• Tidak ada hasil yang ditemukan

Koperasi Simpan Pinjam

Dalam dokumen LAMPIRAN-LAMPIRAN (Halaman 35-43)

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

5. Koperasi Simpan Pinjam

a. Pengertian Koperasi Simpan Pinjam (KPS)

Koperasi merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai tujuan atau kepentingan besama, sama halnya seperti Bank Pengkreditan Rakyat (BPR). Jadi koperasi merupakan bentukan dari sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Kelompok orang inilah yang akan menjadi anggota koperasi yang didirikannya.

Pembentukan koperasi berdasarkan gotong royong khususnya untuk membantu para anggotanya yang memerlukan bantuan tidak berbentuk

28Hafidz Abdurrahman dan Yahya Abdurrahman, Bisnis dan Muamalah Kontemporer, (Bogor: Al-azhar Freshzone Publishing, 2014), hlm., 4.

22

barang ataupun pinjaman uang. Koperasi yang dapat dikategorikan sebagai lembaga pembiayaan adalah koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam sebagai lembaga pembiayaan dikarenakan usaha yang dijalankan oleh koperasi simpan pinjam adalah usaha pembiayaan, yaitu penghimpun dana dari anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya atau masyarakat umum.29

Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu jenis koperasi yang kegiatannya menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada anggotanya atau masyarakat umum. Dalam menjalankan kegiatannya koperasi simpan pinjam memungut sejumlah uang dari setiap anggota koperasi. Uang yang dikumpulkan para anggota tersebut, kemudian dijadikan modal untuk dikelola oleh pengurus koperasi untuk dipinjamkan kembali kepada anggota yang membutuhkan.30

Koperasi Simpan Pinjam (KPS) merupakan sebuah lembaga keuangan bukan bank yang berbentuk koperasi dengan kegiatan usaha menerima simpanan dan memberikan uang kepada para anggotanya dengan bunga yang rendah. Koperasi simpan pinjam juga disebut dengan koperasi kredit merupakan suatu bentuk koperasi yang berdiri sendiri dimana anggotanya adalah orang-orang atau badan-badan yang tergabung dalam koperasi tersebut. Mereka yang tidak terdaftar

29Dr. Kasmir, Bank dan Lembaga keuangan lainnya, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), hlm., 254.

30G. Kartasapoetra, dkk. Koperasi Indonesia, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007), hlm., 47.

23

sebagai anggota tidak bisa menyimpan atau meminjam uang dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Ninik widiyanti & Sunindhia (2009) memberikan pengertian tentang koperasi simpan pinjam yaitu suatu usaha yang bergerak dalam bidang pengumpulan modal dengan cara tabungan dan pinjaman dari anggotanya. Tujuan pengumpulan dana tersebut yaitu untuk memudahkan para anggotanya agar mendapatkan modal usaha yang pruduktif dan menambah kesejahteraan.31

b. Modal Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi Indonesia memang bukan merupakan bentuk kumpulan modal namun sebagai suatu badan usaha maka di dalam menjalankan usahanya koperasi memerlukan modal. Akan tetapi, pengaruh modal dan penggunaaanya dalam koperasi tidak boleh mengaburkan dan mengurangi makna koperasi, yang lebih menekankan kepentingan kemanusiaan dibanding kebendaan. Jumlah modal yang diperlukan oleh suatu koperasi harus ditentukan dalam proses pengorganisasian atau pada waktu pendiriannya dengan rincian berapa modal tetap dan berapa modal kerja yang diperlukan. Modal tetap disebut juga modal jangka panjang yang diperlukan untuk menyediakan fasilitas fisik koperasi, seperti untuk pembelian tanah, gedung, mesin dan kendaraan.

Sedangkan Modal Kerja yang disebut juga modal jangka pendek diperlukan untuk membiayai kegiatan operasional koperasi seperti gaji,

31Ninik Widiyanti & Sunindhia, Koperasi dan Perekonomian Indonesia, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm., 89-91.

24

pembelian bahan baku, pembayaran pajak, dan sebagainya. Khusus pada Koperasi Simpan Pinjam maka modal diperlukan untuk pemberian pinjaman kepada para anggota.

Menurut Undang-Undang No.25 Tahun 1992, Pasal 41, koperasi simpan pinjam memiliki dua sumber modal yaitu dari modal pinjaman dan dari modal sendiri. Modal pinjaman adalah modal yang dihimpun dari para anggota, koperasi lain, dan lembaga keuangan lain seperti Bank, obligasi dan surat hutang, sumber lain yang sah. Sedangkan modal sendiri adalah modal yang berasal dari para anggota koperasi, yaitu berupa simpanan wajib, simpanan pokok, dana cadangan, dan hibah. Lebih jelasnya akan peneliti paparkan sebagai berikut:

1) Modal Sendiri

Modal sendiri merupakan modal yang menanggung resiko atau disebut modal ekuiti, Modal sendiri besaral dari:

a) Simpanan pokok, yaitu sejumlah uang yang wajib disetorkan ke dalam kas koperasi oleh para pendiri atau anggota koperasi pada saat masuk menjadi anggota.Simpanan pokok tidak dapat ditarik kembali oleh anggota koperasi tersebut selama yang bersangkutan masih tercatat menjadi anggota koperasi.

b) Simpanan wajib, yaitu simpanan wajib sejumlah uang yang harus diserahkan para anggota koperasi setiap periode waktu tertentu dan dengan nominal tertentu. Konsekwensi dari simpanan ini adalah harus dilakukan oleh semua anggota

25

koperasi yang dapat disesuaikan besar kecilnya dengan tujuan usaha koperasi dan kebutuhan dana yang hendak dikumpulkan, arena itu akumulasi simpanan wajib para anggota harus diarahkan mencapai jumlah tertentu agar dapat menunjang kebutuhan dana yang akan digunakan menjalankan usaha koperasi.32

c) Dana cadangan, yaitu sejumlah uang yang diperoleh dari sebagian hasil usaha yang tidak dibagikan kepada anggota, tujuannya adalah untuk memupuk modal sendiri yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila koperasi membutuhkan dana secara mendadak atau menutup kerugian dalam usaha.

d) Hibah, yaitu bantuan, sumbangan atau pemberian cuma-cuma yang tidak mengharapkan pengembalian atau pembalasan dalam bentuk apapun. Siapa pun dapat memberikan hibah kepada koperasi dalam bentuk apapun sepanjang memiliki pengertian seperti itu untuk menghindarkan koperasi menjadi tergantung dengan pemberi hibah sehingga dapat mengganggu prinsip-prisnsip dan asas koperasi.

2) Modal Pinjaman

Dalam pengembangan usahanya koperasi dapat juga menggunakan modal pinjaman dengan memperhatikan kelayakan dan kelangsungan usahanya. Modal pinjaman dapat berasal dari:

32Ibid.

26

a) Pinjaman dari anggota. Pinjaman yang diperoleh dari anggota koperasi dapat disamakan dengan simpanan sukarela anggota .Kalau dalam simpanan sukarela, maka besar kecil dari nilai yang disimpan tergantung dari kerelaan anggota. Sebaliknya dalam pinjaman, koperasi meminjam senilai uang atau yang dapat dinilai dengan uang yang berasal dari anggota.

b) Pinjaman dari koperasi lain. Pada dasarnya diawali dengan adanya kerja sama yang dibuat oleh sesama badan usaha koperasi untuk saling membantu dalam bidang kebutuhan modal. Bentuk dan lingkup kerja sama yang dibuat bisa dalam lingkup yang luas atau dalam lingkup yang sempit; tergantung dari kebutuhan modal yang diperlukan.33

c) Pinjaman dari lembaga keuangan. Pinjaman komersial dari lembaga keuangan untuk badan usaha koperasi mendapat prioritas dalam persyaratan. Prioritas tersebut diberikan kepada koperasi sebetulnya merupakan komitmen pemerintah dari negara-negara yang bersangkutan untuk mengangkat kemampuan ekonomi rakyat khususnya usaha koperasi.

d) Obligasi dan surat hutang. Untuk menambah modal koperasi juga dapat menjual obligasi atau surat utang kepada masyarakat investor untuk mencari dana segar dari masyarakat umum diluar anggota koperasi. Mengenai persyaratan untuk menjual

33Ibid.

27

obligasi dan surat utang tersebut diatur dalam ketentuan otoritas pasar modal yang ada.

e) Sumber lain yang sah. Sumber lain yang sah adalah pinjaman dari bukan anggota yang dilakukan tidak melalui penawaran secara hukum. Contoh: pemberian saham kepada koperasi oleh perusahaan berbadan hukum.34

c. Tujuan Koperasi Simpan Pinjam

Salah satu tujuan utama pendirian koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Namun demikian, karena dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota Koperasi berpegang pada asa dan prinsip-prinsip ideal tertentu, maka kegiatan Koperasi biasanya juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Lebih dari itu, karena perjuangan Koperasi biasanya terjalin dalam suatu gerakan tertentu yang bersifat nasional, tidak jarang keberadaan Koperasi juga dimaksudkan untuk pembangunan suatu tatanan perekonomian tertentu.

Dalam konteks Indonesia, pernyataan mengenai tujuan Koperasi dapat ditemukan dalam pasal 33 UU koperasi No. 25/1992. Menurut pasal itu, tujuan koperasi Indonesia adalah sebagai berikut: Koperasi bertujuan mamjukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membnagun tatanan

34Ibid.

28

perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Berdasarkan bunyi pasal 33 UU No. 25/1992 itu, dapat disaksikan bahwa tujuan koperasi Indonesia dalam garis besarnya meliputi tiga hal yaitu:

1) Memajukan kesejahteraan anggotanya, 2) Memajukan kesejahteraan masyarakat,

3) Turut serta membangun tatanan perekonomian nasional.

Dari ketiga tujuan tersebut di atas, dapat dipahami bahwa koperasi memiliki kedudukan yang sanagt terhormat dalam perekonomian Indonesia. Tidak hanya merupakan satusatunya bentuk perusahaan yang secara konstitusional dinyatakan sesuai dengan susunan perekonomian yang hendak dibangun dinegeri ini, tapi juga dinyatakan sebagai sokoguru perekonmian nasional.35

d. Fungsi dan Peran Koperasi Simpan Pinjam

Fungsi dan peran koperasi Indonesia menurut UU No. 25 tahun 1992 pasal 4 adalah sebagai berikut:

1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.

35Abdul Hakim Reza Dalimunthe, “ Pengaruh Koperasi Simpan Pinjam Terhadap Perkembangan UMKM di Kecamatan Rantau Utara (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Budar), (Sripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara, Medan, 2018), hlm., 11-12.

29

2) Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.

4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.36

Dalam dokumen LAMPIRAN-LAMPIRAN (Halaman 35-43)

Dokumen terkait