• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONDISI SOSIAL, BUDAYA DAN AGAMA PADA

penulis mendeskrifsikan mengenai gambaran umum masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur, selanjutnya penulis juga menggambarkan mengenai akulturasi budaya dan tradisi masyarakat Desa Tanjung Luar, kemudian menjelaskan stratifikasi sosial masyarakat nelayan, menggambarkan tentang perkawinan di kalangan masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar, dan terakhir menjelaskan mengenai praktik perceraian yang terjadi pada masyarakat nelyan di Desa Tanjung Luar.

BAB III FAKTOR TERJADINYA SARAK (PERCERAIAN) PADA MASYARAKAT NELAYAN DI DESA TANJUNG LUAR. Pada bagian ini penulis mengungkapkan hasil penelitian mengenai faktor penyebab terjadinya perceraian pada masyarakat nelayan di Desa tanjung luar. Adapun yang termuat pada bab ini antara lain: a). Latar belakang terjadinya perceraian pada masyarakat nelayan dan b). Faktor yang melatar belakangi fenomena perceraian pada masyarakat nelayan di Desa tanjung luar.

BAB IV AKIBAT DAN DAMPAK SARAK (PERCERAIAN) PADA MASYARAKAT NELAYAN DESA TANJUNG LUAR. Pada bab ini diungkapkan hasil-hasil temuan penulis dalam studi lapangan yang selanjutnya akan dianalisis dengan dasar-dasar teori guna menemukan jawaban-jawaban atas permasalahan yang ada. Adapun yang termuat pada bab ini antara lain: a). Akibat perceraian pada masyarakat nelayan di Desa

81 tanjung luar, b). Dampak praktek sarak (perceraian) pada masyarakat nelayan Desa tanjung luar.

BAB V ANALISIS PANDANGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP PRAKTEK SARAK (PERCERAIAN) PADA MASYARAKAT NELAYAN DESA TANJUNG LUAR. Pada bagian ini penulis mencoba menganalisa hasil-hasil penelitian dengan dasar-dasar teori guna menemukan jawaban atas rumusan permasalahan pada penelitian ini, diantaranya; a). Analisis sarak (perceraian) menurut hukum islam, b).

Analisis sarak perceraian menurut hukum positif, dan terakhir d). Hal-hal yang melatar belakangi terjadinya sarak (perceraian) di kalangan masyarakat nelayan di Desa tanjung luar.

BAB VI PENUTUP, yang terdiri atas kesimpulan dan saran.

82 BAB II

KONDISI SOSIAL BUDAYA DAN AGAMA PADA MASYARAKAT NELAYAN DI DESA TANJUNG LUAR

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Dalam pembahasan ini penulis menguraikan secara umum kondisi yang ada di lokasi penelitian mengenai soisal budaya dan agama serta kehidupan masyarakat nelayan. Pada sub-sub bab yang terdapat dalam penelitian ini, penulis memperoleh data secara umum melalui dokumentasi yang terdapat dilapangan. Sehingga data tersebut sangat diperlukan untuk mengawali jawaban dari permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Selan itu juga fakta dari hasil penelitian lapangan yang dilakukan penulis pada masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar didukung oleh teori dan pendapat dari beberapa tokoh yang berhubungan dengan isi materi pada penelitian ini.

4. Keadaan wilayah

Desa Tanjung Luar merupakan salah satu Desa Pesisir yang ada di Kecamatan Keruak, yang mempunyai Luas wilayah 106.985 Ha, dan Jumlah penduduknya 8.612 Jiwa dari 2.511 Kepala Keluarga dengan rincian Laki- Laki : 4.347 Jiwa dan Perempuan 4.265 Jiwa, Desa Tanjung Luar terbagi menjadi 7 Kewilayahan:

1 ) Wilayah : Toroh Selatan 6 ) Wilayah : Kampung Baru 2 ) Wilayah : Toroh Tengah 7 ) Wilayah : Kampung Koko 3 ) Wilayah : Kampung Tengah

4 ) Wilayah : Kampung Muhajirin 5 ) Wilayah : Kampung Baru Selatan

83 Sebagian besar Desa Tanjung Luar merupakan daerah Daratan rendah berkisar antara 1-1,5 meter dari permukaaan laut dan berada di pesisir pantai timur Pulau Lombok di Wilayah Kabupaten Lombok Timur, dengan rata-rata curah hujan berdasarkan data dari meteorologi dan geofisika diantara 1000 s/d 2000 mm/Tahun dengan suhu udara rata-rata 310 C/840F, dengan batas- batas Desa sebagai berikut:

2) Sebelah Selatan : Desa Ketapang Raya 3) Sebelah Barat : Desa Pijot

4) Sebelah Utara : Desa Pijot 5) Sebelah Timur : Selat Alas

Adapun jarak tempuh antara pemerintah Desa Tanjung Luar dengan pemerintah kecamatan keruak adalah 5 kilo meter, dan dari pemerintah kabupaten 18 kilo meter, sedangkan ke pemerintah provinsi berjarak 57 kilo meter. Kantor pemerintahan Desa Tanjung Luar dapat ditempuh dari arah jalan peraya menuju pasar keruak bila dipatok dari pusat pemerintahan provinsi, dan arah dari selong menuju kecamatan labuhan haji bila dipatok dari pusat pemerintah kabupaten Lombok Timur. Demikian pula dengan semua kampung yang ada di Desa Tanjung Luar, untuk menjangkaunya tidak membutuhkan waktu yang lama, bisa dengan berjalan kaki dari satu kampung ke kampung yang lain.

Desa Tanjung Luar memiliki luas wilayah 106.985 Ha, terletak pada Lintang -8,566927°, Bujur Timur 46,495753°, dari luas wilayah tersebut Tata Guna Tanah peruntukannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

84 Tabel 1105

Luas wilayah menurut penggunaan

No Tata Guna Tanah Luas

1 Tanah Pemukiman 38, 20.Ha

2 Tanah Rawa 13.03,Ha

3 Tanah Basah 33,95.Ha

4 Tanah Pekarangan 21.515.Ha

5 Tanah tegalan -

6 Jalan, Sungai, Kuburan dll 3,49 Ha

Dari tabel tersebut dapat digambarkan bahwa tanah yang digunakan untuk pemukiman penduduk sangat banyak, sehingga wilayah Desa Tanjung Luar dapat dikategorikan sebagai wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

5. Keadaan penduduk

Penduduk merupakan subyek dan obyek dari pembangunan, sehingga ketersediaan data dan informasi kependudukan yang akurat dan lengkap sangat diperlukan. Gambaran karakristik kependudukan sampai dengan tingkat mikro, akan sangat berguna bagi para pengambil kebijakan yntuk merumuskan kebijakan kependudukan bagi peningkatan kualitas, pengendalian pertumbuhan dan kuantitas, pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk yang sesuai dengan daya dukung alam dan daya saing lingkungan. Pemerintahan Desa memiliki peranan penting sebagai pintu terdepan pemerintahan dalam kegiatan pendataan, pengendali tingkat pertumbuhan dan pengendali penyebaran penduduk.

105 Profil Desa Tanjung Luar Th.2019

85 Tingkat kepadatan penduduk Desa Tanjung Luar berjalan dengan cepat.

Dari tingkat jumlah angka kelahiran dengan kematian, lebih banyak angka kelahiran. Terhitung dari Tahun 2017-2018 tercatat memiliki penduduk sebanyak 9.818 jiwa yang terdiri atas laki-laki sebanyak 4.830 jiwa dan perempuan sebanyak 4.988 jiwa. Menyusul laporan pada Tahun 2019 meningkat dengan jumlah penduduk sebanyak 9.870 jiwa.

Tabel 2106

Jumlah Penduduk Desa Tanjung Luar (Sumber : Profil Desa 2017 – 2018) 2017

KK Laki-Laki Perempuan Jumlah

2454 4830 4988 9818

2018

KK Laki-Laki Perempuan Jumlah

2467 4853 5017 9870

Dengan demikian, laju pertumbuhan penduduk setiap Tahunya harus mendapatkan kontrol pemerintah secara baik untuk menekan laju kepadatan penduduk di Desa Tanjung Luar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melaksanakan program KB (Keluarga Berencana) sebagai salah satu cara pengendalian pertumbuhan penduduk

Selain tingginya tingkat kelahiran, faktor lain yang menyebabkan bertambah tingginya kepadatan penduduk di Desa Tanjung Luar adalah adanya migrasi. Mengingat Desa Tanjung Luar adalah wilayah yang

106 Profil Desa Tanjung Luar Th.2019

86 merupakan arah tujuan perkembangan Kecamatan Keruak, sehingga banyak masyarakat diluar Desa Tanjung Luar yang berpindah menjadi penduduk di Kecamatan Keruak yang disebabkan oleh perpindahan domisili ataupun yang berpindah karena faktor perkawinan.

Tabel 3107

Jumlah migrasi penduduk ke Desa Tanjung Luar Tahun 2017-2018 2017

Datang Pindah

Lk Pr Jumlah Lk Pr Jumlah

109 83 192 33 44 77

2018

Datang Pindah

Lk Pr Jumlah Lk Pr Jumlah

106 95 201 54 57 111

Sementara dalam laporan terakhir pada Tahun 2020 angka penduduk Desa Tanjung Luar berjumlah 8.612 jiwa dari 2.511 kepala keluarga, dengan rincian jumlah laki-laki sebanyak 4.347 jiwa dan perempuan berjumlah 4.265 jiwa yang terbagi dalam 7 (tujuh) wilayah.

Untuk memudahkan dalam pola membangun koordinasi di wilayah Desa Tanjung Luar guna efektivitas dan efisiensi, Desa Tanjung Luar memiliki 7 Dusun dan terdiri dari 14 RT, lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

107 Profil Desa Tanjung Luar Th.2019

87 Tabel 4108

Luas wilayah berdasarkan jumlah penduduk dan kepadatan jiwa

No DUSUN RT KK Lk Pr Jiwa

1 Toroh Selatan 2 440 732 690 1422

2 Toroh Tengah 2 250 409 424 833

3 Kampung Tengah 2 532 899 862 1761

4 Kampung Koko 2 464 758 779 1537

5 Kampung Muhajirin 2 271 514 459 973

6 Kampung Baru Selatan 2 303 510 540 1050

7 Kampung Baru 2 355 632 638 1270

JUMLAH 14 2.615 4.454 4.392 8.846

Penduduk Desa Tanjung Luar berasal dari berbagai Suku dan Ras yang tersebar diseluruh Wilayah Desa Tanjung Luar dengan beragam bahasa antara lain, Bahasa Bajo, digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Selain itu Bahasa Sasak, Bahasa Bugis, Bahasa Mandar, Jawa, Madura dan lain-lain. Dengan kata lain penduduk yang ada di Desa Tanjung Luar tergolong masyarakat majmuk. Asal Suku dan Ras Masyarakat Tanjung Luar berasal dari Daerah Sulawesi Selatan yang dikenal dengan Pelaut, sehingga sebagian besar Penduduk Desa Tanjung Luar mempunyai mata pencaharian Nelayan.

6. Kehidupan sosial masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar.

Perkembangan kehidupan sosial masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur tercermin dari beberapa indikator seperti Pendidikan, perekonomian, kesehatan, kamtibmas, keagamaan, kebudayaan dan kehidupan sosial lainya. Indikator-indikator

108 Profil Desa Tanjung Luar Th.2020

88 tersebut mengambarkan adanya hubungan yang saling terkait dan saling mendukung guna meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar ke arah yang lebih baik. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat, derajad kesehatan masyarakat, pengalaman dan pemahaman terhadap ajaran agama serta pemeliharaan budaya dari Tahun ke Tahun oleh masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar telah mendapat dukungan, hal tersebut digambarkan dengan banyak dibangunnya sarana dan prasarana sebagai penunjang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Adapun untuk mengetahui lebih jauh tentang situasi dan kondisi serta kehidupan masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Pendidikan masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar.

Tingkat Pendidikan merupakan salah satu indikator dalam penentuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu daerah yang menggambarkan tingkat kualitas dan kemajuan sumber daya manusia sebagai potensi utama dalam kegiatan pembangunan. Pendidikan menjadi salah satu faktor penting bagi kehidupan manusia, baik itu manusia yang tinggal di kota maupun di Desa. Keadaan pendidikan dalam suatu wilayah, memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat secara umum. Karena pada dasarnya pendidikanlah yang menentukan kualitas sumber daya manusia, sehingga kemudian mampu mengolah sumber daya alam di sekitaran wilayah tersebut, serta menjadi

89 salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ditengah kalangan masyarakat.

Demikian pula dengan masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar, faktor pendidikan masih menjadi salah satu permasalahan yang terjadi hingga saat ini. Banyak diantara masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar yang hanya lulusan SMP, dan SMA, juga lebih banyak yang lulusan SD (sekolah dasar) serta ada pula yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan sama sekali. Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu warga yang menyebutkan baahwa masyarakat Desa Tanjung Luar khususnya pemuda sebagian besar lebih memilih melaut dari pada mereka sekolah.109 Terlebih penduduk yang tergolong dalam usia tua, mengingat akan pentingnya pendidikan pada zaman mereka muda dulu masih rendah. Bahkan terdapat pula masyarakat yang terbilang masih buta huruf, dan tidak bisa baca tulis.

Di sisi lain karna menyadari pentingnya pendidikan, ada beberapa masyarakat di Desa Tanjung Luar yang melanjutkan pendidikannya sampai perguruan tinggi. Dan untuk lebih jelasnya tingkat pendidikan pada masyarakat Desa Tanjung Luar dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

109 Wawancara dengan Muhammad Ridwan, Kasi Pemerintahan Desa Tanjung Luar pada tanggal 21 mei 2021

90 Tabel 5110

Gambaran umum pendidikan masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar

No Indikator Lk Pr Jumlah %

1 Tidak sekolah 1484 1385 2869 32,43%

2 Tidak tamat SD 721 736 1457 16,47%

3 Tamat SD 1382 1340 2722 30,77%

4 Tamat SLTP 477 570 1047 11,84%

5 Tamat SLTA 323 315 638 7,21%

6 Diploma I/II 9 7 16 0,18%

7 Diploma III/ S.muda 10 14 21 0,24%

8 Diploma IV/STRATA I 38 35 73 0,79%

Jumlah 4.444 4.402 8.843 99,97%

Total 4.444 4.402 8.846 100.00%

Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa, jumlah masyarakat desa Tanjung Luar yang bependidikan rendah lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi. Oleh karena rendahnya tingkat pendidikan pada masyarakat nelayan di desa tanjung luar, sangat berpengaruh terhadap keperibadian, cara pandang masyarakat, serta cara mengambil suatu keputusan. Sehingga rendahnya pendidikan yang didapat oleh kebanyakan masyarakat, menjadikannya salah satu pemicu penyebab terjadinya perceraian.

Rendahnya tingkat pendidikan ini juga berdampak pada kebutaan pengetahuan masyarakat terhadap aturan hukum perkawinan. Pola pikir masyarakat untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga menjadi sempit. Sehingga tidak jarang masyarakat nelayan di desa tanjung luar ditemukan pasangan suami istri yang tergolong pendidikan rendah

110 Profil Desa Tanjung Luar, Th. 2020

91 berselisih paham, bertengkar dengan mengedepankan emosi dan ego masing-masing tanpa memperhatikan akibat yang akan ditimbulkan.

Ditambah lagi dengan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap hukum, hal inilah yang mejadi salah satu faktor penyebab terjadinya perceraian pada masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.

b. Kondisi ekonomi masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar.

Pola kehidupan sosial masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar tidak terlepas dari kegiatan ekonomi mereka. Berbicara masalah ekonomi bagi masyarakat nelayan sama artinya dengan membicarakan tentang nasib keluarga nelayan itu sendiri. Artinya, selama ini muncul anggapan bahwa keluarga nelayan adalah keluarga yang pasif dan mudah menyerah nasib (pasrah) merupakan ciri umum bagi keluarga nelayan, dikarenakan ketergantungan mereka akan hasil laut sehingga mereka sangat terikat dengan pekerjaan sehari-harinya menangkap ikan di laut. Pekerjaan sebagai nelayan membatasi aktivitas ke sektor lain, sehingga mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran rumah tangganya.

Berdasarkan hal tersebut, tidak heran apabila masalah ekonomi menjadi salah satu penyebab terjadinya keretakan dalam hubungan rumah tangga keluarga nelayan, bahkan tidak jarang ditemukan sampai menimbulkan perceraian. Pasalnya sebagian besar pendapatan masyaratkat nelayan khususnya di Desa Tanjung Luar dari hasil usahanya melaut bila dihitung setiap bulannya, masih jauh di bawah rata-rata.

92 Anggapan seperti ini dijadikan dalih kebanyakan dari peneliti yang membahas tentang kehidupan nelayan untuk mendiskriditkan nelayan.

Sehingga terkadang dikatakan bahwa kebanyakan masyarakat nelayan itu kurang berusaha, kurang kreatif, dan kurang produktif, itulah yang menyebabkan mereka menjadi miskin. Padahal dibeberapa wilayah telah membuktikan bahwa masyarakat nelayan, mereka merupakan pekerja yang giat dan rajin bekerja. Mereka tidak pernah menyerah pada nasib.

Yang membuat mereka miskin adalah keterbatasan akan peralatan dan modal serta fasilitas. Hal ini dialami oleh keluarga nelayan pada umumnya di perairan Indonesia. Namun untuk di wilayah Desa Tanjung Luar sendiri, dengan pembaharuan peralatan perahu motor secara modernisasi, serta fasilitas-fasilitas lainnya dan diiringi dengan masuknya industri maka kehidupan sosial keluarga nelayan menjadi meningkat.111

Dilihat dari peningkatan pendapatan nampaknya berlaku secara merata di kalangan mereka, hal ini disebabkan karena mereka dalam mencari ikan hampir sebagian besar masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar memiliki perahu. Meskipun mata pencaharian masyarakat Desa Tanjung Luar sebagian besar adalah nelayan, akan tetapi adapula beberapa yang bermata pencaharian selain hal tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tabel secara garis besar mata pencaharian masyarakat Desa Tanjung Luar

111 Wawancara dengan Mukti Ali, Kepala Desa Tanjung Luar, pada tanggal 15 Mei 2021

93 Tabel 7112

Jumlah penduduk Desa Tanjung Luar berdasarkan pekerjaan

No Kelompok/pekerjaan LK Pr Jumlah %

1 Pegawai negeri sipil 19 0,21 %

2 TNI 4 0,05 %

3 POLRI 1 0,01 %

4 Pensiunan 2 0,02 %

5 Pelajar/mahasiswa 468 5.29 %

6 Petani 37 0,42 %

7 Nelayan/perikanan 1739 19,65 %

8 Industri 1 0,01 %

9 Konstruksi 1 0,01 %

10 Karyawan swasta 9 0,10 %

11 Karyawan BUMD 2 0,02 %

12 Karyawan honorer 11 0,12 %

13 Buruh harian lepas 15 0,17 %

14 Buruh tani 3 0,03 %

15 Buruh nelayan 7 0,08 %

16 Tukang batu 1 0,01 %

17 Tukang kayu 2 0,02 %

18 Guru 17 0,19 %

19 Bidan 3 0,03 %

20 Perawat 1 0,01 %

21 Sopir 6 0,07 %

22 Perdagangan 24 0,27 %

23 Pedagang 212 2,40 %

24 Perangkat Desa 9 0,10 %

25 Wiraswasta 514 5,81 %

26 Mengurus rumah tangga 1793 20,26 %

27 Pembantu rumah tangga 2 0.02 %

28 Belum/tidak bekerja 3942 44,45 %

Total 8849 100.00%

Meskipun terjadi pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya di Desa Tanjung Luar namun masih dalam batas kewajaran serta dapat

112 Profil Desa Th.2020

94 dikendalikan dengan adanya program keluarga berencana. Pengendalian kependudukan ini masih terus dilaksanakan untuk ditahun-tahun selanjutnya sehingga perkembangan penduduk setiap Tahun dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kegiatan perkonomian Desa Tanjung Luar juga dapat dikatakan berjalan dinamis dan terus berkembang, hal ini ditunjang oleh tersedianya sarana dan prasarana ekonomi yang cukup memadai seperti jalan, transportasi, kios / toko, lembaga-lembaga keuangan, serta sarana umum lainya. Keberadaan kelembagaan keuangan non formal seperti koprasi dan lain-lain yang ada di Desa Tanjung Luar, merupakan salah satu alternative untuk ikut ambil bagian bersama dengan lembaga ekonomi lainya dalam rangka mendorong kegiatan lembaga perekonomian Desa Tanjung Luar. Kegiatan usaha dari koperasi adalah memobilitasi dana bantuan kepada masyarakat dalam bentuk penyaluran kredit atau pinjaman modal dengan sasaran utama adalah usaha-usaha kecil seperti Kerajinan Rumah Tangga dan usaha jenis lainya.

Lembaga-lembaga ekonomi tersebut memiliki peran yang sangat setrategis dalam mendorong peningkatan aktifitas ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja, serta kesempatan berusaha bagi masyarakat.

Sehingga dengan adanya kelembagaan tersebut di atas yang terus mengalami perkembangan, akan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar.

95 c. Kehidupan beragama masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar

Agama yang merupakan suatu keyakinan, menjadi pedoman bagi setiap kelompok manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam segi akhlak, norma, etika, maupun nilai, yang mengangkat derajat martabat manusia di sisi tuhannya. Islam menjadi agama yang paling dominan di wilaya Nusa Tenggara Barat, yang memainkan peran penting sebagai penjaga nilai-nilai yang berkembang di masyrakat. Terutama di pulau Lombok, ajaran agama Islam mendapatkan tempat yang sangat tinggi dalam kehidupan keagamaan masyarakatnya. Terbukti kuatnya tradisi keagamaan Islam masyarakat di pulau Lombok dapat dilihat dari jumlah tempat ibadah (masjid) yang jumlahnya sampai pada angka 3.882 bangunan113, belum termasuk mushalla. Untuk itu tidak heran, bila pulau Lombok dijuluki dengan pulau seribu masjid. Selain itu akulturasi Islam dengan budaya lokal dapat berjalan dengan mulus. Islam dapat berkembang dengan baik tanpa konflik dan kekerasan, dikarenakan Islam dan kultur lokal saling berdialektika sesuai dengan konteks ruang dan waktu.

Demikian pula dengan kondisi sosial keagamaaan di lokasi penelitian, yakni di wilayah Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Dari hasil pengamatan di lapangan, penulis menemukan hampir keselurahan warga masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar memeluk agama Islam. berdasarkan data yang diperoleh, jumlah rata-rata

113 Pulau Lombok Terdiri Dari 4 Kabupaten, Diantaranya; Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, Dan 1 Kotamadya Yaitu Kota Mataram. Lihat, Data Provinsi Nusa Tenggara Barat; Dalam Angka Tahun 2016, Hlm. 183.

96 masyarakat nelayan yang beragama Islam sebanyak 8611 jiwa atau sekitar 99,99 %, dengan rincian yaitu laki-laki berjumlah 4347 jiwa atau sekitar 50,48 %, dan perempuan dengan jumlah 4264 jiwa atau sekitar 49,51 %. Sementara hanya 0,01% yang menganut agama lain (konghucu).114 Dan untuk lebih jelasnya terkait kondisi keagamaan masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 8

Jumlah jiwa berdasarkan agama dan keyakinan

Jumlah Laki-laki Perempuan

No Agama Jiwa % Jiwa % jiwa %

1 Islam 8611 99,99% 4347 50,48% 4264 49,51%

2 Kristen - - - -

3 Katholik 1 0,01 % 0 00,00% 1 0,01%

4 Hindu - - - -

5 Budha - - - -

6 Konghucu - - - -

Jumlah 8612 100,00% 4347 50,48% 4265 49,52%

Total 8612 100,00% 4347 50,48% 4265 49,52%

Tanpa bermaskud merendahkan agama lain, posisi agama Islam bagi mayoritas masyarakat nelayan di Desa Tanjung Luar menjadi sangat penting, dikarenakan tidak hanya menjadi pondasi sosial dalam membina ahlak dan moralitas individu maupun kelompok, melainkan bergerak serta dapat menyatu dengan sistem budaya setempat. Kendati masyarakat

114 Profil Desa Tanung Luar Th 2020

97 nelayan di Desa Tanjung Luar tidak menggunakan prinsip masyarakat suku minang yakni “adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah”, akan tetapi bagi masyarakat nelayan Desa Tanjung Luar memperlihatkan bahwa agama harus bisa menopang dan masuk ke segala lini, baik itu sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Karena itu, bagi mereka melanggar hukum agama menjadi suatu perbuatan yang tidak dapat ditolerir, sebab dianggap melanggar tradisi.115

Adapun aktifitas keagamaan yang sampai saat ini masih rutin dijalankan oleh anak-anak umur 10-18 Tahun di Desa Tanjung Luar salah satunya adalah belajar kitab suci al-qur’an yang selalu diadakan di setiap musholla setempat, selain itu aktifitas Tahunan sebagaimana masyarakat biasanya, seperti acara memperingati isra’ mi’raj, maulid nabi, tasyakuran menyambut bulan ramadhan, nuzulul qur’an dll.

B. Akultursai Budaya dan Tradisi Masyarakat Nelayan Desa Tanjung Luar 1. Konsep Kebudayaan.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kebudayaan diartikan sebagai hasil kegiatan dari penciptaan batin (akal budi) manusia, seperti kepercayaan, kesenian, adat istiadat, dan berarti pula kegiatan usaha batin (akal dan sebagainya) untuk menciptakan sesuatu yang termasuk hasil kebudayaan.116 Sedangkan koentjaraningrat mendefinisakan kebudayaan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan

115 Wawancara dengan Hanapi, Tokoh Agama Wilayah Kampung Koko, Pada Tanggal 29 Mei 2021

116 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 1991) Hlm. 156

98 masyarakat dengan cara belajar. Dengan mengutip J.J. Honingman, koentjaraningrat mengungkapkan bahwa terdapat tiga gejala yang ada pada kebudayaan, diantaranya yaitu; ide, aktivitas, dan artifact. Kemudian lebih lanjut ia mengklasifikasikan lima masalah dasar dalam kehidupan manusia yang menjadi landasan bagi kerangka variasi dalam sistem nilai budaya, diantaranya; pertama, mengenai hakikat hidup manusia; kedua mengenai hakikat karya manusia; ketiga, hakikat kebudayaan manusia; keempat, hakikat hubungan manusia dengan alam; dan kelima, hakikat hubungan manusia dengan sesama.

Dari beberapa pandangan tersebut koentjaraningrat mengatakan bahwa pada dasarnya kebudayaan terwujud dalam tiga kategori, yaitu: pertama, wujud kebudayaan sebagai kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan, dan sebagainya. Kedua, wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola manusia dalam masyarakat. Dan ketiga, wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Oleh karena itu, untuk menganalisis kebudayan lanjutnya, diperlukan analisis terhadap beberapa komponen yang terdiri dari; sistem budaya seperti adat, sisitem sosial seperti aktivitasnya, sistem keperibadian seperti watak, dan sistem organisasi.117

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah hasil daya cipta dan karsa manusia dengan menggunakan dan mengerahkan segenap potensi yang dimilikinya. Dan di dalam kebudayaan tersebut terdapat

117 Koentjaraningrat, Sejarah Teori Antropologi I (Jakarta, UI Press, 2007), Hlm 193-235

Dokumen terkait