• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Dasar Nifas 1) Definisi

Dalam dokumen DI WILAYAH KELURAHAN DAMAI KOTA BALIKPAPAN (Halaman 93-99)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

A. Konsep Dasar Asuhan Kebidanan 1. Konsep Dasar Kehamilan

4. Konsep Dasar Nifas 1) Definisi

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berlangsung selama kira-kira 6 minggu atau 42 hari, namun secara keseluruhan akan pulih dalam waktu 3 bulan (Suherni, Widyasih Hesti, 2009).

a) Perubahan Sistem Reproduksi Fisiologis Masa Nifas

Terjadi kontraksi uterus yang meningkat setelah bayi keluar.

Ukuran uterus mengecil kembali setelah 2 hari pasca persalinan, setinggi sekitar umbilikus, setelah 2 minggu masuk panggul, setelah 4 minggu kembali pada ukuran sebelum hamil (Suherni, Widyasih Hesti, 2009).

Tabel 3.0 Involusi Uterus Mengenai tinggi fundus uterus Involusi Tinggi Fundus uterus Berat Uterus

Bayi Lahir Setinggi Pusat 1000 gram

Uri Lahir Dua jari bawah pusat 750 gram Satu Minggu Pertengahan pusat

sympisis

500 gram Dua Minggu Tak teraba diatas

sympisis

350 gram Enam Minggu Bertambah kecil 50 gram Delapan Minggu Sebesar normal 30 gram Sumber : (Suherni, Widyasih Hesti, 2009)

Segera setelah persalinan bekas implantasi plasenta berupa luka kasar dan menonjol kedalam cavum uteri. Penonjolan tersebut diameternya kira-kira 7,5 cm. Disamping itu, dari cavum uteri keluar cairan sekret disebut lochea. (Walyani, 2015).

Beberapa jenis lochea yang terdapat pada wanita masa nifas : 1)Lochea Rubra/merah

Lochea rubra berwarna merah karena berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks caseosa, rambut lanugo, mekonium selama 2 hari pasca persalinan.

2)Lochea Sanguilenta

Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan lender yang keluar pada hari ke 3-7 pasca persalinan.

3)Lochea Serosa

Lochea serosa muncul pada hari ke 7-14 hari dengan berwarna kuning kecoklatan dengan ciri lebih sedikit darah

dan lebih banyak serum, juga terdiri dari leukosit dan robekan/laserasi plasenta.

4)Lochea Alba

Lochea ini muncul setelah 2 minggu postpartum.

Warnanya lebih pucat, putih kekuningan dan lebih banyak mengandung leukosit, selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati.

b) Tanda Bahaya Masa Nifas

Pengeluaran vagina yag baunya membusuk, rasa sakit di bagian bawah abdomen/punggung, sakit kepala yang terus menerus, nyeri epigastrik, gangguan masalah penglihatan/penglihatan kabur, pembengkakan di wajah atau tangan, demam, muntah, rasa sakit waktu BAK atau merasa tidak enak badan, payudara yang berubah menjadi merah, panas atau terasa sakit, kehilangan nafsu makan dalam waktu lama, rasa sakit, merah, lunak, atau pembengkakan pada kaki, merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya dan diri sendiri, merasa sangat letih atau nafas terengah-engah (Prawirohardjo, 2010).

c) Asuhan kebidanan pada ibu nifas

1) Kunjungan I (6-8 jam postpartum) meliputi:

a) Mencegah perdarahan masa nifas oleh karena atonia uteri.

b) Deteksi dan perawatan penyebablain perdarahan sertalaku kan rujukan bila perdarahan berlanjut.

c) Pemberian ASI awal.

d) Konseling ibu dan keluarga tentang cara mencegah perdarahan karena atonia uteri.

e) Mengajarkan cara mempererat hubungan ibu dan bayi baru lahir.

f) Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan hipotermi.

2) Kunjungan II (6 hari postpartum) meliputi:

a) Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berko ntraksi baik, tinggi fundus uteri di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal.

b) Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan perdarahan.

c) Memastikan ibu cukup istirahat, makanan dan cairan.

d) Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar serta tidak ada tanda-tanda kesulitanmenyusui.

e) Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru lahir.

3) Kunjungan III (2 minggu postpartum)

Asuhan pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan yang diberikan pada kunjungan 6 hari post partum.

4) Kunjungan IV (6 minggu postpartum) meliputi:

(a) Menanyakan penyulit-penyulit yang dialami ibu selama masa nifas.

(b) Memberikan konseling KB secara dini.

d) Kebutuhan ibu nifas 1) Nutrisi dan cairan

Kualitas dan jumlah makanan yang akan dikonsumsi akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Selama menyusui, ibu dengan status gizi baik rata-rata memproduksi ASI sekitar 800cc yang mengandung 600 kkal, sedangkan ibu yang status gizinya kurang biasanya akan sedikit menghasilkan ASI.

Pemberian ASI sangatlah penting, karena bayi akan tumbuh sempurna sebagai menusia yang sehat dan pintar, sebab ASI mengandung DHA.

2) Ambulasi dini

Ambulasi dini adalah kebijaksanaan untuk secepat mungkin membimbing pasien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya untuk berjalan. Ambulasi dini ini tidak dibenarkan pada pasien dengan penyakit anemia, jantung, paru-paru, demam dan keadaan lain yang membutuhkan istirahat.

3) Eliminasi

Biasanya dalam 6 jam pertama post partum, pasien sudah dapat buang air kecil. Semakin lama urine ditahan, maka dapat mengakibatkan infeksi. Segera buang air kecil setelah melahirkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi post partum. Dalam 24 jam pertama, pasien juga sudah harus dapat buang air besar. Buang air besar tidak akan

memperparah luka jalan lahir, maka dari itu buang air besar tidak boleh ditahan-tahan. Untuk memperlancar buang air besar, anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat dan minum air putih.

4) Kebersihan Diri

Bidan harus bijaksana dalam memberikan motivasi ibu untuk melakukan personal hygiene secara mandiri dan bantuan dari keluarga.

5) Istirahat

Ibu post partum sangat membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan kembali kekeadaan fisik. Kurang istirahat pada ibu post partum akan mengakibatkan beberapa kerugian, misalnya :

a) Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi

b) Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan

c) Menyebabkan depresi dan ketidaknyamanan untuk merawat bayi dan diri sendiri.

6) Seksual

Secara fisik, aman untuk melakukan hubungan seksual begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. Tetapi banyak budaya dan agama yang melarang sampai masa waktu tertentu misalnya 40 hari atau 6 mingggu setelah melahirkan.

Namun kepiutusan itu tergantung pada pasangan yang bersangkutan.

7) Latihan / Senam Nifas

Agar pemulihan organ-organ ibu cepat dan maksimal, hendaknya ibu melakukan senam nifas sejak awal (ibu yang menjalani persalinan normal) (Sulistyawati, Ari. 2009).

5. Konsep Dasar Neonatus

Dalam dokumen DI WILAYAH KELURAHAN DAMAI KOTA BALIKPAPAN (Halaman 93-99)