• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN-LAMPIRAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "LAMPIRAN-LAMPIRAN "

Copied!
93
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu jenis koperasi yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang memiliki usaha kecil dan menengah adalah koperasi simpan pinjam (KSP). Koperasi simpan pinjam adalah salah satu jenis koperasi yang kegiatannya menghimpun dana dari para anggotanya, yang kemudian menyalurkan dana tersebut kepada para anggotanya atau kepada masyarakat umum. Koperasi Simpan Pinjam Harapan (KSP) Cabang Selong merupakan salah satu koperasi yang berlokasi di Selong Kabupaten Lombok Timur.

Meskipun KSP Harapan Bersama merupakan koperasi konvensional, namun koperasi tersebut menggunakan akad Syariah dalam pelaksanaan simpan pinjam untuk menghindari bunga.

Rumusan Masalah

Kemakmuran masyarakat tersebut pada pernyataan di atas adalah apabila masyarakat mampu memberdayakan usahanya sendiri dengan memanfaatkan keberadaan Koperasi Simpan Pinjam Cabang Harapan Bersama (KSP) sebagai tempat memperoleh modal awal dalam mendirikan usaha kecil dan menengah. di tengah-tengah mereka. Oleh karena itu, koperasi sendiri bersepakat untuk membantu masyarakat dalam pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah yang digeluti oleh masyarakat sekitar, agar kehidupan ekonomi desa dapat maju di masa mendatang. Oleh karena itu, berdasarkan pernyataan peneliti di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Strategi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cabang Harapan Bersama Selong dalam Pengembangan Usaha Mikro (UM).

Apa saja tantangan dan kendala Koperasi Simpan Pinjam Harapan (KSP) dengan Cabang Selong dalam mengembangkan Usaha Mikro (UM).

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Ruang Lingkup Penelitian dan Settimg Penelitian

Telaah Pustaka

Sedangkan bedanya, peneliti pada penelitian sebelumnya membahas tentang peran koperasi simpan pinjam dalam penguatan ekonomi masyarakat setempat. 12Mayasari S, “Peran Koperasi Simpan Pinjam Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Pinrang (Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam Al-Azhar)”, (Disertasi, FEB Universitas Muhammadiyah Makassar, 2020). Sedangkan bedanya, peneliti pada penelitian sebelumnya membahas tentang peran koperasi simpan pinjam dalam penguatan ekonomi masyarakat.

13 Penelitian Amad Saebani, “Peran Koperasi Simpan Pinjam Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Studi Pada Ksp Kopdit Sae Karanggintung, Sumbang, Banyumas)”, (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri FEBI, Purwokerto, 2016).

Kerangka Teori

  • Strategi Pengembangan Usaha
  • Teori Pengembangan Usaha
  • Pengertian Koperasi
  • Sejarah Singkat Koperasi di Indonesia
  • Koperasi Simpan Pinjam
  • Usaha Mikro (UM)

Walaupun perbedaannya, pada penelitian sebelumnya peneliti hanya membahas pengembangan UMKM, namun pada penelitian yang akan dilakukan peneliti ini akan membahas strategi KSP dalam pengembangan Usaha Mikro (UM) di Lombok Timur. Menurut UU No. 25 Tahun 1992, § 41, koperasi simpan pinjam mempunyai dua sumber modal, yaitu dari modal pinjaman dan dari modal sendiri. 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah, pada bab I ketentuan umum, pasal 1 menjelaskan bahwa usaha mikro (UM) adalah usaha produktif milik orang perseorangan dan/atau unit usaha perseorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagai diatur dalam UU 37 ini.

Dalam undang-undang ini, kriteria yang digunakan untuk mendefinisikan Usaha Mikro sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 adalah kekayaan bersih atau kekayaan tidak termasuk tanah dan bangunan, tempat usaha, atau hasil penjualan tahunan, dengan kriteria sebagai berikut. Kriteria Usaha Mikro (UM) berdasarkan undang-undang ini adalah unit usaha yang memiliki aset terbanyak. Dikutip dari jurnal ekonomi yang ditulis oleh Medriyanah, Usaha Mikro berperan penting dalam pembangunan perekonomian negara, khususnya perekonomian masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa depan.39 Dalam hal ini usaha mikro sangat penting. terhadap perekonomian masyarakat.

39Medriyanah, “Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dari Perspektif Ekonomi Islam”. Menurut data Dinas Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di seluruh NTB pada tahun 2021 sebanyak 103.284 UMKM dengan jumlah Usaha Mikro sebanyak 5822.647 (Data NTBPprov 2021). Berdasarkan data tersebut disebutkan bahwa jumlah UMKM di Lombok Timur pada tahun 2021 sebanyak 144.029 unit Usaha Mikro (UM).

Iklim usaha adalah suatu kondisi bagi pemerintah dan pemerintah daerah untuk bekerja secara sinergis dalam memberdayakan usaha mikro (UM) dengan menetapkan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, sehingga usaha mikro (UM) memperoleh keberpihakan, kepastian, kesempatan, perlindungan. , dan dukungan. lakukan yang terbaik. Pemberdayaan usaha mikro (UM) diselenggarakan sebagai satu kesatuan dan pembangunan ekonomi nasional untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Berdasarkan asas kekeluargaan, upaya pemberdayaan usaha mikro (UM) merupakan bagian dari perekonomian nasional yang diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi dengan prinsip keterhubungan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, keseimbangan kemajuan dan pembangunan nasional. kesatuan ekonomi untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Sedangkan tujuan pemberdayaan usaha mikro (UM) sesuai dengan UU No. 1) Terwujudnya struktur ekonomi nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan.

Metode Penelitian

  • Pendekatan Penelitian
  • Kehadiran Peneliti
  • Lokasi Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Data

Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang data utamanya berupa observasi, wawancara dan dokumentasi dilakukan secara bersama-sama, artinya dalam melakukan wawancara peneliti juga dapat melakukan observasi atau observasi. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer, yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari orang atau lembaga yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk mengumpulkan atau menyimpan dokumen atau sumber data primer yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari sarana penelitian.

Wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data yang paling dapat diterapkan dalam penelitian sosial. Wawancara menuntut kedua belah pihak baik peneliti maupun subjek penelitian untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung dan aktif untuk mencapai tujuan dan data yang diperoleh baik dan akurat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur sehingga nantinya jika ada data yang kurang jelas dapat ditanyakan kembali kepada informan guna mendapatkan data yang valid.

Wawancara dalam penelitian ini akan dilakukan dengan manajemen dan/atau karyawan, anggota dan calon anggota Koperasi Simpan Pinjam Harapan Bersama Cabang Selong. Dokumentasi adalah sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, yang dapat berupa data tertulis, film, gambar dalam bentuk foto atau karya-karya monumental yang dapat memberikan informasi kepada peneliti saat mereka melakukan. Reduksi data adalah cara menyeleksi semua data yang telah terkumpul untuk memfokuskan pada data yang dianggap penting dan relevan dengan penelitian.

Triangulasi sumber adalah metode verifikasi data yang telah diperoleh dari berbagai sumber seperti pengumpulan data dari pengurus dan/atau karyawan Koperasi Simpan Pinjam Harapan Bersama Cabang Selong. Triangulasi teknis adalah cara memverifikasi kredibilitas data yang telah diperoleh dari sumber yang sama, tetapi teknik yang digunakan berbeda, misalnya data yang peneliti peroleh melalui teknik wawancara akan diperiksa kembali menggunakan teknik observasi dan teknik lainnya.

Sistematika Pembahasan

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

Deskripsi Umum Lokasi Penelitian

  • Profil KSP Harapan Bersama Selong Lombok Timur
  • Letak Geografis KSP Harapan Bersama
  • Sejarah Singkat Berdirinya KSP Harapan Bersama
  • Visi dan Misi KSP Harapan Bersama Selong Lombok Timur
  • Struktur Organisasi dan Nama-Nama Pejabat Maupun Pegawai

Sejarah singkat berdirinya KSP Harapan Bersama didasari oleh adanya sekelompok masyarakat yang membentuk arisan. Banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya pinjaman modal yang dilakukan oleh KSP Harapan Bersama. Seperti yang dijelaskan oleh Nurhayati selaku nasabah dan juga anggota KSP Harapan Bersama.

Pak Suhardi juga menjelaskan bagaimana sosialisasi KSP Harapan Bersama dilakukan kepada masyarakat. Dari titik awal tersebut, KSP Harapan Bersama juga memiliki aturan tersendiri dalam menjalankan bisnisnya. Berdasarkan temuan penelitian peneliti, bentuk bantuan KSP Harapan Bersama untuk pengembangan usaha mikro adalah pinjaman modal kerja.

Gambar 2.1 Struktur Organisasi dan Nama-nama Pejabat  Maupun Pegawai KSP Harapan Bersama
Gambar 2.1 Struktur Organisasi dan Nama-nama Pejabat Maupun Pegawai KSP Harapan Bersama

Strategi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Harapan Bersama Cabang Selong

Tantangan dan Hambatan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Harapan

PEMBAHASAN

Tantangan dan Hambatan Koperasi Simpan Pinjam Harapan (KSP)

Berdasarkan hasil penelitian para peneliti di KSP Harapan Bersama, tantangan dan kendala utama dalam pengembangan usaha mikro adalah permodalan. Keterbatasan modal membuat koperasi berpikir keras dalam pengelolaannya agar semua anggota yang membutuhkan dapat memanfaatkan modal tersebut. Meski terkendala modal, KSP Harapan Bersama menjadikan ini sebagai pedoman dan motivasi untuk tetap bertahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh anggota.

Maka disini peran penting pengelola adalah mengelola dana yang terbatas menjadi modal yang cukup bagi setiap anggota masyarakat yang membutuhkannya. Cara pengelolaannya hampir sama yaitu uang masyarakat (anggota koperasi) kemudian disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada masyarakat (anggota koperasi dan apabila koperasi kelebihan daya, maka koperasi dapat melayani non anggota) yang membutuhkan. Hal ini menandakan bahwa pengurus dan pengelola PSK harus memiliki keterampilan manajemen risiko atau pernah mengikuti program sertifikasi manajemen risiko.

Konfirmasi profil risiko dan rencana manajemen, hal ini terkait dengan gaya manajemen dan visi strategis organisasi. Pemantauan manajemen risiko yaitu dalam kaitannya dengan penerapan manajemen risiko berjalan dengan baik dan kajian selalu dilakukan untuk terus ditingkatkan. Berdasarkan teori di atas, KSP Harapan Bersama menerapkan strategi khusus dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pengurus akan, apabila koperasi dibatasi oleh modal, akan mengaturnya seadil-adilnya agar semua anggota yang membutuhkan modal mendapatkan haknya. Jadi jika ada anggota atau masyarakat yang tidak melaksanakan SOP koperasi dengan baik, maka koperasi mengambil tindakan sebelum hal tersebut terjadi lagi, saat ini koperasi membuat perjanjian hitam putih dengan materai sebelum memberikan pinjaman kepada anggota dan masyarakat yang membutuhkan usaha. modal.95 .

Kesimpulan

Selain itu, koperasi juga secara rutin mengadakan pertemuan dengan anggota, pengurus, pengawas dan pertemuan dengan anggota masyarakat sesuai SOP yang berlaku, seperti menyetorkan iuran pokok dan wajib bagi setiap anggota dan juga mengeluarkan angsuran atau simpanan sehubungan dengan modal usaha yang dipinjam dari perusahaan. adalah. kooperatif.

Saran

Abdul Hakim Reza Dalimunthe, “Dampak Koperasi Simpan Pinjam Terhadap Perkembangan UMKM di Kecamatan Rantau Utara (Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam di Budar), Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara, Medan, 2018 Endi Sarwoko, “Analisis Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Dalam Pengembangan UMKM Di Kabupaten Malang”, Jurnal Modernisasi, Vol.Mayasari S, “Peran Koperasi Simpan Pinjam Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Di Pinrang Kabupaten (Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam di Al-Azhar)”, Skripsi, FEB Universitas Muhammadiyah Makassar, 2020.

Medriyanah, “Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dari Perspektif Ekonomi Islam”. Mita Rosaliza, “Wawancara, Interaksi Komunikasi dalam Penelitian Kualitatif,” Jurnal Ilmu Budaya, Vol.11, No.2, Februari 2015. Penelitian Amad Saebani, “Peran Koperasi Simpan Pinjam Dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat (Studi pada Ksp Kopdit Sae Karanggintung, Sumbang, Banyumas)", Skripsi, Institut Agama Islam Negeri FEBI, Purwokerto, 2016.

Romi Muhammad Nasution, “Analisis Peran Koperasi Simpan Pinjam Bagi Usaha Mikro dan Kecil di Serdang Bedagai”, Skripsi, FEB Universitas Sumatera Utara, Medan 2018. Rutrid Sidiq M, “Peran Koperasi Simpan Pinjam Dana Komersial Syariah sebagai Alternatif Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Makassar”, Skripsi, FEBI UIN Alaudin Makassar, 2014. Wardiyatul Husna Nasution, “Analisis Peran Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT UB Amanah Dalam Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) in de Dendangzee, Jalan Transportasi Percut Sei Tuan”, Skripsi, FEBI Universitas Sumatera Utara, Medan, 2020.

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi dan Nama-nama Pejabat  Maupun Pegawai KSP Harapan Bersama
Tabel 2.1 Nama-Nama Pejabat dan Pegawai KSP Harapan Bersama. 55 No  Nama  Alamat  L/P  Jabatan  Pendidikan
Tabel Nasabah KSP Harapan Bersama Tahun 2019. 56
Tabel Nasabah KSP Harapan Bersama Tahun 2020. 57

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja UMKM di Kabupaten Jember dengan dan tanpa pinjaman ditinjau dari modal awal, laba, total assets dan orientasi

Kemudahan anggota Koperasi Perempuan Nuansa Mandiri dalam memperoleh pinjaman modal usaha pada koperasi tersebut menyebabkan semakin besar jumlah pelayanan pada koperasi

Simpanan dalam koperasi digunakan sebagai modal sendiri dan modal pinjaman dari anggota sehingga koperasi mempunyai kewajiban untuk membayarkan jasa berupa bunga simpanan (

pemberian bantuan modal kepada koperasi dan pengusaha kecil dalam bentuk pinjaman, pembinaan koperasi di daerah perdesaan/perkotaan, pembentukan Forum Koordinasi Pembinaan Koperasi

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja UMKM di Kabupaten Jember dengan dan tanpa pinjaman ditinjau dari modal awal, laba, total assets dan

Pengaruh Modal Pinjaman Terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi di Kota Surabaya Penelitian mengenai pengaruh dari variabel modal pinjaman terhadap sisa hasil usaha di Kota Surabaya

Pengaruh Modal Sendiri, Modal Pinjaman Dan Volume Usaha Terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Simpan Pinjam Periode Tahun 2014-2018 Studi Pada Koperasi Simpan Pinjam Di Kabupaten

Sedangkan dalam layanan peer to peer lending, pemberi pinjaman tidak bertemu langsung dengan penerima pinjaman, bahkan diantara para pihak dapat saja tidak saling mengenal karena dalam