BAB VII REMUNERASI BERBASIS KINERJA
E. Konsep Tunjangan
Tunjangan menurut simamora adalah setiap tambahan benefit yang ditawarkan pada pekerja, misalnya pemakaian kendaraan, makan siang, bunga pinjaman rendah atau tanpa bunga, jasa kesehatan, bantuan liburan, dan skema pembelian saham pada tingkatan tinggi, seperti manajer senior, perusahaan biasanya lebih memilih memberikan tunjangan lebih besar dibanding menambah gaji, hal ini disebabkan tunjangan hanya dikenakan pajak rendah atau bahkan tidak dikenai pajak sama sekali.
Di samping gaji, kompensasi juga meliputi cakupan tunjangan- tunjangan (benefits). Tunjangan karyawan (employee benefit) adalah pembayaran-pembayaran dan jasa-jasa yang melindungi dan melengkapi
Competency Profile &
Individu Profile Individual Performance
Appraisal
Penetapan Kelompok Rangkin & Remunerasi
Hasil Penilaian Kinerja Individu
Performance &
Kompetensi
Pemeringkatan
gaji pokok, dan perusahaan membayar semua atau sebagian dari tunjangan.
Efek utama tipe tunjangan kompensasi adalah menahan karyawan di dalam organisasi atas basis jangka panjang. Terdapat sedikir atau tidak ada bukti bahwa variasi yang sangat besar dari program-program tambahan yang sering diistilahkan dengan tunjangan-tunjangan pelengkap, berfungsi memotivasi karyawan ke arah produktivitas yang tinggi.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, pengertian tunjangan adalah
“tambahan pendapatan di luar gaji sebagai bantuan ataupun sokongan”. Selain itu, tunjangan dapat dikatakan sebagai implementasi dari jaminan sosial.
Adapun tujuan dari diberikannya tunjangan digunakan untuk membantu organisasi memenuhi satu atau lebih tujuan-tujuan berikut:
1. meningkatkan moral karyawan;
2. memotivasi karyawan;
3. meningkatkan kepuasan kerja;
4. memikat karyawan-karyawan baru.
5. mengurangi perputaran karyawan;
6. menggunakan kompensasi secara lebih baik;
7. meningkatkan keamanan karyawan;
8. mempertahankan posisi karyawan;
9. meningkatkan citra perusahaan di kalangan karyawan.
Program tunjangan karyawan haruslah direncanakan secara cermat dan tujuan-tujuan disusun untuk digunakan sebagai pedoman guna menyusun program. Dalam menentukan kombinasi tunjangan yang optimal, langkah berikut ini dapat dijadikan pegangan untuk menyusun rencana perbaikan, sebagai berikut:
1. mengumpulkan data biaya dasar dari semua item tunjangan;
2. melakukan penilaian seperti seberapa banyak dana yang tersedia guna menutupi semua biaya tunjangan untuk periode mendatang;
3. menentukan nilai-nilai preferensi kepada setiap item tunjangan, orang yang membuat keputusan secermat mungkin akan mempertimbangkan
berbagai item tunjangan, preferensi relatif yang diperlihatkan oleh manajemen dan para karyawan, perkiraan biaya-biaya setiap item, dan total jumlah dana yang tersedia untuk setiap paket tunjangan.
Tunjangan-tunjangan dinamakan juga jaminan sosial. Beberapa perusahaan memberikan tunjangan secara tetap (tunjangan tetap) tanpa memperhatikan kehadiran kerja, terdapat juga beberapa perusahaan yang memberikan tunjangan secara tidak tetap atau berdasarkan kehadiran kerja (tunjangan tidak tetap). Pengusaha umumnya dapat memenuhi harapan pekerja mengenai peningkatan upah serta perbaikan tunjangan dan fasilitas bila pekerja dapat memberikan kontribusi lebih besar dan sebanding.
Pengusaha dapat memberikan tambahan upah dan atau tunjangan bagi pekerja hanya bila dia yakin bahwa pekerja dapat memberikan peningkatan produktivitas. Dengan kata lain, setiap peningkatan upah dan tunjangan perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas pekerja secara proporsional.
Macam-macam Tunjangan di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Tunjangan kecelakaan kerja
Kecelakaan kerja maupun penyakit akibat melakukan suatu pekerjaan.
Untuk menanggulanggi hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja maka perlu adanya jaminan kecelakaan kerja
2. Tunjangan Hari Raya
Tunjangan yang diberikan pada saat hari-hari besar keagamaan.
3. Tunjangan Makan
Tunjangan yang hanya disediakan untuk karyawan yang bekerja di luar perusahaan pada saat jam makan.
4. Tunjangan Transportasi
Tunjangan yang diberikan oleh perusahaaan kepada karyawan untuk mengganti biaya perjalanan dari tempat tinggal karyawan menuju kantor
Adapun prinsip-prinsip program tunjangan agar mampu memberikan kontribusi bagi organisasi, setidak-tidaknya sama dengan biaya yang telah dikeluarkan bagi program tersebut. Dalam hal ini terdapat beberapa prinsip umum yang sebaiknya diterapkan, yakni:
1. Tunjangan karyawan haruslah memenuhi kebutuhan nyata;
2. Tunjangan-tunjangan haruslah dibatasi kepada aktivitas-aktivitas di mana kelompok lebih efisien dibandingkan individu;
3. Program tunjangan haruslah bercirikan fleksibilitas yang memadai demi memungkinkan adaptasi terhadap berbagai kebutuhan- kebutuhan karyawan;
4. Jika perusahaan ingin meraih apresiasi dan penyediaan jasa-jasa kepada karyawan, perusahaan haruslah melakukan program komunikasi yang ekspansif dan terencana dengan baik;
5. biaya tunjangan haruslah dapat dikalkulasi dan ketentuannya haruslah dibuat bagi pendanaan yang sehat.
Strategi Tunjangan
Strategi tunjangan membutuhkan pengambilan keputusan dalam tiga bidang, yakni: bauran tunjangan, jumlah tunjangan, dan fleksibilitas tunjangan.
1. Bauran Tunjangan adalah paket lengkap dari tunjangan-tunjangan yang dipilih oleh perusahaan untuk ditawarkan kepada karyawannya.
Terdapat tiga isu yang perlu diperhatikan pada saat pengambilan keputusan tentang bauran tunjangan, yakni:
a. Strategi Kompensasi Total, perusahaan harus memilih pasar di mana dia ingin bersaing merebut tenaga kerja dan kemudian memberikan paket tunjangan yang memikat kepada orang-orang di pasar tersebut;
b. Sasaran-sasaran organisasi, sasaran-sasaran organisasi mempengaruhi bauran tunjangan. Jika filosofi organisasi adalah mempersempit perbedaan-perbedaan di antara para karyawan lapisan bawah dengan manajemen menengaj dan puncak, bauran tunjangan hendaknya sama untuk semua karyawan. Organisasi perlu memastikan bahwa kepada karyawannya ditawarkan tunjangan-tunjangan yang diinginkan;
c. Karakteristik-karakteristik karyawan.
2. Jumlah Tunjangan adalah manakala manajemen telah memutuskan jumlah dana yang tersedia untuk semua tunjangan, manajemen dapat menyusun anggaran tunjangan dan memutuskan tingkat pendanaan untuk setiap bagian program tunjangan. Manajemen kemudian ingin mengetahui bagaimana mereka dapat mengkontribusikan untuk setiap tunjangan;
3. Fleksibilitas Tunjangan, hal ini berkenaan dengan kadar keleluasaan yang diberikan oleh organisasi kepada para karyawan untuk menyesuaikan paket tunjangan dengan kebutuhan-kebutuhan pribadi mereka.