• Tidak ada hasil yang ditemukan

NILAI RAPOR

5. Lampiran

BAHAN PEMBELAJARAN Batuan

Batuan (rock) adalah material penyusun kerak bumi ynag tersusun baik oleh satu jenis mineral (monomineralic) maupun oleh banyak jenis mineral (polymineralic).

Berdasarkan proses terjadinya batuan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

1. Batuan beku (Igneous rock)

2. Batuan sedimen (Sedimentary rock)

3. Batuan metamorf/malihan (Metamorphic rock)

Gambar 5.2 di bawah ini merupakan ilustrasi dari gambar pembentukan batuan berupa siklus batuan.

Gambar 5.2 Siklus Batuan (Geology Rock Cycle)

Batuan Beku (Igneous Rock)

Batuan beku atau batuan igneus (dari bahasa Latin: ignis, “api”) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelahan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.

Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)

Sedimen merupakan bahan atau partikel yang terdapat di permukaan bumi (di daratan ataupun lautan), yang telah mengalami proses pengangkutan (transportasi) dari satu tempat (kawasan) ke tempat lainnya. Air dan angin merupakan agen pengangkut yang utama. Sedimen ini apabila mengeras (membatu) akan menjadi batuan sedimen. Ilmu yang mempelajari batuan sedimen disebut sedimentologi.

Batuan Metamorf (Metamorphic Rock)

Kata ‘metamorfosa” berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘metamorpishm”

dimana “meta” yang artinya “berubah” dan “morph” yang artinya “bentuk”.

Dengan demikian pengertian “metamorfosa” dalam geologi adalah merujuk pada perubahan dari kelompok mineral dan tekstur batuan yang terjadi dalam suatu batuan yang mengalami tekanan dan temperatur yang berbeda dengan tekanan dan temperatur yang berbeda dengan tekanan dan temperatur saat batuan tersebut pertama kalinya terbentuk. Diagenesa terjadi pada temperatur dibawah 200oC dan tekanan 300 Mpa (Mpa = Mega Pascal) atau setara dengan tekanan 3000 atmosfir, sedangkan “metamorfosa” terjadi pada temperatur dan tekanan diatas “diagenesa”.

Batuan yang dapat mengalami tekanan dan temperatur diatas 300 Mpa dan 200oC umumnya berada pada kedalaman tertentu dan biasanya berasosiasi dengan proses tektonik, terutama di daerah tumbukan lempeng atau zona subduksi. Batas atas antara proses metamorfosa dan pelelehan batuan masih menjadi pertanyaan hingga saat ini. sekali batuan mulai mencair, maka proses perubahan merupakan proses pembentukan batuan beku.

Gambar 5.2 di bawah ini merupakan jenis-jenis batuan, yang termasuk dalam batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.

Gambar 5.2 Contoh Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 2 Program Keahlian : Geologi Pertambangan

Kelas/Semester : X/1

Mata Pelajaran : Dasar‐dasar Geologi Pertambangan

Materi : Siklus Batuan

Pertemuan ke : 2

Berdasarkan gambar di atas, terdapat beberapa keterangan dari proses keterbentukan batuan. Amati lah gambar tersebut, kemudian jelaskan bagaimana suatu proses dalam siklus dapat membentuk berbagai jenis batuan, yang terdiri dari batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.

Kemukakan penjelasanmu lengkapi dengan gambar referensi pendukung, sajikan dalam media

RUBRIK ASESMEN AWAL KODE

EVIDEN ASPEK Nilai

1 2 3 4

6.3.1 Siklus

keterbentukan batuan

Peserta didik belum

mengetahui keterbentukan batuan

Peserta didik cukup

mengetahui keterbentukan batuan

Peserta didik mengetahui keterbentukan batuan

Peserta didik sangat mengetahui keterbentukan batuan 6.3.2 Keterbentukan

batuan beku

Peserta didik belum

mengetahui keterbentukan batuan beku

Peserta didik cukup

mengetahui keterbentukan batuan beku

Peserta didik mengetahui keterbentukan batuan beku

Peserta didik sangat mengetahui keterbentukan batuan beku 6.3.3 Keterbentukan

batuan sedimen

Peserta didik belum

mengetahui keterbentukan batuan

sedimen

Peserta didik cukup

mengetahui keterbentukan batuan

sedimen

Peserta didik mengetahui keterbentukan batuan sedimen

Peserta didik sangat mengetahui keterbentukan batuan

sedimen 6.3.4 Keterbentukan

batuan metamorf

Peserta didik belum

mengetahui keterbentukan batuan

metamorf

Peserta didik cukup

mengetahui keterbentukan batuan

metamorf

Peserta didik mengetahui keterbentukan batuan metamorf

Peserta didik sangat mengetahui keterbentukan batuan

metamorf

RUBRIK ASESMEN PROSES Kode

Eviden Aspek Nilai

1 2 3 4

6.3.1 Siklus Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik keterbentukan belum mampu cukup mampu mampu sangat

batuan mencari mencari mencari mampu

informasi dan informasi dan informasi dan mencari

mendiskusikan mendiskusikan mendiskusikan informasi dan tentang materi tentang materi tentang materi mendiskusikan

siklus siklus siklus tentang materi

keterbentukan keterbentukan keterbentukan siklus

batuan batuan batuan keterbentukan

batuan

6.3.2 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik

batuan beku belum mampu cukup mampu mampu sangat

mencari mencari mencari mampu

informasi dan informasi dan informasi dan mencari

mendiskusikan mendiskusikan mendiskusikan informasi dan tentang materi tentang materi tentang materi mendiskusikan keterbentukan keterbentukan keterbentukan tentang materi

batuan beku batuan beku beku keterbentukan

6.3.3 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Pesertabeku didik

batuan belum mampu cukup mampu mampu sangat

sedimen mencari mencari mencari mampu

informasi dan informasi dan informasi dan mencari

mendiskusikan mendiskusikan mendiskusikan informasi dan tentang materi tentang materi tentang materi mendiskusikan keterbentukan keterbentukan keterbentukan tentang materi batuan sedimen batuan sedimen batuan sedimen keterbentukan

batuan sedimen

6.3.4 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik

batuan belum mampu cukup mampu mampu sangat

metamorf mencari mencari mencari mampu

informasi dan informasi dan informasi dan mencari

mendiskusikan mendiskusikan mendiskusikan informasi dan tentang materi tentang materi tentang materi mendiskusikan keterbentukan keterbentukan keterbentukan tentang materi

batuan batuan batuan keterbentukan

metamorf metamorf metamorf batuan

metamorf

RUBRIK ASESMEN PROSES Kode

Eviden Aspek Nilai

1 2 3 4

6.3.1 Siklus Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik

keterbentukan belum mampu cukup mampu mampu sangat

batuan menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, mampu

mempresentasi mempresentasi mempresentasi menjelaskan, kan siklus kan siklus kan siklus mempresentas keterbentukan keterbentukan keterbentukan ikan siklus

batuan batuan batuan keterbentukan

batuan

6.3.2 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik

batuan beku belum mampu mampu mampu mampu

menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, mempresentasi mempresentasi mempresentasi mempresentas kan proses- kan sebagian kan proses- ikan proses-

proses proses-proses proses proses

keterbentukan keterbentukan keterbentukan keterbentukan batuan beku batuan beku batuan beku batuan beku

kurang lancar dengan lancar dengan

sangat lancar 6.3.3 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik

batuan belum mampu mampu mampu mampu

sedimen menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, mempresentasi mempresentasi mempresentasi mempresentas kan proses- kan sebagian kan proses- ikan proses-

proses proses-proses proses proses

keterbentukan keterbentukan keterbentukan keterbentukan batuan sedimen batuan sedimen batuan sedimen batuan

kurang lancar dengan lancar sedimen dengan

sangat lancar 6.3.4 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik

batuan belum mampu mampu mampu mampu

metamorf menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, mempresentasi mempresentasi mempresentasi mempresentas kan proses- kan sebagian kan proses- ikan proses-

proses proses-proses proses proses

keterbentukan keterbentukan keterbentukan keterbentukan

batuan batuan batuan batuan

metamorf metamorf metamorf metamorf

kurang lancar dengan lancar dengan

sangat lancar

CEKLIST ASESMEN AWAL

Program Keahlian : Geologi Pertambangan

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Pembentukan Batuan Kelas :

No. Nama

Indikator Asesmen

Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran

6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4

1 Pengelompokan

pembelajaran berdasarkan hasil asesmen awal.

Pengelompokan peserta didik dibuat heterogen antara yang tahu dan yang belum tahu.

2 3 4.

Dst.

CEKLIST ASESMEN PROSES

Program Keahlian : Geologi Pertambangan

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Keterbentukan Batuan Kelas :

No. Nama

Indikator Asesmen

Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran

6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4

1 Dilakukan pendampingan

apabila terdapat peserta didik yang belum memahami materi teori keterbentukan batuan diberikan penjelasan ulang atau meminta peserta didik yang telah memahami untuk menjelaskan kembali.

2 3 4.

Dst.

Catatan: Berilah tanda checklist (√) pada setiap indikator asesmen apabila peserta didik telah kompeten atau mencapai eviden tujuan pembelajaran.

CEKLIST ASESMEN AKHIR

Program Keahlian : Geologi Pertambangan

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Keterbentukan Batuan Kelas :

No. Nama

Indikator Asesmen

Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran

6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4

1 Pembelajaran dilanjutkan materi

berikutnya apabila > 85% peserta didik mencapai kompetensi. Peserta didik yang belum mencapai kompetensi akan diberikan remedial berupa penugasan tambahan.

Apabila < 85% peserta didik tidak mencapai kompetensi, maka dilakukan pembelajaran ulang dengan perbaikan strategi.

2 3 4.

… Dst.

Catatan: Berilah tanda checklist (√) pada setiap indikator asesmen apabila peserta didik telah kompeten atau

REKAPITULASI NILAI ASESMEN

Program Keahlian : Geologi Pertambangan

Mata Pelajaran : Dasar- Dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Keterbentukan Batuan

Rombel : ………

No. Nama

Indikator Asesmen Deskripsi

Skor Tujuan Pembelajaran 6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4

1 Bagi peserta didik yang belum tercapai

kompetensinya, setelah menganalisis mana materi yang belum dipahami peserta didik, guru atau teman sebaya akan memberikan pembelajaran tambahan. Kemudian diberikan tes lagi untuk melihat kompetensinya kembali

2 3

4 Bagi peserta didik yang sudah tercapai

kompetensinya, diberikan tambahan pembelajaran atau materi melalui lembar pengayaan.

… dst

Catatan: Berilah skor pada setiap indikator asesmen berdasarkan rubrik sesuai kondisi peserta didik telah kompeten atau mencapai eviden tujuan pembelajaran.

NILAI RAPOR

Program Keahlian : Geologi Pertambangan

Mata Pelajaran : Dasar- Dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Keterbentukan Batuan

Rombel : ………

No. Nama

Indikator Asesmen

Deskripsi Nilai Akhir Skor Tujuan Pembelajaran

6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4

1 Peserta didik sudah

menguasai (sebutkan semua atau sebagian yang sudah dikuasai) namun perlu bantuan

dalam penugasan

(sebutkan sebagian yang sudah dikuasai)

Diisi nilai rata-rata kuantitatif

2

Lampiran Video Tutorial Menjalankan Aplikasi Power Point

Buka aplikasi power point pada laptop/pc

Klik tema power point yang dikehendaki

Untuk menambahkan slide, dapat klik file > New Slide

Buatlah media presentasi semenarik mungkin

Peserta didik dapat memanfaatkan fitur yang terdapat pada power point

Klik save apabila pembuatan media presentasi sudah selesai

Dokumen terkait