3.2. Kualitas Air
3.2.2. Kualitas Air Tanah
Air tanah merupakan air yang tersimpan dalam lapisan tanah. Air tanah biasa diambil melalui pembuatan sumur agar air tanah dapat diakses. Secara global, dari keseluruhan air tawar yang berada di bumi ini lebih dari 97 persen terdiri atas air tanah. Permasalahan air tanah dibagi menjadi permasalahan kualitas dan kuantitas. Permasalahan pencemaran air tanah pertama dirasakan dari sumur-sumur penduduk, khususnya yang tinggal dekat dengan kawasan industri atau dekat dengan limbah industri. Permasalahan kuantitas air tanah sering terjadi pada musim kemarau, baik daerah karst maupun daerah pesisir.
Pengambilan sampel untuk melakukan pengamatan kualitas air tanah dilakukan di 12 titik. Titik pengamatan dilakukan di SD, SMP, SMA/SMK/MA
45 yang terdapat di Kabupaten Kulon Progo. Pengamatan tersebut dilakukan sebanyak dua kali, yaitu periode pada April dan periode September. Parameter pengukuran didasarkan pada Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan memperhatikan parameter baku mutu yang terdiri dari timbal, mangan, seng, fluoride, nitrit, fecal coliform, dan total coliform.
1. Temperatur
Temperatur air ialah ukuran yang menjelaskan panas atau dinginnya suatu air. Pengukuran temperatur air tanah dilakukan menggunakan thermometer untuk mengetahui suhu air tanah. Ciri-ciri air yang tercemar memiliki temparatur di atas atau di bawah temperature udara, sedangkan air yang tidak tercemar memiliki temperatur yang sama dengan temperatur udara.
Gambar 3.6 Persentase Temperatur Air Tanah Tahun 2017
Gambar di atas menunjukkan bahwa lokasi pengamatan kualitas air tanah yang memiliki temperatur air 28°C sejumlah 59%, 29°C sejumlah 25%, dan 30°C serta 31°C masing-masing sejumlah 8%. Temperatur air tanah di Kabupaten Kulon Progo masih tergolong normal mengingat rata-rata temperatur udara normal di Daerah Istimewa Yogyakarta berkisar 23°C - 32°C. Oleh sebab itu, air tanah di Kabupaten Kulon Progo tergolong tidak tercemar dan sesuai baku mutu.
46 2. Residu Terlarut
Residu terlarut merupakan besaran berat zat padat dalam air yang lolos pada proses penyaringan. Semakin banyak residu terlarut dalam air tanah maka kondisi air tanah semakin tercemar, begitu pula sebaliknya semakin sedikit residu terlarut dalam air tanah maka semakin baik kondisi air tanah di suatu tempat atau dengan kata lain tidak tercemar.
Gambar 3.7 Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Residu Terlarut Tahun 2017
Gambar tentang persentase sampel pada hasil uji parameter residu terlarut menunjukkan kandungan residu terlarut yang sesuai baku mutu sebesar 92%, sedangkan yang tidak sesuai baku mutu sebesar 8%.
3. Parameter pH
pH merupakan suatu ukuran yang menjelaskan suatu larutan apakah bersifat asam maupun basa dan jika kedua larutan tersebut memiliki jumlah molekul asam dan basa yang sama maka dianggap netral. pH normal air tanah yang dapat dikonsumsi oleh manusia berkisar antara 6,5 – 8,5. Air dengan pH yang kurang dan/atau lebih dari batas normal tersebut sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia karena dapat menyebabkan efek samping bagi kesehatan, salah satunya yaitu merusak struktur lambung.
47 Gambar 3.8 Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter pH Tahun 2017
Berdasarkan gambar di atas, persentase sampel pada hasil uji parameter pH menunjukkan pH air tanah di Kabupaten Kulon Progo antara yang sesuai ini perlu menjadi perhatian khusus mengingat apabila air tanah yang memiliki pH dengan baku mutu dan tidak sesuai baku mutu berimbang, yaitu sebesar 50%. Hal yang tidak sesuai dengan baku mutu dikonsumsi dalam jangka panjang oleh manusia dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan.
4. NO3
NO3 atau Nitrat merupakan bentuk nitrogen yang berperan dalam pertumbuhan tanaman dan alga. Nitrat nitrogen mudah larut dalam air dan memiliki sifat lebih stabil. Sumber pencemaran nitrat pada air tanah dapat berupa limbah industri dan limbah domestik.
48 Gambar 3.9 Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter NO3 Tahun 2017
Pada grafik di atas menunjukan bahwa hasil pemantauan kandungan NO3 atau nitrat pada sumur-sumur di Kabupaten Kulon Progo masih berada pada kondisi normal namun terdapat 17 % dari total sampel penelitian telah tercemar nitrat dengan kandungan melebihi baku mutu.
5. Kadmium
Kadmium dalam air merupakan logam yang bersumber dari beberapa hal, seperti erosi endapan alam, limpasan dari sampah baterai dan cat. Kandungan kadmium dalam air yang melebihi baku mutu dapat berpengaruh terhadap kesehatan karena dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal apabila dikonsumsi.
49 Gambar 3.10. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Kadmium Tahun 2017 Berdasarkan gambar di atas mengenai persentase sampel pada hasil uji parameter kadmium menunjukkan bahwa kandungan kadmium yang sesuai dengan baku mutu sebesar 100% dan tidak ada sampel yang menunjukkan memliki kandungan kadmium yang melebihi baku mutu.
6. Besi
Besi merupakan logam yang sering dijumpai terkandung dalam air. Pada dasarnya, zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun, apabila zat besi yang terkandung dalam air sangat tinggi maka akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia, diantaranya yaitu rusaknya dinding usus serta iritasi pada mata dan kulit. Tinggi rendahnya kandungan zat besi tergantung pada kondisi struktur tanah di suatu tempat. Air dengan kandungan zat besi yang melebihi baku mutu biasanya ditandai dengan warna yang lebih gelap dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
50 Gambar 3.11. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Besi Tahun 2017
Berdasarkan Gambar di atas mengenai persentase sampel pada hasil uji parameter besi menunjukkan bahwa dari 12 tempat yang menjadi sampel penelitian, tidak ditemukan adanya kandungan zat besi yang tidak sesuai baku mutu atau dengan kata lain seluruh sampel air tanah di Kabupaten Kulon Progo sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan.
7. Timbal
Timbal merupakan unsur kimia yang bersumber dari kerak bumi namun dapat pula bersumber dari aktifitas manusia. Unsur timbal dalam air tanah dianggap aman jika kadarnya masih dibawah baku mutu. Sebaliknya jika kandungan timbal diatas baku mutu maka dianggap berbahaya, khususnya bagi tubuh manusia. Sumber pencemaran timbal sangat beragam, seperti kaca, keramik, baterai, plastik, bahkan pipa air minum.
51 Gambar 3.12. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Timbal Tahun 2017
Gambar di atas mengenai persentase sampe pada hasil uji parameter timbal menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya timbal yang melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kerak bumi maupun aktifitas manusia di lokasi penelitian tidak menghasilkan kandungan timbal yang melebihi baku mutu pada air tanah.
8. Mangan
Mangan dapat ditemukan secara alami dalam air tanah dan air permukaan. Pada umumnya mangan terbentuk bersamaan dengan zat besi.
Namun aktifitas manusia juga menjadi penyebab kontaminasi mangan di suatu daerah. Konsentrasi mangan yang tinggi dapat mengubah warna air menjadi hitam. Konsentrasi mangan yang tinggi tentu berbahaya bagi kesehatan penduduk yang tendampak. Berikut disajikan persentase sampel pada hasil uji parameter mangan.
52 Gambar 3.13. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Mangan Tahun 2017
Gambar di atas menunjukkan bahwa 67% sampel mengandung mangan sesuai baku mutu, sedangkan 33% sampel mengandung mangan yang tidak sesuai dengan baku mutu. Angka tersebut tentu menjadi perhatian khusus, karena 33% sampel mengandung mangan yang tidak sesuai dengan baku mutu yang akan memberikan efek terhadap kesehatan penduduk yang mengkonsumsi air tanah tersebut.
9. Seng (Zn)
Seng (Zn) dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk proses metabolisme.
Kebutuhan seng sangat bervariasi, namun kecukupan seng yang dianjurkan adalah 15 mg/hari. Menurut Peraturan Gubernur DIY Nomor 20 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kandungan seng dalam sumber air minum tidak lebih dari 0,05 mg/L.
53 Gambar 3.14. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Seng Tahun 2017
Berdasarkan Gambar di atas menunjukkan bahwa 100% persen sumur sampel di Kabupaten Kulon Progo mengandung seng di sesuai dengan baku mutu dan tidak ditemukannya sampel dengan kandungan seng yang melebihi baku mutu. Air dengan kandungan seng yang melebihi baku mutu akan berdampak pada kesehatan, seperti anemi, kram perut dan iritasi kulit.
10. Klorida
Klorida merupakan suatu zat yang menyebabkan rasa asin pada air, dimana semakin asin suatu air maka kandungan klorida nya semakin tinggi. Jika suatu sangat asin atau memiliki kadar klorida yang tinggi maka air tersebut tergolong tidak sehat dan tidak layak untuk dikonsumsi.
54 Gambar 3.15 Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Klorida Tahun 2017
Gambar di atas tentang persentase sampel hasil pada hasil uji parameter klorida menunjukkan bahwa dari 12 lokasi yang dijadikan sampel pengujian tidak ditemukan adanya kandungan klorida yang melebihi baku mutu atau dengan kata lain 100% sesuai baku mutu dan layak untuk dikonsumsi.
11. Sianida
Sianida merupakan gas yang keluar dari tanah dan dapat mencemari air tanah. Sianida juga dapat dihasilkan dari adanya kegiatan manusia, seperti limbah industri. Beberapa industri yang limbahnya dapat memperparah pencemaran sianida pada air yaitu industri pupuk, batik dan emas. Semakin banyak kandungan sianida dalam air, maka semakin tercemar pula air tersebut, begitu pula sebaliknya.
55 Gambar 3.16. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Sianida Tahun 2017
Berdasarkan gambar di atas, hasil uji parameter sianida menunjukkan tidak ada sampel air di Kabupaten Kulon Progo yang memiliki kandungan sianida melebihi baku mutu atau dengan kata lain 100% sesuai baku mutu. Hal ini menunjukkan kandungan sianida pada air tanah di Kulon Progo relatif aman dan tidak tercemar.
12. Flourida
Fluorida adalah salah satu mineral yang dapat mencegah kerusakan gigi, namun efek negatif kelebihan fluorida jika kandungan fluorida tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh akan merusak organ tubuh manusia. Berikut adalah kandungan fluoride pada air tanah di Kabupaten Kulon Progo:
56 Gambar 3.17. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Fluorida Tahun 2017
Berdasarkan hasil uji sampel pada hasik uji parameter fluorida menunjukkan bahwa seluruh sampel di Kabupaten Kulon Progo 100% sesuai baku mutu dan tidak ditemukan adanya sampel yang mengandung fluorida tidak sesuai baku mutu.
13. Nitrit
Keberadaan nitrit menggambarkan berlangsungnya proses biologis perombakan bahan organik yang memiliki kadar oksigen terlarut yang rendah. Selain itu nitrit juga dapat bersifat racun karena dapat bereaksi dengan hemoglobin dalam darah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen.
57 Gambar 3.18. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Nitrit Tahun 2017
Hasil uji sampel menunjukkan 100% sampel air di Kabupaten Kulon Progo mengandung nitrit sesuai baku mutu dan tidak ditemukan adanya sampel yang mengandung nitrit tidak sesuai baku mutu. Hal ini menunjukkan seluruh sampel air tergolong baik.
14. Sulfat
Sulfat dihasilkan oleh bakteri melalui oksida senyawa sulfida. Sulfat dapat bersumber dari kegiatan manusia, seperti pembuangan limbah industry, limbah laboratorium maupun limbah rumah tangga berupa air deterjen. Air yang telah tercemar sulfat akan terasa pahit, berbeda dengan air yang tidak tercemar.
58 Gambar 3.19. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Sulfat Tahun 2017
Berdasarkan gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa sulfat yang terkandung dalam air pada sampel air di Kabupaten Kulon Progo seluruhnya sesuai baku mutu dan tidak ditemukan adanya air yang mengandung sulfat dan tidak sesuai baku mutu.
15. Total Coliform
Total Coliform merupakan bakteri yang digunakan sebagai indiKator dalam menentukan apakah suatu air terkontaminasi pathogen atau tidak, dimana bakteri ini dapat menyebabkan penyakit kanker. Semakin banyak kandungan coliform dalam air maka air tersebut semakin tercemar dan sangat tidak baik kesehatan apabila dikonsumsi, terlebih jika dikonsumsi jangka panjang.
59 Gambar 3.2o. Persentase Sampel Pada Hasil Uji Parameter Total Coliform Tahun
2017
Gambar di atas menunjukkan bahwa 58% sampel air di Kabupaten Kulon Progo yang mengandung Total Coliform sesuai baku mutu, sedangkan 42%
sampel air mengandung total coliform tidak sesuai baku. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama mengingat air yang tercemar total coliform dapat berbahaya bagi tubuh manusia apabila dikonsumsi secara terus menerus. Pencemaran tersebut diperparah apabila terdapat adanya industri yang membuang limbahnya sembarangan tanpa ada pemerosesan terlebih dahulu. Selain itu, limbah rumah tangga juga berperan cukup besar dalam pencamaran air dari total coliform.