Teknik Geologi Pertambangan
MODUL AJAR
Program Keahlian
Teknik Geologi Pertambangan
Bidang Keahlian : Energi dan Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar-Dasar Teknik Geologi Pertambangan Fase/Kelas/Semester : E/X/1
Penyusun : Cahya Nugraha, S.T.
Instansi : SMK Negeri 2 Garut
Alokasi Waktu : 24 JP x 45 menit (2 x Pertemuan)
PERTEMUAN KE- 1
Materi: Susunan Interior Bumi dan Teori Pembentukan Bumi (12JP) 1. Tujuan Pembelajaran
6.2 Memahami bagian-bagian bumi dan teori pembentukan bumi
Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:
6.2.1 Menjelaskan susunan interior bumi yang terdiri dari: inti bumi, mantel bumi dan kerak bumi.
6.2.2 Menjelaskan komposisi dari inti bumi, mantel bumi dan kerak bumi.
6.2.3 Menjelaskan teori-teori keterbentukan bumi yang terdiri dari:
Teori Laplace, Teori Planetesimal, Teori Tidal, Teori Georges-Louis Leclerc, Teori Kuiper, Teori Weizsacker, Teori Whipple Fred L, Teori Pasang Surut Gas, Teori Ledakan Besar, Teori Bintang kembar.
Elemen Profil Pelajar Pancasila: berakhlak mulia dan bernalar kritis
2. Asesmen Asesmen Awal
(Kompetensi Prasyarat dan Kompetensi Awal)
: Asesmen kompetensi prasyarat yakni kompetensi 6.1 sudah tuntas. Apabila belum tuntas, maka peserta didik segera menuntaskan tugas-tugas di kompetensi 6.1 dengan mendapatkan bimbingan dari guru atau tutor teman sebaya.
Asesmen kompetensi awal dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan kepada peserta didik terkait materi bagian-bagian bumi dan teori keterbentukan bumi:
1. Tahukah saudara bahwa bumi memiliki lapisan-lapisan bagian dalam?
2. Apa saja komposisi dari lapisan bagian dalam bumi tersebut?
3. Pernahkah saudara berpikir, bagaimana bumi kita terbentuk?
Tindak Lanjut:
Pengelompokan berdasarkan hasil asesmen awal.
Pengelompokan peserta didik dibuat secara heterogen antara peserta didik yang sudah tahu
dan yang belum tahu.
Asesmen Proses
: Dilakukan dengan observasi pada saat peserta didik melaksanakan kegiatan sesuai dengan Lembar Kerja Peserta Didik.
Tindak Lanjut:
Dilakukan pendampingan apabila terdapat peserta didik yang belum memahami materi bagian-bagian bumi dan teori pembentukan bumi, diberikan penjelasan ulang atau meminta peserta didik yang
telah memahami untuk menjelaskan kembali.
Asesmen Akhir
: Dilakukan penugasan
Tindak lanjut:
Pembelajaran dilanjutkan materi berikutnya apabila
> 85% peserta didik mencapai kompetensi. Peserta didik yang belum mencapai kompetensi akan diberikan remedial berupa penugasan tambahan.
3. Langkah Pembelajaran 1.1. Persiapan
1. Guru menyiapkan sejumlah bahan dan media pembelajaran
2. Guru menyiapkan sejumlah alat dan bahan yang dipakai pada kegiatan pembelajaran, terdiri dari,
Alat : Peralatan Pendukung Pembelajaran
Bahan : Media Ajar, Video Pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
1.2. Pelaksanaan
Kegiatan pembelajaran dilakasankan secara luring, dengan metode pembelajaran discovery learning. Dimana pembelajaran berpusat kepada peserta didik dengan pengalaman belajar harus lebih aktif.
Dengan langkah- langkah pelaksanaan sebagai berikut:
a) Kegiatan Awal (30 Menit)
1. Guru memasuki kelas dan memberikan salam
2. Guru dan peserta didik memulai kegiatan belajar dengan berdoa.
3. Guru menanyakan kabar peserta didik kemudian melakukan pemeriksaan kehadiran.
4. Guru memotivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
5. Guru mengaitkan dengan materi sebelumnya 6. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
7. Guru meyampaikan asesmen kompetensi awal.
b) Kegiatan Inti
1. Guru memberikan pemaparan mengenai materi susunan interior bumi dan teori pembentukan bumi.
2. Guru membuat pemetaan kemampuan peserta didik berdasarkan pemahaman materi “bagian-bagian bumi
dan teori pembentukan bumi” pada asesmen kompetensi awal. Selanjutnya membentuk kelompok secara heterogen.
(Guru Berdiferensiasi Konten)
3. Peserta didik dengan tingkat pemahaman kurang, terkait bagian-bagian bumi dan teori pembentukan bumi.
Dibimbing langsung oleh guru, sedangkan peserta didik dengan pemahaman bagus dan sangat bagus diberikan pengarahan. (Guru Berdiferensiasi proses)
4. Guru berdiskusi dengan peserta didik terkait materi bagian- bagian bumi dan teori pembentukan bumi.
5. Peserta didik menganalisis susunan interior bumi dan berbagai teori keterbentukan bumi, dengan memanfaatkan buku atau media internet.
6. Peserta didik berdiskusi dan mempersentasikan hasil analisis materi susunan interior bumi dan teori pembentukan bumi. Bagi peserta didik yang belum mahir menggunakan power point untuk media presentasi, guru memberikan video tutorial cara penyajian materi dengan membuat media power point. (Guru Berdiferensiasi Proses).
7. Peserta didik mengerjakan Tugas Lembar Kerja Peserta Didik.
8. Sebagai hasil, peserta didik diminta untuk menampilkan media presentasi secara berkelompok. (Guru Berdiferensiasi Produk)
Tabel 1. Pemetaan Kemampuan Pesert Didik (Pembelajaran Berdiferensiasi)
Kesiapan Belajar Peserta Didik
Peserta didik dengan
pemahaman kurang
mengenai bagian-bagian bumi dan teori pembentukan bumi dan tingkat literasi
kurang
Peserta didik dengan pemahaman baik mengenai bagian-bagian bumi dan teori pembentukan bumi dan tingkat literasi baik
Tindakan Peserta didik diarahkan, dibimbing dan didampingi oleh guru, dalam proses pemahaman bagian-bagian bumi dan teori pembentukan
bumi
Peserta didik diarahkan, dibimbing dan diberikan
kesempatan untuk
memahami bagian-bagian bumi dan teori pembentukan
bumi Peserta didik diberikan video
tutorial penggunaan laptop/pc, serta video tutorial membuat media power point https://www.youtube.com/wat ch?v=fPD2WnAakbQ
Peserta didik langsung membuat media presentasi dengan
menggunakan laptop/pc dan menyajikannya dalam media power point
1.3. Refleksi Peserta Didik
Guru mengajukan pertanyaan, sebagai bentuk refleksi pembelajaran, sebagai berikut:
1. Apa saja bagian-bagian interior bumi?
2. Komposisi atau kandungan apa yang terdapat pada inti bumi, mantel bumi dan kerak bumi?
3. Bagaimana cara peneliti mengetahui kedalaman dari susunan interior bumi?
4. Sebutkan teori-teori pembentukan bumi!
5. Apa perbedaan teori keterbentukan bumi Teori Ledakan Besar dan Teori Planetesimal?
6. Apa kesan saudara setelah mempelajari bagian-bagian bumi dan teori pembentukan bumi?
7. Materi bagian mana yang menarik ketika saudara pelajari?
1.4. Refleksi Guru
1. Apakah semua peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran?
2. Apa saja kesulitan peserta didik yang dapat diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran?
3. Apakah peserta didik yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?
4. Apa level pencapaian rata-rata peserta didik dalam kegiatan pembelajaran ini?
5. Apakah seluruh peserta didik dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran?
6. Apa strategi agar seluruh peserta didik dapat menuntaskan kompetensi?
Media Pembelajaran
Bahan bacaan:
Graha, Doddy Setia. 1987. Batuan dan Mineral.
Bandung: Penerbit NOVA.
Noor, Djauhari. 2011. Geologi untuk Perencanaan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Lembar Kegiatan: Lembar Kerja Peserta Didik 1
Video Pembelajaran:
4. Referensi
Graha, Doddy Setia. 1987. Batuan dan Mineral. Bandung: Penerbit NOVA.
Noor, Djauhari. 2011. Geologi untuk Perencanaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ananda. Tanpa Tahun. Teori Pembentukan Bumi: Pengertian, Proses
dan Contoh Teori. Pada halaman
https://www.gramedia.com/literasi/teori-pembentukan-bumi/
diakses pada 01/07/2022 jam 09.45 WIB.
5. Lampiran
BAHAN PEMBELAJARAN Susunan Interior Bumi
Bumi merupakan salah satu planet dari tata surya yang berada dalam bagian dari galaksi Bima Sakti. Susunan kimia bumi merupakan planet ketiga dari susunan planet yang ada di tata surya ini Bumi memiliki lapisan struktur berlapis- lapis sampai kepada inti bumi (core). Dengan diameter bumi sebesar 7.926 mil.
Bumi memiliki setidaknya ada 3 (tiga) lapisan bumi yang menjadi penyusun bumi yang saat ini kita tinggal di atasnya.
Planet bumi ini memiliki 3 (tiga) jenis lapisan, yaitu 1. kerak bumi,
2. selimut bumi,
3. inti bumi (terdiri inti luar dan inti dalam)
Gambar 5.1 di bawah ini menunjukan susunan interior bumi, yang menunjukkan kedalaman dari setiap lapisan-lapisannya, menunjukkan komposisi pada setiap lapisannya, serta sifat fisik dari setiap lapisan interior bumi.
Gambar 5.1 Susunan Interior Bumi (Sumber:
http://frsantoso.blogspot.com/2017/12/struktur-interior-bumi.html) Teori Keterbentukan Bumi
Bumi merupakan planet yang memiliki tanda-tanda kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Namun, seperti halnya manusia, adanya bumi juga karena proses pembentukan. Inilah yang mendasari bumi dapat menjadi tempat tinggal makhluk hidup.
Proses pembentukan bumi merupakan suatu peristiwa besar yang terjadi selama ribuan tahun. Hal tersebut menjadi masalah tersendiri, sehingga munculah
Beberapa ilmuwan banyak menyatakan pendapatnya berdasarkan sebuah kajian, penelitian, pengamatan serta gejala-gejala yang timbul. Berikut beberapa ulasan terkait teori-teori pembentukan bumi:
1. Teori Laplace
Teori pembentukan bumi Laplace dicetuskan oleh seorang pakar matematika dan astronomi berkebangsaan Perancis, yaitu Pierre Simon Marquis de Laplace.
Teori ini muncul pada tahun 1796 di Perancis. Menurut Laplace, bumi terbentuk dari gumpalan gas panas yang berputar- putar pada sebuah pusat peredaran.
Setelah itu terbentuklah sebuah cincin-cincin gas di sekelilingnya yang kemudian terlempar atau bergerak menjauh. Hingga akhirnya cincin- cincin yang bergerak menjauh tersebuh mengalami pendinginan membentuk bola raksasa.
Kemudian bola raksasa inilah yang disebut sebagai bumi.
2. Teori Planetisimal
Seorang ahli yang berasal dari Amerika, Forest Ray bersama T.C Chamberlain yaitu seorang ahli geologi menjelaskan proses pembentukan bumi.
Menurut keduanya, matahari terbentuk terlebih dulu sebagai pusat peredaran dengan massa gas yang cukup besar. Kemudian melintaslah sebuah bintang dengan kecepatan maksimum di sekitar area matahari.
Hal ini menyebabkan adanya tarikan antara partikel-partikel gas matahari dengan bintang tersebut. Sebagian massa gas bertahan mengelilingi matahari akibat gaya gravitasi, sedangkan bagian lainnya terlempar menjauh ke luar lintasan bintang. Massa gas yang mengelilingi mathari akhirnya mengalami pendinginan, hingga terbentuklah sebuah planetisimal atau cincin. Dari planetisimal inilah terjadi gaya tarik menarik yang cukup besar pada massa gas.
Akibat daya tarik tersebut planetisimal menjadi padat. Hingga akhirnya membentuk sebuah planet, salah satunya planet kita sekarang, yaitu bumi.
3. Teori Tidal
Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan Inggris yang bernama James Jeans dan Harold Jeffreys. Teori tidal tercetus pada tahun 1918 silam. Menurut teori tidal, pembentukan bumi terjadi akibat massa gas matahari mengalami tarik menarik akibat bergesekan dengan bintang yang cukup kuat. Dari hasil tarik menarik ini, sebagian massa bergerak ke arah luar membentuk cerutu.
Bagian yang berbentuk cerutu inilah akhirnya mengalami pendinginan.
Proses pendinginan mengakibatkan bentuk gas menjadi gumpalan-gumpalan bola.
Kemudian gumpalan-gumpalan bola inilah yang disebut sebagai planet, salah satunya bumi.
4. Teori Georges – Louis Leclerc
Seorang ilmuwan yang bernama Louis Lecrerc, Perancis Georges, dan Comte de Buffon, menjelaskan proses pembentukan bumi berasal dari tumbukan komet dengan matahari. Hal ini menyebabkan sebagian massa matahri terpental jauh hingga terbentuklah suatu planet. Pendapatnya ini disampaikan pada tahun 1778, kemudian banyak diterima oleh kalangan ilmuwan lainnya.
5. Teori Kuiper
Gerald P. Kuiper dalam sebuah teori pembentukan bumi menyatakan bahwa pada awalnya terdapat nebula yang sangat besar dengan bentuk mirip piringan cakram. Adapun pusat piringan cakram tersebut disebut sebagai protomatahari.
Sedangkan bagian yang mengelilingi protomathari disebut sebagai protoplanet.
Pusat piringan menjadi sangat panas dan berpijar. Namun, protoplanet mengalami gejala pendinginan hingga akhirnya menggumpal membentuk planet.
Inilah asal mula planet bumi terbentuk.
6. Teori Weizsacker
Carl Friedrich von Weizsacker merupakan seorang ahli ilmu astronomi yang berasal dari Jerman. Pada tahun 1940, dirinya ikut mencetuskan sebuah teori yang menyatakan bahwa awal mulanya tata
surya terdiri dari matahari. Kemudian matahari tersebut dikelilingi oleh sebuah kabut gas.
Kandungan dalam kabut gas merupakan unsur-unsur ringan, seperti hidrogen dan helium. Hal ini menjadi sebab menguapnya kabut gas tersebut karena panas matahari. Sedangkan unsur yang berat mengalami penggumpalan dan disebut sebagai planet.
7. Teori Whipple Fred L
Seorang ahli astronomi berkebangsaan Amerika, Whipple Fred Lmenjelaskan pembentukan bumi yang berasal dari kabut serta gas aneh. Kabut dan gas ini mengandung nitrogen dan kosmis, berotasi dalam sebuah piringan besar.
Kabut dan gas yang berotasi menyebabkan penggumpalan massa hingga menjadi padat. Sedangkan gas yang ringan menguap di angkasa. Gumpalan padat tersebut akhirnya disebut sebagai planet.
8. Teori Pasang Surut Gas
Teori ini sangatlah terkenal di kalangan para ahli pada tahun 1918. Pencetus dari teori ini adalah James Jeans dan Harold Jeffreys. Kedunya sepkat bahwa pembentukan bumi berawal dari bintang besar yang mendekati matahari, hingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada matahari berupa gas.
Setelah terjadi pasang surut, matahari akan mengeluarkan gelombang raksasa yang disebabkan gaya tarik bintang. Gelombang yang membentuk lidah pejar tersebut akhirnya mengalami perapatan gas, hingga terpecah menjadi planet- planet, salah satunya bumi.
9. Teori Ledakan Besar
Setelah bermunculan banyak teori, Big Bang atau teori ledakan besar menjadi paling populer di kalangan akademisi. Teori Big Bang menyatakan bahwa bumi telah terbentuk selama puluhan miliar tahun. Awalnya terdapat gumpalan kabut yang berputar pada suatu poros.
Putaran pada poros tersebut membuat bagian yang ringan terlempar ke luar angkasa dan membentuk sebuah piring cakram raksasa. Hingga
pada suatu waktu cakram raksasa yang terdiri dari kabut dan gas meledak.
Ledakan besar tersebut akhirnya membentuk galaksi serta nebula- nebula.
Tercatat selama 4,6 miliar tahun, nebula-nebula membeku dan menjadi galaksi, salah satunya Galaksi Bima Sakti. Kemudian bagian dari galaksi tersebut mengalami kondensasi membentuk gumpalan kecil yang dinamai planet, termasuk bumi di dalamnya.
10.Teori Kabut Nebula
Teori pembentukan bumi menurut Immanuel Kant disebut juga dengan teori kabut nebula. Teori ini muncul sekitar tahun1755, kemudian disempurnakan oleh Piere de Laplace pada tahun 1796. Teori kabut nebula menjelaskan bahwa terdapat kumpulan gas bebas di luar angkasa yang disebut kabut nebula.
Kemudian terjadi tarik menarik antar gas yang membentuk kabut semakin besar dan bergerak cepat proses perputaran ini menyebabkan materi kabut terlempar dan terpisah. Hingga akhirnya materi yang terlempar mengalami pendinginan dan penggumpalan menjadi sebuah planet.
11.Teori Bintang Kembar
Teori pembentukan bumi ini dicetuskan oleh seorang ahli astronomi yang bernama Raymond Arthur Lyttleton. Menurut Arthur, bintang kembar merupakan bagian terkecil dari sebuah galaksi. Salah satu bintang dalam galaksi meledak sehingga banyak material yang dikandungnya terlempar.
Sedangkan bintang yang lain tidak mengalami ledakan karena adanya gaya gravitasi. Oleh sebab itu, sebaran material akibat ledakan bintang satunya mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak dikenal sebagai matahari, lainnya dalam bentuk pecahan akibat ledakan dikenal sebagai planet, salah satunya bumi.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1 Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Kelas/Semester : X/1
Mata Pelajaran : Dasar‐dasar Geologi Pertambangan
Materi : Bagian-bagian bumi dan teori pembentukan bumi
Pertemuan ke : 1
I. PETUNJUK
a. Gunakan media buku ajar yang terdapat di perpustakaan sekolah, atau dapat gunakan media internet
b. Pahami setiap bagian dari susunan interior bumi II. KESELAMATAN KERJA
a. Patuhi semua peraturan selama pembelajaran!
b. Gunakan semua peralatan dan bahan sesuai letak dan fungsinya!
III.ALAT
a. Pensil b. Penghapus c. Penggaris d. Pulpen e. Buku
f. Smartphone IV.BAHAN
a. Kertas HVS TUGAS
1. Buatlah sketsa gambar susunan interior bumi 3D, lengkapi dengan keterangan dan garis besar penjelasan dari setiap bagian-bagian interior bumi. Gunakan pensil warna agar sketsa gambar tampak lebih nyata.
2. Buatlah sebuah ilustrasi gambar tentang teori pembentukan bumi. Narasikan teori pembentukan bumi, dengan menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami pembaca.
Rubrik Asesmen Awal
Aspek Nilai
Susunan Interior Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Bumi belum sedikit mengetahui sangat
mengetahui mengetahui susunan mengetahui
susunan susunan interior bumi susunan
interior bumi interior bumi interior bumi
Komposisi Inti Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Bumi, Mantel belum sedikit mengetahui sangat
Bumi dan Kerak mengetahui mengetahui tentang materi mengetahui Bumi tentang materi tentang materi komposisi inti tentang materi
komposisi inti komposisi inti bumi, mantel komposisi: inti bumi, mantel bumi, mantel bumi dan bumi, mantel
bumi dan bumi dan kerak bumi bumi dan
kerak bumi kerak bumi kerak bumi
Teori-teori Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Keterbentukan belum sedikit mengetahui sangat
Bumi mengetahui mengetahui teori-teori mengetahui
teori-teori teori-teori keterbentukan teori-teori keterbentukan keterbentukan bumi keterbentukan
bumi bumi bummi
Rubrik Asesmen Proses
Aspek Nilai
Susunan Interior Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Bumi belum cukup mampu sangat
mampu mampu berdiskusi mampu
berdiskusi berdiskusi secara berdiskusi
secara secara maksimal secara
maksimal maksimal terkait materi maksimal terkait materi terkait materi susunan terkait materi
susunan susunan interior bumi susunan
interior bumi interior bumi interior bumi
Komposisi Inti Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Bumi, Mantel belum cukup mampu sangat
Bumi dan Kerak mampu mampu berdiskusi mampu
bumi, mantel bumi dan kerak bumi
bumi, mantel bumi dan kerak bumi
bumi dan
kerak bumi bumi, mantel bumi dan kerak Teori-teori Peserta didik Peserta didik Peserta didik Pesertabumi didik
Keterbentukan belum cukup mampu sangat
Bumi mampu mampu berdiskusi mampu
berdiskusi berdiskusi secara berdiskusi
secara secara maksimal secara
maksimal maksimal terkait materi maksimal terkait materi terkait materi teori-teori terkait materi teori-teori teori-teori keterbentukan teori-teori keterbentukan keterbentukan bumi keterbentukan
bumi bumi bumi
Rubrik Asesmen Akhir
Aspek Nilai
Susunan Interior Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Bumi belum mampu mampu mampu
mampu menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan satu jenis dua jenis semua jenis susunan bagian interior bagian interior bagian interior
interior bumi bumi bumi bumi
Komposisi Inti Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Bumi, Mantel belum mampu mampu mampu
Bumi dan Kerak mampu menjelaskan menjelaskan menjelaskan
Bumi menjelaskan salah satu dua semua
komposisi inti komposisi komposisi komposisi bumi, mantel (inti bumi, (inti bumi, interior bumi
bumi dan mantel bumi mantel bumi yakni initi
kerak bumi dan kerak dan kerak bumi, mantel
bumi) bumi) bumi dan
kerak bumi Teori-teori Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Keterbentukan mampu mampu mampu mampu
Bumi menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan 1-2 teori-teori 3-5 teori-teori 6-8 teori-teori 9-11 teori-teori keterbentukan keterbentukan keterbentukan keterbentukan
bumi bumi bumi bumi
CEKLIST ASESMEN AWAL
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan
Tujuan Pembelajaran : Memahami bagian-bagian bumi dan teori-teori pembentukan bumi Kelas :
Catatan: Berilah tanda checklist (√) pada setiap indikator asesmen apabila peserta didik telah kompeten atau mencapai eviden tujuan pembelajaran.
No Nama
Indikator Asesmen
Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran
6.2.1 6.2.2 6.2.3
Pengelompokan pembelajaran berdasarkan hasil asesmen awal. Pengelompokan peserta didik dibuat heterogen antara yang tahu dan yang belum tahu.
1 2 3 4 Dst.
CEKLIST ASESMEN PROSES
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan
Tujuan Pembelajaran : Memahami bagian-bagian bumi dan teori-teori pembentukan bumi Kelas :
No Nama
Indikator Asesmen
Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran
6.2.1 6.2.2 6.2.3
Dilakukan pendampingan apabila terdapat peserta didik yang belum memahami materi diberikan penjelasan ulang atau meminta peserta didik yang telah memahami untuk menjelaskan kembali.
1 2 3 4 Dst.
Catatan: Berilah tanda checklist (√) pada setiap indikator asesmen apabila peserta didik telah kompeten atau mencapai eviden tujuan pembelajaran.
CEKLIST ASESMEN AKHIR
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan
Tujuan Pembelajaran : Memahami bagian-bagian bumi dan teori-teori pembentukan bumi Kelas :
No Nama
Indikator Asesmen
Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran
6.2.1 6.2.2 6.2.3 Pembelajaran dilanjutkan materi berikutnya apabila >
85% peserta didik mencapai kompetensi. Peserta didik yang belum mencapai kompetensi akan diberikan remedial berupa penugasan tambahan.
Apabila < 85% peserta didik tidak mencapai kompetensi, maka dilakukan pembelajaran ulang dengan perbaikan strategi.
1 2 3 4 Dst.
Catatan: Berilah tanda checklist (√) pada setiap indikator asesmen apabila peserta didik telah kompeten atau
REKAPITULASI NILAI ASESMEN
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar- Dasar Teknik Geologi Pertambangan
Tujuan Pembelajaran : Memahami bagian-bagian bumi dan teori-teori pembentukan bumi
Rombel : ………
No Nama
Indikator Asesmen
Deskripsi Tujuan Pembelajaran
6.2.1 6.2.2 6.2.3 Bagi peserta didik yang belum tercapai kompetensinya, setelah menganalisis mana materi yang belum dipahami peserta didik, guru atau teman sebaya akan memberikan pembelajaran tambahan. Kemudian diberikan tes lagi untuk melihat kompetensinya kembali
Bagi peserta didik yang sudah tercapai kompetensinya, diberikan tambahan pembelajaran.
1 2 3 4 Dst.
Catatan: Berilah skor pada setiap indikator asesmen berdasarkan rubrik sesuai kondisi peserta didik telah kompeten atau mencapai eviden tujuan pembelajaran.
NILAI RAPOR
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar- Dasar Teknik Geologi Pertambangan
Tujuan Pembelajaran : Memahami bagian-bagian bumi dan teori-teori pembentukan bumi
Rombel : ………
No Nama Peserta Didik Ketercapaian Idikator
Asesmen Akhir Deskripsi Nilai Akhir Tujuan Pembelajaran
1. Peserta Didik NN 6.2.1 Peserta didik Diisi nilai
sudah menguasai rata-rata 6.2.2
6.2.3 (sebutkan semua
atau sebagian yang kuantitatif sudah dikuasai)
namun perlu
bantuan dalam penguasaan
(sebutkan sebagian
yang sudah
dikuasai).
Buka aplikasi power point pada laptop/pc Klik tema power point yang dikehendaki
Untuk menambahkan slide, dapat klik file > New Slide Buatlah media presentasi semenarik mungkin
Peserta didikdapat memanfaatkan fitur yang terdapat pada power point
Klik save
pembuatan
apabila media presentasi sudah selesai
Lampiran Video Tutorial Menjalankan Aplikasi Power Point
Bahan Ajar Video Youtube: Teori Keterbentukan Bumi
PERTEMUAN KE- 2 Materi: Siklus Keterbentukan Batuan (12 JP) 1. Tujuan Pembelajaran
6.3 Memahami teori pembentukan batuan
Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:
6.3.1 Menjelaskan siklus keterbentukan batuan 6.3.2 Menjelaskan keterbentukan dari batuan beku 6.3.3 Menjelaskan keterbentukan dari batuan sedimen 6.3.4 Menjelaskan keterbentukan dari batuan metamorf Elemen Profil Pelajara Pancasila: Bernalar Kritis dan Kreatif
2. Asesmen Asesmen Awal (Kompetensi Prasyarat dan Kompetensi Awal)
: Asesmen kompetensi prasyarat yakni kompetensi 6.2 sudah tuntas. Apabila belum tuntas, maka peserta didik segera menuntaskan tugas-tugas di kompetensi 6.2 dengan mendapatkan bimbingan dari guru atau tutor teman sebaya.
Asesmen kompetensi awal dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan kepada peserta didik terkait materi siklus batuan:
1. Apa yang saudara ketahui tentang batuan?
2. Bagaimana batuan bisa terbentuk?
3. Bagaimana batuan beku terbentuk?
4. Bagaimana batuan sedimen terbentuk?
5. Bagaimana batuan metamorf terbentuk?
Tindak Lanjut:
Pengelompokan pembelajaran berdasarkan hasil asesmen awal. Pengelompokan peserta didik dibuat
heterogen antara yang tahu dan yang belum tahu.
Asesmen Proses
: Dilakukan observasi dengan memperhatikan peserta didik pada saat pembelajaran, serta keaktifan pada saat diskusi mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik.
Tindak Lanjut:
Dilakukan pendampingan apabila terdapat peserta didik yang belum memahami materi teori keterbentukan batuan diberikan penjelasan ulang atau meminta peserta didik yang telah memahami untuk menjelaskan
kembali.
Asesmen Akhir : Dilakukan penugasan dan diobservasi
Tindak Lanjut:
Pembelajaran dilanjutkan materi berikutnya apabila > 85%
peserta didik mencapai kompetensi. Peserta didik yang belum mencapai kompetensi akan diberikan remedial berupa penugasan tambahan.
Apabila < 85% peserta didik tidak mencapai kompetensi, maka dilakukan pembelajaran ulang dengan perbaikan strategi.
3. Langkah Pembelajaran 1.1. Persiapan
1. Guru menyiapkan sejumlah bahan dan media pembelajaran 2. Guru menyiapkan sejumlah alat dan bahan yang dipakai pada
kegiatan pembelajaran, terdiri dari,
1.2. Pelaksanaan
Kegiatan pembelajaran dilakasankan secara luring, dengan metode pembelajaran discovery learning. Dimana pembelajaran berpusat kepada peserta didik dengan pengalaman belajar harus lebih aktif. Dengan langkah-langkah pelaksanaan sebagai berikut:
a) Kegiatan Awal (30 Menit)
1. Guru memasuki kelas dan memberikan salam
2. Guru dan peserta didik memulai kegiatan belajar dengan berdoa.
3. Guru menanyakan kabar peserta didik kemudian melakukan pemeriksaan kehadiran.
4. Guru memotivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran 5. Guru mengaitkan dengan materi sebelumnya
6. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
7. Guru menyampaikan asesmen kompetensi awal.
b) Kegiatan Inti (480 menit)
1. Guru memberikan pemaparan mengenai teori keterbentukan batuan 2. Guru membuat pemetaan kemampuan peserta didik berdasarkan
pemahaman materi teori keterbentukan batuan pada asesmen kompetensi awal. Selanjutnya membentuk kelompok secara heterogen.
(Guru Berdiferensiasi Konten)
3. Guru berdiskusi dengan peserta didik terkait teori keterbentukan batuan 4. Guru membuat pengaturan kelompok disesuaikan dengan tingkat
kemampuan peserta didik dalam memahami materi teori keterbentukan batuan. Peserta didik dengan tingkat pemahaman kurang, dibimbing secara langsung oleh guru. Sedangkan peserta didik dengan tingkat pemahaman tinggi cukup diberikan pengarahan. (Guru Berdiferensiasi Proses).
5. Peserta didik-peserta didik berdiskusi dan mempersentasikan hasil diskusi teori keterbentukan batuan. Bagi peserta didik yang
belum mahir menggunakan power point untuk media presentasi, guru memberikan video tutorial cara penyajian materi dengan membuat media power point. (Guru Berdiferensiasi Proses).
6. Peserta didik mengerjakan Tugas Lembar Kerja Peserta Didik.
7. Sebagai hasil pembelajaran, peserta didik diminta untuk menampilkan media presentasi serta gambar hasil pemahaman teori keterbentukan batuan lengkap dengan keterangan dan penjelasan. (Guru Berdiferensiasi Produk).
Tabel 1. Pemetaan Kemampuan Peserta Didik (Pembelajaran Berdiferensiasi)
Kesiapan Belajar Peserta Didik
Peserta didik dengan
pemahaman kurang
mengenai teori keterbentukan batuan dan tingkat literasi kurang
Peserta didik dengan pemahaman baik mengenai teori keterbentukan batuan dan tingkat literasi baik
Tindakan Peserta didik diarahkan, dibimbing dan didampingi oleh guru, dalam proses pemahaman teori keterbentukan batuan
Peserta didik diarahkan, dibimbing dan diberikan
kesempatan untuk
memahami teori
keterbentukan batuan Peserta didik diberikan video
tutorial penggunaan laptop/pc, serta video tutorial membuat media power point https://www.youtube.com/wat ch?v=fPD2WnAakbQ
Peserta didik langsung membuat media presentasi dengan
menggunakan laptop/pc dan menyajikannya dalam media power point
1. Apa yang dimaksud dengan batuan?
2. Bagaimana batuan bisa terbentuk?
3. Berdasarkan keterbentukannya, batuan diklasifikasikan menjadi berapa jenis?
4. Bagaimana batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf bisa terbentuk?
5. Apa kesan saudara setelah mempelajari materi teori keterbentukan batuan?
6. Materi teori keterbentukan batuan mana yang membuat saudara tertarik untuk mempelajari lebih dalam?
1.4. Refleksi Guru, sebagai berikut:
1. Apakah semua peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran?
2. Apa saja kesulitan peserta didik yang dapat diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran?
3. Apakah peserta didik yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?
4. Apa level pencapaian rata-rata peserta didik dalam kegiatan pembelajaran ini?
5. Apakah seluruh peserta didik dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran?
6. Apa strategi agar seluruh peserta didik dapat menuntaskan kompetensi?
Media Pembelajaran
Bahan bacaan:
Graha, Doddy Setia. 1987. Batuan dan Mineral. Bandung: Penerbit NOVA.
Noor, Djauhari. 2011. Geologi untuk Perencanaan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Lembar Kegiatan: Lembar Kerja Peserta Didik 2
Video Pembelajaran:
https://www.youtube.com/watch?v=-LcoEGtMlg8
https://www.youtube.com/watch?v=CX_9UWeA4kU
4. Referensi
Graha, Doddy Setia. 1987. Batuan dan Mineral. Bandung: Penerbit NOVA.
Noor, Djauhari. 2011. Geologi untuk Perencanaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
5. Lampiran
BAHAN PEMBELAJARAN Batuan
Batuan (rock) adalah material penyusun kerak bumi ynag tersusun baik oleh satu jenis mineral (monomineralic) maupun oleh banyak jenis mineral (polymineralic).
Berdasarkan proses terjadinya batuan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Batuan beku (Igneous rock)
2. Batuan sedimen (Sedimentary rock)
3. Batuan metamorf/malihan (Metamorphic rock)
Gambar 5.2 di bawah ini merupakan ilustrasi dari gambar pembentukan batuan berupa siklus batuan.
Gambar 5.2 Siklus Batuan (Geology Rock Cycle)
Batuan Beku (Igneous Rock)
Batuan beku atau batuan igneus (dari bahasa Latin: ignis, “api”) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelahan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)
Sedimen merupakan bahan atau partikel yang terdapat di permukaan bumi (di daratan ataupun lautan), yang telah mengalami proses pengangkutan (transportasi) dari satu tempat (kawasan) ke tempat lainnya. Air dan angin merupakan agen pengangkut yang utama. Sedimen ini apabila mengeras (membatu) akan menjadi batuan sedimen. Ilmu yang mempelajari batuan sedimen disebut sedimentologi.
Batuan Metamorf (Metamorphic Rock)
Kata ‘metamorfosa” berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘metamorpishm”
dimana “meta” yang artinya “berubah” dan “morph” yang artinya “bentuk”.
Dengan demikian pengertian “metamorfosa” dalam geologi adalah merujuk pada perubahan dari kelompok mineral dan tekstur batuan yang terjadi dalam suatu batuan yang mengalami tekanan dan temperatur yang berbeda dengan tekanan dan temperatur yang berbeda dengan tekanan dan temperatur saat batuan tersebut pertama kalinya terbentuk. Diagenesa terjadi pada temperatur dibawah 200oC dan tekanan 300 Mpa (Mpa = Mega Pascal) atau setara dengan tekanan 3000 atmosfir, sedangkan “metamorfosa” terjadi pada temperatur dan tekanan diatas “diagenesa”.
Batuan yang dapat mengalami tekanan dan temperatur diatas 300 Mpa dan 200oC umumnya berada pada kedalaman tertentu dan biasanya berasosiasi dengan proses tektonik, terutama di daerah tumbukan lempeng atau zona subduksi. Batas atas antara proses metamorfosa dan pelelehan batuan masih menjadi pertanyaan hingga saat ini. sekali batuan mulai mencair, maka proses perubahan merupakan proses pembentukan batuan beku.
Gambar 5.2 di bawah ini merupakan jenis-jenis batuan, yang termasuk dalam batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.
Gambar 5.2 Contoh Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 2 Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Kelas/Semester : X/1
Mata Pelajaran : Dasar‐dasar Geologi Pertambangan
Materi : Siklus Batuan
Pertemuan ke : 2
Berdasarkan gambar di atas, terdapat beberapa keterangan dari proses keterbentukan batuan. Amati lah gambar tersebut, kemudian jelaskan bagaimana suatu proses dalam siklus dapat membentuk berbagai jenis batuan, yang terdiri dari batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.
Kemukakan penjelasanmu lengkapi dengan gambar referensi pendukung, sajikan dalam media
RUBRIK ASESMEN AWAL KODE
EVIDEN ASPEK Nilai
1 2 3 4
6.3.1 Siklus
keterbentukan batuan
Peserta didik belum
mengetahui keterbentukan batuan
Peserta didik cukup
mengetahui keterbentukan batuan
Peserta didik mengetahui keterbentukan batuan
Peserta didik sangat mengetahui keterbentukan batuan 6.3.2 Keterbentukan
batuan beku
Peserta didik belum
mengetahui keterbentukan batuan beku
Peserta didik cukup
mengetahui keterbentukan batuan beku
Peserta didik mengetahui keterbentukan batuan beku
Peserta didik sangat mengetahui keterbentukan batuan beku 6.3.3 Keterbentukan
batuan sedimen
Peserta didik belum
mengetahui keterbentukan batuan
sedimen
Peserta didik cukup
mengetahui keterbentukan batuan
sedimen
Peserta didik mengetahui keterbentukan batuan sedimen
Peserta didik sangat mengetahui keterbentukan batuan
sedimen 6.3.4 Keterbentukan
batuan metamorf
Peserta didik belum
mengetahui keterbentukan batuan
metamorf
Peserta didik cukup
mengetahui keterbentukan batuan
metamorf
Peserta didik mengetahui keterbentukan batuan metamorf
Peserta didik sangat mengetahui keterbentukan batuan
metamorf
RUBRIK ASESMEN PROSES Kode
Eviden Aspek Nilai
1 2 3 4
6.3.1 Siklus Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik keterbentukan belum mampu cukup mampu mampu sangat
batuan mencari mencari mencari mampu
informasi dan informasi dan informasi dan mencari
mendiskusikan mendiskusikan mendiskusikan informasi dan tentang materi tentang materi tentang materi mendiskusikan
siklus siklus siklus tentang materi
keterbentukan keterbentukan keterbentukan siklus
batuan batuan batuan keterbentukan
batuan
6.3.2 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
batuan beku belum mampu cukup mampu mampu sangat
mencari mencari mencari mampu
informasi dan informasi dan informasi dan mencari
mendiskusikan mendiskusikan mendiskusikan informasi dan tentang materi tentang materi tentang materi mendiskusikan keterbentukan keterbentukan keterbentukan tentang materi
batuan beku batuan beku beku keterbentukan
6.3.3 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Pesertabeku didik
batuan belum mampu cukup mampu mampu sangat
sedimen mencari mencari mencari mampu
informasi dan informasi dan informasi dan mencari
mendiskusikan mendiskusikan mendiskusikan informasi dan tentang materi tentang materi tentang materi mendiskusikan keterbentukan keterbentukan keterbentukan tentang materi batuan sedimen batuan sedimen batuan sedimen keterbentukan
batuan sedimen
6.3.4 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
batuan belum mampu cukup mampu mampu sangat
metamorf mencari mencari mencari mampu
informasi dan informasi dan informasi dan mencari
mendiskusikan mendiskusikan mendiskusikan informasi dan tentang materi tentang materi tentang materi mendiskusikan keterbentukan keterbentukan keterbentukan tentang materi
batuan batuan batuan keterbentukan
metamorf metamorf metamorf batuan
metamorf
RUBRIK ASESMEN PROSES Kode
Eviden Aspek Nilai
1 2 3 4
6.3.1 Siklus Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
keterbentukan belum mampu cukup mampu mampu sangat
batuan menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, mampu
mempresentasi mempresentasi mempresentasi menjelaskan, kan siklus kan siklus kan siklus mempresentas keterbentukan keterbentukan keterbentukan ikan siklus
batuan batuan batuan keterbentukan
batuan
6.3.2 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
batuan beku belum mampu mampu mampu mampu
menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, mempresentasi mempresentasi mempresentasi mempresentas kan proses- kan sebagian kan proses- ikan proses-
proses proses-proses proses proses
keterbentukan keterbentukan keterbentukan keterbentukan batuan beku batuan beku batuan beku batuan beku
kurang lancar dengan lancar dengan
sangat lancar 6.3.3 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
batuan belum mampu mampu mampu mampu
sedimen menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, mempresentasi mempresentasi mempresentasi mempresentas kan proses- kan sebagian kan proses- ikan proses-
proses proses-proses proses proses
keterbentukan keterbentukan keterbentukan keterbentukan batuan sedimen batuan sedimen batuan sedimen batuan
kurang lancar dengan lancar sedimen dengan
sangat lancar 6.3.4 Keterbentukan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
batuan belum mampu mampu mampu mampu
metamorf menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan, mempresentasi mempresentasi mempresentasi mempresentas kan proses- kan sebagian kan proses- ikan proses-
proses proses-proses proses proses
keterbentukan keterbentukan keterbentukan keterbentukan
batuan batuan batuan batuan
metamorf metamorf metamorf metamorf
kurang lancar dengan lancar dengan
sangat lancar
CEKLIST ASESMEN AWAL
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Pembentukan Batuan Kelas :
No. Nama
Indikator Asesmen
Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran
6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4
1 Pengelompokan
pembelajaran berdasarkan hasil asesmen awal.
Pengelompokan peserta didik dibuat heterogen antara yang tahu dan yang belum tahu.
2 3 4.
Dst.
CEKLIST ASESMEN PROSES
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Keterbentukan Batuan Kelas :
No. Nama
Indikator Asesmen
Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran
6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4
1 Dilakukan pendampingan
apabila terdapat peserta didik yang belum memahami materi teori keterbentukan batuan diberikan penjelasan ulang atau meminta peserta didik yang telah memahami untuk menjelaskan kembali.
2 3 4.
Dst.
Catatan: Berilah tanda checklist (√) pada setiap indikator asesmen apabila peserta didik telah kompeten atau mencapai eviden tujuan pembelajaran.
CEKLIST ASESMEN AKHIR
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Keterbentukan Batuan Kelas :
No. Nama
Indikator Asesmen
Tindak Lanjut Tujuan Pembelajaran
6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4
1 Pembelajaran dilanjutkan materi
berikutnya apabila > 85% peserta didik mencapai kompetensi. Peserta didik yang belum mencapai kompetensi akan diberikan remedial berupa penugasan tambahan.
Apabila < 85% peserta didik tidak mencapai kompetensi, maka dilakukan pembelajaran ulang dengan perbaikan strategi.
2 3 4.
… Dst.
Catatan: Berilah tanda checklist (√) pada setiap indikator asesmen apabila peserta didik telah kompeten atau
REKAPITULASI NILAI ASESMEN
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar- Dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Keterbentukan Batuan
Rombel : ………
No. Nama
Indikator Asesmen Deskripsi
Skor Tujuan Pembelajaran 6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4
1 Bagi peserta didik yang belum tercapai
kompetensinya, setelah menganalisis mana materi yang belum dipahami peserta didik, guru atau teman sebaya akan memberikan pembelajaran tambahan. Kemudian diberikan tes lagi untuk melihat kompetensinya kembali
2 3
4 Bagi peserta didik yang sudah tercapai
kompetensinya, diberikan tambahan pembelajaran atau materi melalui lembar pengayaan.
… dst
Catatan: Berilah skor pada setiap indikator asesmen berdasarkan rubrik sesuai kondisi peserta didik telah kompeten atau mencapai eviden tujuan pembelajaran.
NILAI RAPOR
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : Dasar- Dasar Teknik Geologi Pertambangan Tujuan Pembelajaran : Memahami Teori Keterbentukan Batuan
Rombel : ………
No. Nama
Indikator Asesmen
Deskripsi Nilai Akhir Skor Tujuan Pembelajaran
6.3.1 6.3.2 6.3.3 6.3.4
1 Peserta didik sudah
menguasai (sebutkan semua atau sebagian yang sudah dikuasai) namun perlu bantuan
dalam penugasan
(sebutkan sebagian yang sudah dikuasai)
Diisi nilai rata-rata kuantitatif
2
Lampiran Video Tutorial Menjalankan Aplikasi Power Point
Buka aplikasi power point pada laptop/pc
Klik tema power point yang dikehendaki
Untuk menambahkan slide, dapat klik file > New Slide
Buatlah media presentasi semenarik mungkin
Peserta didik dapat memanfaatkan fitur yang terdapat pada power point
Klik save apabila pembuatan media presentasi sudah selesai
Bahan Ajar Video Youtube: Teori Keterbentukan Batuan