• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian

1. Biodata pasien terdiri dari : a. Nama

b. Umur c. Agama

d. Pendidikan e. Pekerjaan

f. Status pernikahan g. Alamat

h. Tanggal masuk Rumah Sakit i. Diagnosa medis

2. Keluhan utama 3. Riwayat kesehatan :

a. Riwayat penyakit sekarang b. Riwayat penyakit dahulu c. Riwayat penyakit keluarga 4. Riwayat adanya faktor-faktor risiko :

a. Kanker paru-merokok sigaret, lamanya terpajan karsinogen di tempat bekerja (asbes, ion-ion radiasi, arsenik).

b. Kanker kolon-kurang adekuat masukan diet serat.

c. Kanker kulit-lamanya terpajan oleh sinar ultraviolet.

d. Kanker lain-punya riwayat keluarga yang kanker.

5. Kaji respons pasien dan orang terdekat tentang diagnosa.

6. Pemeriksaan fisik dasar dalam survei umum (Apendiks F) nampak manifestasi komplikasi yang berhubungan dengan kanker, terutama jika pasien dalam stadium terminal. Komplikasi-komplikasi ini berhubungan dengan metastase dan penggunaan terapi untuk pengobatan kanker :

a. Nyeri

b. Supresi sumsum tulang (anemia, leukemia, trombositopenia) c. Ketidakseimbangan cairan dan biokomia

d. Gejala-gejala disfungsi organ seperti kanker yang menyebar ke tempat yang lebih jauh (otak, hepar, paru-paru, tulang, organ reproduksi, rongga peritoneum)

7. Kaji pengertian dan minat pasien tentang cara penentuan obat.

8. Kaji pasien dan orang terdekat tentang kebutuhan dukungan spiritual.

9. Kaji status nutrisi, mencakup berat badan, nafsu makan, diet, kondisi umum kulit dan mukosa mulut.

10. Perhatikan adanya dan karakter nyeri abdominal dan rektal; pola eliminasi yang lalu dan sekarang; terapi obat yang terbaru; riwayat medis yang lalu; deskripsi

warna, bau, konsistensi feses dan adanya darah atau mukus; penurunan berat badan; kebiasaan diit termasuk penggunaan alkohol; keletihan yang tidak lazim.

Auskultasi abdomen terhadap bising usus; palpasi terhadap area nyeri tekan, distensi, massa padat; dan inspeksi terhadap darah dalam feses.

B. Diagnosa

2. Nyeri Akut (D.0077)

c. Gejala dan Data Mayor

1) Data Subjektif : Mengeluh nyeri 2) Data Objektif :

 Tampak meringis

 Bersikap protektif (mis : waspada, posisi menghindari nyeri)

 Gelisah

 Frekuensi nadi meningkat

 Sulit tidur.

d. Gejala dan Data Minor 3) Data Subjektif : - 4) Data Objektif :

 Tekanan darah meningkat

 Pola napas berubah

 Nafsu makan berubah

 Proses berpikir terganggu

 Menarik diri

 Berfokus pada diri sendiri

 Diaforesis

4. Intoleransi Aktivitas (D.0056) a. Gejala dan Data Mayor

1) Data Subjektif :

 Mengeluh lelah 2) Data Objektif :

 Frekuensi jantung meningkat >20% dari kondisi istirahat b. Gejala dan Data Minor

2) Data Subjektif :

 Dispnea saat/setelah aktivitas

 Merasa tidak nyaman setelah beraktivitas

 Merasa lelah 3) Data Objektif :

 Tekanan darah berubah >20% dari kondisi istirahat

 Gambaran EKG menunjukkan aritmia saat/setelah

5. Defisit nutrisi (D.0019) b. Gejala dan Data Mayor

3) Data Subjektif : - 4) Data Objektif :

 Berat badan menurun minimal 10% dibawah rentang ideal c. Gejala dan Data Minor

3) Data Subjektif :

 Cepat kenyang setelah makan

 Kram/nyeri abdomen

 Nafsu makan menurun 4) Data Objektif :

 Bising usus hiperaktif

 Otot pengunyah lemah

 Otot menelan lemah

 Membran mukosa pucat

 Sariawan

 Serum albumin turun

 Rambut rontok berlebihan

 Diare

C. Intervensi

No. Diagnosa SDKI Tujuan Dan Kriteria Hasil SLKI

SIKI

1. Nyeri Akut (D.0077) Setelah dilakukan asuhan keperawatan nyeri akut selama diharapkan dengan kriteria hasil :

- Keluhan nyeri menurun

Manajemen Nyeri Observasi

- Identifikasi lokal, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas,

- Meringis menurun - Gelisah menurun

Kesulitan tidur menurun

intesitas nyeri

- Identifikasi skala nyeri

- Identifikasi respons nyeri non verbal - Identifikasi faktor

yang memberatkan dan memperingan nyeri

- Identifikasi

pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri

- Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon nyeri

- Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas hidup

- Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan - Monitor efek samping

pengggunaan analgetik Terapeutik

- Berikan teknik nonfarmakologis, untuk mengurangi rasa nyeri (mis, TENS hipnosis, akupresur, terpai masuk, biofeedback, terapi pijat, aromaterapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin, terpi bermain)

- Fasilitas istirahat dan tidur

- Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategis meredakan nyeri

Edukasi

- Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu

nyeri

- Jelaskan strategi meredakan nyeri - Anjurkan memonitor

nyeri secara mandiri - Anjurkan

menggunakan

analgetik secara tepat - Ajarkan teknik

nonfarmokologis untuk mengurangi rasa nyeri

Kolaborasi

Kolaboarsi pemberian analgetik, jika perlu 2. Defisit Nutrisi

(D.0019)

Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan Defisit Nutrisi dengan kriteria hasil :

- Porsi makanan yang di habiskan meningkat

- Kekuatan otot

pengunyah meningkat - Kekuatan otot menelan

meningkat

- Pengetahuan tentang pilihan makanan yang sehat meningkat

- Perasaan cepat kenyang menurun

- Nyeri abdomen

menurun

- Sariawan menurun

- Rambut rontok

menurun - Diare menurun

- Frekuensi makan

Manajemen Nutrisi Observasi :

- Identifikasi status nutrisi

- Identifikasi alergi dan intoleransi makanan - Identifikasi makanan

yang disukai - Identifikasi

kebutuhan kalori dan jenis nurien

- Identifikasi perlunya penggunaan selang nasogastrik

- Monior asupan

makanan

- Monitor berat badan

- Monitor hasil

pemeriksaan laboratorium Terapeutik :

membaik

- Nafsu makan membaik - Bising usus membaik

- Membran mukosa

membaik

- Lakukan oral hygiene sebelum makan, jika perlu

- Fasilitas menentukan pedoman diet ( mis, piramida makanan) - Sajikan makanan

secara menarik dan suhu yang sesuai - Berikan makanan

tinggi serat untuk mencegah konstipasi - Berikan makanan

tinggi kalori dan tinggi protein

- Berikan suplemen makanan, jiak perlu - Hentikan pemberian

makan melalui selang nasogatrik jika asupan oral dapat ditoleransi

Edukasi :

- Anjurkan posisi duduk, jika mampu - Ajarkan diet yang

diprogramkan

Kolaborasi :

- Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan (mis, pereda nyeri, antiemetik),

jika perlu

- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menetukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang di butuhkan, jika perlu 2. Intoleransi Aktivitas

(D.0056)

Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan Intoleransi Aktivitas dengan kriteria hasil :

- Frekuensi nadi

meningkat

- Saturasi O2 meningkat - Kecepatan berjalan

meningkat

Manajemen Energi Observasi

- Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang megakibatkan

kelelahan

- Monitor kelelahan fisik dan emosional - Monitor pola dan jam

tidur

- Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas

Terapeutik

- Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus (misalnya : cahaya, suara, kunjungan)

- Lakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif

- Berikan aktivitas distraksi yang

menenangkan

- Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika tidak dapat berpindah atau berjalan

Edukasi

- Anjurkan tirah baring - Anjurkan melakukan

aktivitas secara bertahap

- Anjurkan menghubungi

perawat jika tanda dan gejala kelelahan tidak berkurang - Ajarkan strategi

koping untuk

mengurangi kelelahan

Kolaborasi

- Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan makanan

DAFTAR PUSTAKA

Baughman, Haddey.2000. Keperawatan Medikal - Bedah Buku Saku Dari Brunner & Suddarth (Terjemahan), EGC, Jakarta

Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, alih bahasa: Waluyo Agung., Yasmin Asih., Juli., Kuncara., I.made karyasa, EGC, Jakarta

Daniel Suranta Ginting, dkk. 2022. Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Padang: Anggota IKAPI

Dermawan, D., & Rahayuningsih, T. 2010. Keperawatan Medikal Bedah (Sistem Pencernaan) Yogyakarta: Gosyen Publishing

Handaya, Adeodatus Yuda. 2017. Deteksi Dini & Atasi 31 Penyakit Bedah Saluran Cerno (Degratif). Jogjakarta

Saputro, N. E. 2018. Asuhan Keperawatan Pada Klien Post Operasi Apendicitis

Dokumen terkait