BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
C. Kondisi Sebelum dan Sesudah
Tabel 7. Kondisi Sebelum dan Sesudah
No Kegiatan Kondisi Sebelum Kondisi Sesudah 1. Membuat alat
perbanyakan (inokulasi) Beauveria
bassiana dan Paenibacillus polymyxa APH dengan media cair.
Petani belum
memahami cara pembuatan dan cara kerja alat Perbanyakan APH dan alat APH belum tersedia penggunaan pestisida kimia (sintetik) berlangsung terus menerus pada budidaya padi di desa binaan Desa Redin, Kecamatan Gebang.
Petani memahami cara pembuatan dan cara kerja alat Perbanyakan APH dan alat APH tersedia
61 2. Mendatangkan
isolat Beauveria bassiana dan Paenibacillus polymyxa.
Isolat belum tersedia
Petani belum
mengetahui cara penggunaan isolat penggunaan pestisida kimia (sintetik) berlangsung terus menerus pada budidaya padi di desa binaan Desa Redin, Kecamatan Gebang
Isolat tersedia Petani
mengetahui cara
penggunaan isolat.
3. Melaksanakan penyuluhan di Kelompok Tani Maju Lancar secara in class dengan materi:
Pemanfaatan APH Beauveria bassiana dan Paenibacillus polymyxa untuk budidaya
tanaman padi.
Petani belum
mengetahui teknologi APH dan atau belum memanfaatkannya penggunaan pestisida kimia (sintetik)
berlangsung terus menerus pada budidaya padi di desa binaan Desa Redin, Kecamatan Gebang
Berubahnya perilaku, sikap dan keterampilan petani dengan mengetahui APH dan mau memanfaatkannya.
4. Melakukan pendampingan praktek aplikasi APH Beauveria bassiana dan Paenibacillus polymyxa di lapangan (lahan sawah milik anggota
Kelompok Tani Maju Lancar).
Petani belum tahu cara aplikasi APH di
lapangan dan belum dapat mempraktekkan aplikasi APH di
lapangan penggunaan pestisida kimia (sintetik) berlangsung terus menerus pada budidaya padi di desa binaan Desa Redin, Kecamatan Gebang
Petani dapat
mempraktekkan aplikasi APH di lapangan
5. Mengevaluasi hasil
penyuluhan dan dampak
penyuluhan pertanian
Belum adanya evaluasi penyuluhan dengan materi APH di Kelompok Tani Maju Lancar
Penyuluh Mengetahui hasil penyuluhan dan langkah perbaikannya.
62 dengan materi:
Pemanfaatan APH Beauveria bassiana dan Paenibacillus polymyxa untuk budidaya
tanaman padi.
63 BAB IV SIMPULAN
Capaian kegiatan aktualisasi dan habituasi yang dilaksanakan sebesar 100%
karena semua kegiatan telah terlaksana dan diperoleh hasil/output sesuai harapan dan telah menerapkan nilai – nilai dasar BerAKHLAK dalam kegiatan aktualisasi dan habituasi. Adapun hasil dari setiap kegiatan adalah:
1. Kegiatan membuat alat perbanyakan (inokulasi) Beauveria bassiana dan Paenibacillus polymyxa APH dengan media cair menghasilkan output Petani memahami cara pembuatan dan cara kerja alat Perbanyakan APH 2. Kegiatan mendatangkan isolat Beauveria bassiana dan Paenibacillus
polymyxa menghasilkan output petani menjadi mengetahui cara penggunaan isolat.
3. Kegiatan melaksanakan penyuluhan di Kelompok Tani Maju Lancar secara in class dengan materi: Pemanfaatan APH Beauveria bassiana dan Paenibacillus polymyxa untuk budidaya tanaman padi meghasilkan output Berubahnya perilaku, sikap dan keterampilan petani dengan mengetahui APH dan mau memanfaatkannya.
4. Kegiatan melakukan pendampingan praktek aplikasi APH Beauveria bassiana dan Paenibacillus polymyxa di lapangan (lahan sawah milik anggota Kelompok Tani Maju Lancar) menghasilkan output petani dapat mempraktekkan aplikasi APH di lapangan.
5. Kegiatan mengevaluasi hasil penyuluhan dan dampak penyuluhan pertanian dengan materi: Pemanfaatan APH Beauveria bassiana dan Paenibacillus polymyxa untuk budidaya tanaman padi menghasilkan output mengetahui hasil penyuluhan dan langkah perbaikannya .
Adapun aktualisasi dan habituasi telah memberikan manfaat bagi:
1. Peserta Latsar CPNS yaitu kegiatan aktualisasi dan habituasi yang saya lakukan dapat menjadi panduan dalam penerapan nilai - nilai BerAKHLAK sesuai jabatan dan tupoksi masing – masing.
2. Masyarakat (Petani) yaitu kegiatan aktualisasi dan habituasi yang saya lakukan dapat turut mendukung upaya peningkatan kesejahteraan petani dengan penggunaan pestisida yang murah dan ramah lingkungan.
64
3. Instansi yaitu kegiatan aktualisasi yang saya lakukan turut mendukung Visi dan Misi Kepala Daerah, dan Tujuan Organisasi serta mendukung penguatan Nilai Organisasi.
4. Stakeholder (POPT) yaitu kegiatan aktualisasi yang saya lakukan dapat digunakan sebagai bentuk kerja sama untuk menghasilkan hasil kerja yang baik antara POPT Kecamatan Gebang dengan saya sebagai
penyuluh pertanian lapangan.
65
DAFTAR PUSTAKA
Bupati Purworejo. 2014. Peraturan Bupati Purworejo Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo: Purworejo.
Bupati Purworejo. 2021. Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2021 – 2026: Purworejo.
Bupati Purworejo. 2021. Peraturan Bupati Purworejo Nomor 88 Tahun 2021 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo: Purworejo.
Bupati Purworejo. 2020. Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo Formasi Tahun 2019.
Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Purworejo. 2021. Rencana Strategis (Renstra) 2021 – 2026 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian:
Purworejo.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo Nomor 084/008/2021. 2021. Surat Perintah Melaksanakan Tugas: Purworejo.
Kemenpanrb. 2020. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2020 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian: Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Adaptif. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Akuntabel. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Berorientasi Pelayanan. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Harmonis. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Kolaboratif.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Kompeten.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
66
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Loyal. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon ASN: Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Rina, D. 2017. Aplikasi Pestisida Kimia Secara Bijaksana.
kaltim.litbang.pertanian.go.id . 20 Juli 2017.
67
CURRICULUM VITAE
Nama : FELIX PUTRA DAKSA ANDIKA, S.P.
Tempat/ Tanggal lahir : Bogor/ 20 Oktober 1992
Riwayat Pendidikan : S1 Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (2010 – 2015) Riwayat Pekerjaan : 1. CPNS, Purworejo (2021 – sekarang)
2. Asisten Breeder, PT Musim Mas, Riau (2015-2020)
Riwayat PNS :
CPNS di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo (TMT Desember 2020) sebagai Ahli Pertama Penyuluh Pertanian di BPP Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo dengan desa binaan meliputi Desa Redin, Kemiri dan Kalitengkek.
Organisasi :
Anggota di Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) DPD Kabupaten Purworejo (2021 – sekarang)
68
LEMBAR KOMITMEN
AKSI TINDAK LANJUT AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI – NILAI DASAR SESUAI DENGAN PERAN DAN KEDUDUKAN PNS DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNANCE
Yang bertanda tangan di b awah ini:
Nama : Felix Putra Daksa Andika, S.P.
NIP : 19921020 202012 1 004
Jabatan : Ahli Pertama Penyuluh Pertanian
Unit Kerja : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo
adalah peserta Pelatihan Dasar CPNS Angkatan IV Golongan II, berkomitmen untuk menindaklanjuti aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif (BerAKHLAK) sesuai kedudukan dan peran sebagai PNS untuk mendukung smart governance. Adapun tidak lanjut tersebut tertuang dalam Tabel Rencana Aksi berikut ini:
No Rencana Aksi/ Kegiatan yang akan dilakukan
Keterkaitan dengan nilai BerAKHLAK dan mata pelatihan Agenda 3
Rencana Waktu
Pelaksanaan
1.
2.
Melakukan penyuluhan pertanian organik Permentan 64/2013 dan SNI 6729/2010 di desa binaan dengan kolaborasi dengan POPT, Pemdes dan Penyuluh swadaya Melakukan penyuluhan dan praktek tentang aplikasi pupuk organik cair dari Nitrobacter di Kelompok Tani Maju, Lancar Desa Redin sebagai dukungan pada pertanian organik.
Agenda 2:
Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif Agenda 3:
Manajemen ASN:
sebagai bentuk pengabdian kepada negara dan rakyat
Juni – Agustus 2022
69
Indonesia Smart ASN:
Penerapan kecakapan digital dalam menyusun materi penyuluhan pertanian.
Demikian untuk menjadikan periksa.
Semarang, 4 Juni 2022 Mengetahui,
Mentor
Kepala Bidang Prasarana Pembuat Komitmen Dan Penyuluhan Pertanian Peserta
Ir .Eko Anang S.W., MMA Felix Putra Daksa Andika, S.P.
Pembina
NIP. 19691102 199003 1 003 NIP. 19921020 202012 1 004
70 LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Notulensi dengan Petani
71
72
73 Lampiran 2. Lembar Notulensi dengan POPT
74
75
76 Lampiran 3. Surat Permohonan Isolat
77
Lampiran 4. Daftar Hadir Kegiatan Penyuluhan
78 Lampiran 5. Materi Penyuluhan (PPT)
79 Lampiran 6. Monitoring Inokulasi
80 Lampiran 7. Monitoring Aplikasi
81 Lampiran 8. Isian Kuesioner Petani
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91 Lampiran 9. Form Mentoring
92