilan sampel ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di perairan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pengambilan sampel ikan akan dilakukan sebanyak 5 kali dalam kurun waktu 3 bulan, jumlah sampel ikan akan disesuaikan dengan hasil tangkapan nelayan setempat.

Sampel ikan yang diambil akan dicatat pada saat penangkapan, kemudian diukur panjang totalnya (TL) menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm dan bobot badan ikan ditimbang menggunakan timbangan digital dengan ketelitian 0,1 mm. 0,01 gram. Operasi kemudian dilakukan untuk melihat jenis kelamin ikan dan mengeluarkan saluran pencernaan ikan yaitu usus ikan. Sampel isi usus yang telah diencerkan selanjutnya dimasukkan ke dalam Sedgwick Rafter Counting Cell (SRC-cell) dengan menggunakan pipet tetes dan selanjutnya diamati menggunakan mikroskop dengan metode registrasi.

Jenis makanan pada ikan dapat diketahui dengan menganalisis bagian dalam lambung atau usus ikan dengan menggunakan perhitungan Indeks Bagian Terbesar. Menurut Gasparda Luz dkk. 2001) setelah dihitung indeks porsi terbesar (IP), maka dapat dianalisis dengan menggunakan indikator sebagai berikut: IP > 40% sebagai makanan utama. Mengukur panjang relatif usus ikan merupakan suatu metode yang digunakan untuk membedakan ikan berdasarkan panjang saluran pencernaannya.

Panjang relatif usus ikan dapat diketahui dari perbandingan antara panjang usus ikan dengan panjang total tubuh ikan. Setelah didapat panjang usus, kita menghitung panjang relatif usus (RLG) sesuai rumus. 2016) panjang usus relatif (RLG) dapat dihitung dengan menggunakan rumus.

Tabel 2. Alat dan Bahan
Tabel 2. Alat dan Bahan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

  • Kondisi Umum Lokasi Penelitian
  • Jumlah dan Ukuran Panjang Ikan Baronang Lingkis
  • Jenis Makanan Ikan Baronang Lingkis
  • Indeks Bagian Terbesar / Indeks of Prepoderance (IP)
  • Panjang Usus Relatif / Relative Length of Gut (RLG)
  • Indeks Kepenuhan Lambung/ Index Stomach Content (ISC)
  • Kondisi Parameter Fisika dan Kimia Perairan

Jenis makanan ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di perairan Senggarang kota Tanjungpinang jika dikelompokkan terdiri dari potongan lamun, mikroalga dan detritus (Tabel 5). Selain potongan rumput laut, ditemukan mikroalga berupa Amphora sp., Chaetoceros sp., Cocconeis sp., Coscinodiscus sp., Ditylum sp., Fragilaria sp., Navicula sp., Pinnularia sp., Pleurosigma sp., Rhizosolenia sp., Surirella sp., Sceletonema sp., Synedra sp., Thalassionema sp. Indeks Predominan (IP) baronang lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang yang terdiri atas kelompok makanan berupa potongan lamun, mikroalga dan detritus.

Berdasarkan hasil analisis Index of Prepoderance (IP), terlihat bahwa rumput laut merupakan makanan utama (lebih dari 40%), mikroalga dan detritus merupakan makanan pendamping (4-10%). Indeks keunggulan (IP) ikan baronang lingki (S. canaliculatus) yang ditangkap di Perairan Senggarang kemudian dipisahkan berdasarkan jenis kelamin. Ikan jantan dan betina mempunyai jenis pakan yang sama, namun persentase komposisi jenis pakannya berbeda (gambar 9).

Komposisi makanan ikan baronang jantan dan betina tidak mempunyai pola yang berbeda. Lamun merupakan komposisi pangan yang mempunyai nilai indeks dominan lebih tinggi dibandingkan mikroalga dan detritus. Nilai relatif panjang usus ikan baronang baronang betina (S. canaliculatus) mempunyai nilai lebih besar dibandingkan ikan jantan dengan nilai 3,02 dan 2,98 Gambar 10.

Hasil perhitungan indeks kekenyangan perut kelinci lingkis (S. canaliculatus) yang ditangkap di perairan Senggarang menunjukkan bahwa rata-rata nilai indeks kekenyangan perut kelinci lingkis (S. canaliculatus) yang ditangkap pada malam hari lebih tinggi dibandingkan pada malam hari. pagi hari dengan nilai 10,58 pada malam hari dan 7,14 pada pagi hari, sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan ini aktif pada malam hari seperti terlihat pada Gambar 11. Hasil pengukuran parameter fisika dan kimia perairan perairan Senggarang adalah disajikan pada Tabel 6.

Gambar 7. Kelompok ukuran ikan baronang lingkis  (S. canaliculatus) yang                  tertangkap di Perairan Senggarang
Gambar 7. Kelompok ukuran ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) yang tertangkap di Perairan Senggarang

Pembahasan

  • Sebaran Jumlah dan Ukuran Ikan Baronang Lingkis
  • Jenis Makanan Ikan Baronang Lingkis
  • Indeks Bagian Terbesar / Index of Prepoderance (IP)
  • Panjang Usus Relatif/Relative Length of Gut (RLG)
  • Indeks Kepenuhan Lambung / Indeks Of Stomach Content (ISC)
  • Kondisi Parameter Fisika dan Kimia Perairan
  • Arahan Pengelolaan Sumberdaya Ikan Baronang Lingkis (S

Crustacea tidak ditemukan pada usus ikan baronang baronang di perairan Senggarang, berbeda dengan perairan Kepulauan Tanaka. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Musdalifa (2018) yang dilakukan di perairan pesisir desa Karang-Karangan Teluk Bone Kabupaten Luwu bahwa ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) mempunyai indeks persentase terbesar. value yaitu pada kelompok rumput laut yang menyimpulkan bahwa rumput laut merupakan makanan utama. Berdasarkan relatif panjang usus ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di perairan Senggarang, ikan ini tergolong ikan herbivora.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Musdalifa (2018) di Teluk Bone Kabupaten Luwu, Surwani (2018) di Perairan Makassar. Secara keseluruhan pada penelitian ini ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di perairan Senggarang dengan nilai rata-rata panjang usus relatif 3 dikategorikan sebagai ikan herbivora. Indeks kekenyangan perut digunakan untuk mengetahui jangka waktu keberadaan ikan baronang lingkis (S. Canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang.

Nilai indeks kekenyangan perut ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di perairan Senggarang Kota Tanjungpinang pada malam hari mempunyai perbedaan yang cukup besar dengan pagi hari, sehingga berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa lingkis Ikan baronang (S. canaliculatus) di perairan Senggarang mencari makan pada malam hari. Hasil pengukuran parameter fisika dan kimia (Tabel 6.) berguna untuk mengetahui keadaan parameter perairan Senggarang yang mendukung ekosistem lamun dan keberadaan pakan lain yang mendukung kelangsungan hidup ikan baronang gila (S. canaliculatus ). Hasil pengukuran oksigen terlarut (DO) di Perairan Senggarang mempunyai nilai pembuktian bahwa nilai DO masih layak bagi kehidupan biota.

Budidaya merupakan salah satu cara pengelolaan ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa makanan utama ikan baronang lingkis (S. canaliculatus) di perairan Senggarang adalah rumput laut.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Kebiasaan makan ikan Pirik (Lagusia micracanthus Bleeker, 1860) di Sungai Pattunuang Desa Samangki Kabupaten Maros [Tesis]. Strategi pemberian pakan dan nutrisi ikan Kuniran Upeneus sulphureus, Cuvier (1829) di perairan Teluk Kendari Sulawesi Tenggara. Kebiasaan makan ikan Betok (Anabas testudineus) di daerah dataran banjir Sungai Mahakam, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sebaran spasial ikan baronang Taman Siganus canaliculatus, 1797 pada habitat lamun berbeda di Teluk Dalam Ambon. Karakter morfologi dan identifikasi molekuler menggunakan penanda gen 12S rRNA pada ikan Baronang (Siganus sp.) di perairan laut selatan Pulau Lombok. Sebaran kualitas air ditinjau dari unsur hara, oksigen terlarut dan pH di perairan Bali bagian selatan.

Kajian ekonomi ikan baronang, Siganus canaliculatus (Park, 1797), di perairan Teluk Banten, pantai utara Jawa Barat. Kebiasaan Makan Ikan Baronang Lingkis (Siganus canaliculatus, Park 1797) Di Perairan Pesisir Desa Karang – Teluk Karangan Bone Kabupaten Luwu. Kajian Kebiasaan Makan Ikan Bonti-Bonti (Paratherina Striata) di Danau Towuti Sulawesi Selatan Semnaskan_UGM 2009 (BI-03).

Kebiasaan makan ikan Seluang Batu (Paracrossochilus vittatus Boulenger 1894) di Sungai Mentuka Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat. Kebiasaan makan Laba-laba Kaki Putih (Siganus canaliculatus Park, 1797) di Selat Makassar. Perhitungan Panjang Relatif Usus (RLG) Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang.

Izračun indeksa vsebine želodca (SCI) rib Baronang Lingkis (S. canaliculatus) v vodah Senggarang, mesto Tanjungpinang.

Gambar

Tabel 1. Penelitian Terdahulu...........................................................................
Gambar 1. Kerangka pikir penelitianSumberdaya Ikan baronang Lingkis
Tabel 1. Penelitian Terdahulu
Gambar 2. Ikan Baronang Lingkis (S. canaliculatus). a) Dokumentasi Pribadi ;   b) Jaikumar (2012)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Arini Rahyuwati,