• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANJUTAN CATATAN PERENCANAAN

Dalam dokumen PENETAPAN FORMULIR REKAM MEDIS (Halaman 49-54)

NAMA : ...…….... ( ... TH) KAMAR : ...

Perawat primer : ...

BBLC, SPONTAN, VE, SC

Diagnosa Keperawatan Perencanaan

Dx No : ... Tgl :... Tujuan Intervensi

Bayi tidak menunjukkan bukti

pendarahan 1. Berikan vitamin K 1 secara intramuskuler, dengan menggunakan otot vastus lateralis sebagai sisi injeksi

2. Periksa sisi sirkumsisi, kaji adanya rembesan yang dapat menunjukkan kecenderungan pendarahan

3. ...

Dx No : ... Tgl :... Pasien mendapat nutrisi yang optimal

Indikator :

1. Bayi menunjukkan penghisapan yang kuat 2. Bayi tetap mendapatkan

makanan

3. Bayi mendapat nutrisi yang cukup (uraikan jumlah dan frekuensi pemberian makananan) 4. Berat badan bayi kurang

dari 10% berat badan lahir

1. Kaji kekuatan menghisap

2. Lakukan rawat gabung dengan kriteria reflek hisap kuat, tidak muntah, suhu badan stabil atau sesuai instruksi dokter anak 3. Berikan asi on demand

4. Berikan bayi minum 60 – 90 cc setiap 3-4 jam atau sesuai kebutuhan

5. Dukung dan bantu ibu ketika menyusui 6. Hindari pemberian makanan suplemen atau

air putih untuk bayi yang minum ASI 7. Libatkan keluarga dalam perawatan

8. Tempatkan bayi miring kekanan setelah minum

9. Observasi pola feses

10. ...

Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh (resiko tinggi) berhubungan dengan kurangnya :

1. Pengetahuan orang 2. Reflek hisap kurang/tua

lemah

Dx No : ... Tgl :... Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam tidak menunjukkan tanda – tanda infeksi dengan kriteria : 1. Tidak ditemukan tanda –

tanda infeksi

2. Vital sibn dalam batas normal

3. N : 100 – 140 x/ mnt 4. S : 36,5-37,4◦C

1. Observasi tanda – tanda infeksi lokal/

sistemik

2. Observasi KU dan Vital sign

3. Jaga kebersihan bayi & lingkungan (mandikan, bersihkan perianal bila kotor) 4. Cuci tangan, gunakan sarung tangan

selama kontak dengan bayi

5. Lakukan perawatan tali pusat sesuai protokol

6. Berikan ASI bila tersedia

7. Berikan jarak yang adequate antara bayi 8. Pantau pemeriksaan lab : darah, spuntum

dan lain – lain

9. Kolaborasi pembersihan antibiotik sesuai program dan kultur

Resiko infeksi

berhubungan dengan ketidakkekuatan sistem kekebalan tubuh, prosedur infasif.

CATATAN PERENCANAAN

Nama : ...…………... ( ... Th) Kamar : ...……...

Perawat primer : ...……...

BBLR

Diagnosa Keperawatan Perencanaan

Dx No : ... Tgl :... Tujuan Intervensi Ketidakefektifan pola nafas

berhuungan dengan imaturitas organ pernafasan, ditandai dengan :

1. Retrakdi dada 2. Dipsnoe

3. RR <30 atau >60 x/mnt 4. ...

Pola nafas efektif setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit dengan kriteria :

1. Tidak ada retraksi

2. Tidak ada sesak nafas/

dipsnoe

3. RR normal 30 – 60 x/mnt 4. Cuping hidung negatif 5. ...

1. Kaji frekuensi pernafasan dan pola nafas 2. Pertahankan pola nafas efektif dengan :

-Berikan posisi sedikit ekstensi -Pertahankan suhu optimal -Berikan rangsang taktil

-Berikan oksigen sesuai indikasi

3. Observasi irama, kedalam dan frekuensi pernafasan

4. Hisap jalan nafasd sesuai kebutuhan 5. Kolaborasi pemeriksaan AGD Dx No : ... Tgl :... Selama dilakukan tindakan

perawatan selama 5 menit pernafasan menjadi efektif dengan kriteria :

1. RR 30 -60 x/mnt 2. Nafas spontan & teratur 3. Suara vesikuler

4. Kulit merah 5. Bayi menangis

1. Suction jalan nafas sesuai kebutuhan 2. Fisioterapi dada

3. Monitoring Respirasi (irama/ suara nafas kedalaman)

4. Monitoring vital sign

5. ...

Bersihkan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obstruksi jalan nafas karena penumpukan lendir ditandai dengan :

1. Dipsnoe/ sesak nafas 2. Lendir +

3. Cianosis

4. Suara nafas rondim 5. Perubahan RR dan

irama nafas

Dx No : ... Tgl :... Tidak terjadi perubahan suhu tubh dalam perawatan dengan kriteria :

1. Suhu 36,5 – 37,4◦C (aksda)

2. Suhu lingkungan bayi netral

3. ...

1. Management lingkungan :

 Tempatkan bayi pada penghangant isolatte, incubator, tempat tidur dengan penghangat lampu

 Berikan selimut hangat, ganti pakaian bila basah, pertahankan kepala tertutup topi

 Pertahankan kelembapan relatif 50 – 80 %

 Pantau suhu incubator 2. Mandikan bayi dengan seka 3. Monitor keseimbangan cairan 4. Monitor vital sign

5. ...

Resiko ketidakseimbangan temperatur tubuh berhubungan dengan : 9. Berat badan rendah 10. Usia kehamilan yang

kurang

11. Paparan lingkungan 12. Dingin/ panas

Dx No : ... Tgl :... Kebutuhan nutrisi terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam dengan kriteria :

1. Intake nutrisi masuk sesuai kebutuhan

2. BB tidk turun > 10%

3. ...

1. Timbang BB tiap hari dalam waktu sama 2. Berikan entral tube feeding dengan porsi

kecil tapi sering, masukkan secara perlahan – lahan

3. Berikan ASI/ PASI per oral jika reflek hisap baik

4. Jika oral & enternal kurang, berikan parental nutrisi sesuai program

5. Berikan vitamin & mineral sesuai indikasi 6. ...

. Ketidakseimbangan nutrisi

kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan ingest, dingest, absors, ditandai : 1. Kelemahan hisap 2. Menelan

3. Mudah kembung 4. ...

Dx No : ... Tgl :... Pola minum bayi menjadi efektif setelah dilakukan tindakan keperawatan selama dengan kriteria :

1. Reflek hisap kuat 2. Intake oral meningkat 3. ...

1. Latih bayi untuk menetek ibu 2. Dilakukan perawatan bayi lekat 3. Kolaborasi : oral fisioterapi 4. Berikan NGT sesuai kebutuhan

5. Cek residu sebelum pemberian enternal 6. ...

Ketidakefektifan pola minum bayi berhubungan dengan prematurity ditandai dengan :

1. Reflek hisap lemah 2. Reflek tekan lemah 3. ...

LANJUTAN CATATAN PERENCANAAN

Nama : ...……... ( ... Th) Kamar : ...……....

Perawat primer : ...……...

BBLR

Diagnosa Keperawatan Perencanaan

Dx No : ... Tgl :... Tujuan Intervensi Hiportemi berhubungan

dengan lingkungan dingin ditandai dengan :

1. Kulit dingin 2. Cianotik (kuku) 3. ...

Suhu tubuh normal setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit dengan kriteria : 1. Suhu 36,5 – 37, 4◦C

2. Akral hangat 3. Kulit merah 4. VS normal

5. ...

1. Management lingkungan

a. Berikan penghangat bertahap b. Berikan pakaian (selimut hangat) 2. Monitor suhu

3. Monitor vital sign

4. Berikan oksigen terapi sesuai kebutuhan

5. Management cairan

6. ...

Dx No : ... Tgl :... Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 24 jam tidak menunjukkan tanda – tanda infeksi dengan kriteria : 1. Tidak ditemukan tanda –

tanda infeksi

2. Vital sign dalam batas normal

3. N : 100- 140 x/mnt 4. S : 36,5 – 37,4 ◦C

1. Observasi tanda – tanda infeksi lokal/

sistematik

2. Observasi KU dan Vital Sign

3. Jaga kebersihan bayi & lingkungan (mandikan, bersihkan perianal bila kotor)

4. Cuci tangan, gunakan sarung tangan selama kontak dengan bayi

5. Lakukan perawatan tali pusat sesuai protocol

6. Berikan ASI bila tersedia

7. Berikan jarak yang adequate antara 8. Pantau pemeriksaan lab : darah,bayi

sputum, dan lain- lain

9. Kolaborasi pembersihan antibiotik sesuai prigram dan kultur

Risiko infeksi berhubungan dengan ketidakkekuatan sistem kekebalan tubuh, prosedur infasif.

G R A F IK VI TA L SI G N

G R A FI K VI TA L SI G N

Dalam dokumen PENETAPAN FORMULIR REKAM MEDIS (Halaman 49-54)

Dokumen terkait