• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Pemasaran Pendidikan

Dalam dokumen strategi pemasaran jasa pendidikan (Halaman 47-52)

B. Kajian Teori

1. Konsep Pemasaran Pendidikan

Pendidikan SMK Plus As-Salafiyah Krangkeng Indramayu Jawa Barat Tahun 2017

jasa

pendidikan.

yang digunakan berbeda yaitu

ekternal dan internal

karyawan yang berkualitas, pembagian kerja yang jelas, pengarahan yang berkesinambungan, pengendalian dan pemberian

kompensasi. Dan strategi pemasaran eksternal yaitu dengan

memberikan pelayanan yang prima kepada siswa dan masyrakat serta menjalin teamwork yag baik antar komponen pendidikan.

Pemasaran memiliki pengertian yang beragam para tokoh mendefinisikan diantarnya;

Kotler mengatakan “ Marketing is the prosess of the defining, anticipating, and creating, custumer need and want, and oforganizing all the resources of the company to satisfy them at greates prifit to the company and to the costumer21

Maksud dari pendapat Kotler adalah pemasaran adalah proses mendefinisikan, mengantisipasi, dan menciptakan, kebutuhan dan keinginan pelanggan, dan mengatur semua sumber daya perusahaan untuk memuaskan mereka pada harga yang sesuai dengan perusahaan dan pelanggan.

Sependapat dengan Goerge Brooker menyatakan pemasaran adalah

to assume marketing is merely selling or merely promotion is not only to mis understanding the consep of marketing it also makes the long-run survival of the organization unlikely”.22

Maksud dari pendapat George Brooker diatas adalah menganggap pemasaran hanyalah penjualan atau sekadar promosi tidak hanya untuk salah memahami konsep pemasaran, juga membuat kelangsungan hidup jangka panjang organisasi menjadi tidak mungkin.

Begitu pula Owen mengungkapkan “selling is the persuading or influencing of a audience, with a goal expects them to conform to what the instituation relieves a righ. Marketing is consumer oriented and is associated with serving other”.23

Maksud pernyataan Owen tersebut adalah penjualan adalah membujuk atau mempengaruhi audiens, dengan tujuan mengharapkan

21Philip Kotler Dan Gerry Amstrong, Marketing An Introducion .Thrit Edition (Ney Jersey:Prentice- Hall, Ins, 2003), 8.

22 George Brooker, Dan Michel Noble, Costumer Relationship Managamant. (John Wiley Dan Sons : Canada 1985),192

23 John W,R. Owen Chambell Danphilip R.F, Marketing Maching The Student To The Collage (Collage And University:Summer ,1977:593

mereka menyesuaikan diri dengan apa yang dilembagakan oleh lembaga.

Pemasaran berorientasi pada konsumen dan dikaitkan dengan melayani orang lain ”

Lebih jelas Kotler mengemukakan bahwa “The marketing consept to me means that one man is responsible for allphases of marketing;

selling new products for his markets, market planning, market research, and advertising to hepl speed up sales” 24.

Konsep pemasaran menurutnya adalah satu orang bertanggung jawab atas semua fase pemasaran; menjual produk baru untuk pasarnya, perencanaan pasar, riset pasar, dan iklan untuk mempercepat penjualan.

Sehingga ketika akan menerapkan marketing harus membuat perencanaan terlebih dahulu. Intinya penerapan pemasaran tidak hanya berorientasi pada peningkatan labaperusahaan atau lembaga akan tetapi bagaimana menciptakan kepuasan bagi pelanggan sebagai bentuk tanggung jawab kepada stakeholder atas mutu dari outputnya. Penerapan marketing yang seperti ini harus memperbaiki fonadsi-fondasi (image building), diantaranya perhatianpada kualitas yang ditawarkan (quality offeredin core service), serta jeli melihat segmentasi dan penentuan sasaran (carefull market segmentation and targeting).

Konsep marketing tidak berorienrasi asal barang habis tanpa memperhatikan sesudanhya, berorientasi jangka panjang yang lebih menekankan pada kepuasan konsumen, dimana marketing itu sendiri adalah suatu usaha bagaimana memuaskan, memenuhi need and wants dari konsumen, need itu merupakan kebutuhan akan hal yang dirasakan kurang

24 Philip Kotler, Marketing Managament.The Millenium Edition(Ney Jersey: Prentice –Hall, Ins, 2003), 7

oleh konsumen yang harus segera dipenuhi, sedangkan wants adalah keinginan suatu kebutuhan yang sudah dipengaruhi dari berbagai faktor seperti daya beli, pendidikan, agama, keyakinan, family dan lain sebagainya.

Demikian halnya dengan pemasaran jasa pendidikan beberapa ahli memberikan pengertian diantaranya Kotler mengatakan memasaran merupakan suatu proses sosial danmanajerial, baik oleh individu atau kelompok, untuk mendapatlkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan penawaran, pertukaran produkyang bernilai dengan pihak lain secara lebih luas dikemukakan bahwa:

Marketing management is the analysis, implementation, and control of program designed to bring desired exachanges with target markets for the porpose of achivieng organizations offering is term of the target market’s need and disired and using effective pricing, communication, and distribution to inform, motivate, and service the market.25

Maksud dari pendapat Kotler diatas adalah Manajemen pemasaran adalah analisis, implementasi, dan kontrol program yang dirancang untuk membawa pertukaran yang diinginkan dengan pasar sasaran untuk berbagai penawaran organisasi yang berhasil adalah syarat dari kebutuhan pasar sasaran yang sudah lenyap dan menggunakan harga, komunikasi, dan distribusi yang efektif untuk menginformasikan, memotivasi, dan melayani pasar.

Khususnya dalam pemasaran pendidikan John.R. Silber yang dikutip bukhari Alma mengataka bahwa:

25 Philip Kotler, Marketing Managament.The Millenium Edition(Ney Jersey: Prentice –Hall, Ins, 2003), 8

Marketing ethics deal with avoiding the dubiously legitimized dishonesties of some commercial advertising and we should hope that institutions are suplied with the qualities of intellect and caracter as well.”26

Dengan kata lain bahwa etika pemasaran dalam dunia pendidikan adalah menawarkan mutu layanan intelektual dan pembentukan watak secara meyeluruh hal itu karena pendidikan sifatnya lebih kompleks, yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Tidak jauh beda George Brooker mengemukakan”Most well managed organizations today, wheather profit or non profit recognize the importance of implementing formal marketing programs”27.

Maksud dari pendapat Brooker tersebut adalah Sebagian besar organisasi yang dikelola dengan baik saat ini, baik laba maupun non laba, mengakui pentingnya menerapkan program pemasaran formal.

Kemudian Lockhart menyatakan bahwa pemasaran pendidikan atau pemasaran sekolah adalah:

School marketing is a way of doing things that ekspresses, to students, parents, staff members, and that the comonity the school or district, as public supported institusion, is dedicat to serving the educational needs of the comonity to the highes degree posible”28. Maksud dari pendapat Lockhart diatas ialah pemasaran sekolah lebih jauh dari melakukan hal-hal mendesak kepada siswa, orang tua siswa, anggota staf dan komonitas di sekolah, karena lembaga yang didukung

26 Bukhari Alma, Manajemen Corporate & Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan:Fokus Pada Mutu Dan Layanan Prima (Bandung:Alfabeta, (Bandung:Alfabeta, (Bandung:Alfabeta, 2008), 63

27 George Brooker, Dan Michel Noble, Costumer Relationship Managamant (John Wiley Dan Sons : Canada 1985),192

28Johanna Lockhart, How To Market Your Scholl: A Guide Marketing, Commonication, And Public Relation For School Administrators, (Publised In Patnership With National School Public Relations Association: Rowman & Littlefield Publisers,Inc(Lamhan. New York ,Toronto, Plimounth,UK,2011), 1

publik berdedikasi untuk melayani kebutuhan pendidikan masyarakat hingga tingkat setinggi mungkin.

Dari beberapa pendapat tokoh diatas terkait dengan definisi pemasaran jasa pendidikan penulis mengkonkluasi pemasaran jasa pendidikan adalah proses sosial dan manajerial baik oleh individu atau kelompok untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan penawaran atau pertukaran produk berupa mutu layanan intelektual dan pembentukan watak secara menyeluruh yang bernilai dengan pelanggan pendidikan (siswa dan masyarakat).

Dalam dokumen strategi pemasaran jasa pendidikan (Halaman 47-52)